Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMANFAATAN ENERGI PANEL SURYA DAN MARINE LOCATOR UNTUK PERAHU NELAYAN DESA PULO AMPEL Marasabessy, Amir; Rhakasywi, Damora; Sulistyawati, Wiwin; Widiyanto, Didit; Ashfi Rayhan, Fajri
Jurnal Likhitaprajna Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pulo ampel, berada di pesisir utara Pulau Jawa di Kecamatan Pulo ampel. Berdasarkan geografis berada di bagian timur, terbentang dari utara ke selatan ± 3 Km. Masyarakat sebagian besar menjadi nelayan, memiliki perahu ikan diantaranya 33 unit berkapasitas 3 Gross Tonnage (GT). Jumlah nelayan 215, Perahu ikan kapasitas 3 GT beroperasi dari malam hingga pagi hari menggunakan penerangan dari sumber baterai, baterai sering mengalami kerusakan karena buka pasang untuk charge di kota dengan harga mahal. Keberadaan nelayan di areal fishing ground menjadi cemas keluarga terutama saat cuaca buruk. Hal ini mengganggu pengoperasian perahu ikan sehingga berdampak menurunya produksi dan pemasaran hasil tangkapan ikan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah memanfaatkan energi panel surya untuk penerangan pada perahu ikan 3 GT dan marine locator untuk menegtahui posisi nelayan di areal fishing ground. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, pendampingan perawatan dan evaluasi kinerja panel surya dan marine locator dengan melibatkan mitra nelayan agar kedepan dapat melakukan pemasangan dan perawatan secara mandiri. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan dapat memberikan kelancaran dan keselamatan dalam pengoperasian mencari ikan, sehingga produksi dan pemasaran hasil tangkapan ikan meningkat dari 7 s/d 12 kg/hari menjadi 10 s/d 15 kg/hari guna peningkatan ekonomi dan kesejahteraan mitra nelayan.
IMPLEMENTASI BRANDING KAMPUNG CIGUNDI DESA MEKARAGUNG LEBAK BANTEN SEBAGAI DESA WISATA TANI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Zuchriadi, Achmad; Rhakasywi , Damora; Sitorus, Henri BH
Nemui Nyimah Vol. 1 No. 1 (2021): Nemui Nyimah
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v1i1.4

Abstract

Kampung Cigundi di Desa Mekaragung Lebak Banten yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani memiliki suatu keunikan, yaitu adanya kolaborasi antara suami dan istri dalam upaya peningkatan perekonomian keluarga dimana para suami tergabung dalam Kelompok Tani Surya Tani (KST), kelompok tani yang memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam khususnya menanam singkong. Sedangkan para istri dan anak-anak tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Pagoda yang memanfaatkan singkong hasil panen para suami menjadi produk unggulan kripik enye-enye. Kerjasama unik ini berpotensi menjadikan Kampung Cigundi sebagai Desa Wisata Tani. Sayangnya keunikan dan informasi tentang keberadaan Kampung Cigundi sangat minim baik secara fisik seperti petunjuk arah maupun non fisik seperti di mesin pencari Google. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan melakukan Branding Kampung Cigundi sebagai Desa Wisata Tani berbasis teknologi informasi dengan membuat website dan media sosial Facebook dan Instagram Kampung Cigundi agar informasi keunikan dan keberadaan Kampung Cigundi mudah ditemukan di mesin pencari Google. Pada akhir kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, website dan media sosial Facebook dan Instagram Kampung Cigundi telah masuk halaman pertama pencarian google dengan kata kunci kampung cigundi.
PELATIHAN PERAWATAN ZONA LAMBUNG PERAHU IKAN BERBAHANKAYU BAGI KELOMPOK NELAYAN DESA LONTAR KECAMATAN TIRTAYASA KABUPATEN SERANG Marasabessy, Amir; Sudjasta, Bambang; Rhakasywi, Damora
Nemui Nyimah Vol. 1 No. 2 (2021): Nemui Nyimah
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v1i2.12

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat sangat membantu bagi kehidupan masyarakat untuk memperbaiki taraf kehidupan perekonomian agar bisa menjadi sejahtera. Kehidupan masyarakat Desa Lontar lebih didominasi oleh mitra kelompok nelayan dengan jumlah 1327 orang dan petani rumput laut 1021 orang. Hasil produksi penangkapan ikan dapat dikatakan belum maksimal jika dibandingkan dengan luas perairan 11.134,224 Km2 dan panjang garis pantai 517,42 Km. Saat ini mata pencaharian masyarakat Desa Lontar sebagian besar sebagai nelayan yang setiap hari mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup, perahu ikan yang digunakan berbahan kayu dengan kondisi phisik 40-50 % telah mengalami degradasi, dengan jumlah perahu ikan ± 100 unit. Aspek penting yang mendapat perhatian adalah sebagian besar perahu ikan tidak melaut karena sering terjadi kerusakan/kebocoran zona lambung ± 3 – 4 kali dalam setahun. Tujuan pelaksanaan PKM adalah memberikan pelatihan perawatan zona lambung perahu ikan berbahan kayu menggunakan bahan fiberglass. Metode yang digunakan adalah pendampingan pelatihan dengan melibatkan mitra kelompok nelayan, sebagai upaya transfer ilmu dan teknologi perawatan zona lambung perahu ikan berbahan kayu secara aplikatif. Hasil dari kegiatan Program Kemitraan Masyarakat, mitra kelompok nelayan dapat melakukan perawatan zona lambung perahu ikan secara mandir/kelompoki untuk menghindari kerusakan/kebocoran dan mempertahankan kekuatan zona lambung guna kelancaran dan keselamatan mencari ikan di laut.
Analysis of the Effect of Thermal Condition Parameters on the Strength of the Coil Lifting C-Hook Using the Finite Element Method (Case Study at PT. X) Imron, Raja Shadam Ali; Pradana , Sigit; Rhakasywi , Damora
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.52379

Abstract

In the steel industry, Coil Lifting C-Hooks are used to lift high-temperature wire rods after rolling. The main challenge with this tool is repeated loading and high temperatures, which affect its structural strength. This study uses Finite Element Method (FEM) simulation in ANSYS to analyze the impact of repeated loading and high temperatures on structural strength parameters at temperatures of 170°C and 200°C. The simulation was conducted using steady-state thermal analysis and followed by static structural analysis. The results show that repeated loading and increased temperature increase deformation (maximum 2.4358 mm) at 170°C and (maximum 2.425 mm) at 200°C, von-Mises stress (maximum 140.86 MPa) at 170°C and (maximum 158.53 MPa) at 200°C, and reduced fatigue life (minimum 2,286,900 cycles) at 170°C and (minimum 1,394,500 cycles) at 200°C, as well as the safety factor (minimum 1.0954) at 170°C and (minimum 0.973) at 200°C, particularly in the C-Hook curved area. This underscores the importance of C-Hook design that accounts for thermal effects.
Analysis of Biopellets from a Mixture of Coffee Grounds and Sawdust as an Alternative Energy Source: Analisis Biopelet Dari Campuran Ampas Kopi dan Serbuk Gergaji Sebagai Sumber Energi Alternatif Sutarya, Muhamad Farad; Rhakasywi, Damora; Fahrudin, Fahrudin
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12889

Abstract

Background: Indonesia’s growing energy demand and dependence on fossil fuels necessitate renewable alternatives such as biomass-based biopellets. Specific Background: Coffee grounds and sawdust are abundant organic wastes with complementary thermal and mechanical properties suitable for pelletization. Knowledge Gap: However, limited studies have clarified how varying proportions of these materials influence biopellet quality relative to SNI 8021:2020 standards. Aims: This study evaluates the effects of four ratios of coffee grounds–sawdust mixtures (80:20, 70:30, 60:40, 50:50) on physical and proximate characteristics of biopellets. Results: One-way ANOVA and Tukey HSD (p < 0.05) showed significant differences across all parameters. Formulations A and B produced the highest calorific values (4674–4689 cal/g) meeting SNI requirements, while B achieved the highest density (560.34 kg/m³). Moisture and ash contents also met standards; however, density and fixed carbon fell below SNI thresholds due to the absence of torrefaction. Novelty: This study demonstrates that optimizing coffee grounds–sawdust mixtures alone cannot meet all quality indicators without thermal pretreatment. Implications: Incorporating torrefaction and enhanced pressing conditions is essential to improve energy density and combustion stability, supporting the development of high-quality waste-based biofuel in Indonesia. Highlights: The optimal calorific value is achieved with higher proportions of coffee grounds (80:20 and 70:30). Density and fixed carbon remain below SNI standards due to the absence of torrefaction. Thermal pretreatment is essential to improve combustion stability and overall pellet quality. Keywords: Biopellet, Coffee Grounds, Sawdust, Biomass Energy, Torrefaction
The Effect of Cover Glass Thickness on the Performance of Box-Type Solar Cookers: Pengaruh Ketebalan Kaca Penutup Terhadap Performa Kompor Surya Tipe Kotak Muhammad Naufal Bari; Damora Rhakasywi; Fahrudin
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 10 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v10i2.1787

Abstract

Kompor surya memiliki potensi dalam pemanfaatan energi Surya di bidang peralatan rumah. Pancaran energi yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia menjadikan komponen kompor yang digunakan harus dibuat optimal agar memanfaatkan energi secara maksimal. Penelitian ini membandingkan performa kompor surya ketika menggunakan ketebalan kaca penutup yang berbeda, yaitu 3mm, 5mm, 8mm. Metode yang digunakan adalah uji coba lapangan dengan kondisi stagnan dan beban memasak air 1kg. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan kaca ketebalan 5 mm menghasilkan suhu maksimal tertinggi, yaitu 148,25 oC dibanding ketebalan 3 mm dan 8 mm, yang masing masing mendapatkan angka 124,25 oC dan 109,5 oC pada kondisi tanpa beban, sedangkan uji coba masak menghasilkan suhu maksimal 98 oC pada 3mm, 101,25 oC pada 5mm, dan 79,5 oC pada 8mm