Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Creation of a 3D animated film titled "Made and the Lost Spirit" Ida Bagus Ista Krishna; Ramanda Dimas Surya Dinata; Kadek Prana Jaya; Ari Rimbawan
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.893

Abstract

3D Animation is a form of Animation that uses three-dimensional objects so that the visuals presented look more real and immersive. 3D objects can be rotated and viewed from various perspectives. Bali, with its unique cultural values, should not only be a tourist attraction but can also be the basis for creating multiple creations, especially in animation design, which can be an attraction and introduce Balinese culture to the international arena. In this research, the Animation tells the story of a child named Made who did not have a parental figure from childhood and lived alone with his grandfather in the village. The village where Made lives is not safe; evil demons have destroyed it. This made Made trained by his grandfather to become a strong child worthy of adventure to save the village and find his missing parents. Made's adventure is not alone; Made is accompanied by a good spirit in the form of a barong named Dharma, who will guide Made's journey. Made's efforts are constantly hampered by his older brother, who is an evil spirit with great power, and the only way Made can stop his grandfather is by joining forces with Dharma. The method used in this research is computer graphics with pre-production, production, and post-production stages. This research aims to design an animation entitled Made and The Lost Spirit inspired by the values of the Galungan holiday celebration in Bali. Apart from this, the novelty of this Animation lies in highlighting Balinese culture and ornaments in the visual elements presented in the creation of international standard quality animation with intellectual Property owned by the author.
Animasi petualangan Lila di negeri gula sebagai media edukasi bahaya konsumsi gula berlebihan pada anak usia 6-12 tahun Elizabeth Vonny Miranto; Ari Rimbawan; Dewa Gede Purwita
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.62

Abstract

Gula merupakan suatu zat pemanis yang terdapat dalam berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Gula yang dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan baik jangka panjang maupun pendek. Hal ini terjadi karena minimnya pemahaman tentang jenis gula yang baik dan yang perlu dihindari. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan anak-anak menganggap semua makanan manis sebagai hal yang tidak berbahaya, yang tanpa disadari dikonsumsi terus menerus akan berujung pada masalah kesehatan di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan animasi 3D sebagai media edukasi yang menggabungkan hiburan dan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman anak usia 6–12 tahun terhadap gula dan bahayanya jika dikonsumsi berlebihan. Metode yang digunakan dibagi menjadi dua bagian yakni metode pengumpulan data yang terdiri dari metode observasi, wawancara, kepustakaan, serta dokumentasi, dan metode produksi yang terdiri dari tiga tahap yakni pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Berdasarkan hasil analisis data, maka dirancang sebuah animasi 3D berjudul “Petualangan Lila di Negeri Gula” dengan konsep “Tamasya Pengetahuan”. Hasil penelitian ini adalah tercipta media animasi edukasi yang menarik serta dapat menyampaikan pesan edukasi secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak tentang perbedaan jenis gula.