Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Potensi Destinasi Pariwisata Padangsidimpuan melalui Pelatihan dan Sosialisasi Implementasi Konsep Sapta Pesona bagi Masyarakat Lokal Harputra, Yuswin; Tambunan, Elissa Evawani; Hasibuan, Masnilam; Meidipa, Lisa Fitri; Ramadhani, Yulia Rizki; Sibuea, Bismar
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v3i1.371

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan dan sosialisasi mengenai implementasi Sapta Pesona dalam pengembangan destinasi pariwisata di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Melalui program ini, masyarakat lokal diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola destinasi pariwisata dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, terjadi sosialisasi yang mendalam mengenai pentingnya melestarikan budaya dan lingkungan dalam konteks pariwisata. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat lokal dalam mengelola dan mempromosikan destinasi pariwisata mereka. Terbentuknya kerjasama yang erat antara masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya juga menjadi salah satu hasil yang penting dari program ini. Dengan demikian, program pengabdian kepada masyarakat ini berhasil menciptakan dampak positif dalam pengembangan pariwisata lokal yang berkelanjutan dan berkualitas.
PELATIHAN GURU MADRASAH DALAM PEMANFAATAN APLIKASI IDENTIFIKU UNTUK ASESMEN DIAGNOSTIK GUNA MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Siregar, Muhammad Noor Hasan; Ramadhani, Yulia Rizki; Harputra, Yuswin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34622

Abstract

Abstrak: Perkembangan Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki kompetensi dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi berbasis data asesmen diagnostik. Namun, banyak guru masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui pemanfaatan aplikasi IdentifiKu. Kegiatan dilaksanakan di MTs YPKS Padangsidimpuan dengan peserta 29 guru dan 2 tenaga kependidikan, meliputi sosialisasi, workshop, implementasi kelas pilot, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test, observasi, serta angket respon guru, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan pemahaman guru, efisiensi asesmen, akurasi identifikasi kebutuhan belajar, dan respon peserta. Hasil menunjukkan pemahaman guru meningkat dari 37,8% menjadi 68,9%, efisiensi asesmen naik hingga 80% dengan waktu pelaksanaan berkurang dari 3,5 jam menjadi 45 menit per kelas, dan akurasi identifikasi kebutuhan belajar siswa mencapai 92%. Respon guru juga positif, 72,4% menyatakan aplikasi memudahkan pembelajaran berdiferensiasi dan 86% menilai pelatihan bermanfaat. Program ini membuktikan IdentifiKu efektif mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.Abstract: The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers to master differentiated learning design based on diagnostic assessments. However, many teachers still face challenges in carrying out such assessments effectively. This Community Service Program aimed to improve teachers’ competence through the use of the IdentifiKu application. The program was conducted at MTs YPKS Padangsidimpuan with 29 teachers and 2 education staff, involving socialization, workshops, pilot class implementation, and evaluation. The evaluation system applied pre-test and post-test, observation, and teacher response questionnaires. Success indicators included teachers’ understanding, efficiency of assessment, accuracy in identifying students’ learning needs, and positive responses. Results showed an increase in teachers’ understanding from 37.8% to 68.9%, assessment efficiency improved by 80% with implementation time reduced from 3.5 hours to 45 minutes per class, and accuracy of identifying students’ learning needs reached 92%. Teacher responses were also positive, with 72.4% acknowledging the application’s support for differentiated learning and 86% rating the training as highly beneficial.
PELATIHAN DIGITAL STORYTELLING BERBASIS CERITA RAKYAT UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Harputra, Yuswin; Tambunan, Elissa Evawani; Fadhillah, Yusra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35669

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru di MTs YPKS Padangsidimpuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran berbasis budaya lokal. Sebagian besar guru masih menggunakan metode konvensional dan belum mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya daerah ke dalam media ajar digital. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan Digital Storytelling berbasis cerita rakyat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop, dan pendampingan produksi video yang diikuti oleh 52 guru dan tenaga kependidikan. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test, observasi aktivitas, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi digital guru sebesar 43,3%, partisipasi aktif mencapai 80%, dan tingkat kepuasan 88,5% (kategori sangat baik). Seluruh peserta berhasil menghasilkan minimal satu produk video pembelajaran berbasis cerita rakyat yang layak digunakan. Program ini tidak hanya meningkatkan hard skills guru dalam penggunaan aplikasi digital, tetapi juga memperkuat soft skills berupa kreativitas, kolaborasi, dan literasi budaya.Abstract: This community service program was motivated by the limited digital competence of teachers at MTsS YPKS Padangsidimpuan, where classroom instruction is still dominated by conventional methods and teachers have not yet integrated local cultural values into digital learning media. The program aimed to enhance teachers’ digital skills through Digital Storytelling training using local folk tales. The implementation consisted of socialization, workshops, and guided video production involving 52 teachers and education staff. Evaluation was conducted through prepost tests, activity observations, and participant reflections. The results showed a 43.3% improvement in teachers’ digital competence, 80% active participation, and 88.5% satisfaction rate (very good category). All participants successfully produced at least one feasible digital storytelling video based on local folklore. This program not only strengthened teachers’ hard skills in using digital applications but also improved soft skills such as creativity, collaboration, and cultural literacy.