Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI Ki’s Wocus (WOODEN ABACUS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEBERSIHAN GIGI ANAK PRASEKOLAH Sofian, Rizki; Ardiyanti, Intan Indri; Rahmah, Afifah Noor; Ijazati, Kholifah Nur; Roziq, Mokhamad Ainu; Kusasi, Edy; Sutomo, Bambang; Supriyana, Supriyana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1450

Abstract

Anak usia prasekolah merupakan salah satu kelompok rentan terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut. Pada usia ini, masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai yaitu karies gigi. Hal ini dikarenakan struktur lapisan gigi susu pada anak lebih tipis dibandingkan dengan gigi tetap. Selain itu, konsumsi makanan kariogenik berlebih dan tidak diimbangi dengan keterampilan menggosok gigi yang baik menjadi faktor pendukung terjadinya karies gigi lebih cepat. Untuk mengurangi resiko terjadinya karies gigi lebih parah, maka perlu adanya upaya peningkatan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi melalui program pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dapat dipengaruhi oleh media pembelajaran yang digunakan.  Media pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi siswa KB Nurul Qolbi dalam pemeliharaan kesehatan gigi. Metode pelaksanaan program melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran kegiatan siswa, orang tua dan guru KB Nurul Qolbi Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan kegiatan 23-27 Oktober 2023. Media yang digunakan yaitu Ki’s Wocus (wooden abacus) dan loker penyimpanan sikat gigi. Intrumen pengumpulan data: format pemeriksaan, format hygiene index, format wawancara orang tua dan guru. Hasil pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan siswa, orang tua dan guru dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi, selain itu program menggosok gigi setiap hari disekolah.
Enhancing Motivation for Oral Hygiene Implementation among Immobilized Compos Mentis Patients through The Development of a Dental Care Table in Inpatients Settings Mokhamad Ainu Roziq; Sukini Sukini; Diyah Fatmasari
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 3 (2024): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i3.329

Abstract

Brushing teeth is one way to maintain oral hygiene. Implementation of tooth brushing with oral hygiene protocols in hospitalized patients in addition to avoiding infection can also improve the quality of life of patients during treatment. There are often cases of neglected oral hygiene in hospitalized patients. This is due to the limitation of movement (immobilization) in patients to carry out these activities. Often the appearance of discomfort when using supporting infrastructure in the room such as basins. Dental care table (DCT) is an idea in supporting the implementation of oral hygiene while in bed. Interest in the latest innovations is expected to encourage the motivation of immobilized patients with compost mentis to carry out oral hygiene activities that have been carried out at home. This study aims to determine the description of the motivation for implementing oral hygiene for immobilized patients with kompos mentis in the inpatient installation . This type of research with Research and Development (R&D) and pre-experiment research (Pretest and Posttest group design) with purposive sampling technique obtained 32 respondents. The method of measuring product feasibility uses David Garvin's "Eight Dimensions of Quality" test with 32 questions, while measuring motivation using TSRQ (Treatment Self Regulation Quetionnaire) with 12 questions. At the research stage with information gathering to informants and observation. Followed by designing product builds tailored to the needs and study of patient characteristics according to anthropometric data based on ergonomic principles, then proposed to experts. The next stage is through testing and measuring the feasibility score. The completed product improvement stage is tested again until it is declared feasible. Before the trial on the patient, a measurement of motivation to implement oral hygiene on the patient was carried out to obtain a pretest value of motivation. Then the trial use of the product and finally evaluate the value of the oral hygiene implementation motivation score. The feasibility data analysis technique uses Aiken V and ICC, to test the difference in motivation scores using the Wilcoxon test. The results showed that the Dental care table (DCT) was feasible with a score of 85.16%, with an ICC score of 0.958. Increased motivation to implement oral hygiene for immobilized patients with compost mentis in the inpatient installation from 74.93% to 80.60% with a significance value of 0.046 (p-value <0.005). Immobilized patients with mentis compost have motivation in the strong motivation category, with a motivation score value between 67% - 100%.
HKN Tegakkan Senyum Lansia “Cegah Gangguan Jantung Lewat Kesehatan Mulut” di Kelurahan Kedungdoro Surabaya Siti Fitria Ulfah; Agus Marjianto; Mokhamad Ainu Roziq; Aprilinda Pipit Ruswita; Diasta Ayomi
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2120

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut lansia yang buruk berisiko memicu infeksi sistemik seperti penyakit jantung melalui jalur inflamasi. Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan lansia dalam menjaga kebersihan oral sebagai upaya preventif komplementer terhadap gangguan jantung. Kegiatan promotif-preventif ini dilaksanakan pada 22 November 2025 di Kelurahan Kedungdoro, Surabaya. Intervensi melibatkan 69 lansia melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi menyikat gigi dengan media phantom, praktik mandiri, skrining kesehatan oral gratis, serta pembagian hygiene kit. Pemeriksaan klinis menunjukkan tingkat morbiditas oral yang tinggi dimana 100% lansia memiliki karang gigi (kalkulus), 80% menderita karies gigi, dan 15% mengalami gigi goyang. Mayoritas peserta masih membutuhkan edukasi intensif mengenai teknik menyikat gigi yang benar dan pentingnya kontrol rutin. Kegiatan ini berhasil memetakan tingginya beban penyakit periodontal dan karies pada lansia di Kelurahan Kedungdoro. Pendampingan berkelanjutan dari kader dan keluarga sangat diperlukan untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan mulut guna menekan risiko komplikasi penyakit jantung.