Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga dengan stunting pada balita Yasin, Sri Rahmawaty; Kadir, Sunarto; Hadju, Vidya Avianti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): August Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i6.1134

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem in children under five years of age due to long-term inadequate nutrient intake characterized by shorter height than other children of the same age. Purpose: To analyze the relationship between the application of clean and healthy living behavior indicators in household settings with stunting in toddlers. Method: Analytic observational research with a cross sectional approach. The population was 124 mothers of toddlers and the sample obtained as many as 95 samples selected by simple random sampling technique through proportional allocation. Independent variables consist of childbirth assisted by health workers, exclusive breastfeeding, use of clean water, use of healthy latrines and not smoking in the house. The dependent variable was stunting in toddlers. The research instrument was a questionnaire that was tested for validity and reliability. Data analysis used chi square test. Results: The study showed that childbirth assisted by health workers (ρ = 0.000), exclusive breastfeeding (ρ = 0.000), use of clean water (ρ = 0.000), use of healthy latrines (ρ = 0.008) and not smoking in the house (ρ = 0001) there is a significant relationship with stunting in toddlers. Conclusion: There is a relationship between the level of implementation of indicators of childbirth assisted by health workers, exclusive breastfeeding, use of clean water, use of healthy latrines and not smoking in the house with stunting in toddlers. Suggestion: For the community to further improve the practice of clean and healthy living behavior in order to improve the degree of public health and support child growth and development.
Hubungan pola makan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rawat jalan Arikalang, Mutya Rahmawaty; Kadir, Sunarto; Hadju, Vidya Avianti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1090

Abstract

Background: Kualitas hidup didefinisikan sebagai persepsi seseorang tentang posisinya dalam kehidupan, dalam hubungannya dengan sistem budaya dan nilai setempat dan berhubungan dengan cita-cita, pengharapan, dan pandangan-pandangannya yang merupakan pengukuran multimedis, tidak terbatas hanya pada aspek fisik maupun psikologis. Purpose: To analyze the relationship between dietary patterns and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing outpatient hemodialysis. Method: This analytical survey study used a cross-sectional approach with a population of 58 chronic kidney disease patients undergoing outpatient hemodialysis. The sample was determined using a purposive sampling method based on inclusion and exclusion criteria. The independent variable was dietary patterns and the dependent variable was the quality of life of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the Chi-Square statistical test. Results: The results of the chi-square test obtained p-value = 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between dietary patterns and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing outpatient hemodialysis. Suggest: It is important to provide nutritional education and regular dietary monitoring for patients to improve the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis.   Keywords: Chronic Kidney Disease; Dietary Pattern; Haemodialysis.   Pendahuluan: Kualitas hidup didefinisikan sebagai persepsi seseorang tentang posisinya dalam kehidupan, dalam hubungannya dengan sistem budaya dan nilai setempat dan berhubungan dengan cita-cita, pengharapan, dan pandangan-pandangannya yang merupakan pengukuran multimedis, tidak terbatas hanya pada aspek fisik maupun psikologis. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pola makan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rawat jalan. Metode: Penelitian survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi 58 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rawat jalan. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Variabel independen adalah pola makan dan variabel dependen adalah kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Perolehan hasil uji chi-square diperoleh p-value=0.000 (<0.05). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rawat jalan. Saran: Penting untuk memberikan edukasi gizi dan pemantauan pola makan secara rutin bagi pasien untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.   Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisis; Pola Makan.
Edukasi Interaktif Pencegahan Stunting melalui media Gizi Box Edukit pada Remaja di SMPN 4 Mananggu Djamaluddin, Nurdiana; Hadju, Vidya Avianti; Liputo, Gusti Pandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i2.33945

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang terutama disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan standar usianya. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga berimplikasi jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, serta derajat kesehatan secara umum. Meskipun masa 1000 hari pertama kehidupan sering dipandang sebagai periode kritis untuk intervensi, masa remaja juga menjadi peluang penting dalam mendukung pertumbuhan sekaligus memutus rantai antargenerasi stunting. Oleh karena itu, pemberdayaan remaja melalui peningkatan pengetahuan dan strategi pencegahan stunting dianggap sangat penting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja, khususnya siswa SMPN 4 Mananggu, mengenai upaya pencegahan stunting melalui media edukasi interaktif GiziBox EduKit. Program ini terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo tahun 2025. Intervensi dilakukan dengan menyusn berbagai media edukasi, seperti flip chart, brosur, permainan interaktif, dan video, yang dikemas menjadi satu paket pembelajaran komprehensif berupa GiziBox Edukit. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkata rerata skor pengetahuan siswa tentang pencegahan stunting yaitu dari 6,38 menjadi 8,06 setelah diberikan edukasi. Terdapat peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan setelah pemberian edukasi. Penerapan GiziBox EduKit membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis media interaktif dapat menjadi metode efektif untuk mendukung upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Hasil ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi dini yang melibatkan remaja sebagai agen perubahan dalam kesehatan masyarakat
Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap perubahan status gizi balita Hadju, Vidya Avianti; Basri K., Sarinah; Aulia, Ulfa; Mahdang, Putri Ayuningtias
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.359

Abstract

Permasalahan gizi pada balita masih menjadi prioritas untuk ditangani. Anak yang mengalami kekurangan gizi merupakan faktor penyebab utama dari kematian anak, timbulnya penyakit dan kecacatan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan status gizi balita dengan pemberian makanan tambahan (PMT). PMT dapat diolah menggunakan bahan makanan berbasis pangan lokal dengan harga yang terjangkau. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari PMT lokal terhadap perubahan status gizi balita. Literature review diperoleh dari pencarian database Google Scholar. Pencarian artikel dibatasi dari 2018-2023 dengan kata kunci pengaruh PMT Lokal terhadap Perubahan Status Gizi. Artikel ilmiah  yang  digunakan  dalam penelitian  ini berjumlah 10 tentang pengaruh PMT lokal terhadap perubahan status gizi balita. Hasil penelitan menyimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara PMT lokal dengan perubahan status gizi balita. Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dapat dijadikan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi pada balita.
Efek konsumsi Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap peningkatan berat badan balita Aulia, Ulfa; Radhia, Sitti; Fuadi, Nurul; Napirah, Ryman; Basri K., Sarinah; Hadju, Vidya Avianti
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.381

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk olahan dari buah kelapa yang dibuat dengan metode secara fisika atau biokimia untuk menghasilkan minyak kelapa murni dengan karakter kadar air dan asam lemak bebas yang rendah, berbau harum dan daya simpan yang lebih dari 12 bulan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat perbedaan berat badan balita sebelum diberikan intervensi berupa pemberin VCO dan sesudah diberikan VCO. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan menggunakan 10 sampel balita di kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis Wilcoxon untuk melihat perbedaan berat badan sebelum dan sesudah intervensi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa VCO dapat meningkatkan berat badan balita terbukti dengan hasil analisis yang dilakukan dan memperoleh hasil yang signifikan yaitu 0.007 yang berarti ada perbedaan berat badan balita sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa pemberian VCO selama 2 bulan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam mengatasi masalah berat badan kurang pada balita.