Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Subsistence to commercial: urban farming transformation builds food security and social empowerment Ilham Nur Hanifan Maulana; Chandra Dinata; Aditya Chisabul Amali; Ditania Arya Dewi
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2024): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30035249000

Abstract

This study aims to examine the potential of urban farming as a catalyst for diverse food security in densely populated areas, with a specific focus on Sukun Village, Malang City. The research seeks to identify how urban agriculture not only increases local food availability but also functions as an instrument for community empowerment through commercialization schemes. Sukun Village was selected due to its demographic density and existing urban farming initiatives, which provide a relevant context for studying these dynamics. Using a qualitative approach grounded in case study methodology, this study collected data through in-depth interviews with 15 key stakeholders, participatory observations at local farming sites, and analysis of policy documents and activity records related to urban farming at Rumah Alam Jaya. This approach ensures a comprehensive understanding of urban farming activities and their socio-economic impacts. The findings indicate that urban farming contributes to micro-food security by providing a consistent supply of fresh produce while fostering social solidarity and increasing household incomes. Specific examples include cooperative farming models and revenue streams from agrotourism activities. Furthermore, this study highlights the integration of urban farming with educational tourism as a strategic innovation to enhance the economic sustainability and attractiveness of urban agriculture. Practically, the results offer actionable insights for policymakers and practitioners aiming to support diverse and sustainable local food security through urban agricultural innovation. By strategically combining empowerment schemes with educational tourism, urban farming can be a viable solution to address food security challenges in urban areas. This research strengthens the literature on micro-food security and provides a replicable framework for integrating urban farming into community empowerment initiatives.
Pengendalian Dalam Upaya Pencegahan Stunting saat Pandemi COVID-19 di Kabupaten Malang Ilham Nur Hanifan Maulana; Sukardi Sukardi; Ahmad Luthfi; Durratun Nashihah; Tasya Fiane Wardah
Journal of Governance Innovation Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jogiv.v5i1.2273

Abstract

Penelitian ini menjelaskan upaya pengendalian intervensi spesifik dalam implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Malang di tengah gejolak kasus COVID-19. Saat pemerintah berupaya menekan angka prevalensi stunting, refocusing anggaran menuntut prioritas penanganan COVID-19. Dinas Kesehatan Kabupaten Malang selaku leading sector kebijakan pencegahan stunting menemui hambatan pelaksanaan intervensi gizi spesifik secara periodik. Tenaga medis di lapangan seperti Petugas Gizi Puskesmas, Bidan Desa, dan Kader Pembangunan Manusia juga kewalahan karena dipaksa beradaptasi dengan pandemi COVID-19, tanpa melepas kewajibannya untuk menyelenggarakan pelayanan intervensi gizi spesifik secara berkala melalui posyandu dan kunjungan rutin. Ketersediaan pelayanan kesehatan publik melalui posyandu setiap bulan tidak berjalan dengan pasti. Sebagai akibat dinamika tingkat penyebaran COVID-19 yang berbeda di setiap wilayah. Selain itu, adanya pembatasan kunjungan pasienn ke puskemas dan ketakutan masyarakat untuk melakukan konsultasi rutin mengharuskan petugas bergerak menjangkau kelompok sasaran intervensi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan perlunya serangkaian regulasi mendetail sebagai panduan teknis pada setiap aspek pengendalian dalam implementasi pelayanan intervensi gizi spesifik sebagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Malang meliputi: pengendalian biaya, pengendalian tenaga mendis, pengendalian ketersediaan pelayanan kesehatan, serta pengendalian secara administratif dan biroktatif.
Land Conversion, Spatial Governance Failure, and Local Food Security Vulnerability: Evidence from Peri-Urban Malang, Indonesia Ilham Nur Hanifan Maulana; Romy Hermawan
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.7408

Abstract

Peri-urban agricultural land conversion presents a structural challenge to food security governance in rapidly urbanizing countries. In Indonesia, although Sustainable Food Agricultural Land (LP2B) is legally protected, conversion persists, questioning regulatory effectiveness. This study analyzes land conversion in peri-urban Malang, East Java, as a public policy problem by examining the relationship between governance performance and local food security outcomes from 2019–2025. A mixed-methods design integrates spatial land-use analysis, regression modeling of food availability (kcal/capita/day), and institutional assessment of policy implementation. Results indicate that 12.8% of protected agricultural land was converted during the study period, reflecting a significant implementation gap. Regression findings demonstrate a statistically significant association between cultivated land area and local food availability, while yield gains fail to compensate for land loss. Despite provincial production growth, local food availability declined toward adequacy thresholds. The study re-specifies food security as a governance and land protection problem rather than merely a production issue, underscoring the need for enforceable, incentive-aligned, and multi-level land governance instruments in peri-urban regions.
Empowering communities for sustainable stunting prevention: A comprehensive approach to enhance child nutrition and family health education Sukardi Sukardi; Durratun Nashihah; Ilham Nur Hanifan Maulana
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68846

Abstract

Stunting is a significant public health concern influenced by various factors, including education. Studies have shown that reducing the burden of stunting requires interventions that extend beyond focusing solely on children to reaching mothers and families to improve their living environment and nutrition. The purpose focuses on sustainable stunting prevention strategies in Malang City, Indonesia, to enhance child nutrition and family health. Stunting, a form of chronic malnutrition, has long-term consequences on children's growth, cognitive development, and overall health. We used the information from the NFHS 2019-2021 report on the National Family Health Survey. Addressing stunting in Malang requires a comprehensive approach that considers medical and nutritional aspects and factors like education, sanitation, environmental sustainability, and institutional capacity. By integrating these diverse elements into interventions and policies, Malang can work towards reducing stunting prevalence and improving the health and well-being of its population.   Abstrak Stunting adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pendidikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengurangi beban stunting membutuhkan intervensi yang melampaui fokus hanya pada anak-anak untuk menjangkau ibu dan keluarga untuk meningkatkan lingkungan hidup dan gizi mereka. Tujuannya berfokus pada strategi pencegahan stunting berkelanjutan di Kota Malang, Indonesia, untuk meningkatkan gizi anak dan kesehatan keluarga. Stunting, suatu bentuk kekurangan gizi kronis, memiliki konsekuensi jangka panjang pada pertumbuhan anak, perkembangan kognitif, dan kesehatan secara keseluruhan. Kami memanfaatkan informasi dari laporan NFHS 2019-2021 tentang Survei Kesehatan Keluarga Nasional. Penanganan stunting di Malang membutuhkan pendekatan komprehensif yang tidak hanya mempertimbangkan aspek medis dan gizi tetapi juga faktor-faktor seperti pendidikan, sanitasi, kelestarian lingkungan, dan kapasitas kelembagaan. Dengan mengintegrasikan beragam elemen ini ke dalam intervensi dan kebijakan, Malang dapat bekerja untuk mengurangi prevalensi stunting dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penduduknya. Kata Kunci: pendidikan kesehatan keluarga; peningkatan gizi anak; pencegahan stunting