Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Elektrik

Pemeriksaan Instalasi dan Sistem Operasi Lampu Jalan Tenaga Surya Dalam Dugaan Kasus Korupsi Stieven Netanel Rumokoy; Stanley Bernadus Dodie; Christopel H. Simanjuntak; Leony Ariesta Wenno; Arnold R. Rondonuwu; Ventje Lumentut
Jurnal Elektrik Vol. 1 No. 2 (2022): Vol.1 No.2 1 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v1i2.525

Abstract

Pada proses penyidikan pada tindak pidana korupsi dalam sistem pengadilan di Indonesia ada beberapa barang bukti yang dianggap sah dalam persidangan. Keterangan oleh ahli dari saksi ahli adalah salah satu barang bukti yang sah. Keterangan Ahli dapat menguatkan pembuktian pada suatu kasus yang terjadi. Pada kasus dugaan tindak pidana korupsi yang ada hubungannya dengan pengadaan barang dan jasa kelistrikan yang termasuk juga sistem penginstalan dan kondisi operasi dapat diperkuat atau diperjelas dengan pandangan ahli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan penilaian kesesuaian terhadap sistem penginstalan dan kondisi operasi Lampu Jalan Tenaga Surya dalam dugaan kasus korupsi di area “K”, “L”, dan “M” oleh PT. “ABC”. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini dimulai dengan metode studi literatur dan kemudian dilanjutkan dengan metode observasi lapangan. Dari hasil pemeriksaan terdapat penyimpangan sitem penginstalan jika dibandingkan dengan aturan penginstalan yang ada.
OPTIMASI SISTEM HIBRID PV-DIESEL UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN BAHAN BAKAR DI DESA TAGALAYA, PULAU TAGALAYA, HALMAHERA UTARA Leony Ariesta Wenno; Marson James Budiman; Deitje S. Pongoh; Fitria Claudya Lahinta; Dwars Soukotta; Adelaida Joroh
Jurnal Elektrik Vol. 2 No. 1 (2023): Vol.2 No.1 1 Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v2i1.675

Abstract

Pulau Tagalaya di Halmahera Utara merupakan salah satu pulau di Indonesia yang menggunakan energi hibrid diesel dan solar sel (PV) untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk desa. Pemda Kabupaten Halmahera Utara tidak memungut biaya pemeliharaan sistem karena rendahnya pendapatan warga. Hal ini dikarenakan mayoritas penduduknya adalah nelayan, buruh, dan petani. Oleh karena itu biaya pengoperasian sistem harus rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pemakaian bahan bakar pada sistem PV-diesel hybrid dengan beban weekday dan weekend untuk menekan biaya bahan bakar dengan menggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO). Studi ini dibagi menjadi dua skenario, yaitu skenario diesel only dan skenario PV-diesel. Pada skenario diesel saja, dengan iuran wajib penduduk adalah Rp 50.400.000,00 dalam satu tahun dan total biaya bahan bakar per tahun adalah Rp 48.639.000,00, menyebabkan sisa biaya yang ditanggung penduduk desa Tagalaya hanya 3,49% dari iuran desa. Dalam skenario kedua hibrid PV-diesel, total biaya konsumsi bahan bakar tahunan adalah Rp0,00. Dari biaya utilitas dan total biaya konsumsi bahan bakar dalam skenario tersebut, penduduk desa Tagalaya bisa memiliki sisa biaya sebesar 100% dari pembayaran iuran desa.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebagai Sumber Energi Pada Rakit Rumah Apung Di Kawasan Pesisir Pantai Malalayang Kota Manado Christian J. Saputro; Leony Wenno; Fanny Jouke Doringin; Josephin Sundah
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1196

Abstract

Penggunaan energi terbarukan semakin penting untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan menurunkan emisi karbon dioksida akibat pembakaran bahan bakar fosil. Salah satu solusi adalah dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menentukan komponen PLTS yang diperlukan untuk rakit rumah apung di kawasan pesisir Pantai Malalayang, Manado. Metode penelitian meliputi kajian literatur, perancangan sistem, instalasi lapangan, serta pengujian kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTS mampu memberikan pasokan listrik stabil, yang dibuktikan dengan data hasil pengukuran yaitu pada percobaan pertama dengan tegangan rata-rata 228 volt dengan beban yang terpasang sebesar 200 watt PLTS mampu mensuplay beban selama 10 jam dengan penggunaan baterai sebesar 38% dari persentasi baterai, selanjutnya pada percobaan kedua dengan tegangan rata-rata 229 volt dengan beban yang terpasang sebesar 200 watt PLTS mampu mensuplay beban selama 10 jam 30 menit dengan penggunaan baterai sebesar 48% dari persentase baterai. Temuan ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan energi terbarukan pada infrastruktur apung di wilayah perairan lainnya.
Analisis Potensi Tenaga Surya Sebagai Pemanfaatan Sumber Energi Pada Rakit Rumah Apung Nelayan Johan Pongoh; Hizkia Gabriel Momongan; Leony A. Wenno; Arnold Robert Rondonuwu; Ventje Ferdy Aror; Doostenreyk Niala Kantohe
Jurnal Elektrik Vol. 2 No. 2 (2023): Vol.2 No.2 1 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v2i2.1215

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah apung nelayan di wilayah Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Kondisi geografis daerah ini memiliki potensi energi surya yang tinggi, dengan rata-rata intensitas radiasi matahari mencapai 5,73 kWh/m²/hari. Selama ini, nelayan mengandalkan generator berbahan bakar fosil yang boros dan tidak ramah lingkungan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data iklim dan radiasi matahari, perhitungan kebutuhan energi rumah apung, serta simulasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan perangkat lunak PVsyst dan RETScreen. Sistem yang dianalisis memiliki kapasitas 4480 Wp (8 panel surya 560 Wp), inverter 4400 W, dan beban harian 1080 W selama 7 jam. Hasil simulasi menunjukkan potensi produksi energi tahunan mencapai ±7,4 MWh dengan nilai Performance Ratio 84,3%, menandakan kinerja sistem yang stabil dan efisien. Proyeksi 10 tahun memperhitungkan degradasi panel sebesar 0,5% per tahun, menghasilkan total produksi energi sekitar 68,42 MWh. Hasil ini membuktikan bahwa PLTS berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah apung nelayan. Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, penerapan sistem ini juga dapat menekan biaya operasional, mendukung transisi energi bersih, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.