Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap perubahan status gizi balita Hadju, Vidya Avianti; Basri K., Sarinah; Aulia, Ulfa; Mahdang, Putri Ayuningtias
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.359

Abstract

Permasalahan gizi pada balita masih menjadi prioritas untuk ditangani. Anak yang mengalami kekurangan gizi merupakan faktor penyebab utama dari kematian anak, timbulnya penyakit dan kecacatan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan status gizi balita dengan pemberian makanan tambahan (PMT). PMT dapat diolah menggunakan bahan makanan berbasis pangan lokal dengan harga yang terjangkau. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari PMT lokal terhadap perubahan status gizi balita. Literature review diperoleh dari pencarian database Google Scholar. Pencarian artikel dibatasi dari 2018-2023 dengan kata kunci pengaruh PMT Lokal terhadap Perubahan Status Gizi. Artikel ilmiah  yang  digunakan  dalam penelitian  ini berjumlah 10 tentang pengaruh PMT lokal terhadap perubahan status gizi balita. Hasil penelitan menyimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara PMT lokal dengan perubahan status gizi balita. Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dapat dijadikan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi pada balita.
Efek konsumsi Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap peningkatan berat badan balita Aulia, Ulfa; Radhia, Sitti; Fuadi, Nurul; Napirah, Ryman; Basri K., Sarinah; Hadju, Vidya Avianti
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.381

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk olahan dari buah kelapa yang dibuat dengan metode secara fisika atau biokimia untuk menghasilkan minyak kelapa murni dengan karakter kadar air dan asam lemak bebas yang rendah, berbau harum dan daya simpan yang lebih dari 12 bulan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat perbedaan berat badan balita sebelum diberikan intervensi berupa pemberin VCO dan sesudah diberikan VCO. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan menggunakan 10 sampel balita di kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis Wilcoxon untuk melihat perbedaan berat badan sebelum dan sesudah intervensi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa VCO dapat meningkatkan berat badan balita terbukti dengan hasil analisis yang dilakukan dan memperoleh hasil yang signifikan yaitu 0.007 yang berarti ada perbedaan berat badan balita sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa pemberian VCO selama 2 bulan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam mengatasi masalah berat badan kurang pada balita.
Edukasi MP-ASI Pangan Lokal untuk Pencegahan Gizi Kurang di Desa Bintalahe Kecamatan Kabila Bone Hadju, Vidya Avianti; Kadir, Sunarto; Aulia, Ulfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36699

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita, khususnya wasting, masih menjadi isu kesehatan masyarakat karena berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan balita. Kondisi ini berkaitan erat dengan praktik pemberian makan yang belum memadai, khususnya kualitas dan ketepatan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal sebagai upaya pencegahan gizi kurang. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bintalahe Kecamatan Kabila Bone melalui pendekatan edukatif berupa penyuluhan gizi seimbang dan MP-ASI berkualitas dengan media leaflet dan pemberian contoh makanan selingan berbahan pangan lokal. Sasaran kegiatan adalah 20 ibu balita yang dipilih karena perannya dalam pengambilan keputusan terkait pemilihan dan pengolahan makanan keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta dengan analisis data secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan ibu setelah kegiatan edukasi, dari 66,5 ± 24,76 pada pre-test menjadi 77 ± 20,79 pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan gizi yang terarah dan kontekstual efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal. Kesimpulannya, edukasi gizi kepada ibu balita merupakan pendekatan yang relevan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak setelah masa ASI eksklusif. Disarankan agar kegiatan edukasi MP-ASI berbasis pangan lokal dilaksanakan secara berkesinambungan dan terintegrasi dengan kegiatan posyandu guna memperkuat praktik pemberian makan balita di tingkat rumah tangga.
Efektifitas edukasi gizi terhadap pola pemberian makanan seimbang pada balita 24-59 bulan Puput Oktafiani Toar; Sunarto Kadir; Vidya Avianti Hadju
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i5.1092

Abstract

  Background: Nutrition education is one of the efforts to improve the nutritional status of children under five. Through nutrition counseling, parents gain knowledge about balanced nutrition and handling nutrition problems. Prupose: To determine the effectiveness of nutrition education on balanced feeding patterns in toddlers 24-59 months in Limboto Health Center. Method: Research using quantitative with quasi experiment design type pretest-posttest control group design. The sample amounted to 30 mothers who had underweight toddlers, selected through purposive sampling technique, 15 people as a treatment group and 15 control groups. Data were analyzed using Independent Sample T-Test test. Results: There was an increase in balanced feeding patterns in the treatment group after being given nutrition education. The average pretest was 48.53 increased to 73.73 in the posttest, with an average difference of 25.20. This indicates a change after education is carried out. Conclusion: Nutrition education is effective on balanced feeding patterns in toddlers 24-59 months in Limboto Health Center, with a significance value (p-value) of 0.000 (Sig. (2-tailed) <0.05), which indicates that the average difference between the two groups. Suggestions, nutrition education needs to be continued regularly to maintain and improve a balanced diet in toddlers. Suggestions: Parents of toddlers are expected to be more active in participating in nutrition education provided by health workers to increase understanding of the importance of balanced feeding.
Hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pada baduta 6-24 bulan dan status pekerjaan dengan kejadian stunting Fahria Kum; Sunarto Kadir; Vidya Avianti Hadju
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i5.1093

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by shorter height compared to children of the same age. The formulation of the problem is whether there is a relationship between mother's knowledge about feeding 6-24 months old children and employment status with the incidence of stunting in Limba B Village, Kota Selatan District. Purpose: To determine the relationship between mother's knowledge about feeding 6-24 months old children and employment status with the incidence of stunting in Limba B urban village, South Kota sub-district. Method: This study used quantitative methods using Cross Sectional research design. The sample in this study amounted to 100 respondents, namely mothers who have 6-24 month olds. The sampling technique in the study was purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test Results: The results showed that there was a relationship between maternal knowledge about feeding 6-24 months old children with the incidence in Limba B Village with a p-value = 0.018 <0.05. And there is no relationship between maternal employment status and the incidence of stunting in 6-24 month olds with a p-value = 0.092 > 0.05. Conclusion: There is a relationship between maternal knowledge and the incidence of stunting in Limba B Village with a p-value = 0.018 <0.05. There is no relationship between maternal employment status and the incidence of stunting in toddlers in Limba B Village with a p-value = 0.092 > 0.05.
Hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga dengan stunting pada balita Sri Rahmawaty Yasin; Sunarto Kadir; Vidya Avianti Hadju
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): August Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i6.1134

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem in children under five years of age due to long-term inadequate nutrient intake characterized by shorter height than other children of the same age. Purpose: To analyze the relationship between the application of clean and healthy living behavior indicators in household settings with stunting in toddlers. Method: Analytic observational research with a cross sectional approach. The population was 124 mothers of toddlers and the sample obtained as many as 95 samples selected by simple random sampling technique through proportional allocation. Independent variables consist of childbirth assisted by health workers, exclusive breastfeeding, use of clean water, use of healthy latrines and not smoking in the house. The dependent variable was stunting in toddlers. The research instrument was a questionnaire that was tested for validity and reliability. Data analysis used chi square test. Results: The study showed that childbirth assisted by health workers (ρ = 0.000), exclusive breastfeeding (ρ = 0.000), use of clean water (ρ = 0.000), use of healthy latrines (ρ = 0.008) and not smoking in the house (ρ = 0001) there is a significant relationship with stunting in toddlers. Conclusion: There is a relationship between the level of implementation of indicators of childbirth assisted by health workers, exclusive breastfeeding, use of clean water, use of healthy latrines and not smoking in the house with stunting in toddlers. Suggestion: For the community to further improve the practice of clean and healthy living behavior in order to improve the degree of public health and support child growth and development.