Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rapalan dalam Upacara Obong Masyarakat Kalang Desa Lumansari : Kajian semiotik Tiyas Nurrahmawati; Prembayun Miji Lestari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3497

Abstract

Rapalan menurut masyarakat suku Kalang dalam upacara obong merupakan salah satu kegiatan mengucap atau membaca doa sebagai mantra dalam prosesi upacara obong. Berbeda dengan upacara ngaben, upacara obong adalah tradisi masyarakat kalang untuk memperingati sependhak orang meninggal, dengan membakar boneka puspa atau boneka sebagai pengganti orang yang sudah meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan struktur rapalan dan makna yang terdapat dalam rapalan upacara obong suku Kalang Desa Lumansari Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dan sumber data yang digunakan adalah rapalan dalam upacara obong suku kalang yang memiliki makna didalamnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian rapalan upacara obong memiliki struktur lima unsur, yaitu: unsur judul, unsur pembuka, unsur niat, unsur tujuan, dan unsur penutup pada rapalan inti upacaea obong. Sedangkan dari hasil penelitian ditemukan makna yang di analisis menggunakan segitiga makna atau triangle of meaning semiotik Pierce tanda, objek dan interpretant. Selain itu, terdapat tanda-tanda ikon, indeks, dan simbol pada rapalan upacara obong masyarakat kalang.
Pendakwah Berbahasa Jawa Ngapak dalam Ceramah Ustadzah Mumpuni pada Channel Youtube: Kajian Sosiolinguistik Ayu Rahmawati; Prembayun Miji Lestari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3679

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini berkaitan dengan karakteristik bahasa pendakwah berbahasa Jawa ngapak, khususnya yang digunakan oleh Ustadzah Mumpuni pada channel youtube. Bahasa Jawa ngapak dipergunakan oleh pendakwah sebagai bahasa pengantar, mengingat penutur dalam konteks ini berasal dari daerah berdialek Banyumas yang terletak di Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik bahasa dakwah berbahasa Jawa ngapak dan gaya bahasa dengan perpaduan unsur humor. Kajian yang dipergunakan yakni sosiolinguistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh bersumber dari tuturan lisan Ustadzah Mumpuni pada channel youtube. Metode untuk memperoleh data melalui teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis isi dengan mengklasifikasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian dakwah bahasa Jawa ngapak memiliki karakteristik penggunaan bahasa Jawa ngapak meliputi pilihan kata sapaan, pilihan kata singkatan, dan susunan kalimat bahasa Jawa ngapak dengan serpihan bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan ragam krama. Sedangkan dari hasil penelitian ditemukan gaya bahasa dengan perpaduan unsur humor yang dianalisis menggunakan teori Gorys Keraf dan Setiawan. Gaya bahasa tersebut terdiri dari gaya bahasa berdasarkan kalimat, gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, dan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna serta perpaduan unsur humor yang meliputi unsur humor ekspresi, humor etis, humor estetis, dan humor dari segi materi/bahan.
Kajian Sosiolinguistik pada Pendakwah Berbahasa Jawa Cirebonan Putri Zakiyyatul Miskiyyah; Prembayun Miji Lestari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3725

Abstract

Fenomena kebahasaan di kalangan pendakwah sangatlah banyak, salah satunya adalah pendakwah yang menggunakan bahasa daerah utamanya bahasa Jawa Cirebonan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa pendakwah yang menggunakan bahasa Jawa Cirebonan dan mendeskripsikan karakteristik bahasa yang digunakan pendakwah berbahasa Jawa Cirebonan. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoritis sosiolinguistik dan pendekatan metodologis deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan pendakwah berbahasa Jawa Cirebonan yang menunjukkan karakteristik dari penggunaan bahasanya. Sumber data penelitian ini berupa rekaman dakwah yang disampaikan oleh Al-Habib Muhammad bin Ali bin Yahya dalam acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Teknik pengumpulan yang digunakan ialah teknik simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan rekam dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman, yaitu dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan memverifikasi data. Penelitian ini menghasilkan 5 penggunaan bahasa Jawa Cirebonan + bahasa Indonesia, 4 penggunaan bahasa Jawa Cirebonan + bahasa Jawa, 1 penggunaan bahasa Jawa Cirebonan + bahasa sunda dan 4 penggunaan bahasa Jawa Cirebonan + bahasa Arab. Selain itu, karakteristik pada pendakwah berbahasa Jawa Cirebonan ini menunjukkan beberapa penggunaan bentuk homograf, kosakata khas berbahasa Jawa Cirebonan, bentuk akronim, dan bahasa humor.
Penggunaan Bahasa Jawa dalam Film Pendek Rujak Cingur Lek Har Karya Bayu Skak: Kajian Sosiolinguistik Laura Putri Nuraenny; Prembayun Miji Lestari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5168

Abstract

Penggunaan bahasa Jawa dalam sebuah film menjadikannya sebagai wujud pengenalan budaya disuatu daerah. Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa Jawa dalam film pendek berjudul Rujak Cingur Lek Har yang diciptakan oleh Bayu Skak. Penelitian ini berfokus pada peran bahasa Jawa dalam menggambarkan dialog tokoh, konflik, serta budaya masyarakat daerah Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan bahasa Jawa dan variasi bahasa yang muncul dalam dialog antar tokoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Jawa dalam film tersebut. Data penelitian berasal dari transkrip lisan pada dialog di episode 1 hingga 3 dari film pendek Rujak Cingur Lek Har yang diunggah di aplikasi YouTube Skak Studios. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan pencatatan. Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan tentang penggunaan bahasa dalam film, termasuk ragam bahasa Jawa seperti ngoko alus, ngoko lugu, krama alus, serta campuran bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Selain itu, ditemukan pula variasi bahasa seperti dialek Suroboyoan, idiolek, serta kata makian atau pisuhan
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN, PROGRAM CANVA DAN TIKTOK : UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KINERJA GURU ERA DIGITAL Prembayun Miji Lestari; Retno Purnama Irawati; Mujimin Mujimin; Siminto Siminto; Indira Duaty
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.35068

Abstract

Perkembangan teknologi digital utamanya di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, disingkat AI) sangat melesat saat ini. Perubahan teknologi besar yang memberikan peluang positif bagiproduktivitas kinerja, tentu berdampak pada SDM (Sumber Daya Manusia) di berbagai lini untuk beradaptasi. Penggunaan media sosial dan AI khususnya bagi para guru menjadi tuntutan penting guna menunjang kinerja dan performa profesional. Para guru perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait ini, mengingat di lapangan masih banyak yang mengalami gagap teknologi(gaptek) dan kurang up date mengikuti inovasi teknologi terbaru. Sementara para siswa generasi saat ini tumbuh berkembang dengan teknologi digital, media sosial, smartphone, dan internet dalamkeseharian. Berangkat dari kondisi tersebut, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuanmeningkatkan literasi digital dan produktivitas kinerja para guru di Kabupaten Klaten melalui pelatihanpemanfaatan teknologi AI, program Canva, dan Tiktok. Program pengabdian ini dipilih lantaran para guruyang dijadikan sasaran pengabdian mengalami kendala menggunakan aplikasi teknologi digital berbasis AI, program Canva, dan Tiktok. Selain itu masih terbatas pengetahuan para guru memanfaatkan teknologi terkait, sementara keterampilan itu menjadi kebutuhan pokok zaman sekarang. Berdasarkan analisis situasi,permasalahan, dan kebutuhan mitra, dapat disimpulkan kegiatan ini sangat penting dilakukan. Teknis pelaksanaan pengabdian dilakukan dua kali: 1) penyampaian materi, diskusi, dan praktik pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, program canva, dan Tiktok; 2) pendampingan praktik pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, program Canva, dan Tiktok. Hasil evaluasi menunjukkan setelah pelatihan, para guru mampu memanfaatkan teknologi IA, menggunaan program Canva dan Tiktok dengan lebih maksimal.
Istilah-Istilah dalam Tradisi Tayubiyah di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati: Kajian Semantik : Terms in the Tayubiyah Tradition in Wangunrejo Village, Margorejo District, Pati Regency: Semantic Study Sari Setyo Murni; Ermi Dyah Kurnia; Prembayun Miji Lestari
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.21417

Abstract

Tradisi Tayubiyah di Dusun Sudo dan Bungkuk, Desa Wangunrejo, Kabupaten Pati, merupakan bagian dari tradisi sedekah bumi yang masih dilestarikan masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya memuat praktik budaya, tetapi juga menghadirkan berbagai istilah khas yang merefleksikan pengetahuan dan nilai budaya masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna serta fungsi penggunaan istilah-istilah dalam tradisi Tayubiyah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Data berupa kata dan frasa yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi Tayubiyah, yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teori segitiga makna Ogden dan Richards untuk mengkaji hubungan simbol, konsep, dan referensi, serta teori fungsional Kaplan dan Manners untuk mengungkap fungsi penggunaan istilah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah-istilah dalam tradisi Tayubiyah, seperti leledha, modin, nayub, iwak bandeng, dhekem pitik, gedhang setangkep, kembang setaman, kembang gadhing sejodoh, dan sampur, memiliki keterkaitan yang erat antara bentuk linguistik, konsep budaya, dan referensi nyata dalam praktik tradisi. Selain mengandung makna leksikal, istilah-istilah tersebut juga merepresentasikan nilai-nilai sosial, religius, dan budaya masyarakat setempat. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan istilah dalam tradisi Tayubiyah berfungsi sebagai media pewarisan pengetahuan budaya sekaligus memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat Wangunrejo.
Rekonstruksi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Teks Piwulang pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa di SMP di Jawa Tengah Yusro Edy Nugroho; Rahma Ari Widihastuti; Prembayun Miji Lestari
Jurnal IKADBUDI Vol. 15 No. 1 (Special Issue) (2026): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Dae
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v15i1 (Special Issue).96949

Abstract

Model pendidikan karakter di sekolah, khususnya di SMP di Jawa Tengah selama ini belum memiliki pola implementasi yang kuat. Melalui pembelajaran teks piwulang pada mata pelajaran Bahasa Jawa ditawarkan konsep model implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini akan menyarikan butir-butir penting dalam materi pembelajaran teks piwulang mata pelajaran Bahasa Jawa di SMP di Jawa Tengah. Kajian difokuskan pada materi teks piwulang Serat Wulangreh yang diajarkan di SMP di Jawa Tengah pada mata pelajaran Bahasa Jawa dengan sub pokok bahasan puisi tradisional Jawa dari kelas VII sampai dengan kelas IX. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima elemen inti pada materi teks piwulang yang dapat dijadikan pokok pengajaran pendidikan karakter berbasis teks piwulang Jawa. Yang pertama yaitu rendah hati, kedua kepekaan rasa, ketiga Ala lan becik, adat, waton, tata krama (baik dan buruk seperti apa, aturan, unggah ungguh), keempat hati-hati, kelima bakti.
Register Konten Kreator Berbahasa Jawa Ling Ling Lieanti: Kajian Sosiolinguistik Ika Nurhidayah; Prembayun Miji Lestari; Nur Fateah Mawardi
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i3.89078

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital yang semakin pesat khususnya media sosial seperti YouTube, Instagram dan TikTok menjadi incaran bagi masyarakat dalam menyampaikan informasi untuk komunikasi bahasa dengan adanya konten kreator. Penelitian ini menganalisis bentuk dan makna register bahasa Jawa dalam konten Ling Ling Lieanti. Penelitian ini berfokus pada peran register bahasa Jawa yang terdapat dalam dialog keseharian konten Ling Ling Lieanti dalam logat khas Semarangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan bentuk register konten kreator berbahasa Jawa Ling Ling Lieanti; (2) mendeskripsikan makna register berbahasa Jawa dalam konten Ling Ling Lieanti yang muncul dalam dialog antar tokoh konten kreator Ling Ling Lieanti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik untuk mendeskripsikan bentuk dan makna register bahasa Jawa dalam konten berdasarkan cara pandang Kridalaksana. Data pada penelitian berasal dari transkrip lisan pada percakapan konten Ling Ling Lieanti edisi Juni 2024 sampai dengan Mei 2025 yang diunggah di aplikasi YouTube, Instagram serta Tiktok Ling Ling Lieanti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan observasi, simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman, yang meliputi tahap identifikasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian pada konten Ling Ling Lieanti terdapat 109 istilah yang ditemukan berdasarkan bentuk register, yaitu register lingual berupa kata dasar, morfologis, perulangan, abreviasi, register selingkung tertutup, register selingkung terbuka, Register yang diperoleh dari konten kreator berbahasa Jawa Ling Ling Lieanti memiliki makna kontekstual, makna leksikal, makna sosial, makna budaya. Kata Kunci: register, konten kreator, bentuk, makna, sosiolinguistik