Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Lama Pemakaian dengan Efek Samping KB Implan Wilayah Kerja Puskesmas Wanaraya Qomah, Isti; siswianti, Anita; Tazkiah, Misna
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i1.4

Abstract

Salah satu kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah implan yang digunakan selama 5 tahun dan bersifat seversible. Keuntungan dari kontrasepsi yang efektifitasnya tinggi, angka kegagalan implan, 1 per 100 wanita pertahun dalam 5 tahun pertama, kegagalan pengguna rendah, sekali terpasang tidak perlu ada yang diingat. Bagaimanapun, implan memiliki efek samping seperti gangguan haid, jerawat, pusing, perubahan mood dan sakit kepala. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama pemakaian KB implan dengan efek samping KB implan di wilayah kerja Puskesmas Wanaraya. Metode penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan yang bersifat cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah 112 akseptor KB implan, data diambil pada bulan juni 2024 dengan tehnik pengambilan sempel secara random sampling sehingga diperoleh sempel berjumlah 52 responden. Hasil penelitian mayoritas responden yang menggunakan akseptor KB implan ˃12 bulan sebanyak 27 responden (51,9%), dan minoritas responden yang menggunakan KB implan ≤12 bulan yaitu sebanyak 25 responden (48,1%). Mayoritas responden yang memiliki efek samping siklus menstruasinya teratur yaitu sebanyak 28 responden (53,8%), dan minoritas responden dengan efek samping siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 24 responden (46,2%). Uji statistik chi square hubungan lama pemakaian dengan efek samping KB implan diperoleh nilai p = 0,000 dengan nilai p ˂ (a = 0,05), artinya ada hubungan lama pemakaian KB implan dengan efek samping KB implan di Puskesmas Wanaraya. Saran akseptor KB Implan lebih meningkatkan pengetahuan tentang efek samping KB Implan yaitu tentang siklus menstruasi dengan mengikuti penyuluhan dan bidan perlu meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat khususnya akseptor KB.
FAKTOR RISIKO IBU DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) DEWI ARIYANI, S.ST Misna Tazkiah; Isti Qomah; Siti hardiyanti; Siti Aisyah Solechah; Nurul Hidayah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnancy is a clinical problem that is often encountered in developing countries. Anemia in pregnancy is a global major concern because it results in increased incidence of mortality and morbidity for mothers and infants. There are still anemic pregnant women whose gestational age and parity are different. This study aimed to analyze the risk factors associated with the incidence of anemia in pregnant women at the PMB of Dewi Ariyani, S.Si.T. This observational study used a case control approach with a case:control ratio of 1:2. A total of 36 research samples participated in this study, consisting of 12 people in the case group and 24 in the control group. Data were analyzed using the chi-square test with an α of 0.05. The results showed that the most pregnant women (83.3%) were 20-35 years and did not work (79.2%). Parity was associated with the incidence of anemia in pregnant women (p=0.012; OR 9.000; 95% CI: 1.817-44.591), and gestational age was also associated with the incidence of anemia (p=7.286; OR 9.000; 95% CI: 1.508-35.211). Besides taking blood supplement tablets regularly, pregnant women with anemia are also advised to increase the consumption of foods that contain iron, such as green-leafy vegetables.