Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Kalender Penanda Menstruasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Perilaku Wanita Usia Subur Dalam Menandai Tanggal Hari Pertama Haid Terakhir Nike Arta Puspitasari; Herri Sastramihardja; Yeni Mahwati; Hidayat Wijayanegara; Suryani Soepadan; Ma'mun Sutisna
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i4.31286

Abstract

Umur kehamilan dapat ditentukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT), namun di lapangan tidak sedikit wanita usia subur (WUS) yang tidak ingat tanggal HPHT karena tidak pernah mencatat/menandai tanggal HPHT. Survei yang dilakukan di Klinik Pratama Sahabat Ibu dan Anak Kota Bandung hampir seluruh wanita yang disurvei tidak ingat tanggal HPHT-nya dan tidak pernah mencatat tanggal HPHT-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kalender penanda menstruasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku WUS dalam menandai tanggal HPHT. Untuk mengetahui pengaruh terhadap pengetahuan, digunakan rancangan one group pretest-posttest design, sedangkan untuk mengetahui pengaruh terhadap perilaku digunakan rancangan posttest only design (deskriptif). Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampel dengan 32 responden dan dilaksanakan pada bulan Januari-April Tahun 2019 di Klinik Pratama Sahabat Ibu dan Anak Kota Bandung.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari 6 (median pretest) menjadi 8 (median posttest), (p<0,05). Terdapat juga peningkatan perubahan perilaku dari 0% menjadi 81,3%  (secara deskriptif) setelah mendapat intervensi. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh kalender penanda menstruasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku WUS dalam menandai tanggal HPHT.Kata Kunci : Hari Pertama Haid Terakhir, Kalender, Pengetahuan,  Perilaku, Wanita Usia Subur
PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN REMAJA DAN PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP MANGGALA KABUPATEN BANDUNG Anita Yuliani; Nike Arta Puspitasari; Rita Nurmawati
Al-Khidmat Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v5i1.14663

Abstract

Pandemi COVID-19 mengharuskan masyarakat menghindari kerumunan untuk mencegah penularan. Proses pendidikan juga dilakukan dengan pembelajaran jarah jauh. Proses pendidikan jarak jauh ini meningkatkan resiko terjadinya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan masalah kesehatan remaja. Resiko kesehatan reproduksi pada remaja cenderung meningkat pada masa pandemi COVID-19 ini. Kader Kesehatan Remaja (KKR) diharapkan bisa menjembatani resiko kesehatan remaja pada kondisi pembelajaran jarak jauh. Berdasarkan latar belakang ini, kami membentuk KKR di SMP Manggala (Pondok Pesantren Al-Istiqomah) Kabupaten Bandung sebagai salah satu kegiatan pengabdian masyarakat. Pengabdi juga menilai apakah pembentukan KKR ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman mengenai pendidikan kesehatan reproduksi pada siswa pelajar di Pondok Pesantren Al-Istiqomah. Metodologi kegiatan ini adalah deskriptif, potong lintang, dari salah satu kegiatan pengabdian pada masyarakat Universitas 'Aisyiyah, Bandung. Kegiatan ini untuk melihat adanya peningkatan pemahaman kader dan siswa melalui kuisioner, setelah pembentukan  dan pendampingan KKR mengenai kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan ini dilakukan di  Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kepengurusan KKR dan pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi remaja oleh KKR terhadap para siswa. Terdapat peningkatan hasil pre test dan post test setelah diberikan materi pendidikan kesehatan yaitu sebesar 10,72% untuk kader dan sebesar 8,63% pada siswa, dengan tingkat pengetahuan akhir dalam kategori baik. Kesimpulan, pembentukan KKR ini meningkatkan pemahaman materi pendidikan kesehatan reproduksi remaja, baik pada kader itu sendiri dan para siswa di  Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 
PENGALAMAN IBU YANG MELAHIRKAN DENGAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER TAHUN 2021 Nike Arta Puspitasari; Himayatul Hukmilah
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.165 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v7i1.299

Abstract

Nyeri persalinan kala I merupakan pengalaman yang menimbulkan perasaan khawatirdan takut sehingga dapat memperberat rasa nyeri persalinan. Rasa cemas dan takut dapatmeningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, serta meningkatkan sekresi katekolamin,sehingga proses persalinan menjadi lebih lama Berbagai upaya dilakukan untukmengatasi nyeri persalinan, salah satunya penatalaksanaan nonfarmakologi seperti asuhankebidanan komplementer. Penelitian tentang pengalaman ibu yang melahirkan denganasuhan kebidanan komplementer belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untukmenemukan makna atau arti melahirkan dalam konteks asuhan kebidanan komplementer.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampelyang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Wawancara dilakukan diklinik dan tempat tinggal Informan dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam.Analisis hasil wawancara menggunakan analisis menurut Miles dan Huberman. Hasilpenelitian didapatkan bahwa 1) Alasan ibu melahirkan di klinik Bumi Sehat Bahagia (BSB)terdiri dari kualitas pelayanan, sumber informasi, pengalaman, dan jarak 2) Pengalamanibu melahirkan dengan asuhan kebidanan komplementer terdiri dari kontraksi semakinkuat, nyaman, tenang, lebih bertenaga, durasi persalinan lebih singkat, intensitas nyeriberkurang. Asuhan kebidanan komplementer yang diberikan terdiri dari pijat endorphin,pijat oksitosin, pemberian buah kurma, terapi birth ball, pemberian aromaterapi, terapimurottal Al-Qur’an 3) Makna bersalin dengan asuhan kebidanan komplementer terdiridari merasa diperhatikan, peran bidan yang maksimal, minim trauma, lebih bertenaga, dandurasi persalinan lebih singkat
Pendampingan Tenaga Pendidik dalam Penanganan Dismenore Primer Metode Non Farmakologis pada Remaja Putri Yuliani, Anita; Puspitasari, Nike Arta; Teesen, Gabriele Stefhany
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/trimas.v4i2.1014

Abstract

Banyak wanita muda mengalami nyeri selama menstruasi (dismenorea). Keluhan nyeri dapat berkisar dari ringan hingga berat. Penatalaksanaan dismenore yang kurang tepat akan mempengaruhi aktivitas dan kehadiran remaja putri di sekolah. Tidak hanya siswi yang dididik tentang dismenore, tetapi juga tenaga pendidik atau guru karena sekolah merupakan lokasi yang efektif karena anak menghabiskan banyak waktu di sana setiap hari. Tenaga pendidik sangat penting perannya dalam memberikan remaja pelatihan dan pengetahuan mengenai health promotion. Guru sendiri adalah orang kedua, setelah orang tua, yang menghabiskan waktu berbicara dan mendidik remaja putri tentang bidang kehidupan yang kritis ini. Tujuan dari kegiatan masyarakat ini adalah pada penanganan primer kesehatan remaja siswa di sekolah dengan memberikan pelatihan penatalaksanaan dismenore pada remaja metode non farmakologis. Kegiatan ini diselenggarakan dengan melakukan pendampingan pada para tenaga pendidik dalam menangani dismenorrea primer metode non farmakologis. Jumlah tenaga pendidik berjumlah 9 orang. Media pendampingan yaitu materi, video dan poster serta dilakukan pretest dan postest sebelumnya untuk melihat perubahan pada pengetahuan tenaga pendidik dalam menangani dismenorea. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang penanganan dismenorea primer pasaca melakukan posttest. Setelah itu, tenaga pendidik melakukan edukasi dan penanganan pada 16 siswi SMP. Pendampingan ini dirasakan penting karena belum pernah diberikan sebelumnya.
Fenomena Penerapan Asuhan Kebidanan Holistik Islami dalam Mendukung Tumbuh Kembang Balita di Tempat Praktik Mandiri Bidan Yuliani, Anita; Puspitasari, Nike Arta; Kirana, Gita
Faletehan Health Journal Vol 12 No 02 (2025): Faletehan Health Journal, Juli 2025
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of holistic Islamic midwifery care plays a significant role in supporting the growth and development of toddlers, particularly in independent midwifery practices. This study aims to identify and explore the application of holistic Islamic midwifery care and its impact in supporting toddler growth and development in independent midwifery practices. The research employed a mixed-methods approach with a convergent parallel design, involving 132 toddler’s mother and 3 midwives as respondents. Quantitative data were collected through questionnaires, while qualitative data were obtained through in-depth interviews. The results showed that 75.8% of mothers rated the midwifery services as "good," and 83.3% felt highly involved in their baby's care. The holistic Islamic approach, encompassing physical, mental, and spiritual dimensions, positively influenced mothers' understanding of their babies' health and increased their involvement in the care process. However, education regarding this approach needs to be strengthened, particularly in understanding its spiritual aspects. Overall, this study concludes that the application of holistic Islamic midwifery care supports toddler growth and development by enhancing the quality of baby care and increasing maternal involvement.
Literasi Pencegahan Stunting melalui Edukasi Kesehatan dan Demonstrasi Terapi Komplementer pada Ibu Menyusui: Stunting Prevention Literacy through Health Education and Demonstration of Complementary Therapy in Breastfeeding Mother Puspitasari, Nike Arta; Yuliani, Anita; Assidik, Qarrin Nafisya Rabbany
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 10 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i10.7609

Abstract

Most villages in Bandung Regency still experience a high prevalence of stunting. Because of this, ten villages spread across eight sub-districts in this area are a priority for handling stunting. In Katapang Village, the coverage of stunted toddlers in 2021 is 13.09%, and is a village with a stunting locus. Research conducted in 2022 shows that only 36.9% of babies receive exclusive breast milk in children with stunting status in Katapang Village, Bandung Regency. This activity aims to empower breastfeeding mothers independently in preventive efforts to prevent stunting in children. The method used is providing health education demonstrations and practical work on one of the complementary therapies to increase breast milk production, namely oxytocin massage. The fundamental contribution of this activity is that a chain of information is formed for breastfeeding mothers through information media that can be disseminated to the community. In the activity, a direct output evaluation of the activity was carried out by knowing that there was an increase in pre-test and post-test results after being given Health Education material. The results of the increase in pre-test and post-test results were 27%. Evaluation of the implementation of oxytocin massage practice is the mother's ability to perform oxytocin massage independently correctly.
Analisis Pemenuhan Kebutuhan Holistik Pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum Puspitasari, Nike Arta; Yuliani , Anita; Assidik, Qarrin Nafisya Rabbani
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jaia.v9i1.470

Abstract

Kasus hiperemesis gravidarum (HEG) meningkat signifikan di RS Bhayangkara Sartika Asih Kota Bandung dari 27 kasus (2021) menjadi 67 kasus (2022). Salah satu ibu hamil HEG menjalani rawat inap hingga 4 kali karena dehidrasi dan penurunan berat badan hingga 7 kg. Kasus HEG dapat menyebabkan morbiditas pada ibu dan berpengaruh pada kondisi bayi jika tidak ditangani dengan baik. Setelah di lakukan pengkajian, beberapa aspek kebutuhan dasar holistik pasien tidak terpenuhi. Tanda dan gejala yang dialami seseorang Ketika sakit mencerminkan keseimbangan biopsikososialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan holistik pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Wawancara dilakukan di Rumah Sakit dengan menggunakan pedoman wawancara mendalam. Analisis hasil wawancara menggunakan analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebutuhan holistik pada ibu hamil dengan HEG belum terpenuhi dengan baik. Aspek yang belum terpenuhi adalah aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Aspek yang terpenuhi dan tidak memengaruhi kehamilan ibu adalah aspek kultural. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya menerapkan pendekatan holistik dalam pengkajian dan penanganan pasien, diharapkan pasien dapat mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif dan menyeluruh sesuai dengan kebutuhan.
Pemberdayaan Bidan Pelaksana Dalam Menerapkan Asuhan Kebidanan Holistik Terintegrasi Komplementer Nike Arta Puspitasari; Anita Yuliani; Febrianti Diva Maulani; Bilqis Putri Fadillah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p8k53c75

Abstract

Mual muntah yang berlebih dan berkepanjangan dan tidak tertangani dengan baik pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi. Di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) “S” belum mengintegrasikan asuhan kebidanan holistik maupun terapi komplementer Mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan klien di TPMB akan lebih baik jika para bidan dapat mengintegrasikan pendekatan holistik dan dapat memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan kebidanan berbasis komplementer. Tujuan kegiatan ini untuk bidan pelaksana agar dapat menerapkan asuhan holistik terintegrasi komplementer. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi kesehatan dan demonstrasi serta praktik melakukan pengkajian dan pemberian terapi komplementer (inhalasi aromaterapi lavender). Kontribusi mendasar dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan bidan pelaksana untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Dalam kegiatan dilakukan evaluasi output langsung kegiatan dengan diketahuinya adanya peningkatan hasil pre test dan post test setelah diberikan materi Pendidikan Kesehatan. Hasil peningkatan pre test dan post test hasilnya sebesar 18,4%. Evaluasi pelaksanaan praktik pengkajian holistik dan terapi komplementer adalah kemampuan bidan pelaksana melakukan skill secara mandiri dengan benar. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan bidan pelaksana setelah kegiatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang akan berdampak pada seluruh pasien khususnya pada ibu hamil dengan emesis gravidarum.