Articles
PEMANFAATAN LEMBAGA LOKAL UNTUK PELAKSANAAN TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DESA GENTENG
Nunung Nurwati;
Hetty Krisnani;
Agus Wahyudi Riana;
Eva Nuriyah Hidayat;
Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.185 KB)
|
DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16038
Kegiatan PKM dengan judul ”Pemanfaatan Lembaga Lokal Untuk Pelaksanaan Tertib Administrasi Kependudukan Di Desa Genteng“, bertujuan untuk memanfaatkan keberadaan lembaga lokal yang ada untuk pelaksanaan pelaksanaan pendataan kependudukan sehingga dapat menciptakan tertib administrasi kependudukan. Untuk mencapai maksud tersebut, Tim PKM telah melaksanakan kegiatan berupa pelatihan dengan materi-materi mencakup peraturan dan teknis registrasi penduduk. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Genteng, dihadiri oleh 45 peserta, terdiri dari ketua RW, Ketua RT, kader posyandu, dan PKK. Pelatihan difokuskan pada materi Registrasi penduduk sebagai berikut: 1) Undang-undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan; dan 2) Teknis Pengisian Data Kependudukan. Untuk menilai tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan digunakan alat bantu berupa Pre-Test dan Post-Test. Hasil dari kegiatan pelatihan pemanfaatan lembaga lokal dalam pelaksanaan registrasi penduduk ini baru mencapai pada aspek kognitif dan afeksi, hal ini dapat terlihat dari kemampuan peserta dalam memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Selain itu, tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan diskusi pemecahan masalah cukup baik, hal ini dapat terlihat saat kegiatan tersebut dilaksanakan.Kata kunci: Lembaga lokal, Pelatihan administrasi kependudukan
Hubungan Kekerasan Emosional Yang Dilakukan Oleh Orangtua Terhadap Perilaku Remaja
Vani Wulandari;
Nunung Nurwati
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.309 KB)
|
DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18364
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat dampak kekerasan emosional yang dilakukan oleh orangtuanya apakah hal tersebut dapat menganggu perilaku remaja yang mengalami kekerasan emosional tersebut. Kekerasan emosional yang dilakukan oleh orangtua baik secara sengaja maupun tidak sengaja dapat mempengaruhi perilaku remaja salah satu dampaknya adalah dapat membuat perilaku remaja menyimpang. Karena pada masa remaja cenderung memerlukan kehangatan dan keserasian dalam keluarganya serta membutuhkan dukungan emosional orangtua bila mengalami kekecewaan dalam pergaulannya. Akan tetapi, terkadang orangtua tidak begitu memahami keadaan emosional remaja yang membuat remaja tersebut tidak mendapatkan dukungan emosional yang baik. Kekerasan emosional yang dilakukan dapat berupa kekerasan emosional secara verbal maupuun fisik. Hal ini, dapat mengakibatkan terjadinya kekerasan emosional yang dilakukan oleh orangtua terhadap remaja sehingga dapat mempengaruhi perilaku remaja tersebut.
PRODUKTIVITAS KELUARGA DITENGAH-TENGAH PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB) SELAMA MASA PANDEMI COVID-19
Nasya Putri Awalia;
Nunung Nurwati
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 3 No. 2 (2021): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/humanitas.v3iII.2831
Permbatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah peraturan yang diterbitkan oleh pemenrintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangka menangani percepatan penanganan pandemi Covid-19 yang sedang mewabah. Pembatasan ini meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum dan pembatasan khusus lainnya yang terkait dengan aspek keamanan dan pertahanan. Efektivitas pemberlakuan PSBB dalam praktiknya di lapangan hanya akan terwujud apalabila setiap individu melakukan pembatasan – pembatasan yang telah disebutkan sebelumnya, Dengan demikian pemberlakuan PSBB mampu mengubah produktivitas individu melalui perubahan institusional dan transformasi struktural yang terjadi di tengah-tengah masyarakat selama pemberlakuan PSBB. Dengan tanpa mengabaikan pentingnya PSBB dalam penangan wabah Covid-19, tulisan ini menggambarkan bagaimana produktivitas keluarga terus berjalan di tengah-tengah pandemi yang sedang mewabah.
DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI TERHADAP PERCERAIAN DI INDONESIA
Fachria Octaviani;
Nunung Nurwati
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 2 No. 2 (2020): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tingginya angka Pernikahan Usia Dini menunjukkan bahwa pemberdayaan tentang peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah masih rendah. Fenomena sosial mengenai pernikahan dini di Indonesia merupakan salah satu faktor yang sering terjadi di tanah air, baik pernikahan dini yang terjadi di pedesaan maupun perkotaan. Hal ini dapat terjadi karena kesederhanaan pola pikir masyarakat sehingga masalah ini akan terjadi secara terus menerus. Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti Pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya sangat berpengaruh dengan dilakukannya pernikahan usia dini. Fenomena pernikahan usia dini akan menimbulkan beberapa dampak yang akan dirasakan oleh mereka yang melakukannya serta keluarga yang menikahkannya. Dilihat secara psikologis, pernikahan dini tidak baik untuk dilakukan karena akan mempengaruhi pola pikir serta tingkah laku pasangan muda mudi ini. Kondisi emosional mereka yang dinilai masih labil akan berdampak pada pertengkaran dan berujung dengan perceraian dalam rumah tangga. selain perceraian, pasangan pernikahan usia muda juga akan mengalami resiko kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan atau informasi terkait apa saja dampak yang akan ditimbulkan oleh pernikahan usia dini
ANALISIS FAKTOR DAN DAMPAK KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK
Fachria Octaviani;
Nunung Nurwati
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 3 No. 2 (2021): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/humanitas.v3iII.4118
Anak merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada mereka yang menjalin hubungan rumah tangga. Dengan begitu, anak merupakan buah kasih yang harus dijaga dan diberikan bimbingan, dan pemenuhan hak-hak dalam kehidupannya. Hak-hak tersebut meliputi hak Pendidikan, hak untuk mendapatkan tempat tinggal, hak mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan keluarga, dan hak untuk perlindungan. Kekerasan seksual pada anak merupakan salah satu fenomena dimana anak tidak mendapatkan hak perlindungan karena anak seharusnya dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sehat secara jasmani dan rohaninya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur dan dilakukan untuk menganalisa faktor dan dampak yang dihasilkan dari tindak kekerasan seksual pada anak.
PENTINGNYA MENINGKATKAN KESADARAN ORANG TUA AGAR TIDAK MELAKUKAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP ANAK
Shafira Putri Ramadhani;
Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/focus.v4i2.33729
Anak merupakan aset yang paling berharga yang dimilki oleh suatu negara, karena nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Anak adalah anugerah dan titipan yang diberikan oleh Tuhan yang sudah seharusnya dijaga serta dilindungi. Namun justru saat ini anak seringkali dihadapkan pada kondisi yang darurat, dimana mereka menjadi korban kekerasan dari orang-orang terdekatnya bahkan orang tuanya sendiri. Padahal setiap anak memiliki hak untuk dapat mencapai dan memperoleh kebahagian serta kesejahterannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyebab mengapa orang tua bisa melakukan tindak kekerasan pada anak serta bagaimana cara pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melakukan tindak kekerasan pada anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, terlebih faktor kondisi emosinoal. Kondisi emosional orang tua yang kurang stabil akan cenderung memicu terjadinya tindak kekerasan. Karena hal itu dianggap sebagai solusi alternatif dalam mendisiplinkan dan mengajari anak. Akibat perlakuan yang salah dari orang tua tersebut, tanpa disadari mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan sang anak. Perlindungan pada anak sangat diperlukan guna mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkulitas bagi masa depan. Peningkatan kesadaran pada orang tua pun tidak kalah pentingnya agar mereka dapat memahami dan mengambil tindakan yang sesuai untuk menciptakan sistem perlindungan dan pengasuhan yang baik bagi anak.
PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK TKI DI KABUPATEN INDRAMAYU
Meiliani Puji Suharto;
Nandang Mulyana;
Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/focus.v1i2.18278
Remaja merupakan tahap perkembangan manusia yang paling rawan. Hal ini dikarenakan masa remaja merupakan tahap pencarian identitas. Remaja merupakan tahap perlihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa remaja seorang indicisdu tidak lagi tergantung kepada orang tuanya. Remaja sudah mulai berhubngan dengan lingkungan sosialnya khususnya teman sebaya. Dengan demikian remaja dalam pencarian identitasnya juga dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya khususnya teman sebaya.Kehadiran orang tua seorang remaja dalam dalam pembentukan identitas dirinya. Hal ini dikarenakan kehadiran orang tua dapat membantu rea\maja membentuk idnetitas remaja secara positif. Akan tetapi adakalanya orang tua tidak dapat hadir dalam kehidupan remaja. Salah satunya salah satu orang tua harus bekerja diluar negeri dalam jangka waktu yang lama. Dengan demikian identitas remaja lebih banyak diisi oleh teman sebayanya.Hasil assessment menunjukkan bahwa remaja yang tidak diasuh oleh kedua orang tunya cenderung mempunyai identitas yang negatif. Hal ini dikarenakan pengaruh teman sebaya yang besar. Dengan demikian diperlukan treatment untuk membantu remaja membentuk identitas dirinya serta mengurangi pengaruh negatif dari lingkungan sosial.
ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN JUMLAH MASYARAKAT TERKONFORMASI COVID-19 TERHADAP PRODUKTIVITAS PENDUDUK YANG BEKERJA DI JABODETABEK
Gisela Adio Ros Maria;
Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/focus.v3i1.28116
COVID-19 menjadi salah satu penyebab kecemasan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia belakangan ini khususnya masyarakat Indonesia. Hal ini diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam mengurangi tingkat penyebaran COVID-19, yaitu belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah. Bekerja dari rumah bisa menjadi produktif, bisa pula menjadi tidak produktif bagi sebagian orang. Selain itu, beberapa perusahaan sedang mengusahakan untuk tidak melakukan PHK (Pemutusan Hak Kerja) dengan mengurangi upah pekerja, mengurangi jam kerja, dan lain sebagainya. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan penurunan produktivitas dari masyarakat itu sendiri secara nasional yang berimbas pada penurunan penghasilan, peningkatan jumlah masyarakat miskin, dan penurunan pendapatan perkapita. Selain itu, bekerja di rumah atau work from home juga bisa sangat memberatkan bagi sebagian orang mengigat setiap keluarga memiliki jumlah tanggungan yang berbeda yang mengharuskan mereka untuk tetap produktf di tengah pandemic COVID-19. Tujuan dari artikel ilmiah ini, yaitu ini untuk memberikan pandangan baru kepada masyarakat bahwa satu sector tidak dapat berdiri sendiri dan mereka memiliki pengaruh yang kuat antar sektornya.
Anomaly "Marriage Mut'ah" in Arab Village Bogor
Safira Amalia Nuranisa;
Nunung Nurwati;
Muhammad Fedryansyah
LEGAL BRIEF Vol. 11 No. 2 (2022): Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (848.646 KB)
This article focuses on the problem of deviant behavior that examines the phenomenon of tourist irregularities labeled halal. The focus of the situation in this study is to explain the phenomenon of marriage mut'ah (contract marriage) currently as halal tourism in the Arab village of Cisarua in Bogor Regency. This study uses a qualitative approach to develop concepts, explain the reality associated with a theory, and develop an understanding of a phenomenon. The results of studies show that the phenomenon of contract marriage is a social-cultural formation, a social construction, not an instinct, so contract marriage can be interpreted as a form of efforts to legalize the form of adultery, adultery, struggles to escape from the pressures of poverty, efforts to legitimize sexual desire so as not to say cheating, all of which are very dependent on their society. The practice of contract marriages is done through brokers or specific individuals whose place is hidden where the whereabouts are unknown. It can be concluded that the current control over the phenomenon of marital mut'ah is considered to be no longer sufficient if it is only based on the family. Therefore, social control must involve various parties; it is no longer sufficiently preventive or persuasive. On the other hand, simultaneously by multiple groups, whether preventive or repressive, non-violence (transparent) or coercive is still carried out in various forms.
Workforce Knowledge in Mining Safety Management System Policy Implementation
Komeyni Rusba;
Sri Wahyuni;
Nunung Nurwati
Jurnal Public Policy Vol 8, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/jpp.v8i4.5192
Describe, analyze, and explain how labor knowledge in the implementation of occupational safety protection in PTLiKaKa dan PTWeMi. This study uses a qualitative approach that aims to find the depth of information naturally in a particular case and is research that generates descriptive data. The informants in this research are the general manager, the health safety and environmental manager, the human resource development manager, and two people labor. Human and natural resources, listed in the occupational safety and health management policies and work environment, are the form of company commitments. The company's commitment is a normative goal and needs to be translated into more operational service programs. Significance: Implementation and commitment are transferred into a company policy by the top management of the human resources department and occupational health and safety department. Labor assumes a commitment to implementing the policy as an effort by the company to overcome the problem of protection of occupational safety management and to promote the development of a safe work environment.