Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Health

FACTORS OF EDUCATION AND MATERNAL KNOWLEDGE IN HANDLING TYPHOID FEVER IN INFANTS AGED 0 - 24 MONTHS Isti Qomah; Misna Tazkiah; Siti Hardiyanti; Nurmuliana Nurmuliana
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.17389

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella Typhi. Demam ini secara umum menyerang penderita dalam kelompok usia 5-30 tahun. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis faktor pendidikan dan pengetahuan Ibu dalam penanganan demam typoid pada bayi usia 0-24 bulan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor pendidikan dan pengetahuan Ibu dalam penanganan demam tifoid pada bayi usia 0–24 bulan di Desa Mali-Mali. Metode penelitian menggunakan rancangan survey deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 ibu yang memiliki bayi 0–24 bulan di Desa Mali-Mali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Ibu dalam penanganan demam tifoid pada bayi usia 0–24 bulan sebagian besar pendidikan Sekolah Dasar (40%). Pengetahuan Ibu dalam penanganan demam tifoid pada bayi di Desa Mali-Mali sebagian besar pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (45%). Kesimpulan bahwa pendidikan dan pengetahuan Ibu akan berpengaruh dalam penanganan demam typhoid pada bayi usia 0-24 bulan.Kata Kunci : Pendidikan; Pengetahuan; Demam tifoid.AbstractTyphoid fever is a disease that occurs due to infection with Salmonella Typhi bacteria. This fever generally affects sufferers in the age group of 5-30 years. The novelty of this study is that it analyzes mothers' educational factors and knowledge in handling typhoid fever in infants aged 0-24 months. This study aimed to investigate mothers' educational factors and knowledge in running typhoid fever in infants aged 0-24 months in Mali-Mali Village. The research method uses a descriptive survey design. The samples in this study were 20 mothers who had babies 0–24 months in Mali-Mali Village. The results showed maternal education in handling typhoid fever in infants aged 0–24 months was primary, primary school education (40%). Mothers' knowledge in handling typhoid fever in Mali-Mali Village infants is mostly enough for as many as 9 people (45%). The conclusion is that mothers' education and knowledge will affect the management of typhoid fever in babies aged 0-24 months.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI KONSUMSI JUNK FOOD PADA REMAJA Tazkiah, Misna; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian; Lasari, Hadrianti H.D.; Cahyani, Lenny Indah; Rifaldi, Rifaldi; Nyssa, Talitha Nuzul
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v8i3.24180

Abstract

Junk food adalah makanan yang mengandung tinggi kalori. Tidak hanya mengandung lemak dan gula, tetapi juga memiliki kandungan zat tidak baik bagi kesehatan. Konsumsi makanan berlemak provinsi Kalimantan Selatan melebihi indikator nasional kebiasaan mengkonsumsi makanan berlemak. Kebaruan dalam penelitian karena menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi junk food pada remaja. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara niat, sikap, norma subjektif, dan kontrol diri dengan frekuensi junk food pada masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional.  Populasi dari penelitian ini adalah seluruh remaja yang tinggal di Provinsi Kalimantan Selatan selama ≥ 1 tahun. Sampel dalam penelitian ini diambil sebagian dari remaja yang tinggal di Provinsi Kalimantan Selatan selama ≥1 tahun sebanyak 93 orang. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji fisher exact (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  tidak ada hubungan antara niat dengan perilaku konsumsi junkfood  (P-value=0,059), ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku konsumsi junkfood (P-value=0,009), ada hubungan anatara norma subjektif dengan perilaku konsumsi junkfood (P-value=0,041),  tidak ada hubungan antara kontrol perilaku dengan perilaku konsumsi junkfood. (P-value=0,353). Kesimpulan bahwa faktor sikap dan norma subjektif sangat berpengaruh dengan frekuensi remaja dalam mengkonsumsi junk food.