Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

SIFAT FISIK DAN KIMIA EDIBLE FILM PATI UMBI GADUNG PADA BERBAGAI KONSENTRASI Mohammad Deden; Abdul Rahim; Asrawaty Asrawaty
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v5i1.35

Abstract

Today, the use of synthetic polymers as plastics has an important role in the economy of modern industrial society. Plastic packaging is often used as a food packaging material. However, the use of plastics can pollute the environment, because plastic is difficult to degrade naturally. One alternative to replacing the use of conventional plastics as food packaging is biodegradable plastic called edible film. The use of gadung tuber starch as a raw material for making edible films will not disturb food stability, because gadung is not consumed such as rice, corn and cassava. Gadung tubers are very good for edible film polymer materials containing high carbohydrates. Aim to determine the physical and chemical properties of the edible film starch of gadung tubers at various concentrations. The conclusion is that the optimum conditions for making edible films are good at 6% starch concentration with KA 11.50% and an average thickness of 0.13 mm.
PENAMBAHAN RAGI ROTI DAN LAMA FERMENTASI PADA PROSES PENGOLAHAN VIRGIN COCONUT OIL Sitti Fathurahmi; Spetriani; Asrawaty; Pon Hadi Siswanto
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v5i2.37

Abstract

Salah satu produk olahan buah kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang diolah pada suhu rendah sehingga kandungan yang penting dalam minyak tetap dapat dipertahankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh berbagai penambahan ragi roti dan lama fermentasi pada proses pembuatan VCO terhadap mutu VCO berupa rendemen, kadar air, asam lemak bebas, kejernihan dan penerimaan aroma dan warna VCO. Penambahan ragi roti sebanyak 8 g, 10 g, dan 12 g dengan lama fermentasi 12 jam dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ragi roti 12 g dan lama fermentasi selama 24 jam menghasilkan rendemen terbanyak sebesar 17.73 %. Kadar air minyak paling rendah terdapat pada perlakuan 10 g ragi roti dan lama fermentasi 24 jam. Tingkat kejernihan tertinggi 96.17 % terdapat pada perlakuan ragi roti 12 g dan lama fermentasi 12 jam. Asam lemak bebas terendah pada penambahan ragi roti 8 g dan lama fermentasi 12 jam. Perlakuan berbagai kadar ragi roti dan lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik baik warna maupun aroma berturut-turut adalah 3,44 (netral) dan 3,44 (netral).
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK VIRGIN COCONUT OIL PADA BERBAGAI PENAMBAHAN RAGI TEMPE Asrawaty; Sitti Fathurahmi; Spetriani; Ridwan
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v5i2.38

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui dan mempelajari tentang karakteristik kimia dan organoleptik terhadap penambahan ragi tempe pada pembuatan VCO. Rancangan digunakan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu penambahan ragi tempe dan lama waktu fermentasi yang terdiri dari 6 level (Kanil+ragi tempe), yaitu: P1=500 mL + 8 g (12 jam), P2= 500 mL + 10 g (12 jam), P3= 500 mL + 12 g (12 jam), P4= 500 mL + ragi tempe 8 (24 jam), P5= 500 mL + 10g (24 jam), dan P6= 500 mL + 12g (24 jam). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan, maka dilakukan uji keragaman. Bila hasil uji keragaman menunjukan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai kadar ragi tempe dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, uji organoleptik aroma dan warna VCO. Kadar air VCO terendah diperoleh pada perlakuan ragi tempe 12g lama fermentasi 12jam, yakni rata-rata 0,12g. Hasil uji kesukaan terhadap aroma dan warna VCO tertinggi terdapat pada pelakuan ragi tempe 8g lama fermentasi 24jam, yakni rata-rata 3,64 (agak suka) dan 4,00 (suka).
SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORIS ES KRIM LABU KUNING DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TALAS SEBAGAI PENGENTAL Abdul Rahim; Syamsudin laude; Asrawaty Asrawaty; Akbar Akbar
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.479 KB)

Abstract

The objective of the research was to determine the physicochemical and sensory properties of taro flour as a thickener. The treatment used was taro flour concentrations at 5, 10, 15, 20 and 25%. The study was conducted using a Completely Randomized design for observing the physicochemical properties including overrun, melting rate, β-caroten content and protein content;and a Randomized Block design for observing the sensory properties under five treatments with three replicates.  The pumpkin ice cream with addition of taro flour concentration between 10-25% can be used as thickener on ice cream making. The overrun and melting rates of ice cream pumpkin tended to decrease with increasing the taro flour concentrations. Best β-caroten and protein contentsfound inthe pumpkin ice cream are under the taro flour concentrations at 10-15%. The sensory properties of pumpkin ice cream are liked by panelists. Key words: Ice cream, Pumpkin, Taro flour, Thickener.
ANALISIS PROYEKSI KELAYAKAN USAHA SAMBAL IKAN TERI DI LABORATORIUM KREATIVITAS FAKULTAS PERIKANAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH Sisi Fadilah; Mawar Mawar; Asrawaty Asrawaty
Jurnal TROFISH Vol 1 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/trofish.v1i2.108

Abstract

Ikan teri umumnya menyebar secara merata hampir di seluruh wilayah perairan pesisir Indonesia. Ikan teri banyak dikonsumsi langsung oleh masyarakat namun banyak juga yang menjadikan ikan teri sebagai bahan baku produk hasil perikanan salah satunya produk sambal. Ikan teri dapat digunakan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan sambal. Hal ini dilakukan dalam rangka diversifikasi produk, agar varian produk ikan teri yang dihasilkan menjadi lebih banyak dan beragam. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis proyeksi usaha produk sambal ikan teri. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kreativitas Fakultas Perikanan Universitas Alkhairaat Palu. Waktu penelitian selama 5 (lima) bulan dimulai pada bulan Maret sampai bulan Juli 2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kulitatif yang bersifat studi kasus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Analisis usaha pembuatan sambal ikan teri dilakukan dengan menggunakan rumus pendapatan usaha, revenue cost ratio (R/C), payback period, dan break even point (BEP). Hasil penelitian menunjukan pembuatan sambal ikan teri dengan menggunakan bahan baku 1 kg dapat menghasilkan sambal sebanyak 3.8 kg. Kemudian dikemas dalam kemasan botol menjadi 29 botol dengan isi bersih masing-masing 133 gram. Total biaya satu kali produksi sambal ikan teri sebesar Rp. 672.295 dengan total penerimaan sebesar Rp. 725.000. Hasil analisis R/C ratio pendapatan bersih yang diperoleh dalam satu tahun usaha pembuatan produk sambal ikan teri sebesar 1.08, hasil analisis Payback Period berdasarkan hasil penelitian sebesar 2.6 tahun, sedangkan hasil analisis break even point menunjukkan titik impas usaha produk sambal ikan teri sebesar Rp. 560.212 dengan jumlah unit sebanyak 27 botol pada harga Rp.25.000.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembuatan Nugget Ikan Sebagai Diversifikasi Olahan Ikan untuk Meningkatkan Pendapatan Mitra Sabariyah, Sitti; Jufri, Muh.; Spetriani, Spetriani; Marjun, Marjun; Asrawaty, Asrawaty
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v7i4.2474

Abstract

Salubomba Village, Donggala Regency is a coastal village whose residents are mostly fishermen and farmers. Fish caught by fishermen are still sold in raw form. The training activity aims to train the Salubomba Village community who are members of partner groups to process fish so that it has relatively high economic added value. In addition, encouraging the partner group to start and own a fish nugget business. The implementation method starts from the discussion stage and preparation of training between the team and partner groups. The service was then continued with technical training in the form of fish nugget processing demonstrations and non-technical training in the form of presenting material on product marketing strategies through online media, recording cash bookkeeping and institutional strengthening. The results of the activities assessed have increased the knowledge of partner groups regarding good fish nugget processing. In addition, the partner group also offered to develop the potential of marine fishery products in Salubomba Village. This can be seen from the enthusiasm of the partner groups in participating in all service activities. Post-training assistance is also carried out, especially in relation to business bookkeeping and the process of obtaining product distribution permits or P-IRT. Keywords: community service, processed fish, fish nuggets, salubomba village
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) BAGI IBU RUMAH TANGGA (IRT) RT 004 RW 004 KELURAHAN LERE KECAMATAN PALU BARAT If'all; Sayani; Asrawaty; Basrin, Fitriani
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.402

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga (IRT) di RT 004 RW 004 Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat melalui pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai upaya peningkatan keterampilan dan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra meliputi kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam produksi VCO, keterbatasan akses terhadap teknologi dan modal usaha, serta minimnya strategi pemasaran dan pemahaman standar mutu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, serta pendampingan usaha. Pelatihan mencakup seluruh tahapan produksi VCO, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik ekstraksi, penyaringan, hingga pengemasan yang sesuai standar mutu. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai strategi pemasaran dan legalitas usaha guna meningkatkan daya saing produk di pasar lokal. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pembuatan VCO, dengan tingkat keberhasilan sebesar 75% dalam mempraktikkan proses produksi secara mandiri. Beberapa peserta telah memulai produksi rumahan dan menunjukkan minat untuk membentuk kelompok usaha bersama. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya pendampingan lanjutan, akses terhadap modal usaha, serta upaya sertifikasi produk agar VCO yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi
Effect of Partial Substitution of Beef with White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) on Nutritional Profile and Sensory Quality of Meatball Products If'all, If'all; Nofrianto, Nofrianto; Spetriani, Spetriani; Sabariyah, Sitti; Fathurahmi, Siti; Indriasari, Yuanita; Asrawaty, Asrawaty
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.374

Abstract

The increasing consumption of processed meat products has driven innovation in the partial substitution of raw materials with healthier, functional plant-based alternatives such as white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus). This study aimed to evaluate the effect of partially substituting beef with oyster mushrooms on the nutritional profile and sensory quality of meatball products. A quantitative approach was employed using a Completely Randomized Design (CRD) with one factor and five treatment levels (J0–J4), each replicated three times. The treatments consisted of 0 g, 25 g, 50 g, 75 g, and 100 g of oyster mushrooms combined with 300 g, 275 g, 250 g, 225 g, and 200 g of beef, respectively. The results showed that increasing the proportion of oyster mushrooms significantly (p < 0.05) increased moisture content (from 28.57% to 35.37%), crude fiber (from 0.80% to 3.10%), carbohydrate content (from 2.50% to 4.80%), and water-holding capacity (from 55.50% to 68.10%). Conversely, protein and fat contents decreased significantly, with protein dropping from 18.50% (J0) to 13.00% (J4), and fat from 15.80% to 7.20%. Sensory evaluation using a hedonic test with 20 semi-trained panelists revealed that treatment J2 (50 g oyster mushroom + 250 g beef) received the highest scores for taste (3.90), aroma (3.95), texture (3.85), and color (3.95). Treatments with higher levels of mushroom substitution (J3 and J4) led to a significant decline in sensory acceptance, particularly in taste and texture. Therefore, partial substitution with up to 50 g of white oyster mushroom is recommended as an optimal level to improve the nutritional quality of meatballs without compromising sensory attributes, supporting the development of healthier and more functional meat-based products.
PENGARUH KONSENTRASI STARTER BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Desti, Desti; If'all, If'all; Spetriani, Spetriani; Sabariyah, Sitti; Fathurahmi, Siti; Indriasari, Yuanita; Asrawaty, Asrawaty
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 02 (2025): Journal Of Agritech Science -November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i02.1590

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang diperoleh dari daging kelapa segar tanpa proses pemanasan tinggi maupun perlakuan kimia, sehingga memiliki kualitas lebih baik dibanding minyak kelapa konvensional. Salah satu metode yang berkembang dalam produksi VCO adalah fermentasi dengan starter bakteri asam laktat (BAL), yang berperan dalam memecah emulsi santan sehingga memisahkan minyak dari fase air dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi starter BAL yang berbeda terhadap kualitas VCO serta menentukan konsentrasi optimal yang menghasilkan mutu terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan konsentrasi starter BAL, yaitu P0 = 0% (kontrol), P1 = 5%, P2 = 10%, P3 = 15%, dan P4 = 20%, masing-masing diulang tiga kali. Parameter mutu VCO yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan iodin, nilai absorbansi (kejernihan), dan total BAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi starter BAL berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter mutu VCO. Rendemen tertinggi diperoleh pada P1 dengan nilai 23,5%, sedangkan pada konsentrasi BAL yang lebih tinggi terjadi penurunan rendemen. Kadar air terendah juga ditemukan pada P1 (0,13%), mendekati standar SNI (0,2%), sementara kadar air meningkat signifikan pada perlakuan BAL lebih tinggi. Asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan nilai absorbansi cenderung meningkat seiring dengan tingginya konsentrasi BAL, sedangkan bilangan iodin yang dihasilkan relatif rendah namun masih dalam kisaran standar mutu. Secara keseluruhan, perlakuan P1 (5% BAL) menghasilkan VCO dengan kualitas terbaik dan paling mendekati standar mutu nasional maupun internasional. Dengan demikian, penggunaan starter BAL pada konsentrasi moderat dapat meningkatkan kualitas VCO, sedangkan konsentrasi berlebihan justru menurunkan mutu minyak.
EDUKASI TERAPI KOMBINASI AKUPRESUR DAN AROMA TERAPI PADA KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN PEREMPUAN DENGAN HIPERTENSI Maineny, Arie; Silfia, Niluh Nita; Tondong, Henrietta Imelda; Asrawaty, Asrawaty; Narmin, Narmin; Sumiaty, Sumiaty; Lisnawati, Lisnawati; Tempali, Sri Restu; Pani, Widya; Kusika, Sri Yanti; Asriwidyayanti, Asriwidyayanti; Hasnawati, Hasnawati; Astuti, Novi Dwi; Taqwin, Taqwin; Masda, Masda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25030

Abstract

Abstrak: Hipertensi menjadi permasalahan kesehatan karena setiap tahun prevalensi hipertensi terus meningkat. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan terapi non farmakologi. Terapi komplementer merupakan salah satu pengobatan non farmakologi penyakit hipertensi. Kombinasi terapi akupresur dan aroma terapi merupakan salah satu terapi komplementer sebagai bentuk pendekatan inovatif penanganan hipertensi. Kegiatan pengabbdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dalam pelayanan kesehatan tradisional komplementer kombinasi akupresur dan aroma terapi untuk meningkatkan kesehatan perempuan dengan hipertensi. Kegiatan dimulai dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan kader posyandu, dilanjutkan penyampaian edukasi dan demonstrasi kombinasi terapi akupresur dan aroma terapi, serta praktik mandiri peserta.  Mitra yang terlibat adalah Puskesmas Mamboro, dengan peserta 15 orang kader posyandu. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner pre-post test. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksana baik dan terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu kategori baik dari 60% sebelum edukasi, menjadi 93% sesudah edukasi.Kata Kunci: Edukasi; akupresur; aroma terapi; hipertensi; kader.Abstract: Hypertension is a health problem because every year the prevalence continues to increase. Management of hypertension can be pharmacologically and non pharmacologically. Complementary therapy is a non pharmacological hypertension  treatment. Combination of acupressure therapy and aroma therapy is a complementary therapy as an innovative approach to treating hypertension. This community service activity aims to increase knowledge and skills posyandu cadres in complementary traditional health services, a combination of acupressure and aroma therapy to improve the health of women with hypertension. The activity began with a Focus Group Discussion (FGD), delivery of education and demonstrations, as well as participants' independent practice. The partner involved was the Mamboro Community Health Center, with 15 posyandu cadres participating. Evaluation is carried out by filling out a pre-post test questionnaire. The activities were carried out well and there was an increase in the knowledge of posyandu cadres in the good category from 60% before education, to 93% after education.