Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ema Sulastri
Al-Fathanah Vol 2, No 1, April (2022): AL-FATHANAH: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v2i1, April.1338

Abstract

Manajemen kelas merupakan keterampilan pendidik untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif agar proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, diperlukan peningkatan dan penyempurnaan dalam pendidikan yang berkaitan erat dengan peningkatan mutu pembelajaran secara operasional yang berlangsung di dalam kelas. Oleh karena itu, diperlukan manajemen kelas yang baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Di samping itu, pembelajaran dapat terwujud dengan baik apabila terdapat interaksi yang komunikatif antara guru dengan siswa, sesama siswa maupun dengan sumber belajar lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran pendidikan agama Islam di MTsN 2 Bathoh Banda Aceh dan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI di MTsN 2 Bathoh, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran PAI dalam manajemen kelas di MTsN 2 Bathoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu pengumpulan data berupa kata-kata bukan angka dengan tujuan menggambarkan keadaan atau kegiatan yang terjadi di lapangan (field research) dan dipilih secara sistematis menurut kategorinya dengan menggunakan bahasa yang mudah dicerna atau dipahami oleh masyarakat umum. Peneliti menggunakan purposive sample yang dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan berdasarkan strata, random atau daerah, tetapi berdasarkan atas tujuan tertentu dengan memilih siswa kelas VIII sebagai sampel. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) implementasi manajemen kelas dalam pembelajaran PAI di MTsN 2 Bathoh; (2) cara belajar siswa yang aktif di dalam maupun di luar kelas dan cara mengajar guru yang baik dengan menggunakan metode yang bervariasi serta berusaha menyediakan fasilitas yang memadai bagi siswa untuk menunjang prestasi dan belajar siswa; dan (3) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektifitas pembelajaran PAI dalam manajemen kelas di MTsN 2 Bathoh.
STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI ACEH BARAT DAYA Ema Sulastri
Al-Fathanah Vol 1, No 1, April (2021): AL-FATHANAH: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/.v1i1, April.1037

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang berlangsung sepanjang hayat. Pembelajaran Akidah Akhlak selalu berkembang, selalu dihadapkan pada perubahan zaman. Untuk itu, mau tak mau Pembelajaran Akidah Akhlak harus dirancang khusus mengikuti irama perubahan tersebut. Apabila Pembelajaran Akidah Akhlak tidak mengikuti irama perubahan, maka jelas ketinggalan dengan lajunya perkembangan zaman itu sendiri. Guru selalu mengajar akidah akhlak kepada siswa agar siswa dapat berperilaku baik dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari. Nilai-nilai akidah akhlak memang penting diajarkan kepada siswa agar bisa merubah diri menjadi lebih baik. Apalagi pada zaman modern saat ini banyak sekali hal-hal buruk terjadi, jika seseorang tidak memilki nilai-nilai akidah akhlak maka akan hancurnya generasi muda. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Aceh Barat Daya yaitu bermacam-macam ada yang mengajar dengan metode ceramah untuk mengajarkan Akidah Akhlak kepada siswa ada juga mengajar dengan metode diskusi kepada siswa dan ada juga mengajar dengan metode pemberian tugas, tetapi secara keseluruhan guru mengajar dengan metode ceramah untuk mengajarkan anak siswa Akidah Akhlak. Hambatan dalam menerapkan strategi pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Aceh Barat Daya yaitu metode guru dalam belajar yang kurang kreatif, anak yang hiperaktif, tingkat perkembangan anak yang berbeda, serta fasilitas dalam menunjang pembelajaran bagi peserta didik. Sehingga menjadi hambatan guru dalam mengembangkan nilai Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri, metode mengajar yang masih kurang kreatif, membuat sebagian siswa kurang mengerti apa yang disampaikan oleh guru ketika mengajar nilai-nilai dakwah. Karena tingkat perkembangan imajinasi siswa ketika menerima pembelajaran berbeda-beda yang membuat sebagian peserta didik kurang mengerti apa yang disampaikan oleh guru, selain itu waktu yang kurang efektif dalam menanamkan nilai-nilai dakwah kepada peserta didik, dan berdampak kepada materi yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik tidak maksimal.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN YANG TERKANDUNG DALAM SURAH AN-NAHL AYAT 125-126 Ema Sulastri; Hamdi Yusliani; Nur Mila Khatijah
Al-Fathanah Vol 2, No 2, Oktober (2022): AL-FATHANAH: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v2i2, Oktober.1448

Abstract

Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam Al-Quran merupakan nilai yang sangat penting untuk diamalkan, khususnya nilai pendidikan yang terkandung dalam surat An-Nahl 125-126. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripsif-analisis dan pustaka (library research). Berbagai data yang diperoleh, baik dari buku perpustakaan, Al-Quran dan sumber lain yang memaparkan tentang kandungan surah An-Nahl Ayat 125-126, kemudian dianalisis untuk dapat menjawab beberapa rumusan masalah yang ingin dicapai dalam penelitian. Bersasarkan pengolahan dan analisis data, maka penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan: (1) nilai pendidikan tauhid. Surah An-Nahl ayat 125 ini dapat kita ketahui bahwa mengandung nilai pendidikan tauhid yaitu perintah untuk mengajak siapapun, anak, istri, keluarga, masyarakat dan semua pihak muslim atau non-muslim menuju jalan tuhanmu dengan pengajaran yang baik dan benar; (2) nilai pendidikan kesabaran. Dalam surah ini menjelaskan bahwa sebaiknya manusia lebih banyak bersabar dalam menghadapi berbagai macam masalah. Potongan ayat ini juga menganjurkan manusia untuk memiliki nilai pendidikan kesabaran. Sabar adalah sebagian dari iman, sikap terpuji (akhlaqul karimah) yang patut dimiliki guna meningkatkan derajat manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi; (3) nilai pendidikan toleransi. Surah An-Nahl ayat 125-126 dapat diketahui bahwa terkandung nilai pendidikan toleransi, yaitu dalam perdebatan yang dilakukan dengan cara yang baik tanpa ada keributan; dan (4) nilai pendidikan tanggung jawab, yaitu perintah Allah SWT untuk menuju kepada jalannya dengan hikmah artinya perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI SDTQ NURUN NABI BANDA ACEH Ema Sulastri
Al-Fathanah Vol 1, No 2, Oktober (2021): AL-FATHANAH: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v1i2, Oktober.1145

Abstract

Pembelajaran akidah akhlak di SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh masih terdapat berbagai kendala, sehingga perlu adanya strategi yang dilakukan baik dari pihak sekolah maupun guru yang mengampu mata pelajaran tersebut, terutama dalam mengimplementasikan berbagai materi yang terdapat dalam pembelajaran akidah akhlak itu sendiri. Penilitian ini bertujuan mengetahui materi pembelajaran aqidah akhlak di SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh, strategi pembelajaran aqidah akhlak di SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembelajaran aqidah akhlak di SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field reaserch) dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah 1 orang, guru Aqidah Akhlak 1 orang dan siswa sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa materi pembelajaran Aqidah Akhlak yang diajarkan di SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh terdiri dari empat aspek yaitu aspek akidah, aspek akhlak, aspek adab dan Islam serta aspek kisah teladan yang diberikan kepada siswa mulai ditingkat kelas I sampai dengan kelas VI SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh. Strategi pembelajaran Aqidah Akhlak di SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh dilakukan dengan peningkatan mutu pembelajaran aqidah akhlak, menyelenggarakan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, membiasakan hidup disiplin di kalangan siswa, pembinaan akhlak siswa, menggunakan metode contoh dan keteladanan, metode pembiasaan, metode kisah, metode arahan, bimbingan Atau nasehat dan metode hukuman. Faktor pendukung pembelajaran Aqidah Akhlak di SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh yaitu kemampuan itelektual siswa, semangat belajar siswa yang kuat, dukungan semangat dari orang tua serta dukungan dari lingkungan pertemanan anak dengan siswa yang pintar dan rajin. Faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak di SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh ialah kurangnya kepedulian siswa terhadap mata pelajaran yang disampaikan guru dan masih ada siswa yang malas belajar, sering terganggunya konsentrasi saat belajar dan keterbatasan ruang belajar.
EDUCATION TO MAINTAIN FRIENDSHIP TO STRENGTHEN THE FOUNDATIONS OF PEACE IN SOCIETY Muhammad Fadhillah; Emawati Emawati; Ema Sulastri; Hamdi Yusliani; Rosnidarwati Rosnidarwati
ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Vol 4, No 1 (2024): Vol 4, No 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/abdimu.v4i1.2101

Abstract

According to Islamic teachings, human beings are connected to each other, and as such, they naturally require the company of other people. Due to their inherent weakness, humans depend on the support of people around them. Thus, it is not unusual to refer to humans as social beings. This is owing to the fact that humans are beings who will always require the company of other people. This suggests that all Muslims have a duty to uphold friendship, whether it is through familial ties (descendants) or brotherly relationships with other Muslims. It is necessary for non-Muslims to uphold the virtue of mutual respect and appreciation, even if they go about it in various ways. It is hard to establish harmony and peace within a society if its people lack affection, as this always results in arguments, animosity, and ultimately, murder. For this reason, shilaturrahim (engaging with others)—both general and specific—are essential to bringing about the world's peace, harmony, and unification of humanity. Keywords: Society, Engagement with others, peace
PENERAPAN METODE RESITASI DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK PADA SISWA DI MAN 2 ACEH BESAR Ferawati, Ferawati; Sulastri, Ema; Emawati, Emawati; Mailisman, Nasrullah
Al-Fathanah Vol 4, No 2, Oktober (2024): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v4i2.2338

Abstract

Metode pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis dan teratur yang dilakukan oleh pendidik dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Dengan adanya metode ini, diharapkan proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pendidik harus bisa mempelajari metode pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan dalam pengajaran Akidah Akhlak adalah metode resitasi. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu untuk belajar sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode resitasi dalam peningkatan motivasi belajar Akidah Akhlak pada siswa di MAN 2 Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menganalisis data melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan 1 guru Akidah Akhlak dan 5 siswa dari kelas XI IPA1. Penerapan metode resitasi diberikan dengan harapan siswa dapat belajar secara optimal dan siswa memilki hasil belajar yang lebih bagus. Metode resitasi akan membentuk siswa menjadi seorang yang memiliki tanggungjawab yang tinggi dengan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan guru secara maksimal dan penuh kedisiplinan. Penerapan resitasi yang diberikan sesuai dengan kemampuan siswa dan juga durasi waktu yang sesuai dengan tugas yang diberikan. Selain itu, ada beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode resitasi dalam peningkatan motivasi belajar Akidah Akhlak pada siswa di MAN 2 Aceh Besar. Faktor pendukungnya mencakup adanya fasilitas internet/sosial media yang memudahkan siswa dan siswa memiliki sarana belajar HP (Handphone) sehingga memudahkan mencari bahan di google dan sebagainya. Di sisi lain, faktor penghambatnya meliputi kurangnya/tidak lengkapnya buku bacaan dan fasilitas di sekolah serta kurangnya motivasi dari siswa.
PERAN PROGRAM QUALITY ASSURANCE (QA) AQIDAH YANG LURUS DALAM PENGUATAN KARAKTER SANTRI DI PONDOK PESANTREN MUAMALAT SOLIDARITY BOARDING SCHOOL (MSBS) JANTHO, ACEH BESAR Nurhidayat, Eka; Sulastri, Ema; Yusliani, Hamdi; Muarrif, Muhammad Riza
Al-Fathanah Vol 5, No 1, April (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i1.2429

Abstract

Pembentukan karakter santri merupakan tujuan utama pendidikan pesantren. Dalam era globalisasi yang penuh tantangan, penting bagi santri untuk memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai agama. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui program Quality Assurance (QA) yang berfokus pada penguatan Aqidah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman santri tentang QA Aqidah yang Lurus, program-program yang terdapat didalamnya terhadap penguatan karakter santri, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan QA tersebut di Pondok Pesantren Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) Jantho Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner serta data dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman santri di Pondok Pesantren Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) Jantho Aceh Besar tentang QA Aqidah yang Lurus terlihat dari kemampuan santri dalam memahami konsep dasar pentingnya keimanan sebagai pondasi dalam membangun karakter Islami. 2) Program kegiatan QA Aqidah yang Lurus yang diterapkan berupa pembinaan keagamaan yang meliputi kajian kitab klasik, halaqah Aqidah, penghafalan Al-Qur’an, serta kegiatan praktik ibadah harian. Selain itu, pendekatan berbasis keteladanan dari para pengajar turut memperkuat internalisasi nilai aqidah dalam kehidupan santri. 3) Faktor pendukung yang ditemukan dalam pelaksanaan QA Aqidah yang Lurus adalah: dukungan pihak pengelola pesantren, ketersediaan tenaga pengajar yang kompeten, serta lingkungan pesantren yang kondusif. Sementara hambatan yang ditemui berupa tingkat pemahaman awal santri yang beragam, kurangnya sarana pendukung seperti literatur keagamaan yang memadai, serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program karena padatnya jadwal kegiatan pesantren.
Pendidikan Karakter Sebagai Pondasi Pembangunan Bangsa : Peran Aktif Masyarakat Dan Implementasinya Chusnur Rahmi; Musran; Arusman; Ema Sulastri
JKA Vol. 1 No. 2 (2024): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/51fywp96

Abstract

Character education is an important issue in an effort to rebuild the character of the Indonesian nation that is experiencing moral degradation. This paper aims to examine the active role of the community in the implementation of character education as the foundation of nation development. The method used is a literature study by reviewing various reference sources related to character education. The results showed that the community has an important role in the implementation of character education, not only through the role of government and schools. The community can play an active role through habituation in daily life, community activities, and non-formal education. It is expected that with the active role of the community, a strong national character can be formed as the foundation of Indonesia's development.
Basic Principles in Quality PAI Learning Assessment Ema Sulastri
JKA Vol. 2 No. 1 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/sfe2e812

Abstract

Assessment in Islamic Religious Education (PAI) learning is a crucial aspect of the educational process aimed at measuring and enhancing the quality of learning. This article discusses the fundamental principles of quality assessment in PAI learning, basedon various literature and recent studies. In this context, assessment is not solely focused on final outcomes but also on the learning process itself. This research employs a literature review method by identifying and selecting articles, journals, and books focusing on evaluation and assessment in Islamic education. The findings reveal that the fundamental principles of PAI learning assessment should include:1) Validity, meaning that the assessment must accurately measure what it is intended to measure;2) Reliability, which pertains to the consistency of assessment results;3) Objectivity, ensuring that the assessment is free from the educator's personal bias;4) Connectivity, referring to the alignment of assessment with students' learning experiences and their social contexts; and5) Feedback, which helps students understand their strengths, weaknesses, and areas for improvement.This study aims to provide educators with deeper insights into implementing effective and relevant assessments in PAI learning