Saferi Yohana
Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Portuguese representations in the Semana Santa ritual in Larantuka Yohana, Saferi
IAS Journal of Localities Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Irwan Abdullah Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62033/iasjol.v1i1.9

Abstract

The encounter of Indonesian society with foreign cultures leaves a mark on a culture, leaving traces in the form of narratives and symbols. In Larantuka, the encounter of local culture with the Portuguese leaves the Semana Santa tradition or Easter tradition which in the oral narrative and ritual process still presents the Portuguese style. This research was conducted to find out how the presence of Portuguese culture functions in the Semana Santa tradition in Larantuka; and why Portuguese heritage is maintained and preserved in the tradition. Data collection utilized participatory observation, interview, and literature study methods. The results showed that the Semana Santa ritual as a Portuguese heritage still takes place as an annual ritual, the use of Portuguese language in the ritual, symbols, and the Confraria brotherhood formed by the Portuguese. Three important points that become the reason for the Portuguese presence in the Semana Santa ritual are the acculturation process, narratives in collective memory, and the obedience of tradition actors in carrying out ancestral messages.
PENGALAMAN SUBJEK DALAM CERPEN-CERPEN ANAK BOBO (RELEVANSI PANDANGAN JOHN DEWEY TERHADAP MULTIKULTURALISME DUNIA ANAK) Dahlan, Dahri; Valiantien, Nita Maya; Yohana, Saferi
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13136

Abstract

Penelitian ini berfokus ke lima cerpen anak yang diperoleh dari majalah anak-anak versi daring Bobo. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana relevansi pandangan John Dewey terhadap multikulturalisme dalam dunia anak dalam cerpen-cerpen anak Bobo? Analisis terhadap cerpen-cerpen akan menggunakan teori John Dewey tentang pengalaman subjek terdidik, yang akan dikoneksikan dengan isu multikulturalisme. John Dewey adalah pemikir pragmatis yang mempercayai pengalaman sebagai cara terbaik untuk membuat subjek terdidik memperoleh pengetahuan. Hasil penelitian ini memperlihatkan tokoh-tokoh sebagai subjek dalam cerita yang mengalami konflik akibat perbedaan dengan subjek lain. Perbedaan tersebut terkait dengan banyak hal, di antaranya pandangan subjek, latar belakang budaya subjek dan cara subjek memandang lingkungan, dan sebagainya. Pada akhirnya tokoh-tokoh dalam cerpen mengatasi konflik mereka setelah bertemu dengan tokoh atau subjek lain dengan segala macam keberagamannya. Kelima cerpen tersebut memperlihatkan fenomena multikulturalisme yang beragam. Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa pandangan John Dewey terkait pengalaman subjek masih relevan dalam konteks nilai pendidikan dalam karya sastra, khususnya sastra anak.
Peran Penyanyi Daerah Dalam Pelestarian Nyanyian Rijoq Suku Dayak Benuaq Di Kutai Barat Erlangga, Faisal; Whidas Pratama, Zamrud; Yohana, Saferi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i2.18903

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian musik rijoq dari masyarakat Dayak Benuaq, sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai tradisional. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah penurunan minat dalam memahami dan melestarikan tradisi musik ini. Seiring dengan globalisasi, warisan musik tradisional semakin terpinggirkan, sehingga diperlukan upaya revitalisasi agar tetap relevan dan lestari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam peran nyanyian tradisional rijoq dalam konteks sosial budaya masyarakat Dayak Benuaq serta mengidentifikasi langkah-langkah strategis dalam upaya pelestarian dan inovasi musik tradisional ini melalui pendekatan teori revitalisasi budaya yang dikemukakan oleh Alwasilah (2006). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pelaku budaya, pengamat seni, dan musisi tradisional yang terlibat dalam komunitas musik Dayak Benuaq, serta melalui observasi langsung pada acara-acara budaya seperti Festival Dahau Sendawar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teori revitalisasi budaya yang mencakup tiga tahapan: pemahaman untuk meningkatkan kesadaran, perencanaan kolektif, dan peningkatan untuk mendorong kreativitas budaya. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali cara-cara efektif dalam menjaga eksistensi rijoq dan mengintegrasikannya ke dalam kehidupan masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik rijoq memiliki peran penting dalam identitas budaya Dayak Benuaq, terutama dalam ritual-ritual adat dan acara komunitas. Namun, upaya pelestarian yang lebih terstruktur diperlukan untuk menjaga relevansinya di era modern. Salah satu hasil penting dari penelitian ini adalah ditemukannya potensi inovasi dalam pengembangan musik rijoq melalui kolaborasi dengan genre musik modern, tanpa menghilangkan unsur-unsur tradisionalnya. Selain itu, peningkatan partisipasi dalam kegiatan budaya lokal melalui festival dan pendidikan musik tradisional menjadi salah satu langkah strategis yang diusulkan dalam perencanaan kolektif untuk pelestarian musik rijoq.
PENINGKATAN LITERASI SENI PADA REMAJA BALI DI KOTA BALIKPAPAN: Increasing Art Literacy on Balinese Teenagers in Balikpapan City Singgih Daru Kuncara; Zamrud Whidas Pratama; Purwanti; Agus Kastama Putra; Yohana, Saferi
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v2i2.98

Abstract

Abstract: This service activity aims to increase the knowledge of art literacy among teenagers in Balikpapan City as an effort to increase awareness related to cultural identity. Activities carried out in the form of music training and folklore documentation in the Balinese community at Giri Jaya Natha Temple, Balikpapan City. This activity is carried out through three stages; first, the preparation stage, field observation as an effort to determine the right training for Balinese youth groups in Balikpapan City. Second, the implementation stage by giving post-test, training, and pre-test. Third, the reporting stage by evaluating the results of post and pre-test. The result of written evaluation shows that 92% of teenagers have improved art literacy skills on the use and function of Balinese musical instruments. Keywords: Art literacy improvement, teenagers, temple   Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan literasi seni pada remaja di Kota Balikpapan sebagai upaya peningkatan kesadaran terkait budaya identitas. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan seni musik serta dokumentasi cerita rakyat pada komunitas masyarakat Bali di Pura Giri Jaya Natha Kota Balikpapan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan; pertama tahap persiapan, observasi lapangan sebagai upaya penentuan pelatihan yang tepat pada kelompok remaja Bali di Kota Balikpapan. Kedua tahap pelaksanaan dengan memberikan post- test, pelatihan, dan pre-test. Ketiga, tahapan pelaporan dengan mengevaluasi hasil post dan pre test. Hasil evaluasi secara tertulis menunjukkan bahwa 95% remaja mengalami peningkatan keterampilan literasi seni tentang penggunaan dan fungsi alat musik Bali.  Kata kunci: Peningkatan literasi seni, remaja, pura
PELATIHAN MUSIK BALEGANJUR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMUSIK GENERASI MUDA DI PURA BUANA AGUNG BONTANG: Baleganjur Music Training to Improve the Musical Skills of the Young Generation at Buana Agung Bontang Temple Yofi Irvan Vivian; Putra, Agus Kastama; Yohana, Saferi
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v3i2.117

Abstract

Abstract: The baleganjur music training at Pura Buana Agung, Bontang, aims to improve the musical skills of the young generation of Balinese Hindus. This temple is the center of religious and cultural activities for the Hindu community living in Bontang. This activity was attended by 16 teenagers who were actively involved in the baleganjur ensemble training, which is a sacred form of traditional Balinese music. The training method included a pre-test to measure participants' initial knowledge, an interactive material session, and a post-test to assess increased understanding. The evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge of baleganjur, with post-test scores higher than pre-test scores. This training not only develops musical skills, but also instills the values ​​of togetherness and discipline, in line with the principles of Balinese Hindu life. This activity contributes to strengthening cultural identity and supporting the preservation of traditional music amidst migration and social change. Thus, the existence of Pura Buana Agung has an important role in maintaining and advancing the richness of Balinese Hindu culture in Bontang, as well as connecting past and future generations.  Keywords: baleganjur music; skill improvement; young generation.   Abstrak: Pelatihan musik baleganjur di Pura Buana Agung, Bontang, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bermusik generasi muda Hindu Bali. Pura ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya bagi komunitas Hindu yang tinggal di Bontang. Kegiatan ini dihadiri oleh 16 remaja yang terlibat aktif dalam pelatihan ansambel baleganjur, yang merupakan bentuk musik tradisional Bali yang sakral. Metode pelatihan meliputi pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, sesi materi interaktif, dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang baleganjur, dengan nilai post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test. Pelatihan ini tidak hanya mengembangkan keterampilan musik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan disiplin, sejalan dengan prinsip kehidupan umat Hindu Bali. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya dan mendukung pelestarian musik tradisional di tengah migrasi dan perubahan sosial. Dengan demikian, keberadaan Pura Buana Agung memiliki peran penting dalam mempertahankan dan memajukan kekayaan budaya Hindu Bali di Bontang, serta menghubungkan generasi masa lalu dan masa depan. Kata kunci: musik baleganjur; peningkatan keterampilan; generasi muda.
LITERASI REFLEKTIF BERBASIS NARASI LOKAL DI SMPN 1 LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA: Reflective Literacy Based on Local Narratives at SMPN 1 Loa Janan, Kutai Kartanegara Regency Arifin, M. Bahri; Yohana, Saferi; Prafitri, Wilma
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v4i2.262

Abstract

Abstract: This community engagement initiative sought to enhance students' reflective literacy by utilizing local cultural narratives at SMPN 1 Loa Janan, Kutai Kartanegara Regency. The program addressed two primary concerns: the deficiency in students' reflective literacy and the restricted incorporation of local culture in literacy activities. The methodology encompassed five interconnected phases: program socialization and participatory mapping, literacy instruction, creative writing workshops, mentorship, and assessment. Data were gathered by observation, pre-test and post-test assessments, and documentation of students' written assignments. The findings demonstrated a marked enhancement in students' comprehension of narrative structure and their capacity to relate local stories to modern circumstances. Creative writing exercises, such as "unusual stories," fostered inventiveness, confidence, and expressive ability among participants. The curriculum fostered a participatory literacy environment within the school, incorporating cultural identification and reflective thought. This effort proved that local narratives can effectively underpin the development of sustained and contextually relevant literacy initiatives in educational institutions. Keywords: junior high school; loa janan; local culture; narrative writing; reflective literacy   Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi reflektif siswa melalui narasi yang berlandaskan budaya lokal di SMPN 1 Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Aktivitas ini merespons dua isu utama, yaitu rendahnya literasi reflektif siswa dan kurangnya pemanfaatan budaya lokal dalam inisiatif literasi sekolah. Metode pelaksanaan terdiri dari lima tahap: sosialisasi dan pemetaan partisipatif, pelatihan literasi, lokakarya penulisan kreatif, pendampingan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, pre-test, post-test, dan dokumentasi karya tulis siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman struktur naratif dan kemampuan mengaitkan cerita lokal dengan konteks kekinian. Aktivitas menulis kreatif seperti "cerita kreatif" berhasil mengembangkan imajinasi, kepercayaan diri, dan kemampuan ekspresif siswa. Program ini berkontribusi pada pengembangan ekosistem literasi partisipatif di sekolah melalui integrasi identitas budaya dan refleksi diri. Aktivitas ini menunjukkan bahwa narasi lokal dapat berfungsi sebagai fondasi yang efektif dalam mengembangkan gerakan literasi yang kontekstual dan berkelanjutan di institusi pendidikan. Kata kunci: budaya lokal; literasi reflektif; Loa Janan; penulisan naratif; SMPN 1
Relasi kuasa dalam materi promosi pariwisata Dayak Setyoko, Aris; Putra, Bayu Arsiadhi; Yohana, Saferi
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22567

Abstract

Promosi pariwisata seharusnya menjadi sarana untuk menampilkan budaya masyarakat adat secara adil dan menghormati keberadaan mereka sebagai subjek aktif. Namun, praktik promosi pariwisata di Kalimantan Timur masih merepresentasikan masyarakat Dayak sebagai figur tradisional yang terikat pada ritual dan pakaian adat, sementara keberadaan mereka dalam konteks modern sering diabaikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis representasi budaya Dayak dalam promosi pariwisata Mahakam Ulu serta implikasinya terhadap relasi kuasa kolonial non-pribumi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis wacana kritis terhadap teks, gambar, dan video promosi pariwisata yang diproduksi lembaga non-Dayak, serta dilengkapi dengan wawancara semi-terstruktur bersama komunitas Dayak Bahau. Sebanyak 7 sampel dipilih secara purposif dari media daring dan arsip lembaga promosi berdasarkan relevansinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi pariwisata cenderung membingkai identitas Dayak dalam bentuk eksotisme dan historisasi, yang pada akhirnya memperkuat legitimasi pihak non-Dayak sebagai pemegang otoritas atas narasi kebudayaan. Di sisi lain, masyarakat Dayak mulai membangun representasi tandingan melalui konten yang menampilkan peran, mata pencaharian, dan identitas kontemporer mereka. Kesimpulannya, promosi pariwisata bukanlah ruang yang netral, melainkan arena kuasa yang dapat memperkuat marginalisasi atau sebaliknya membuka peluang perlawanan masyarakat adat.