Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAYANAN SATU PINTU DI KELURAHAN DADOK TUNGGUL HITAM Azmen Kahar; Khairani Saladin; Hermansyah Hermansyah; Feriantano Sundang Pranata
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38099

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk membahas efektivitas penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu di keluarahan Dadok Tunggul Hitam. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara observasi dan wawancara. Dalam pelaksanaan kegiatan, pelaksana pengabdian dengan mengunjungi secara langsung kantor Kelurahan Dadok Tunggul Hitam pada tanggal 19 Januari 2022. Hasil pengabdian ini adalah Proses penerapan pelayanan terpadu satu pintu di Keluarahan Dadok dinilai efektif karena semua proses terkendali dan terdaftar. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk memantau semua permintaan izin, meminimalkan masalah, dan memastikan kinerja organisasi melebihi target yang ditetapkan. Budaya pelayanan terpadu satu pintu di Keluarahan Dadok dinilai efektif. Karena budaya yang baik membantu dalam mencapai tujuan menerapkan layanan terpadu satu atap. Faktor pendukung efektifitas pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu di Keluarahan Dadok adalah 1) luas wilayah Keluarahan Dadok, dan 2) pengalihan izin oleh Kecamatan kepada Keluarahan Dadok. Faktor penghambat efektifitas pelaksanaan layanan integrasi dari satu sumber adalah 1) keterbatasan anggaran untuk sosialisasi dan penerbitan, dan 2) Masih belum cukupnya staf yang memiliki keterampilan yang diperlukan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH MAHASISWA UNP MELALUI PROGRAM KKN SEBAGAI UPAYA AKSELERASI DESA LUMINDAI MENUJU DESA WISATA BERBASIS AGROWISATA DAN GEOWISATA Hijriyantomi Suyuthie; Khairani Saladin; Adek Kurnia Fiza; Ridho Ryswaldi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38187

Abstract

Desa Lumindai memiliki potensi wisata seperti: Wisata Alam berupa hutan batu dan goa yang dapat diminfaatkan untuk aktifitas trekking, geo-tourism, dan caving. Saat ini, salah satu misi yang ditetapkan oleh Pemerintahan Desa Lumindai adalah: “Mengembangkan Pariwisata yang berkarakter dan produktif”. Misi ini merupakan upaya pemanfaatan potensi wisata yang dimiliki namun belum mampu dikembangkan dan dipasarkan kepada wisatawan dengan baik. Disisi lain, kunjungan wisatawan ke Kota Sawahlunto belum mampu memberikan kontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat di Desa Lumindai. Hal ini menunjukkan bahwa potensi wisata yang ada belum diberdayakan oleh masyarakat Desa Lumindai sebagai salah satu penggerak perekonomian desa yang diharapkan mampu memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat. Kelompok sadar wisata yang sudah dibentuk sejak November 2023 belum memiliki kapasitas dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pariwisata di Desa Lumindai yang memiliki kekayaaan potensi yang bervariasi. Pengembangan desa Lumindai menjadi desa wisata berbasis agro dan geologi perlu segera dilakukan melalui program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian Mahasiswa kepada masyarakat sekaligus pengajaran dan pengabdian masyarakat oleh dosen. Dengan memberikan intervensi dari perguruan tinggi melalui program ini, diharapkan pengembangan desa Lumindai menjadi desa wisata akan semakin cepat dan tepat dikarenakan adanya kolaborasi dari berbagai lintas ilmu dan kepakaran mahasiswa dan dosen. Berdasarkan permasalahan diatas, dengan adanya potensi wisata, khususnya potensi wisata agro dan geologi agar dapat memberikan dan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian dan kualitas hidup Masyarakat desa Lumindai maka tujuan umum dari kegiatan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa ini adalah untuk akselerasi pengembangan pengembangan desa Lumindai menjadi desa wisata berbasis agro dan geologi. Kegiatan ini juga mendukung terciptanya MBKM - Riset Kolaboratif, dimana membuka peluang bagi mahasiswa untuk saling mengenal dan berkolaborasi dengan sesama mahasiswa dari berbagai program studi di dalam kampus maupun lintas kampus, masyarakat, dunia kerja, usaha, dan industri.
Pelatihan Visual Storytelling Destinasi untuk Meningkatkan Promosi Digital Geopark Silokek: Pengabdian Hermansyah; Khairani Saladin; Azmen Kahar; Vischa Mansyera Pratama; Violintikha Harmawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6374

Abstract

Geopark Silokek memiliki potensi visual yang kuat melalui lanskap karst, sungai, air terjun, hutan, dan aktivitas wisata alam. Namun, kemampuan pelaku wisata lokal dalam mengemas potensi tersebut menjadi konten digital berbasis cerita masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan visual storytelling bagi pengelola wisata, Pokdarwis, pemuda lokal, dan pelaku promosi destinasi. Metode kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan konsep visual storytelling, praktik foto dan video lapangan, pendampingan penyusunan narasi konten, serta evaluasi berbasis produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu membedakan dokumentasi biasa dengan konten promosi berbasis cerita, serta menghasilkan rancangan konten digital yang menampilkan keindahan alam, pengalaman wisata, keselamatan, dan identitas lokal Geopark Silokek. Pelatihan ini menunjukkan bahwa visual storytelling dapat menjadi strategi praktis dalam memperkuat promosi digital destinasi berbasis masyarakat. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada pengelolaan kalender konten, konsistensi identitas visual, dan kolaborasi antaraktor lokal.