Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penerapan Metode Diskusi Hubungannya Dengan Berpikir Kritis Siswa Kelas XII IPA Madrasah Aliyah Miftahul Huda Subang Muhamad Januaripin
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3166

Abstract

This research is motivated by phenomena that occur in the area where the application of discussion methods has been well done, but the critical thinking of students is still relatively low. This research was conducted at Madrasah Aliyah Miftahul Huda Subang using a correlational descriptive quantitative method, which is a method that serves to describe or describe the object under study through data or samples that have been collected to determine the relationship between variables. Research data was collected through a survey of 26 students from Science Class XII Madrasah Aliyah Miftahul Huda Subang. The data analysis technique used in this research was based on the IBM SPSS 21 statistical processing application. Based on the results of research data analysis, it was concluded that there was a significant (meaningful) relationship between the application of discussion methods and students' critical thinking with a strong and positive level of relationship, getting a value of 0.741 in the interval 0.51-0.75 so that the relationship between the two variables was unidirectional which could mean that the better the application of the discussion method, the better the level of critical thinking of students.
Pandangan Syekh AL-Zarnuji terhadap Hakikat Ilmu dan Fikih serta Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka Belajar Munasir; Hafidin Nurhadi; Izuddin Mustafa; Ateng Rohendi; Muhamad Januaripin
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1171

Abstract

Pada saat ini kurikulum merdeka begitu gencarnya disosialisasikan dan diterapkan di berbagai lembaga pendidikan atas instruksi menteri pendidikan. Apakah konsep kurikulum merdeka itu adalah konsep yang baru atau ulama Islam ada yang pernah membahasnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap pandangan Syekh AL-Zarnuji tentang hakikat ilmu dan fikih serta relevansinya dengan kurikulum merdeka belajar. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif penulis mengupas pandangan Syekh AL-Zarnuji dan relevansinya dengan kurikulum merdeka belajar. Adapun pandangan Syekh AL-Zarnuji memiliki relevansi dengan kurikulum merdeka belajar. Dengan indikasi adanya belajar ditekankan pada aspek keleluasan pembelajaran untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan serta keadaan peserta didik di lingkungan belajarnya; mengutamakan ilmu akhlak atau pembinaan karakter; dan adanya fleksibilitas dalam Pembelajaran.
PERAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN Munasir; A. Supiana; Muhamad Januaripin; Muhammad Zaki Akhbar Hasan; Hasyim Fuad, Adam Hasyim
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v2i2.717

Abstract

Lingkungan pendidikan Islam memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan karakter siswa di era modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana keluarga, sekolah, dan masyarakat berperan sebagai komponen utama lingkungan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan perubahan nilai-nilai sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk melihat bagaimana lingkungan pendidikan Islam dapat mempertahankan nilai-nilai akhlak dan spiritualitas sambil tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berfungsi sebagai pondasi awal dalam pembentukan moralitas anak, sekolah berfungsi sebagai tempat formal untuk menanamkan nilai-nilai agama secara sistematis, dan masyarakat mendapatkan pengalaman nyata dalam penerapan ajaran Islam. Sinergi antara ketiga komponen ini semakin penting di zaman sekarang karena teknologi dan media sosial memengaruhi perkembangan mental dan spiritual siswa. Untuk mencapai hal ini, metode pembelajaran harus diubah, teknologi harus digunakan dengan baik, dan peran guru harus ditingkatkan sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan Islam dapat menghasilkan generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing di seluruh dunia selain menjawab tantangan masa kini.
Membangun Etika Ekologi Berbasis Nilai-Nilai Islam Muhamad Januaripin; Kartimi Kartimi; Yayan Rahtikawati
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7445

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontribusi nilai-nilai islami dalam membentuk kesadaran ekologis melalui integrasi nilai-nilai spiritual dalam etika ekologis. Dengan fokus pada hubungan manusia-alam, penelitian ini mengeksplorasi dimensi spiritualitas yang dapat mempengaruhi perilaku ekologis dalam berbagai konteks. Studi ini menunjukkan bahwa spiritualitas, melalui ajaran agama dan filosofi kehidupan, dapat mempromosikan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan melestarikan alam sebagai bentuk tanggung jawab moral. Temuan utama penelitian ini meliputi pentingnya pembentukan hubungan simbiotik antara manusia dan alam, impelentasi prinsip-prinsip spiritual dalam pengelolaan sumber kekayaan alam, serta pengembangan model etika ekologis berbasis spiritualitas. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman baru tentang bagaimana spiritualitas dapat menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan, serta mengintegrasikan asas keberlanjutan dalam keseharian. Hasil studi ini bisa diterapkan pada pendidikan lingkungan, kebijakan publik, serta praktik keberlanjutan yang lebih luas.
Strategi Internalisasi Nilai‑nilai Akhlak dalam Pendidikan Madrasah di Era Digital Januaripin, Muhamad; Nafi’a, Ilman; Jubaedah, Ubed; Munasir, Munasir
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 2 (2025): May 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1975

Abstract

The advancement of digital technology in the era of the Fourth Industrial Revolution has significantly impacted various aspects of life, including how the younger generation shapes its identity and internalizes values. Generation Z, as digital natives, faces the risk of moral disintegration due to exposure to negative online content and the absence of strong value-based guidance. In this context, madrasahs—as educational institutions rooted in Islamic values—hold a strategic role. This article adopts an integrative conceptual approach to explore strategies for internalizing moral values in madrasah education, focusing on curriculum design, teacher role modeling, spiritual habituation, and the utilization of digital media. The discussion draws on recent scholarly literature and theoretical perspectives. The findings indicate that effective moral internalization requires a balanced integration of technology and spirituality. Furthermore, supportive educational policies, context-driven teacher training, and process-oriented character assessments are essential. Madrasahs should evolve into centers for value transformation, not merely institutions for knowledge transmission. Accordingly, the internalization of moral values remains normatively essential and adaptable within the dynamics of the digital age.
Internet Positif Jembatan Generasi Muda Sehat Berteknologi Muhamad Januaripin
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i1.419

Abstract

Maraknya konten-konten negatif seperti pornografi, perjudian dan kekerasan di internet membuat kita semakin resah tentang nasib generasi muda, terlebih Indonesia dari tahun ke tahun mendapatkan predikat buruk pengakses terbanyak situs-situs porno. Keadaan ini semakin didukung dengan mudahnya fasilitas-fasilitas untuk mengakses internet dewasa ini. Munculnya program tambahan atau dalam istilah lain Addons yang bisa mempertukarkan IP-Address, semakin mudah bagi pengguna internet untuk mengakses laman yang bermuatan negatif di internet. Melalui tulisan ini penulis berharap para pembaca dapat menambah wawasan terkhusus bagi orang tua yang mempunyai anak usia remaja, menjadi tambahan referensi dalam mengajarkan anaknya tentang cara menggunakan internet yang baik. Dengan hadirnya Internet Positif sebagai upaya pemerintah dalam meminimalisir materi tersebut, mudah-mudahan menjadi jembatan generasi muda sehat berteknologi.
Kepercayaan Diri Sebagai Prediktor Prestasi Akademik Siswa Muhamad Januaripin; Munasir
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v2i1.575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepercayaan diri sebagai prediktor prestasi akademik siswa. Metode studi kepustakaan digunakan untuk memahami teori-teori terkait dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa keyakinan diri terhadap kemampuan, keterampilan sosial dan emosional, serta dukungan lingkungan merupakan faktor penting yang harus dimiliki siswa untuk mencapai prestasi akademik yang tinggi. Keyakinan diri memungkinkan siswa untuk menghadapi tantangan belajar dengan lebih efektif, sementara keterampilan sosial dan emosional membantu mereka dalam berinteraksi dan mengelola stres. Dukungan lingkungan, baik dari keluarga, teman, maupun guru, juga berperan signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, peningkatan kepercayaan diri dapat berkontribusi positif terhadap prestasi akademik
Analisis Kualitas Pelayanan Akademik dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Tepat Waktu Januaripin, Muhamad
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.776

Abstract

Students play an important role in evaluating the success and validity of a study program in a higher education environment. The success of a higher education institution can be measured by the achievements achieved by its graduates. Students who pursue a Bachelor (S1) program are considered to graduate on time if they successfully complete their studies in four years or less. Internal and external factors, as well as the quality of academic service, are factors that can affect student graduation on time. This research aims to find out how STAI Miftahul Huda Subang alumni, especially those who take the Study Program (S1) Islamic Religious Education (PAI), see academic guidance services to improve the quality of graduates. This research uses a quantitative descriptive approach and uses survey methods. Data is collected through observations, interviews, lifts, and documentation. The results of this study show that the quality of academic service at STAI Miftahul Huda Subang is already good in terms of student perception. In order to improve the quality of academic services, STAI Miftahul Huda Subang needs to improve educational facilities and the discipline of lecturers in teaching. In addition, Stai Miftahul Huda Subang also needs to cooperate with the insurance authorities to guarantee the safety and comfort of students during the course.
Digitalisasi Layanan Administrasi Akademik: Evaluasi Pengalaman, Kendala, dan Kebutuhan Mahasiswa Januaripin, Muhamad; Winarso, Widodo; Sumarna, Cecep; Jubaedah, Ubed
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The digitalization of academic administrative services in higher education has become a significant trend, particularly since the COVID-19 pandemic accelerated technology-driven transformations in education. Institut Miftahul Huda Subang is among the institutions that have implemented a digital system to improve efficiency, transparency, and accessibility of academic services. This study aims to evaluate students’ perceptions of digital administrative services, focusing on user experience, expectations for development, technical challenges, and training needs. The research employs a descriptive quantitative method, with data collected through an online questionnaire distributed to 145 active students. Data analysis was conducted using descriptive statistics and interpreted within the framework of the Technology Acceptance Model (TAM), the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), and the DeLone & McLean Information System Success Model. The findings indicate that most students perceive the campus digital system as beneficial, with an average user experience score of 3.82 on a 5-point scale. However, several technical issues remain, particularly related to system feature comprehension, access speed, and availability of support services. Students also expressed high expectations for system improvement, such as more responsive features, automated notifications, easier access, and better integration of academic services, reflected in an average expectation score of 4.07. Furthermore, the need for training and user assistance emerged as highly significant (mean 4.17), suggesting that the optimal use of digital systems relies heavily on adequate technical support and user guidance. These results emphasize the importance of a holistic approach to the digitalization of academic services, which should not only prioritize technological availability but also ensure service quality, technical support, and user readiness. The study contributes to strategies for developing user-oriented academic information systems and expands the discourse on digital transformation in non-instructional aspects of higher education in Indonesia. Keywords: Academic Digitization, Digital Administration System, Campus Services Abstrak: Digitalisasi layanan administrasi akademik di perguruan tinggi telah menjadi fenomena penting, terutama sejak pandemi COVID-19 mendorong percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi. Institut Miftahul Huda Subang merupakan salah satu institusi yang menerapkan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap layanan administrasi digital dengan fokus pada pengalaman penggunaan, harapan pengembangan, kendala teknis, dan kebutuhan pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring dari 145 mahasiswa aktif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan dikaitkan dengan kerangka teoritis Technology Acceptance Model (TAM), Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone & McLean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menilai sistem digital kampus cukup baik dan bermanfaat, dengan rata-rata skor pengalaman penggunaan 3,82 dari skala 5. Namun, terdapat kendala teknis yang masih dihadapi, terutama terkait pemahaman fitur sistem, kecepatan akses, dan ketersediaan layanan bantuan. Mahasiswa menunjukkan harapan tinggi terhadap pengembangan fitur yang lebih responsif, seperti notifikasi otomatis, akses yang lebih mudah, dan integrasi layanan akademik yang lebih efisien, dengan skor rata-rata harapan 4,07. Selain itu, kebutuhan pelatihan dan pendampingan pengguna tercatat signifikan (mean 4,17), menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan sistem digital optimal bergantung pada dukungan teknis dan bimbingan penggunaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam digitalisasi layanan akademik, yang tidak hanya fokus pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kualitas layanan, dukungan teknis, dan kesiapan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi strategi pengembangan sistem informasi akademik yang berorientasi pada pengalaman pengguna, serta memperluas kajian transformasi digital non-instruksional di perguruan tinggi Indonesia. Kata kunci: Digitalsiasi Akademik, Sistem Administrasi Digital, Layanan Kampus
Digitalisasi Layanan Administrasi Akademik: Evaluasi Pengalaman, Kendala, dan Kebutuhan Mahasiswa Januaripin, Muhamad; Winarso, Widodo; Sumarna, Cecep; Jubaedah, Ubed
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The digitalization of academic administrative services in higher education has become a significant trend, particularly since the COVID-19 pandemic accelerated technology-driven transformations in education. Institut Miftahul Huda Subang is among the institutions that have implemented a digital system to improve efficiency, transparency, and accessibility of academic services. This study aims to evaluate students’ perceptions of digital administrative services, focusing on user experience, expectations for development, technical challenges, and training needs. The research employs a descriptive quantitative method, with data collected through an online questionnaire distributed to 145 active students. Data analysis was conducted using descriptive statistics and interpreted within the framework of the Technology Acceptance Model (TAM), the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), and the DeLone & McLean Information System Success Model. The findings indicate that most students perceive the campus digital system as beneficial, with an average user experience score of 3.82 on a 5-point scale. However, several technical issues remain, particularly related to system feature comprehension, access speed, and availability of support services. Students also expressed high expectations for system improvement, such as more responsive features, automated notifications, easier access, and better integration of academic services, reflected in an average expectation score of 4.07. Furthermore, the need for training and user assistance emerged as highly significant (mean 4.17), suggesting that the optimal use of digital systems relies heavily on adequate technical support and user guidance. These results emphasize the importance of a holistic approach to the digitalization of academic services, which should not only prioritize technological availability but also ensure service quality, technical support, and user readiness. The study contributes to strategies for developing user-oriented academic information systems and expands the discourse on digital transformation in non-instructional aspects of higher education in Indonesia. Keywords: Academic Digitization, Digital Administration System, Campus Services Abstrak: Digitalisasi layanan administrasi akademik di perguruan tinggi telah menjadi fenomena penting, terutama sejak pandemi COVID-19 mendorong percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi. Institut Miftahul Huda Subang merupakan salah satu institusi yang menerapkan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap layanan administrasi digital dengan fokus pada pengalaman penggunaan, harapan pengembangan, kendala teknis, dan kebutuhan pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring dari 145 mahasiswa aktif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan dikaitkan dengan kerangka teoritis Technology Acceptance Model (TAM), Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone & McLean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menilai sistem digital kampus cukup baik dan bermanfaat, dengan rata-rata skor pengalaman penggunaan 3,82 dari skala 5. Namun, terdapat kendala teknis yang masih dihadapi, terutama terkait pemahaman fitur sistem, kecepatan akses, dan ketersediaan layanan bantuan. Mahasiswa menunjukkan harapan tinggi terhadap pengembangan fitur yang lebih responsif, seperti notifikasi otomatis, akses yang lebih mudah, dan integrasi layanan akademik yang lebih efisien, dengan skor rata-rata harapan 4,07. Selain itu, kebutuhan pelatihan dan pendampingan pengguna tercatat signifikan (mean 4,17), menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan sistem digital optimal bergantung pada dukungan teknis dan bimbingan penggunaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam digitalisasi layanan akademik, yang tidak hanya fokus pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kualitas layanan, dukungan teknis, dan kesiapan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi strategi pengembangan sistem informasi akademik yang berorientasi pada pengalaman pengguna, serta memperluas kajian transformasi digital non-instruksional di perguruan tinggi Indonesia. Kata kunci: Digitalsiasi Akademik, Sistem Administrasi Digital, Layanan Kampus