Adi Ansari
UIN Antasari Banjarmasin

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU DI MTS NEGERI 2 BANJARMASIN Adi Ansari
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1: Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5467

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan penerapan manajemen mutu terpadu pendidikan di MTs Negeri 2 Banjarmasin dengan fokus pada pelanggan, keterlibatan total, pengukuran, komitmen, dan perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan teori Jerome S. Arcaro. Metode penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kegiatan observasi, dokumentasi dan wawancara di MTs Negeri 2 Banjarmasin. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah: data reduction, data display, dan conclusion/verification). Hasil penelitian ini diperoleh gambaran bahwa:1) Penerapan manajemen mutu pada fokus pada pelanggan sudah berjalan dengan baik baik, karena madrasah tidak hanya melibatkan pihak internal dalam setiap prosesnya tetapi juga melibatkan pihak eksternal. 2) Penerapan manajemen mutu pada keterlibatan total sudah berjalan dengan baik dengan adanya MGMP, dibawah bimbingan kepala madrasah, dibinanya kerjasama antara guru dan siswa diluar jam pelajaran. 3) Penerapan manajemen mutu terpadu pada pengukuran sudah berjalan dengan baik dengan mempunyai struktur organisasi yang mengandung kontrol, dan adanya rapat evaluasi. 4) Penerapan manajemen mutu terpadu pada membangun dan menjaga komitmen sudah berjalan dengan baik dengan selalu diadakannya rapat koordinasi, memberikan reward kepada guru pembimbing dan pelatih serta siswa yang memenangkan lomba. 5) Penerapan manajemen mutu pada perbaikan berkelanjutan juga sudah berjalan dengan baik dengan selalu diadakannya supervisi, serta adanya workshop dan pelatihan-pelatihan.
Brand Equity at The Islamic Boarding School (Study The Marketing of Educational Services at Islamic Boarding School in Banjarbaru City) Adi Ansari; Suraijiah Suraijiah
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2024): Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v10i1.8748

Abstract

This study aims to identify and describe brand equity which consists of four assets namely brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty at the Al-Falah and Darul Ilmi Islamic boarding schools for girls in the city of Banjarbaru. This research is a type of field research. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The subjects of this study were potential customers at the Al-Falah and Darul Ilmi Islamic boarding schools for girls. Data collection techniques are observations, interviews, and documentation. Data analysis by data reduction, data presentation, and verification. The results showed that brand awareness at the Al-Falah and Darul Ilmi Islamic boarding schools for girls was at the top of brand level brand association both also show positive information that is supported by positive responses from potential internal customers, supported by the advantages of Islamic boarding schools, suitability for lifestyle/life needs, and suitable prices. Perceived quality both of them show expectations or are satisfied with the quality provided by the Islamic boarding school. Both brand loyalty is at the committed buyer level. 
Hadis tentang Human Relation ('Alaqah Insaniyah) dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Halya Quzwainie Shaieba; Akhmad Sagir; Adi Ansari
Horizons : Journal of Education and Social Humaniora Vol 2, No. 1 Horizons (June 2026)
Publisher : PT. Ahlal Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/hns.v%vi%i.29

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep 'alaqah insaniyah (human relation) dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW dan relevansinya terhadap manajemen pendidikan Islam. Di era digital yang ditandai dengan melemahnya interaksi sosial tatap muka dan berkembangnya individualisme, nilai-nilai relasional yang diajarkan hadis menjadi semakin penting untuk dikaji dan diinternalisasi. Kajian ini menerapkan metode riset kepustakaan (library research) melalui kerangka pendekatan kualitatif.  Hasil kajian menunjukkan bahwa 'alaqah insaniyah dalam perspektif hadis mencakup empat dimensi utama yang saling terkait: (1) tolong-menolong (ta'awun), (2) silaturahmi ('ilah al-ra'im), (3) akhlak dalam berinteraksi, serta (4) keadilan dan persamaan dalam hubungan sosial. Keempat dimensi ini membentuk sistem etika relasional yang komprehensif dan koheren. Temuan ini mengindikasikan bahwa hadis-hadis Rasulullah SAW mengandung panduan yang praktis, universal, dan transendental dalam stabilitas hubungan antarindividu dalam struktur sosial.
Manajemen Perubahan dalam Perspektif Hadis: Integrasi Nilai Spiritual dan Teori Modern Ulya Ulfah; Akhmad Sagir; Adi Ansari
Horizons : Journal of Education and Social Humaniora Vol 2, No. 1 Horizons (June 2026)
Publisher : PT. Ahlal Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/hns.v%vi%i.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan manajemen perubahan dalam perspektif Islam serta menganalisis relevansinya dengan teori perubahan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Sumber data terdiri atas data primer berupa hadis-hadis yang terkait dengan perubahan, niat, perbaikan diri, kepemimpinan, fleksibilitas, dan evaluasi berkelanjutan, serta data sekunder berupa jurnal terindeks, buku akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran pustaka, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi kualitatif yang dipadukan dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perubahan dalam perspektif Islam mencakup beberapa prinsip utama, yaitu konsep perubahan sebagai bagian dari sunnatullah, pentingnya perbaikan diri melalui muhasabah dan tazkiyatun nafs, perubahan berbasis niat sebagai fondasi transformasi, perubahan secara bertahap melalui prinsip istiqamah dan tadarruj, kepemimpinan sebagai agen perubahan, fleksibilitas dan adaptasi dalam merespons dinamika sosial, serta evaluasi dan perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari proses transformasi. Temuan ini menunjukkan bahwa hadis hadis Nabi SAW memiliki relevansi yang kuat dengan teori manajemen perubahan modern, baik dalam aspek perilaku individu maupun perubahan sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa manajemen perubahan dalam Islam tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual, moral, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Hadis-Hadis Tamwil (Pembiayaan) dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Muhammad Agussalim; Ahmad Sagir; Adi Ansari
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1882

Abstract

Penelitian ini mengkaji hadis-hadis tamwil (pembiayaan) dalam perspektif manajemen pendidikan Islam. Tujuan utama penelitian adalah mengeksplorasi landasan hadis mengenai pengelolaan keuangan pendidikan Islam, prinsip-prinsip pembiayaan, serta etika pengelolaan harta dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian hadis tematik (maudu'i) dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari kitab-kitab hadis utama (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidhi, Sunan An-Nasa'i, dan Sunan Ibn Majah) serta literatur hadis tarbawi, yang kemudian dilakukan takhrij dan kritik hadis untuk memastikan kualitas riwayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad SAW menyediakan kerangka komprehensif untuk manajemen pembiayaan pendidikan Islam yang meliputi prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Hadis-hadis tersebut menggarisbawahi pentingnya mengorbankan harta untuk ilmu, pengelolaan wakaf pendidikan sebagai instrumen sustainable financing, serta etika penggunaan dana pendidikan yang berlandaskan prinsip amanah. Berdasarkan temuan tersebut, dikonstruksi empat model manajemen pembiayaan pendidikan Islam: model filosofis (ilmu sebagai investasi abadi), model instrumental (wakaf dan sedekah jariyah), model operasional (sistem amanah dan transparansi), serta model empowerment (kemandirian peserta didik). Temuan ini memberikan landasan teologis bagi pengembangan sistem manajemen pembiayaan pendidikan Islam yang berkelanjutan dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.
Kontekstualisasi Pemahaman Hadis dalam Penyelesaian Konflik Sosial Kontemporer: (Manajamen Konflik Dalam Perspektif Hadis) Radiana Rosada; Ahmad Sagir; Adi Ansari
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2036

Abstract

Artikel ini mengkaji manajemen konflik dalam lembaga pendidikan Islam melalui perspektif hadis Nabi Muhammad saw. dengan fokus pada relevansi keteladanan profetik sebagai kerangka resolusi konflik yang kontekstual dan berbobot nilai. Konflik merupakan realitas yang tak terelakkan dalam setiap organisasi, termasuk institusi pendidikan. Apabila tidak dikelola secara tepat, konflik berpotensi menggerus produktivitas, merusak harmoni hubungan antarindividu, dan menghambat pencapaian visi kelembagaan. Di tengah dominasi teori manajemen konflik modern yang bersifat teknis hingga prosedural, kajian ini menawarkan sudut pandang alternatif dengan menggali kekayaan khazanah hadis sebagai sumber nilai yang holistik, kontekstual, dan berakar pada dimensi spiritual. Penelitian ini mengidentifikasi lima gaya manajemen konflik yang relevan dengan praktik kepemimpinan pendidikan Islam, yaitu kolaborasi (musyawarah), mengakomodasi (tasamuh), mendominasi (tahkim), menghindari (tabayyun), dan kompromi (wasatiyyah). Masing-masing gaya memiliki basis dalil yang kokoh dari hadis Nabi dan sejarah kepemimpinan profetik. Temuan kajian menekankan bahwa kepemimpinan pendidikan yang efektif dan bermartabat meniscayakan pemimpin yang tidak sekadar berperan sebagai manajer administratif, melainkan juga sebagai mediator inklusif yang meneladani sikap lemah lembut (rifq), kejujuran, dan kebijaksanaan Rasulullah Saw. Integrasi antara ketegasan manajerial dan kelembutan mediasi terbukti mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang stabil, produktif, dan harmonis.