Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Adopsi Pertanian Organik oleh Petani Hortikultura di Wilayah Pesisir: Adoption of Organic Farming by Horticultural Farmers in Coastal Areas Umahani, Maya Saputri; Sirajuddin, Zulham; Amin, Nur Silfiah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 3 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i3.7112

Abstract

Petani hortikultura masih banyak menerapkan praktik pertanian modern yang berdampak negatif terhadap kesehatan, lingkungan, sumber daya alam, dan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, diperlukan penerapan sistem pertanian berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada pelestarian keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tahapan pengambilan keputusan dalam adopsi inovasi pertanian organik pada petani pesisir dan non-pesisir, serta (2) mengidentifikasi perbedaan tingkat adopsi inovasi tersebut di antara keduanya. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Mei tahun 2025 di Kabupaten Bone Bolango, meliputi delapan kecamatan terpilih: Bone, Bone Pantai, Kabila Bone, Bone Raya, Bulawa, Bulango Utara, Bulango Timur, dan Bulango Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data primer dan sekunder, melibatkan populasi sebanyak 3.450 petani hortikultura dan sampel sebanyak 100 responden. Analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara lokasi petani (pesisir) dengan tingkat adopsi pertanian organik (pupuk organik). Hasil penelitian juga mengidentifikasi tujuh tahapan dalam proses adopsi inovasi pertanian organik mencakup; tanpa pengetahuan, pengetahuan, persuasive, keputusan (tidak mengadopsi), keputusan (mengadopsi), implementasi dan konfirmasi. Tahapan tersebut bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kelompok petani adopter dan non-adopter. Horticultural farmers still widely apply modern agricultural practices that have a negative impact on health, the environment, natural resources, and crop productivity. Therefore, it is necessary to implement a sustainable agricultural system that is not only oriented towards increasing production, but also towards preserving biodiversity. This study aims to (1) analyze the stages of decision-making in the adoption of organic farming innovations among coastal and non-coastal farmers, and (2) identify differences in the level of adoption of these innovations between the two groups. The research was conducted from January to May in Bone Bolango Regency, covering eight selected subdistricts: Bone, Bone Pantai, Kabila Bone, Bone Raya, Bulawa, North Bulango, East Bulango, and South Bulango. The approach used was quantitative descriptive with primary and secondary data, involving a population of 3,450 farmers and a sample of 100 respondents. The analysis using the Chi-Square test showed a highly significant relationship between the location of farmers (coastal) and the level of adoption of organic farming (organic fertilizers). The results of the study also identified seven stages in the process of adopting organic farming innovations, including: no knowledge, knowledge, persuasion, decision (not to adopt), decision (to adopt), implementation, and confirmation. These stages aim to identify the differences between groups of farmers who adopt and those who do not.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Jagung Menjadi Produk Olahan dan Kerajinan Tangan Imran, Supriyo; Indriani, Ria; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena; Adam, Echan; Amin, Nur Silfiah; Saman, Widya Rahmawaty
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3622

Abstract

Ulapato B Village, located in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, is one of the leading sectors of the Gorontalo Provincial government. Agriculture is a source of livelihood for people in this area. Corn is one of the farming programs that revives the people in the area. In Ulapato B Village, this corn commodity is very popular. However, corn production also produces waste, which if not managed properly can cause environmental problems. Stalks, seed coats, and cobs are some of the components of corn waste. Most people consider this waste as production residue that has no economic value. As a result, corn waste is often ignored or simply thrown away, which can harm the environment.  Therefore, skills are needed to process corn waste into useful products. So the method used in this service activity is to carry out training in processing corn waste into handicraft products, briquettes and biochar. From this training activity, the community showed a positive response, where the training participants were enthusiastic about processing corn waste and increasing their knowledge about the use of corn waste so that corn waste would not become environmental waste.  Keywords: biochar; briquettes; handycrafts; corn waste; ulapato B Abstrak: Desa Ulapato B yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo adalah salah satu sektor unggulan pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat di daerah ini. Jagung adalah salah satu program usahatani yang menghidupkan masyarakat di daerah tersebut. Di Desa Ulapato B, komoditas jagung ini sangat populer. Namun, produksi jagung juga menghasilkan limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan. Tangkai, kulit biji, dan bonggol adalah beberapa komponen limbah jagung. Sebagian besar orang menganggap limbah ini sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Akibatnya, limbah jagung sering diabaikan atau dibuang begitu saja, yang dapat membahayakan lingkungan.  Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dalam mengolah limbah jagung ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melaksanakan pelatihan dalam pengolahan limbah jagung menjadi produk kerajinan tangan, briket, dan biochar. Dari kegiatan pelatihan ini masyarakat menunjukkan respon yang positif, dimana peserta pelatihan antusias dalam mengolah limbah jagung dan menambah pengetahuan mereka tentang pemanfaatan limbah jagung sehingga limbah jagung tidak akan menjadi sampah lingkungan.Kata kunci: biochar; briket; kerajinan tangan; limbah jagung; ulapato B 
STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI JAGUNG DI KECAMATAN ANTINGGOLA KABUPATEN GORONTALO UTARA Amin, Nur Silfiah; Halid, Amir; Indriani, Ria; Tangahu, Rivan
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 3, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.27078

Abstract

Nur Silfiah Amin. Institutional Development Strategy of Maize Farmers Group in Atinggola District North Gorontalo Regency. The research aims to analyze alternative institutional development strategies for corn farmers in Atinggola sub-district, North Gorontalo district. This research was conducted in Atinggola subdistrict, survey research method using probabaility sampling technique totaling 24 samples. Date analysis using SWOT analysis. Based on the results of SWOT testing, it can be seen that IFAS 1,47 and EFAS 1,79 are in quadrant I, which supports an aggressive strstegy or SO (Stenhgts-Opportunities) strategy. This indicates the existence of strengths and opportunities in strategies that can be applied in the research area to develop farmer group institutions, meaning that the alternatives carried out by farmer groups optimize to avpid weaknessees and threats there.
Inovasi Sabun Cair Berbasis Air Nira sebagai Strategi Mitigasi Kriminalitas Karang Taruna Desa Meranti Arsyad , Karlena; Arviani, Arviani; Amin, Nur Silfiah; Muksin, Atmal; Abdullah, Ria Kurniawati; Rahman, Zifran Nur; Ahmad, Nur Afni
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20822

Abstract

Background: Desa Meranti merupakan penghasil nira aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi sabun cair berbasis air nira sebagai upaya mitigasi kriminalitas melalui pemberdayaan Karang Taruna di Desa Meranti. Sabun cair pencuci piring berbahan dasar air nira ini dirancang untuk memberikan solusi ekonomi sekaligus mengurangi angka kriminalitas dengan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Metode: Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan pendekatan yang komprehensif melalui tiga tahap utama: (1) Observasi awal untuk memahami potensi dan kebutuhan masyarakat setempat serta kondisi yang ada terkait dengan pengembangan produk sabun cair berbasis air nira. (2) Tahap Sosialisasi yang meliputi edukasi mengenai teknik pembuatan sabun cair berbasis air nira serta pendampingan kewirausahaan (3) Tahap Pelatihan dan Pendampingan, yang mencakup seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan dan formulasi bahan. Hasil: peningkatan signifikan pada seluruh dimensi penilaian, dengan kenaikan lebih dari 15% pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta setelah pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan sabun cair berbasis air nira dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan masyarakat, membuka peluang usaha baru. Kesimpulan: Kegiatan ini efektif dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan air nira sebagai produk sabun cair bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kapasitas kewirausahaan lokal secara berkelanjutan. Sehingga dapat memberikan kontribusi pada penurunan tingkat kriminalitas di Desa Meranti.