Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Re-branding Identitas Visual dalam Desain Kemasan Amenities Hospitality untuk Memperkuat Citra Merek Ari Rimbawan; I Kadek Adi Putra Wijaya; I Nyoman Yoga Sumadewa; Ni Nyoman Diah Suryani
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol 6 No 1 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i1.4005

Abstract

Persaingan bisnis yang kompetitif pada industri hospitality, memacu desainer untuk mendesain kemasan amenities villa yang memiliki peran berarti dalam menciptakan kesan pertama yang positif dan ingatan yang kuat tentang citra merek bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari identitas visual dan konsep desain untuk kemasan amenities villa yang dapat memperkuat citra merek. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan kualitatif dengan mengumpulkan data dari literatur terkait, studi kasus, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kemasan harus dapat mencerminkan identitas visual, estetika, keberlanjutan, dan citra merek. Komponen penting dalam perancangan kemasan dalam menciptakan kemasan yang memikat yaitu pemilihan warna, jenis huruf, elemen visual, dan konsistensi merek. Identitas visual berperan sangat penting dalam memperkuat citra merek di industri hospitality. Penggunaan elemen visual yang konsisten dan tepat dengan nilai dan citra merek, membuat perusahaan dapat menciptakan pengalaman yang berkesan dan memenangkan hati konsumen. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi industri hospitality untuk memperkuat citra merek melalui desain kemasan amenities yang tepat dan inovatif.
Perancangan Identitas Visual Serta Media Promosi Dapur Yura Wiguna, I Putu Agus Jaya; Dinata, Ramanda Dimas Surya; Rimbawan, Ari; Lestari, Ni Putu Emilika Budi; Setyawan, Agus Budi
DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain Vol 5 No 1 (2025): DIVAGATRA #09
Publisher : Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/divagatra.v5i1.15760

Abstract

Dapur Yura is a Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) engaged in the Indonesian culinary sector. This MSME serves various typical Indonesian menus, such as yellow rice, geprek chicken, fresh vegetables, and tumpeng rice, which are made with quality ingredients and authentic flavors. Founded by Pipin Swandewi in 2023, Dapur Yura is located at Jalan Raya Baturiti No. 99, Batunya, Baturiti District, Tabanan Regency, Bali. Currently, Dapur Yura does not have a strong visual identity to reflect the characteristics of its products. In addition, the available promotional media is still limited, so it has not been able to reach a wider market. This design aims to create a visual identity, such as a logo and Graphic Standard Manual (GSM), which can increase brand awareness. In addition, a marketing strategy is also designed through offline promotional media, such as signboards, banners, and business cards, as well as online media in the form of Instagram content. This study uses observation methods and direct interviews with MSME owners, as well as a SWOT analysis to identify business strengths, weaknesses, opportunities, and threats. With this design, Dapur Yura is expected to increase sales, expand market segmentation, and become better known to the public.
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL DAN KEMASAN UMKM SANDAT BALI DI DESA BATURITI, BALI: Designing Visual Identity and Packaging of UMKM Sandat Bali in Baturiti Village, Bali Ni Putu Adetya Regina Damayanti, Ni Putu Adetya Regina Damayanti; Ari Rimbawan; Ramanda Dimas Surya Dinata
Jurnal Dimensi DKV: Seni Rupa dan Desain Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v10.i1.22548

Abstract

Designing Visual Identity and Packaging of UMKM Sandat Bali in Baturiti Village, Bali. Sandat Bali MSME is a local business specializing in women's sandals that incorporate Balinese art and cultural wisdom. However, it struggles with an inconsistent and less attractive visual identity and packaging, reducing its market competitiveness. This study aims to enhance its brand image through a harmonious design approach by integrating monoline, classic, and Art Nouveau elements that reflect Balinese cultural richness. A bright color palette inspired by sandal flowers and summer, along with elegant serif typography, gives the brand a unique identity. The addition of ornamental borders enhances packaging aesthetics, creating a premium feel. A well-defined visual identity and appealing packaging design can improve market competitiveness, strengthen emotional connections with customers, and enhance brand loyalty. This research highlights how an effective visual identity contributes to successful branding and marketing, emphasizing the importance of aesthetics in boosting consumer engagement with local products.
Creation of a 3D animated film titled "Made and the Lost Spirit" Krishna, Ida Bagus Ista; Dinata, Ramanda Dimas Surya; Jaya, Kadek Prana; Rimbawan, Ari
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.893

Abstract

3D Animation is a form of Animation that uses three-dimensional objects so that the visuals presented look more real and immersive. 3D objects can be rotated and viewed from various perspectives. Bali, with its unique cultural values, should not only be a tourist attraction but can also be the basis for creating multiple creations, especially in animation design, which can be an attraction and introduce Balinese culture to the international arena. In this research, the Animation tells the story of a child named Made who did not have a parental figure from childhood and lived alone with his grandfather in the village. The village where Made lives is not safe; evil demons have destroyed it. This made Made trained by his grandfather to become a strong child worthy of adventure to save the village and find his missing parents. Made's adventure is not alone; Made is accompanied by a good spirit in the form of a barong named Dharma, who will guide Made's journey. Made's efforts are constantly hampered by his older brother, who is an evil spirit with great power, and the only way Made can stop his grandfather is by joining forces with Dharma. The method used in this research is computer graphics with pre-production, production, and post-production stages. This research aims to design an animation entitled Made and The Lost Spirit inspired by the values of the Galungan holiday celebration in Bali. Apart from this, the novelty of this Animation lies in highlighting Balinese culture and ornaments in the visual elements presented in the creation of international standard quality animation with intellectual Property owned by the author.
Re-branding Identitas Visual dalam Desain Kemasan Amenities Hospitality untuk Memperkuat Citra Merek Rimbawan, Ari; Wijaya, I Kadek Adi Putra; Sumadewa, I Nyoman Yoga; Suryani, Ni Nyoman Diah
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i1.4005

Abstract

Persaingan bisnis yang kompetitif pada industri hospitality, memacu desainer untuk mendesain kemasan amenities villa yang memiliki peran berarti dalam menciptakan kesan pertama yang positif dan ingatan yang kuat tentang citra merek bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari identitas visual dan konsep desain untuk kemasan amenities villa yang dapat memperkuat citra merek. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan kualitatif dengan mengumpulkan data dari literatur terkait, studi kasus, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kemasan harus dapat mencerminkan identitas visual, estetika, keberlanjutan, dan citra merek. Komponen penting dalam perancangan kemasan dalam menciptakan kemasan yang memikat yaitu pemilihan warna, jenis huruf, elemen visual, dan konsistensi merek. Identitas visual berperan sangat penting dalam memperkuat citra merek di industri hospitality. Penggunaan elemen visual yang konsisten dan tepat dengan nilai dan citra merek, membuat perusahaan dapat menciptakan pengalaman yang berkesan dan memenangkan hati konsumen. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi industri hospitality untuk memperkuat citra merek melalui desain kemasan amenities yang tepat dan inovatif.
Pengembangan Kemasan dan Identitas Visual Makanan Siap Saji Sayapku melalui Pendekatan Kualitatif Rimbawan, Ari; Primanda, I Gede Diego; Sumadewa, I Nyoman Yoga
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2025): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v7i2.5451

Abstract

Tren gaya hidup modern yang menuntut efisiensi dan kecepatan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Makanan cepat saji merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat, terutama di kota-kota yang berkembang seperti di Kota Karawang, Jawa Barat. Desain kemasan Sayapku menjadi perhatian khusus di dalam program Bedakan 2024 untuk meningkatkan penjualan serta meningkatkan daya saing produk pada usaha sejenis melalui kebaruan pada desain komunikasi visual kemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang desain kemasan makanan siap saji Sayapku dengan identitas visual baru yang lebih sesuai, menarik secara visual, memperhatikan fungsional dan sesuai dengan kebutuhan serta preferensi target konsumen Sayapku di Karawang. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan melalui pengambilan data dengan wawancara penuh secara daring bersama pemilik merek untuk mengenal serta mengeksplorasi citra merek Sayapku yang diinginkan, dilanjutkan dengan studi kepustakaan dengan mengumpulkan dokumentasi terkait subjek pada penelitian. Hasil penelitian berupa terciptanya perwujudan kemasan lunch box berukuran medium Sayapku dan kemasan Sleeve Wingsbox. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keberhasilan suatu merek dalam persaingan industri yang ketat tidak hanya menekankan kualitas produk, namun juga tampilan kemasan pada produk tersebut untuk menciptakan nilai yang lebih baik dan unik di pikiran konsumen. Implikasi penelitian ini memberikan panduan berharga bagi para perancang dan industri kuliner dalam mengembangkan strategi desain kemasan yang inovatif dan efektif untuk mengintegrasikan elemen kearifan lokal dan memperkuat citra merek. 
Desain kemasan kue lumpur lumer Lumerlicious dengan visual storytelling Ari Rimbawan; Elizabeth Vonny Miranto; I Gusti Ngurah Erlangga Bayu Rahmanda Putra
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.61

Abstract

Banyak kemasan jajanan tradisional masih menggunakan desain sederhana dan kurang menarik sehingga kalah bersaing dengan jajanan modern yang menerapkan strategi visual branding inovatif. Kondisi ini menciptakan kesenjangan, di mana produk seperti Kue Lumpur Lumer Lumerlicious dengan kemasan konvensional belum mampu sepenuhnya menarik minat konsumen muda. Penelitian ini bertujuan merancang desain kemasan Kue Lumpur Lumer dari merek Lumerlicious dengan identitas visual baru yang sesuai dengan niche pasar yang dituju. Pendekatan visual storytelling digunakan untuk merepresentasikan kenikmatan produk secara kreatif sekaligus menegaskan positioning merek. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan melakukan wawancara secara online dengan pemilik bisnis, studi literatur, dan dokumentasi. Tahap selanjutnya masuk pada proses desain yang dibagi menjadi 3 tahap yaitu, pre design, design, dan post design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kemasan baru dengan identitas visual dan storytelling yang kuat berhasil menciptakan kesan modern, segar, dan elegan, sekaligus mempertahankan nilai tradisional dari produk bagi remaja. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi desainer dan industri kuliner dalam mengembangkan strategi kemasan yang mengintegrasikan visual storytelling untuk memperkuat brand identity. Pendekatan ini membuktikan bahwa kemasan tradisional dapat ditransformasi menjadi lebih relevan, kreatif, dan sesuai dengan preferensi pasar kalangan muda.
Perancangan buku cerita bergambar keajaiban di kebun nenek sebagai sarana pengenalan kegiatan berkebun untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini Ni Putu Anjali Wahyu Sara; Ari Rimbawan; Ni Wayan Nandaryani
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan buku cerita bergambar bertema berkebun sebagai sarana edukatif yang mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini. Latar belakang penelitian didorong oleh minimnya ketersediaan buku bergambar bertema berkebun yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat pemahaman anak di pasaran. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa buku "Keajaiban di Kebun Nenek." Buku ini menyajikan aktivitas berkebun sehari-hari melalui pendekatan visual yang menarik, bahasa sederhana, dan sentuhan fantasi, menjadikannya media yang efektif untuk memperkenalkan kegiatan berkebun dan menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada anak. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya kesesuaian isi, visual, dan konteks kehidupan anak dalam pengembangan media pembelajaran untuk menstimulasi tumbuh kembang anak secara holistik.
Animasi petualangan Lila di negeri gula sebagai media edukasi bahaya konsumsi gula berlebihan pada anak usia 6-12 tahun Miranto, Elizabeth Vonny; Rimbawan, Ari; Purwita, Dewa Gede
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.62

Abstract

Gula merupakan suatu zat pemanis yang terdapat dalam berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Gula yang dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan baik jangka panjang maupun pendek. Hal ini terjadi karena minimnya pemahaman tentang jenis gula yang baik dan yang perlu dihindari. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan anak-anak menganggap semua makanan manis sebagai hal yang tidak berbahaya, yang tanpa disadari dikonsumsi terus menerus akan berujung pada masalah kesehatan di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan animasi 3D sebagai media edukasi yang menggabungkan hiburan dan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman anak usia 6–12 tahun terhadap gula dan bahayanya jika dikonsumsi berlebihan. Metode yang digunakan dibagi menjadi dua bagian yakni metode pengumpulan data yang terdiri dari metode observasi, wawancara, kepustakaan, serta dokumentasi, dan metode produksi yang terdiri dari tiga tahap yakni pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Berdasarkan hasil analisis data, maka dirancang sebuah animasi 3D berjudul “Petualangan Lila di Negeri Gula” dengan konsep “Tamasya Pengetahuan”. Hasil penelitian ini adalah tercipta media animasi edukasi yang menarik serta dapat menyampaikan pesan edukasi secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak tentang perbedaan jenis gula.
Storytelling Visual dalam Desain Kemasan Angsle untuk MengangkatTradisi Kuliner Jawa Timur Ari Rimbawan; Rieke Aufifil Septyazha; Ni Kadek Novi Sumariani; I Gusti Ngurah Erlangga Bayu Rahmanda Putra
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2026): SASAK (In Press)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v8i1.6218

Abstract

Angsle merupakan minuman tradisional khas Jawa Timur yang memiliki nilai budaya sebagai simbol kehangatan, kebersamaan, dan warisan kuliner lokal. Namun, kemasan Angsle pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Pak Hadi masih menggunakan plastik bening sederhana tanpa identitas visual yang merepresentasikan nilai tradisi sehingga kurang menarik bagi konsumen modern, khususnya generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan storytelling visual dalam desain kemasan Angsle sebagai strategi pelestarian tradisi kuliner Jawa Timur. Melalui pendekatan desain komunikasi visual berbasis naratif, penelitian ini merancang kemasan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga komunikatif dan memiliki nilai emosional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan tahapan brainstorming, pengumpulan referensi visual, pembuatan sketsa, digitalisasi desain, dan evaluasi visual melalui uji persepsi. Data diperoleh dari observasi kemasan tradisional, wawancara dengan pelaku usaha lokal, dan kajian literatur terkait desain berbasis budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan storytelling visual melalui elemen wayang dan perahu kecil mampu memperkuat narasi budaya pada produk Angsle. Desain kemasan yang dihasilkan meningkatkan daya tarik visual, identitas merek, serta membangkitkan rasa nostalgia terhadap budaya lokal. Desain berbasis storytelling visual juga efektif sebagai media komunikasi budaya dan mendukung daya saing produk tradisional.