Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Factors Associated With Eye Complaints Among Welders at PT. X In Batam City Yolanda Sari, Chinta; Siddiq Ilhamsyah, Muhammad; Anggun Ramadhani, Natasyah; Amanda Tobing, Silvia; Talos Pangaribuan, Roman; Khailla, Risda
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 11 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i11.408

Abstract

Introduction: Occupational safety and health (OSH) is a critical aspect in the welding industry, which poses a high risk to workers' eye health. Exposure to ultraviolet radiation, hot metal splashes, and welding fumes can lead to eye disorders ranging from mild irritation to severe damage such as blindness. Objective: This study aimed to identify factors associated with eye complaints among welders at PT X in Batam City. Method: A quantitative approach with a cross-sectional study design was used. A total of 40 welders were selected as respondents through total sampling. Data were collected using questionnaires and interviews to measure variables such as safe behavior, OSH training, technical skills (OSH skills), and eye complaints. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the chi-square test at a significance level of α = 0.05. Result and Discussion: The results showed that 60% of respondents exhibited unsafe behavior, 62.5% had received OSH training, 70% possessed OSH skills, and 60% experienced eye complaints. A significant relationship was found between safe behavior, OSH training, and OSH skills with eye complaints (p=0.001). Conclusion: These findings highlight the importance of promoting safe work behavior, effective OSH training, and skill enhancement to prevent eye health problems among welding workers.
Penerapan Workplace Stretching Exercise Guna Menghilangkan Nyeri Otot Pada Pekerja Di PT Gaspro Sentraco Parisma, Wan Intan; Sari, Chinta Yolanda; Irawati, Ice; Safitri, Khoerun Nisa
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1050

Abstract

Nyeri otot merupakan masalah umum di kalangan pekerja yang sering disebabkan oleh aktivitas statis dan postur kerja yang kurang ergonomis, yang berdampak negatif pada produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai cara menghilangkan nyeri otot melalui penerapan Workplace Stretching Exercise. Sasaran pengabdian adalah 34 pekerja PT Gaspro Sentraco. Metode yang digunakan meliputi pengukuran gangguan muskuloskeletal dengan instrumen Nordic Body Map, penjelasan tujuan dan manfaat kegiatan, serta pemberian latihan peregangan otot di tempat kerja. Evaluasi dilakukan selama dua minggu untuk mengukur perubahan tingkat nyeri otot dengan kategori rendah, menengah, dan tinggi. Sebelum intervensi, 58,8% pekerja mengalami nyeri otot kategori tinggi, 29,4% kategori menengah, dan 11,8% kategori rendah. Setelah intervensi, hanya 14,7% pekerja yang masih berada di kategori tinggi, 35,3% di kategori menengah, dan 50% di kategori rendah. Kesimpulannya, penerapan latihan peregangan di tempat kerja efektif dalam mengurangi nyeri otot serta meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pekerja. Hasil ini menekankan pentingnya integrasi program peregangan dalam rutinitas kerja sebagai langkah preventif dan intervensi untuk meningkatkan kesehatan pekerja.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Musculoskletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Officer dan Welder Menggunakan Metode Nordic Body Map di PT XYZ Kota Batam Sari, Chinta Yolanda
Jurnal Liga Ilmu Serantau Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi Februari - JLIS: Jurnal Liga Ilmu Serantau
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jlis.v1i1.785

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDS) is an occupational risk characterized by complaints in the muscles. MSDS occurs due to incorrect body posture while working which causes muscles to stretch too hard over a long period of time. PT. Officer and welder workers are at risk of MSDS occurring which is caused by many factors. This research is descriptive analytical with a total population of 30 officers and welders. The sampling technique uses saturated samples and primary and secondary data sources. Data collection methods are field observation, questionnaires and interviews. The research instrument was a checklist using the Nordic Body Map (NBM), a list of question items and interview guidelines. The research results show that there is an influence of work period, length of work and work attitude on the incidence of MSDS. Based on the results of the simple logistic regression test, the length of service variable was p=0.027 and OR 10.00 CI 95% (0.994-100.612). The length of work variable obtained a value of p=0.010 and OR CI 95% 13.71 (1.381-136.212) and the work attitude variable had a value of p=0.003 CI 95% 18.66 (1.879-185.399).
Analysis of Determinants of Nurses' Perception of Hospital Occupational Health and Safety at Hospital X Batam City Parisma, Wan Intan; Sari, Chinta Yolanda; Jayati, Trisna
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 2 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i2.479

Abstract

Introduction: Nurses are the health workers with the largest presentations and play an important role in the provision of health services. Hospital Occupational Safety and Health is all activities to ensure and protect the safety and health of hospital human resources. Objective: The purpose of this study is to find out the perception of nurses about hospital occupational safety and health at Regional General Hospital X Batam City. Method: The research design is cross sectional. The research population is nurses who work at Regional General Hospital X Batam City with a sample of 73 people who were taken by the proportional sampling method. Data analysis was carried out using chi-square. Result and Discussion: The results of the analysis showed that there were 53.4% of respondents with a bad perception of Occupational Safety and Health, 71.2% of respondents with a new working period, 56.2% of respondents who had never participated in HOHS training, 90.4% of respondents who had good knowledge and 69.9% of respondents with undergraduate education. Conclusion: The results of the statistical test showed that there was a significant relationship between the length of service (p-value 0.007), HOHS training (p-value 0.000), knowledge (p-value 0.003) and education level (p-value 0.001) with the perception of nurses about hospital occupational safety and health at Regional General Hospital X hospital safety, knowledge and nurse education level.
Hubungan Perilaku Dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bengkel Las Di Kelurahan Bengkong Sadai Kota Batam Nurhidayah, Ana Nabila; Sari, Chinta Yolanda; Poetri, Azzahra Salsabila; Sujak, Tina Ramadhani; Nurhalizah, Kylla Sultanic
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21602

Abstract

Keselamatan kerja pada bengkel las merupakan aspek penting yang sangat dipengaruhi oleh perilaku individu. Tingginya insiden kecelakaan di lingkungan ini sebagian besar disebabkan oleh berbagai potensi bahaya serta minimnya penerapan perilaku kerja yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja di kalangan pekerja bengkel las yang berada di Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, yang dilaksanakan pada periode april sampai juni 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 40 orang yang dipilih melalui teknik total sampling penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Dari hasil analisis univariat diketahui bahwa (25%) responden memiliki perilaku kerja yang tergolong tidak aman, sementara (75%) lainnya menunjukkan perilaku yang aman. Selain itu, diketahui bahwa (50%) dari total responden pernah mengalami kecelakaan kerja. Pekerja dengan perilaku tidak aman memiliki 3,2 kali kemungkinan mengalami kecelakaan kerja dibanding pekerja dengan perilaku aman (p=0,011), yang lebih kecil dari batas signifikansi (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kerja dan kejadian kecelakaan kerja. Dengan demikian, perilaku kerja merupakan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan di bengkel las. Untuk itu, diperlukan sistem pengawasan yang ketat dan berkelanjutan terhadap perilaku kerja serta penerapan prosedur keselamatan guna meminimalkan risiko kecelakaan di tempat kerja.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Musculoskletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Officer dan Welder Menggunakan Metode Nordic Body Map di PT XYZ Kota Batam Chinta Yolanda Sari
Jurnal Liga Ilmu Serantau Vol 1 No 1 (2024): Edisi Februari - JLIS: Jurnal Liga Ilmu Serantau
Publisher : Jurnal Liga Ilmu Serantau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) are among the occupational hazards characterized by complaints in the muscle area. MSDS occurs due to incorrect body posture during work, leading to excessive muscle strain over prolonged periods. PT.XYZ is a company operating in the engineering contractor field across various industries and sectors, with workers in several departments including officers and welders. These workers are susceptible to MSDS due to various factors. This study aims to analyze the risk factors for MSDS incidence among officers and welders at PT.XYZ. The research is descriptive analytics involving the entire population of 30 workers in the officer and welder departments. The sampling technique used was saturation sampling, utilizing both primary and secondary data sources. Data collection methods included field observations, questionnaires, and interviews. Research instruments comprised a checklist using the Nordic Body Map (NBM), questionnaire items, and interview guidelines. Results: The study revealed significant associations between tenure, length of service, work attitude, and MSDS incidence. Simple logistic regression analysis indicated that tenure had a p-value of 0.027 and OR of 10.00 with a 95% CI of (0.994-100.612). The p-value for length of service was 0.010 with an OR CI 95% of 13.71 (1.381-136.212), while work attitude had a p-value of 0.003 with a 95% CI of (1.879-185.399). The findings emphasize the importance of addressing tenure, length of service, and work attitude to reduce MSDS incidence among officers and welders. Implementation of ergonomic interventions and promotion of proper workplace posture may help reduce the risk of MSDS in this group of workers.
PENGUATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BAGI PENAMBANG BOAT DI PELABUHAN PULAU BULUH BATAM Ice Irawati; Herman Herman; Chinta Yolanda Sari; Budi Rasuanto; Agustina Berliana Gultom
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.8400

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada komunitas penambang boat di Pelabuhan Pulau Buluh, Sagulung, Batam. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah melalui diskusi kelompok, penyuluhan dan edukasi bahaya kerja, pemeriksaan kesehatan, serta pembagian alat pelindung diri (APD). Kegiatan juga memperkenalkan konsep ekowisata sebagai alternatif peningkatan ekonomi komunitas. Evaluasi dampak dilakukan melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap K3 dengan hasil uji Wilcoxon (p = 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan efektif meningkatkan kesadaran dan praktik keselamatan kerja. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan, dukungan regulasi untuk kapal kecil, serta integrasi program K3 dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Pemberdayaan Pekerja Galangan Kapal Dalam Pencegahan Gangguan Fungsi Paru Melalui Edukasi K3 di PT X Kota Batam Chinta Yolanda Sari; Ice Irawati; Wan Intan Parisma; Mohammad Syahrul Gunawan; Sagita Citra Marita; Frisca Rachmayani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18189

Abstract

Pekerja galangan kapal merupakan kelompok rentan gangguan fungsi paru akibat paparan asap las, debu logam, dan bahan kimia yang terus-menerus. Rendahnya pengetahuan dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pernapasan menjadi faktor risiko utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pekerja galangan kapal dalam penggunaan respirator sebagai upaya pencegahan gangguan fungsi paru. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan media poster dan penyuluhan pada 36 pekerja galangan kapal di PT X Kota Batam. Pengukuran dilakukan dengan kuesioner tervalidasi sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, serta secara bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk membandingkan skor pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna pada ketiga domain: tingkat pengetahuan kategori "Baik" meningkat dari 22,2% menjadi 77,8% (Z=-5,234; p=0,000); sikap kategori "Positif" dari 27,8% menjadi 83,3% (Z=-5,198; p=0,000); dan praktik kategori "Patuh" dari 16,7% menjadi 72,2% (Z=-5,287; p=0,000). Program edukasi K3 berbasis media poster dan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan kepatuhan penggunaan APD respirasi pada pekerja galangan kapal.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Musculoskletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Officer dan Welder Menggunakan Metode Nordic Body Map di PT XYZ Kota Batam Chinta Yolanda Sari
Jurnal Liga Ilmu Serantau Vol 1 No 1 (2024): Edisi Februari - JLIS: Jurnal Liga Ilmu Serantau
Publisher : Jurnal Liga Ilmu Serantau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan Muskuloskeletal (MSDs) termasuk dalam risiko kerja yang ditandai dengan keluhan di area otot.MSDS terjadi akibat posisi tubuh yang salah saat bekerja, menyebabkan regangan otot berlebihan dalam jangka waktuyang lama. PT.XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor engineering di berbagai industri dansektor, dengan pekerja di beberapa departemen termasuk pekerja officer dan welder. Pekerja ini rentan terhadapMSDS karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian MSDS di antarapekerja officer dan welder di PT.XYZ. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik melibatkan seluruh populasi 30 pekerjadi departemen officer dan welder. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, denganmenggunakan sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data meliputi observasi lapangan, kuesioner,dan wawancara. Instrumen penelitian mencakup checklist menggunakan Nordic Body Map (NBM), pertanyaankuesioner, dan pedoman wawancara. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara masakerja, lama kerja, sikap kerja, dan kejadian MSDS. Analisis regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa masa kerjamemiliki nilai p=0,027 dan OR 10,00 dengan CI 95% (0,994-100,612). Nilai p lama kerja adalah 0,010 dengan ORCI 95% 13,71 (1,381-136,212), sedangkan sikap kerja memiliki nilai p=0,003 dengan CI 95% (1,879-185,399).Temuan penelitian menekankan pentingnya mengatasi masa kerja, lama kerja, dan sikap kerja untukmengurangi kejadian MSDS di antara pekerja officer dan welder. Implementasi intervensi ergonomi dan promosiposisi kerja yang benar dapat membantu mengurangi risiko MSDS dalam kelompok pekerja ini.
PEMBERDAYAAN PEKERJA BATAKO DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT KULIT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X TAHUN 2026 Fatimah Azzahra; Chinta Yolanda Sari; Aurel Vristania Siregar; Kartika Nurhayati; Rama Nurrohman; Wahyuni Sumanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61914

Abstract

Pekerja batako merupakan kelompok pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi mengalami penyakit kulit akibat kerja karena sering terpapar semen, pasir, debu, dan bahan iritan lainnya selama proses produksi. Rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD) serta belum optimalnya penerapan personal hygiene menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit kulit, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan pemberdayaan pekerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pekerja batako dalam upaya pencegahan penyakit kulit akibat kerja di wilayah kerja Puskesmas X Tahun 2026. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi, observasi, wawancara, pembagian kuesioner, edukasi secara door to door menggunakan media poster, pembagian sarung tangan sebagai APD, serta evaluasi secara deskriptif melalui observasi dan diskusi interaktif. Sasaran kegiatan berjumlah 40 pekerja batako. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja memiliki masa kerja lebih dari tiga bulan, bekerja lebih dari delapan jam per hari, serta belum menggunakan APD dan menerapkan personal hygiene secara konsisten. Setelah pelaksanaan edukasi, pekerja menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai faktor risiko penyakit kulit, pentingnya penggunaan APD, dan penerapan personal hygiene sebagai langkah pencegahan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6,00 ± 2,219 pada pretest menjadi 7,15 ± 1,777 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,001). Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan melalui edukasi kesehatan dan penyediaan APD merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan penyakit kulit akibat kerja serta mendukung upaya peningkatan kesehatan kerja pada pekerja sektor informal.