Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Texere

IMPLEMENTASI WASTE ASSESMENT MODEL UNTUK MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI (STUDI KASUS SEWING LINE PT X) Windari, Susanti; Makki, Achmad Ibrahim
Texere Vol 19, No 2 (2021): Texere Volume 19 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v19i2.05

Abstract

Rendahnya tingkat pencapaian output produksi dapat terjadi karena adanya pemborosan atau waste. Waste ditandai dengan tingginya rework dan reject, serta rendahnya kualitas dan produktivitas kerja. Waste dapat direduksi dengan mengetahui tingkat prosentase waste tertinggi dan terendah, sehingga dapat diketahui jenis waste yang paling mempengaruhi timbulnya jenis waste yang lain. Dengan mengidentifikasi jenis waste yang terjadi diharapkan dapat dicari akar penyebab waste dan solusinya sehingga berdampak pada peningkatan output produksi. Waste Assessment Model (WAM) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui jenis waste yang terjadi pada industri manufaktur. Berdasarkan pendekatan metode WAM pada studi kasus proses penjahitan artikel “01” ditemukan bahwa waste yang paling kritis yaitu waste inappropriate processing. Waste ini diakibatkan oleh tingginya tingkat rework pada bagian kerah dari output yang dihasilkan. Akar penyebab rework pada bagian kerah yaitu tidak adanya alat bantu yang dapat meminimalisir dan memudahkan proses penjahitan kerah. Setelah dilakukan perbaikan tingkat rework menurun yang diikuti dengan meningkatnya output produksi.
MODIFIKASI MESIN RAJUT DATAR MANUAL DENGAN PENAMBAHAN KOMPONEN MESIN MOTOR PENGGERAK Fammy Riksa Pribadi; Achmad Ibrahim Makki; Atin Sumihartati
Texere Vol 16, No 2 (2018): Texere Volume 16 Nomor 2 Juli 2018
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v16i2.9

Abstract

SIFAT PENYERAPAN BUNYI MATERIAL NONWOVEN SERAT RAYON VISCOSA UNTUK MENGURANGI KEBISINGAN PADA AREA SEKITAR RUANGAN STUDIO MUSIK Achmad Ibrahim Makki
Texere Vol 18, No 1 (2020): Texere Volume 18 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v18i1.73

Abstract

Pada zaman yang semakin canggih ini semakin banyak masalah yang muncul. Salah satu masalah yang muncul dan mengkhawatirkan saat ini adalah masalah kebisingan. Kebisingan dapat menyebabkan seseorang menjadi terganggu kesehatan pendengarannya. Tekstil akustik adalah kain yang digunakan sebagai peredam suara. Bahan yang digunakan yaitu bahan material nonwoven dengan metoda thermal bonding. Serat dasar yang digunakan yaitu serat rayon viskosa dengan serat pengikatnya adalah serat polyester low melt. Material nonwoven dengan bahan baku serat rayon viskosa memiliki nilai daya tembus udara lebih kecil dibanding material nonwoven lain yang digunakan. Serat rayon viskosa memiliki morfologi penampang melintang yang memiliki rongga sehingga bisa menjadi material penyerap bunyi yang baik. Material nonwoven dengan serat rayon viskosa memiliki nilai koefisien absorpsi bunyi paling tinggi dengan nilai 0,99 ɑs pada frekuensi 5000 f/Hz.. Berdasarkan hasil pengujian koefisien absorpsi bunyi dengan nilai koefisien 0,388 ɑs dan 0,306 ɑs pada frekuensi 1000 f/Hz maka material nonwoven serat rayon viskosa dapat digunakan sebagai peredam suara pada area studio musik yang mempunyai standar koefisien absorpsi 0,3-0,4 ɑs.
PENERAPAN SENSOR PUTUS BENANG PADA MESIN RAJUT DATAR MODIFIKASI Muhammad Tahrur Roji; Achmad Ibrahim Makki
Texere Vol 16, No 1 (2018): Texere Volume 16 Nomor 1 Januari 2018
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v16i1.1

Abstract

PENERAPAN QR CODE DALAM PENATAAN GUDANG UNTUK MENGURANGI WAKTU PENCARIAN BENANG di PT X Sumihartati, Atin; Faujan, M. Akmal; Ayu Setiani R., Puspa; Ibrahim Makki, Achmad; Somantri, Karlina; Dewanto, R. Arief; Totong, -
Texere Vol 23, No 1 (2025): Texere Volume 23 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i1.05

Abstract

PT X yarn warehouse have various leftover yarns of different types, colors, and yarn numbers. These leftover yarns can be reused for small-scale production. However, the problem in PT X's yarn warehouse is the difficulty in finding yarns due to their stacked positions and the lack of identification on the yarn piles. As a result, the search time for yarns in the warehouse becomes lengthy, affecting production efficiency. The average search time for one leftover production yarn is 20 minutes and 27 seconds. This study aims to design and implement a QR Code system for organizing raw materials in the yarn warehouse to reduce yarn search time. The research method begins with data collection of the yarns in the warehouse. Next, warehouse organization is carried out by grouping and placing the yarns based on type, color, and yarn number on designated racks. The collected data will form a database in an addressing document in Google AppSheet. Warehouse employees can do scanning the code and be directly directed to a specific page in Google AppSheet, Google Drive, or Google Spreadsheet to quickly obtain yarn location information. The study results show that the implementation of QR Codes leading to a reduction in search time until 98,45%. The average of searching time before the implementation is 20 minutes and 27 seconds and reduced become 19 seconds to locate the yarn position.
PENINGKATAN KUALITAS BENANG RAYON VISKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU KAIN TENUN TRADISIONAL Makki, Achmad Ibrahim; Sumihartati, Atin; Ibrahim, Irfan Maulana; Setiawan, Nandang
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.02

Abstract

Benang rayon 100% produk PT XYZ memiliki kekuatan tarik benang yang lebih rendah dari standar yang telah ditentukan sehingga benang tersebut tidak dapat dijadikan benang lusi untuk ditenun dalam ATBM. Untuk meningkatkan kekuatan benang dapat dilakukan dengan menambahkan twist atau melakukan penggintiran dan Penganjian. Proses penggintiran yang terdiri dari 2 helai serta proses penganjian untuk benang single dilakukan untuk meningkatkan kualitas benang rayon viskosa. Dari masing-masing sample kemudian dilakukan percobaan dibuat kain menggunakan ATBM. Hasil proses penggintiran didapatkan hasil sifat mekanik yang lebih baik dari benang single dan dapat dibuat menjadi kain tenun menggunakan ATBM. Sedangkan benang hasil penganjian tidak bisa dilanjutkan proses pertenunan menggunakan ATMB. Sehingga untuk meningkatkan daya mampu tenun dari benang Rayon MVS PT XYZ dapat dilakukan dengan cara penggintiran.