Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH SUKU BUNGA, KURS, JUMLAH UANG BEREDAR, DAN INDEKS HARGA KONSUMEN TERHADAP INFLASI DI INDONESIA PERIODE 1988-2024 Fadly Abdullah Nasir; Hikmalia Safitri; Naura Hasna Tazkiya; Navik Istikomah; Agung Setiawan
Jurnal Ekbis (Ekonomi & Bisnis) Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/ekbis.v13i2.2295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel ekonomi makro terhadap inflasi di Indonesia periode 1988-2024 dengan menggunakan pendekatan Auto Regressive Distributed Lag (ARDL) Variabel independen yang digunakan meliputi suku bunga, nilai tukar, jumlah uang beredar, dan indeks harga konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, hanya suku bunga yang berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Sebaliknya, nilai tukar, JUB, dan IHK tidak menunjukkan pengaruh jangka panjang yang signifikan. Dalam jangka pendek, suku bunga, nilai tukar, dan JUB menunjukkan pengaruh signifikan terhadap inflasi. Pengujian model melalui uji asumsi klasik dan stabilitas model menunjukkan bahwa model ARDL yang digunakan valid dan stabil. Hasil peramalan menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dengan nilai MAPE sebesar 14%. Temuan ini menegaskan pentingnya peran suku bunga sebagai instrumen kebijakan moneter dalam mengendalikan inflasi di Indonesia. Kata kunci : Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, Jumlah Uang Beredar
DIGITALISASI KEUANGAN DAN DINAMIKA JUMLAH UANG BEREDAR: BUKTI EMPIRIS DARI INDONESIA Anita Susanti; Mohammad Ilham Ramdani; Mutiara Ramadhania Teguh; Navik Istikomah
Jurnal Ekbis (Ekonomi & Bisnis) Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/ekbis.v13i2.2296

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh volume dan nilai transaksi elektronik terhadap jumlah uang beredar di Indonesia serta dampaknya terhadap kebijakan moneter. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain deskriptif-kausal, penelitian ini menggunakan data sekunder bulanan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia antara Januari 2021 hingga Agustus 2024. Melalui analisis regresi linier berganda, penelitian ini menemukan bahwa volume transaksi elektronik tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar, namun nilai transaksi elektronik terbukti memiliki pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun volume transaksi elektronik tidak secara langsung menambah jumlah uang beredar, peningkatan nilai transaksi dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi dan permintaan kredit, yang pada gilirannya berdampak pada kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi. Hasil penelitian ini mengisi kesenjangan pengetahuan mengenai dampak transaksi elektronik terhadap kebijakan moneter di Indonesia. Kata kunci : Volume transaksi elektronik, nilai transaksi elektronik, jumlah uang beredar, kebijakan moneter
The Impact of Exchange Rate, Inflation, BI7DRR, and Money Supply on the Efficiency of Indonesian Commercial Banks 2018-2024 Period: An Error Correction Model Muchammad Shubchi Fadhilah Ramadhan; Ajeng Febrianti; Piana Dianawati; Navik Istikomah; Agung Setiawan
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.609

Abstract

This study is motivated by the urgency to maintain the operational efficiency of Indonesia’s banking sector amid ongoing global economic uncertainty in the post-COVID-19 era, exchange rate volatility, inflationary pressures, and the dynamics of both domestic and international monetary policies. Banking efficiency is a crucial factor in sustaining competitiveness and ensuring the stability of the financial system, especially when facing persistent external pressures. The main objective of this study is to analyze the impact of key macroeconomic variables exchange rate, inflation, the Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), and money supply on the efficiency of Indonesian commercial banks during the 2018–2024 period. Bank efficiency is measured using the Operating Expenses to Operating Income (OpEx) ratio, which reflects the bank’s ability to manage its operational costs effectively. The study employs the Error Correction Model (ECM) to capture both the short-term and long-term relationships between macroeconomic variables and banking efficiency. The results reveal that exchange rate fluctuations have a significant impact on bank efficiency in the short term, while inflation and money supply exert significant influence in the long term. Conversely, BI7DRR does not show a significant effect in either the short or long term. These findings suggest that banks’ responses to macroeconomic pressures are dynamic and gradual, requiring continuous strategic adjustments. This research contributes to the literature on banking economics in developing countries and provides practical recommendations for policymakers and banking industry stakeholders in formulating monetary policies and operational strategies that are adaptive to volatile economic conditions.