Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR RISIKO IBU DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) DEWI ARIYANI, S.ST Misna Tazkiah; Isti Qomah; Siti hardiyanti; Siti Aisyah Solechah; Nurul Hidayah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnancy is a clinical problem that is often encountered in developing countries. Anemia in pregnancy is a global major concern because it results in increased incidence of mortality and morbidity for mothers and infants. There are still anemic pregnant women whose gestational age and parity are different. This study aimed to analyze the risk factors associated with the incidence of anemia in pregnant women at the PMB of Dewi Ariyani, S.Si.T. This observational study used a case control approach with a case:control ratio of 1:2. A total of 36 research samples participated in this study, consisting of 12 people in the case group and 24 in the control group. Data were analyzed using the chi-square test with an α of 0.05. The results showed that the most pregnant women (83.3%) were 20-35 years and did not work (79.2%). Parity was associated with the incidence of anemia in pregnant women (p=0.012; OR 9.000; 95% CI: 1.817-44.591), and gestational age was also associated with the incidence of anemia (p=7.286; OR 9.000; 95% CI: 1.508-35.211). Besides taking blood supplement tablets regularly, pregnant women with anemia are also advised to increase the consumption of foods that contain iron, such as green-leafy vegetables.
Nutrition Education Regarding Physical Activity to Prevent Obesity Among Adolescents at State Islamic Senior High School 4 Banjar Solechah, Siti Aisyah; Ali, Indra Haryanto; Setiawan, Muhammad Irwan; Yulidasari, Fahrini; Rahayu, Atikah; Tazkiah, Misna
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v11i2.19656

Abstract

Lack of physical activity is one of the behaviors associated with non-communicable diseases. Physical activity levels decreased among individuals aged ten and above in South Kalimantan. The proportion of this problem also increased sharply in Banjar Regency. Discussions with the school showed that students at the school lacked physical activity. Nutrition education regarding physical activity has never been conducted at this school. This activity aimed to increase adolescents’ knowledge about the importance of physical activity in preventing obesity. It was conducted at Islamic Senior High School 4 Banjar, involving 67 members of the Youth Red Cross. Nutrition education was performed through lectures using PowerPoint slides. Participants' knowledge was assessed using pretest and posttest questionnaires. There was a significant knowledge difference (p<0.05) before and after the education. A total of 61 people had a higher score than before the education. A total of 52.2% of participants had poor knowledge, and 47.8% had moderate knowledge before education. After education, 58.2% had high knowledge, 38.8% had moderate knowledge, and 3% had low knowledge. It indicated that nutrition education is effective in increasing participants' knowledge.
Penyuluhan Kesehatan di SDIT Nurul Fikri: Langkah Edukatif Menghadapi Ancaman Diare Restiana Kartika Mantasti Hapsari; Misna Tazkiah; Noor Ahda Fadhilah; Indra Haryanto Ali; Rudi Fakhriadi; Dian Rosadi; Mufatihatul Aziza Nisa; Ihya Hazairin Noor
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i2.77

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada anak-anak usia dini. Penyakit ini dapat dicegah melalui edukasi kesehatan, khususnya tentang pentingnya mencuci tangan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa kelas I SDIT Nurul Fikri Banjarbaru dalam mencegah diare melalui penerapan teknik cuci tangan tujuh langkah. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan berbasis video animasi, praktik cuci tangan bersama, dan sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa tentang diare dan kemampuan mencuci tangan secara benar. Program ini menegaskan pentingnya edukasi berbasis visual dan praktik langsung dalam membangun kebiasaan hidup bersih pada anak-anak. Dengan demikian, pendekatan ini berpotensi menjadi model preventif untuk mengurangi kejadian diare di kalangan anak sekolah.
Pembentukan Duta Remaja Anti-Rokok Melalui Program Berani: Bersama Remaja Anti Nikotin Tambing, Angelia Ivana Palindangan; Tazkiah, Misna; Anggraeny , Elfa Dwi Noor; Noorsyifa, Noorsyifa; Pangumpia , Helen Mamuno
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c9t99351

Abstract

Perilaku merokok pada remaja menjadi masalah kesehatan yang semakin mengkhawatirkan karena tingginya paparan rokok dari lingkungan sekitar, rendahnya literasi kesehatan, serta kuatnya pengaruh teman sebaya. Berdasarkan observasi awal di Desa Sungai Landas RT 01, ditemukan bahwa siswa SMP berada pada fase rentan mencoba rokok akibat pengaruh lingkungan rumah dan pergaulan. Program BERANI (Bersama Remaja Anti Nikotin) dirancang sebagai upaya promotif-preventif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tolak rokok melalui pembentukan Duta Remaja Anti Rokok. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 6 Karang Intan dengan melibatkan 31 siswa kelas 7 dan 8 dalam rangkaian kegiatan berupa penyuluhan bahaya merokok, pre–post test, pembagian buku saku satu bulan, lomba poster edukatif, serta pelantikan duta. Intervensi dilakukan selama enam bulan dengan pertemuan dua minggu sekali. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa berdasarkan perbandingan nilai pre–post test dan terbentuknya 28 duta aktif serta 3 duta terbaik yang konsisten melakukan edukasi teman sebaya. Program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis remaja dan lingkungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan perokok pemula di tingkat sekolah.