Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alat Musik Tradisional Suling Gayo Rizki Rahmad
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 4 (2023): LENTERA, DESEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Alat Musik Tradisional Suling Gayo di Desa Toweren Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah”. Mengangkat masalah struktur bentuk alat musik Suling, proses pembutan dan tekhnik bermain Suling Gayo. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan bentuk alat musik tradisional Suling Gayo dan Mendeskripsikan teknik permainan alat musik Suling Gayo. Subjek dalam penelitian ini adalah suling gayo sedangkan objek dalam penelitian ini adalah para pemain suling gayo di desa Toweren Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di desa Toweren kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Peneliti memilih lokasi penelitian di Desa Toweren yaitu di rumah Kakek Yusuf, Bapak Syarifudin, Agussalim. Proses pembuatan alat musik Suling Gayo menggunakan cara kerja yang sederhana dengan menggunakan alat yang sederhana pula, bahannya uluh Ines bahan dari alam yang digunakan untuk pembuatan suling. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suling gayo merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup dan memiliki bagian seperti kepala, batang dan congo (ikat suling) serta teknik bermainnya yaitu menentukan posisi bibir saat meniup lubang tiup. Ada tiga posisi meniup suling yang baik yaitu posisi meniup maju/depan, posisi meniup normal (tengah), dan posisi bibir berada ditepi. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan suling gayo dapat dilanjutkan oleh peneliti lain sehingga dapat terungkap hal-hal yang belum terungkap melalui penelitian ini.
Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Tahfizh Qur’an Di MAN 2 Agam Rizki Rahmad; Januar Januar
IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/ihsanika.v1i4.625

Abstract

This research is motivated by the reality at MAN 2 Agam which shows that students' memorization is not maximal in achieving it according to the target given, there are also students who like to disturb their friends in the process of reciting the Qur'an, less effective place and time for extracurricular tahfizh implementation Qur'an, the lack of strict rules related to the tahfiz program at MAN 2 Agam, and the teacher's lack of optimality in carrying out extracurricular tahfizh Qur'an. The method used in this research is a qualitative research method. The key informants in this study were tahfizh mentor teachers at MAN 2 Agam. Supporting informants in this study were students and school principals. Based on the findings of the research conducted by the researchers, it shows that the implementation of tahfidz Quran extracurricular activities at MAN 2 Agam is carried out in 3 activities, namely initial, core and closing activities. Initial activities include greeting, reading prayers, taking student absences. provide motivation, convey learning objectives and steps of the learning process. The core activities include providing tahfizh material according to the abilities of the students and the time allotted. Closing activities include conveying learning conclusions to students, and conducting evaluations. The supporting factors are the application and policies of the principal towards the Tahfiz Qur'an extracurricular, the facilities and infrastructure and the inhibiting factors namely time constraints, the lack of seriousness of students in participating in the extracurricular tahfiz Qur'an.