Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan technopreneurship berbasis artificial intelligence untuk meningkatkan daya saing siswa SMAN 6 Denpasar Ni Putu Noviyanti Kusuma; Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39100

Abstract

AbstrakPenguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi fondasi krusial untuk menciptakan inovasi dan keunggulan wirausaha di era digital. Namun, observasi awal di SMA Negeri 6 Denpasar menunjukkan rendahnya pemanfaatan AI untuk kewirausahaan dengan skor rata-rata sangat kurang (1,65). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan mindset technopreneurship dan membekali siswa dengan keterampilan praktis AI guna merancang model bisnis. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari dua sesi utama yang saling berkesinambungan, yakni Workshop Ideasi Bisnis menggunakan pendekatan Design Thinking dan AI Skill Bootcamp yang berfokus pada pelatihan teknik prompting tingkat lanjut. Kegiatan ini berbasis project-based learning dan melibatkan 40 siswa jurusan IPA. Hasil evaluasi program menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi; skor pemahaman konseptual AI meningkat secara signifikan dari rata-rata 1,83 menjadi 3,9, dan keterampilan pemanfaatan AI untuk pengembangan ide bisnis melonjak menjadi 3,7. Secara praktis, 90% peserta pelatihan terbukti mampu menyusun draf proposal bisnis satu halaman (one-pager) yang terstruktur dengan memanfaatkan AI sebagai alat bantu utama. Dapat disimpulkan bahwa program ini efektif menjembatani kesenjangan antara literasi teknologi dan keterampilan ekonomi, serta sukses mengubah paradigma siswa dari sekadar pengguna pasif menjadi calon technopreneur masa depan yang adaptif dan melek peluang. Kata kunci: technopreneurship; kecerdasan buatan; prompting; chatbot; kewirausahaan. AbstractThe mastery of Artificial Intelligence (AI) technology has become a crucial foundation for creating innovation and entrepreneurial advantage in the digital era. However, preliminary observations at SMA Negeri 6 Denpasar indicated a low utilization of AI for entrepreneurship, with a very poor average score of 1.65. This community service activity aims to foster a technopreneurship mindset and equip students with practical AI skills to design business models. The implementation method consists of two continuous main sessions: a Business Ideation Workshop using the Design Thinking approach, and an AI Skill Bootcamp focusing on advanced prompting technique training. This activity utilized a project-based learning method and involved 40 science major students. The program evaluation results showed a high success rate; the conceptual understanding score of AI significantly increased from an average of 1.83 to 3.9, and the skill in utilizing AI for business idea development surged to 3.7. Practically, 90% of the training participants proved capable of drafting a structured one-page business proposal utilizing AI as their primary assisting tool. In conclusion, this program effectively bridged the gap between technological literacy and economic skills, successfully shifting the students' paradigm from mere passive users to adaptive, opportunity-aware future technopreneurs. Keywords: technopreneurship; artificial intelligence; prompting; chatbot; entrepreneurship.
Pelatihan Technopreneurship Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMKN 7 Denpasar Ni Putu Noviyanti Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18946

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing siswa SMKN 7 Denpasar melalui “Pelatihan Technopreneurship Berbasis Artificial Intelligence (AI)”. Dalam menghadapi ekonomi digital, siswa tidak hanya perlu melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan nilai kewirausahaan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman konsep AI dan keterampilan praktis dalam memanfaatkannya untuk pengembangan produk dan ide bisnis. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi utama: sesi pertama berfokus pada pengenalan AI untuk technopreneurship dan penguasaan keterampilan prompting pada chatbot AI untuk menghasilkan ide serta strategi bisnis; sesi kedua berupa workshop penerapan AI dalam menyusun model bisnis dan pemecahan kasus kewirausahaan. Program telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan 50 jurusan akuntansi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep AI (dari rata-rata 1,73 menjadi 3,8) dan pemanfaatan AI untuk kewirausahaan (dari 1,69 menjadi 3,6). Sebanyak 93% peserta mampu menyusun proposal ide bisnis dengan memanfaatkan teknik prompting yang diajarkan. Melalui metode pelatihan interaktif dan simulasi, siswa tidak hanya memahami teknologi AI, tetapi juga mampu menggunakannya sebagai alat inovasi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Program ini berhasil menjadi katalis dalam membentuk technopreneur muda yang adaptif dan berdaya saing tinggi di era digital, sekaligus menumbuhkan mindset inovatif serta kepercayaan diri dalam menciptakan peluang usaha berbasis teknologi.
Digitalisasi Desa Adat Melalui Pelatihan Google Calendar & Google Meet untuk Perangkat Desa Tibubeneng Ni Putu Noviyanti Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18948

Abstract

Digitalisasi administrasi menjadi kebutuhan penting bagi lembaga masyarakat, termasuk Desa Adat, dalam meningkatkan efektivitas koordinasi, penjadwalan, dan efisiensi pelaksanaan rapat. Desa Adat Tibubeneng memiliki intensitas kegiatan yang tinggi, mulai dari paruman, koordinasi antarbanjar, kegiatan adat, hingga pelayanan masyarakat. Namun, sistem penjadwalan dan koordinasi rapat sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual dan pencatatan konvensional, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan informasi, benturan jadwal, dan kurang optimalnya kehadiran perangkat desa dalam kegiatan koordinatif. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital administrasi perangkat Desa Adat Tibubeneng melalui pelatihan penggunaan Google Calendar dan Google Meet. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui pengenalan fitur, praktik langsung, simulasi paruman virtual, pendampingan teknis, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan positif pada aspek pemahaman konsep penjadwalan digital menggunakan Google Calendar dari skor awal 1,83 menjadi 3,70, serta pemanfaatan ekosistem Google untuk koordinasi paruman atau rapat dari skor awal 1,65 menjadi 3,80. Sementara itu, pengalaman penggunaan aplikasi video conference tetap berada pada skor 2,56 karena sebagian peserta telah memiliki pengalaman dasar sebelumnya. Secara umum, kegiatan ini berhasil membangun fondasi awal digitalisasi administrasi Desa Adat Tibubeneng melalui peningkatan keterampilan praktis, kesadaran kerja digital, dan pemanfaatan teknologi sederhana yang relevan dengan kebutuhan tata kelola desa adat.