Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perubahan Budaya dalam Ritus Pasca Panen Padi: (Analisis Perubahan Sosial dalam Dimensi Kultural dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tabanan) Ni Putu Sri Pratiwi; Nunung Nurwati
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v6i3.2580

Abstract

The purpose of this study is to explain the social changes that occur in the cultural dimension of post-harvest rites in Tabanan Regency and their impact on economic growth in Tabanan Regency. The reason for this case being chosen is because the agricultural cultural rites in Bali have experienced many shifts, but no one has conducted research regarding the changes that have occurred from the post-harvest rites by comparing their implementation in the past with the present. This research uses qualitative methods, data collection techniques use literature studies and in-depth interviews where the meta data is taken from books, online journals, and other references as well as the results of interviews with several informants consisting of traditional leaders, the people of Tabanan Regency who are still farming, and assistants regent of Tabanan. This research is analyzed using the concept of social change in the cultural dimension put forward by Himes & Moore by looking at the forms of integration that occur, as well as changes in the dimensions of time, process and impact. The results of the study showed that there was a change in the form of the post-rice harvest rite which was originally complex, now it becomes simpler by removing some of the elements in it. Nevertheless, these changes have had a good impact on economic growth in Tabanan Regency.
Dampak Reklamasi Terhadap Kerusakan Lingkungan Dan Kemiskinan Di Kota Makassar Andi Ainun Juniarsi Nur; Nunung Nurwati
Sosioglobal Vol 7, No 2 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v7i2.47601

Abstract

Reklamasi merupakan suatu bentuk intervensi manusia pada lingkungan pesisir untuk kepentingan ekonomi. Namun, seringkali kebijakan reklamasi dijalankan tanpa memperhatikan dampak sosial-ekonomi pada masyarakat lokal. Tulisan ini membahas reklamasi yang memberikan dampak terhadap kerusakan lingkungan dan kemiskinan di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui studi literatur dengan mengumpulkan data sekunder berupa data yang dikeluarkan lembaga terkait dan menjadikan rujukan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan reklamasi sering kali dijalankan oleh pemerintah yang dipengaruhi oleh kepentingan bisnis dan asing, sehingga berpotensi meningkatkan kesenjangan sosial. Dalam konteks ekologi politik, reklamasi berdampak pada hilangnya sumber daya alam yang berujung pada ketidakadilan lingkungan dan ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya alam. Hal ini menambah kesengsaraan nelayan pesisir yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mencari ikan dengan jarak yang lebih jauh. Selain itu, kurang pemasukan berdampak pada pendidikan anak nelayan yang harus terputus dikarenakan biaya. Reklamasi ini juga sangat berdampak pada kondisi lingkungan laut. Hal ini didasarkan pada beberapa indikator yaitu rendahnya keanekaragaman spesies biota dan meningkatnya kandungan polutan seperti logam berat dan bahan organik, melebihi perkembangan maksimal organisme tropis. Kata kunci: Reklamasi, Kemiskinan, Ekologi Politik Reclamation is a form of human intervention in the coastal environment for economic gain. However, reclamation policies are often implemented without regard to the socio-economic impacts on local communities. This paper discusses the impact of reclamation on environmental damage and poverty in Makassar City. This research is conducted by collecting data through literature study by collecting secondary data in the form of data issued by related institutions and making reference to relevant previous research. The results show that reclamation policies are often run by governments influenced by business and foreign interests, potentially increasing social inequality. In the context of political ecology, reclamation has an impact on the loss of natural resources which leads to environmental injustice and unequal access to natural resources. This adds to the woes of coastal fishermen who have to incur additional costs to fish over longer distances. In addition, the lack of income has an impact on the education of fishermen's children who must be interrupted due to costs. This reclamation also greatly impacts the condition of the marine environment. This is based on several indicators, namely the low diversity of biota species and the increased content of pollutants such as heavy metals and organic matter, exceeding the maximum development of tropical organisms. Keywords: Reclamation, Poverty, Political Ecology 
PENGARUH KELUARGA PADA ANAK PUTUS SEKOLAH JENJANG SEKOLAH MENENGAH Zagita Zilvana; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.33764

Abstract

Pembangunan nasional ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan kegiatan yang universal dalam kehidupan suatu manusia. Untuk menciptakan manusia yang berkualitas harus dibekali dengan pendidikan, baik pendidikan di sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Permasalahan utama pendidikan yang ada di Indonesia adalah masih banyaknya anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah setelah lulus Sekolah Dasar ataupun Sekolah Menengah Pertama. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab anak putus sekolah pada jenjang pendidikan menenah. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder. Adapun hasil yang diperoleh dari kajian ini sebagai berikut: Terdapat faktor internal dan eksternal penyebab anak putus sekolah jenjang pendidikan menengah.
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA AKIBAT KETIDAKHARMONISAN HUBUNGAN KEDUA PIHAK TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS ANAK SAAT REMAJA: TEORI PSIKOSOSIAL ERIKSON Deborah Kristianti; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34554

Abstract

Perceraian antara pasangan suami istri yang sudah menjadi orang tua akibat pertengkaran yang terus-menerus dilakukan dapat membawa dampak buruk bagi proses pembentukan identitas anak, terutama saat anak sedang berada pada fase remaja. Aspek psikologis anak dan kebutuhan akan terbentuknya identitas selama masa eksplorasi saat remaja cenderung lebih sulit terpenuhi akibat ketidakhadiran dari sosok kedua orang tuanya secara utuh, terlebih pada fase ini, remaja sedang berada dalam labilitas jiwanya. Padahal, peran orang tua sangatlah signifikan di dalam proses perkembangan anak saat remaja, khususnya pada tugas anak untuk mencari dan mengeksplorasi identitas dirinya. Apabila orang tua tidak hadir secara utuh pada proses perkembangan anak, terutama saat remaja, maka anak akan cenderung tidak mendapatkan kebutuhan psikologis secara penuh, mengalami perasaan yang tidak menyenangkan (unwanted feelings), tidak memiliki pedoman hidup yang jelas, mengalami kebingungan peran, lebih mudah terpengaruh pada pergaulan buruk dari lingkungan di luar rumah, dan berperilaku agresif ataupun antisosial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang mana penulis membaca beberapa sumber referensi dari jurnal artikel, lalu menuliskannya dengan kata-kata sendiri berdasarkan pemahaman pribadi, namun tetap berlandaskan pada ketentuan ilmiah yang ada. Selain itu, penulis juga memakai data sekunder yang telah dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Jawa Barat 2020 untuk menganalisis data perceraian di Kabupaten Bekasi yang telah tersaji pada tahun 2019.
PARENTING TRAINING ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19 BAGI KADER POSYANDU KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Meilanny Budiarti Santoso; Nunung Nurwati; Sahadi Humaedi; Maulana Irfan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v1i1.31359

Abstract

Pengasuhan anak merupakan hal yang menantang untuk dilakukan pada saat keadaan normal, terlebih di masa-masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, sehingga penting bagi orang tua untuk mengambil langkah-langkah terbaik dengan meningkatkan kapasitas mereka dalam membantu diri, anak dan seluruh anggota keluarga untuk menjalani dan melalui situasi pandemi covid-19. Kegiatan parenting training yang dilaksanakan menggunakan metodologi andragogy yaitu dengan menempatkan dan memperlakukan para peserta pelatihan sebagai orang dewasa yang sudah memiliki pengetahuan sebelumnya dan kaya akan pengalaman dalam hal pengasuhan, sehingga para peserta pelatihan merupakan sumber belajar bagi sesama peserta pelatihan lainnya. Hasil yang diperoleh dengan dilaksanakannya parenting training bagi para kader posyandu di lingkungan Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang ini adalah (1). tergambarkannya kondisi potensi dan masalah yang dihadapi oleh anak usia dini; (2). dipahami oleh para kader posyandu pentingnya pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua atau pengganti orang tua bagi tumbuh kembang anak usia dini; dan (3). tergambarkan kondisi kesehatan anak usia dini di masa pandemi covid-19 di lingkungan Kecamatan Jatinangor.
COMMUNITY ECONOMIC EMPOWERMENT THROUGH THE DEVELOPMENT OF MICRO AND SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES: A CASE STUDY IN ALAMENDAH TOURISM VILLAGE Willya Achmad; Nunung Nurwati; Rd. Siti Sofro Sidiq
JEES: Journal of Economic Empowerment Strategy Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 Number 2, August 2023
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jees.v6i2.9377

Abstract

This research on Community Economic Empowerment in Alamendah Tourism Village is to find out if there are tourist villages that are able to maintain economic balance. This Alamendah Tourism Village makes more use of its natural potential, but economic resources through the MSME sector are also important in this economic empowerment. The development of micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) is anticipated to be able to maintain the economic equilibrium of a community as a result of the construction of a tourism village. This study seeks to determine the outcomes of community economic empowerment in Alamendah Tourism Village through the development of MSMEs. This study employs a qualitative methodology with descriptive methods. The results of the study show that the community's economic empowerment in the Alamendah tourism village through MSMEs can be increased by encouraging local entrepreneurship, providing easy access to financing, improving product quality, strengthening marketing and promotion, and actively involving the community. With the synergy of local business actors, village government, NGOs and related parties, tourism villages can achieve sustainable economic growth, improve people's welfare, and create an inclusive and competitive local economy.