Mohammad Fakhruddin Mudzakkir, Mohammad Fakhruddin
Department Of Management, Economic And Business Faculty, Universitas Airlangga, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Transaksional Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Relinda Puspitasari; Mohammad Fakhruddin Mudzakkir
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 4 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i4.9862

Abstract

Kepemimpinan merupakan konsep penting dalam sistem tata kelola organisasi, penelitian inin bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan transactional terhadap job satisfaction dan organizational performance dan job satisfaction berpengaruh terhadap organizational performance. Desain atau metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dimana desain survey cross-sectional digunakan untuk menggumpulkan data dari 97 perawat yang dijadikan sampel dengan Teknik penggambilan sampel menggunalkan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunaan SEM PlS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transactional berpengaruh positif signifikan terhadap organisational performance. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ketika pemimpin sektor rumah sakit pemerintah daerah atau pemimpin pengawas menunjukkan kepemimpinan yang lebih transactional, maka akan meningkatkan job satisfaction bawahannya. Hipotesis kedua penelitian ini menguji pengaruh job satisfaction terhadap organizational performance di sektor RSUD Genteng bahwa job satisfaction berpengaruh positif signifikkan terhadap organizational performance bahwa ketika perawat puas terhadap pekerjaannya hal tersebut dianggap sebagai unsur penting bagi kinerja atau kesuksesan rumah sakit. Pengaruh transactional leadership terhadap organizational performance di sektor RSUD Genteng. Hasil temuan secara empiris menunjukkan bahwa gaya transactional leadership berpengaruh positif signifikan terhadap organizational performance bahwa ketika pemimpin sektor rumah sakit pemerintah daerah atau pemimpin pengawas menunjukkan kepemimpinan yang lebih transactional, maka akan meningkatkan organizational performance di rumah sakit.
PENGARUH JOB DEMAND TERHADAP KINERJA KARYAWAN YANG DIMEDIASI OLEH EMOTIONAL EXHAUSTION Rani Pusparini; Nuri Herachwati; Mohammad Fakhruddin mudzakkir
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.10248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job demand terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh emotional exhaustion atau kelelahan emosional pada instansi X. Peneliti menggunakan sebanyak 75 responden sebagai sampel dengan metode simple random sampling yang berarti setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama menjadi sampel. Metode pengumpulan data dengan mengisi kuesioner yang menggunakan skala likert, serta penyebaran kuesioner dengan menggunakan Google Form. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM PLS) dengan menggunakan inner model dan outer model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Job demand berpengaruh positif dan signifikan terhadap emotional exhaustion 2) Emotional exhaustion berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan 3) Job demand berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan 4) job demand berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh emotional exhaustion. Kata Kunci: Job Demand, Emotional Exhaustion, Kinerja Karyawan.
TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS: MANAJEMEN KESAN TERHADAP PRESTASI KERJA Nisrina Kartika Putri; Nuri Herachwati; Mohammad Fakhruddin Mudzakkir
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.10406

Abstract

Manajemen kesan, diperkenalkan oleh Goffman (1959), telah menjadi fokus penelitian perilaku organisasi. Dalam konteks kinerja kerja, praktik ini dapat meningkatkan eksposur positif seseorang tetapi juga membawa risiko potensial yang dapat menghambat tujuan organisasi (Turnley & Bolino, 2001). Selain itu, terdapat implikasi khusus untuk sektor pekerjaan tertentu, seperti profesi penjualan (Gardner & Martinko, 1988) dan peran manajerial (Wayne et al., 1997). Penelitian ini menjelaskan manajemen kesan dalam kinerja kerja, dengan fokus pada tinjauan artikel jurnal empiris. Menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan metode PRISMA, 1.543 artikel jurnal dari database Scopus dalam rentang enam tahun dari 2018 hingga 2023 ditinjau, menghasilkan 47 artikel yang relevan. Artikel-artikel ini kemudian diseleksi lebih lanjut dengan fokus pada jurnal yang memiliki reputasi indeks Q1 dan status top-tier, berjumlah 10 artikel jurnal. Manajemen kesan adalah strategi untuk mempengaruhi persepsi orang lain di tempat kerja, yang melibatkan promosi diri dan pengembangan diri. Jika digunakan dengan sepenuh hati dan etis, strategi ini dapat berdampak positif pada penilaian kinerja dan kemajuan karir. Namun, penggunaan yang berlebihan atau tindakan yang dipalsukan dapat menurunkan kepercayaan dan kinerja. Oleh karena itu, keseimbangan dalam manajemen kesan sangat penting dan fundamental. Secara keseluruhan, manajemen kesan dapat berdampak signifikan pada pencapaian individu dalam mencapai tujuan karir mereka serta kesuksesan dan pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.
ENVIRONMENTAL AWARENESS AND EMPLOYEE GREEN BEHAVIOURS: MEDIATION EFFECT ADAPTIVE LEADERSHIP Pujianto, Wahyu Eko; Purwono, Rudi; Mudzakkir, Mohammad Fakhruddin; Dyatmika, Sutama Wisnu; Paraswati, Ajeng Dyah; Supriyadi, Supriyadi; Tedyono, Rico; Mayangsari, Agni Shanti
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jebik.v13i2.77348

Abstract

Organisations face various environmental challenges that ultimately influence their green practices, particularly among employees. The study aims to test and analyse the effect of environmental awareness on green behavior, with adaptive leadership acting as a mediator. The research was conducted in the food industry in East Java, involving 173 respondents, 32 managers, and 141 employees. The sampling technique was non-probability sampling, with purposive sampling used for sample selection. Data analysis was conducted using quantitative methods, specifically SEM-PLS with Mplus 8 software, to test research hypotheses. The results indicate that environmental awareness has a significant positive effect on employee green behaviour and adaptive leadership. Furthermore, adaptive leadership has a significant positive effect on employee green behaviour. This study also finds that environmental awareness variables positively impact green behaviour, mediated by adaptive leadership in food industry companies in East Java. These findings contribute to the food industry by enhancing green practices, promoting environmental sustainability, and meeting consumer expectations for green products.JEL: D23.
“No Viral No Education”: Strengthening Prosecutors’ Competence and Servant Leadership through Islamic Education Octavianne, Helena; Suhariadi, Fendy; Mudzakkir, Mohammad Fakhruddin; Sarwestri, Katarina Endang
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 29, No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v29i1.7157

Abstract

The phenomenon of “no viral no education” reflects how viral issues on social media often become the main trigger for raising public awareness and attention toward various problems, including those in education and law. This study aims to analyze the role of this phenomenon in developing prosecutors' competencies and applying servant leadership from the perspective of Islamic education. This research uses a qualitative approach with literature studies and secondary data analysis from relevant sources. The findings indicate that the virality of an issue can push prosecutors to enhance their competencies by exposing them to cases that attract public attention, requiring them to be more professional, transparent, and accountable. Moreover, the concept of servant leadership in Islamic education emphasizes leadership that serves and prioritizes the well-being of society. In this context, the “no viral no education” phenomenon shapes prosecutors into more responsive, fair, and Islamic value-based leaders. This study recommends using social media as an educational tool for legal awareness and strengthening servant leadership values within the justice system. Academically, this study contributes to the discourse on legal reform and leadership by linking contemporary digital culture with Islamic educational values. This study builds a bridge between public accountability demands driven by social media and the ethical foundations of servant leadership in Islam, while also opening opportunities to integrate Islamic values into modern legal practice.. The study also recommends utilizing social media as an alternative educational platform to promote legal literacy and to strengthen servant leadership within the justice system. Fenomena “no viral no education”  mencerminkan bagaimana isu-isu viral di media sosial sering menjadi pemicu utama tumbuhnya kesadaran dan perhatian publik terhadap berbagai persoalan, termasuk di bidang pendidikan dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fenomena tersebut dalam pengembangan kompetensi jaksa dan penerapan kepemimpinan melayani (servant leadership) dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan dan analisis data sekunder dari berbagai sumber yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa viralnya suatu isu dapat mendorong jaksa untuk meningkatkan kompetensinya, terutama ketika mereka menangani kasus-kasus yang mendapat sorotan publik, sehingga dituntut untuk bekerja lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Konsep kepemimpinan melayani dalam pendidikan Islam sendiri menekankan pada kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, fenomena “no viral no education” berperan dalam membentuk karakter jaksa agar lebih responsif, adil, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap diskursus reformasi hukum dan kepemimpinan dengan mengaitkan budaya digital kontemporer dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Studi ini membangun jembatan antara tuntutan akuntabilitas publik melalui media sosial dan etika kepemimpinan melayani dalam Islam, serta membuka peluang integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik hukum modern. Penelitian ini juga merekomendasikan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi alternatif untuk meningkatkan literasi hukum dan memperkuat nilai-nilai kepemimpinan melayani dalam sistem peradilan.
Identity Politics and Polarization in Contemporary Muslim Countries: The Impact of Elections, Social Media, and Global Dynamics Helena Octavianne; Fendy Suhariadi; Mohammad Fakhruddin Mudzakkir; Donny Trianto; Umar Chamdan
MILRev: Metro Islamic Law Review Vol. 3 No. 2 (2024): MILRev: Metro Islamic Law Review
Publisher : Faculty of Sharia, IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/milrev.v3i2.9909

Abstract

This article examines the growing influence of identity politics and polarization in contemporary Muslim countries, focusing on the impact of elections, the widespread role of social media, and global dynamics. As political systems in the Muslim world become more fragmented, identity-based movements—often rooted in ethnic, religious, or sectarian affiliations—have gained significant prominence. These dynamics have heightened political polarization when intertwined with electoral processes, shaping voter behaviour and policymaking. The rise of social media has further transformed political engagement, both as a platform for grassroots activism and a tool for spreading misinformation that deepens societal divisions. This research uses a qualitative approach with literature analysis to explore the relationship between identity politics and polarization in contemporary Muslim countries, focusing on elections, social media, and global dynamics. The findings highlight the urgent need for effective strategies to reduce polarization and promote inclusive governance. Often fueled by identity-based divisions and amplified by social media, polarisation poses serious threats to political and social stability. In today's interconnected world, these divisions extend beyond local and national politics, influencing international relations and regional security. Addressing these challenges requires a comprehensive approach that fosters open dialogue, strengthens democratic institutions, counters misinformation, and raises public awareness to bridge societal gaps. Inclusive governance also demands policies that engage marginalized groups, ensuring fair representation and addressing the root causes of polarization. By adopting these measures, Muslim-majority countries can work toward more excellent political stability and social cohesion.