Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Aloe Vera and Shea Butter Gel Lotion: A Formula For Skin Hydration Cita, Errick Endra; Ka'arayeno, Arie Jefry
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): EDITION MARCH 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i1.6712

Abstract

The overall prevalence of dry skin was found to be 60%. Decreased skin moisture levels can result from various factors, including cold weather, aging, and certain medical conditions. Dry skin is often accompanied by itching and discomfort. The application of moisturizers can improve dry skin and help maintain hydration. The objective of this study was to develop an aloe vera-shea butter lotion gel formulation to retain skin moisture. A descriptive observational design was employed to characterize the properties of the aloe vera-shea butter lotion gel formula. The study included 27 adult participants, all aged over 18 and without a history of allergies. The formulation contained aloe vera leaves, shea butter, vegetable glycerin, xanthan gum, Geogard 221, and rose essential oil. Skin moisture levels were measured using a skin moisture detector. The results showed that the lotion gel had a pH of 5, a homogeneous consistency, a spread ability of 6 cm, a white color, a characteristic aloe vera and rose scent, and a thick, smooth texture. An irritation test revealed that 96.3% of participants experienced no irritation. Additionally, the formulation significantly increased skin moisture, transitioning from dry to moisturized skin. The average percentage increase in skin moisture was 23.25% at 1 minute, 34.96% at 3 minutes, and 34.69% at 5 minutes after application. In conclusion, the aloe vera-shea butter lotion gel formulation effectively enhanced skin moisture levels. This formula can be used as an intervention to address dry skin or moisture depletion in future studies.
ASOSIASI GLUKOSA DARAH, STATUS GIZI, MOOD DAN LAMA MENDERITA DIABETES TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Cita, Errick Endra; Yuanita, Yuanita
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): EDITION MARCH 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i1.2915

Abstract

The percentage of diabetes incidence increased from 6.9% to 8.5% in Indonesia starting from 2013 to 2018. In 2012 the mortality rate due to diabetes was 1.5 million deaths. Hyperglycemia above the threshold increases 2.2 million deaths and the risk of cardiovascular disease. DM caused 1.5 million deaths in 2012. Blood sugars higher than the upper limit resulted in an additional 2.2 million deaths, increasing the risk of cardiovascular disease. Blood pressure patterns change during the development of hypertension in patients with or without diabetes mellitus. Diabetes mellitus and hypertension often occur together. Knowing the common causes and mechanisms of disease allows for a more effective and proactive approach to its prevention and treatment. The purpose of this study was to identify the relationship of blood glucose, nutritional status, mood and length of suffering in patients with Type II Diabetes Mellitus (DM Type II) to blood pressure. The research instruments used were Blood glucose monitoring system GE100, Spygnomanometer (Automatic Blood Pressure Monitor HEM-7130), weight scales, height measuring devices and FACES Test. The study used a cross-sectional correlational quantitative method with a consecutive sample technique of 51 diabetic patients. Spearman's test is used in this research. The results of the correlation test with the significance value of p are 0.000 and 0.004 . Blood Glucose Levels and Mood/mood have a correlation with blood pressure and have a strong and moderate correlation strength. Further research is needed to holistically identify changes in blood pressure in patients with diabetes.
Peran Orangtua Berkaitan Pengetahuan Seks Pranikah Remaja Putri (ID Scopus: 57207817968), Ronasari Mahaji; Cita, Errick Endra
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i2.2939

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja semakin meningkat. Pengetahuan remaja yang rendah tentang bahaya seks bebas disertai dengan kurangnya peran orangtua dalam pengawasan remaja menjadi penyebab munculnya perilaku seksual pranikah. Orangtua yang menjalankan fungsinya sebagai edukator dalam keluarga, diduga mampu menurunkan perilaku negatif remaja yakni perilaku seksual sebelum nikah.Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan peran orangtua dengan pengetahuan seks pranikah remaja di Universitas X Malang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah semua mahasiswa di Universitas X Malang, dengan sampel sejumlah 135 orang mahasiswa, menggunakan accidental sampling. Instrumen menggunakan kuesioner, dan Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden (48,9%) mempunyai peran orangtua dengan kategori yang baik; Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan keluarga yang baik (71,9%); serta ada hubungan antara peran orangtua dengan pengetahuan seks pranikah pada remaja (p=0,001). Direkomendasikan peneliti selanjutnya untuk menambahkan kajian peran orangtua lebih yang spesifik berkaitan dengan pengetahuan perilaku seks pranikah pada remaja
Kondisi Lingkungan Sosial Dan Tingkat Kesepian Lansia Terlantar Di Griya Lansia Ina, Matilda Maria; Cita, Errick Endra; Devi, Hilda Mazarina
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i1.2946

Abstract

Penuaan merupakan penyebab kemunduran fisik, psikologis, dan sosial yang berdampak pada kondisi lingkungan sosial lansia. Salah satu masalah kesehatan yang lebih sering dialami oleh lansia adalah kesepian. Kesepian bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk perasaan hampa dan sendirian di tengah keramaian atau karena kehilangan identitas dan tidak mampu menyesuaikan diri dengan orang lain. Tujuan penelitian mengetahui korelasi kondisi lingkungan sosial dan tingkat kesepian pada lansia terlantar. Desain penilitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Berjumlah 65 digunakan sebagai sampel sebanyak 56 lansia diambil dengan teknik random sampling. Kuesioner lingkungan sosial dan kuesioner UCLA Loneliness Scale versi 3 digunakan sebagai instrumen penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji rho Spearman.Hasil penelitian didapatkan lansia dengan kondisi lingkungan yang cukup baik 31% dan mayoritas lansia mengalami tingkat kesepian kategori sedang 37%. Data penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 dan nilai r sebesar -0,585. Kesimpulan studi ini menjunjukkan terdapat korelasi kondisi lingkungan sosial dengan tingkat kesepian pada lansia terlantar.
Diagnosa Keperawatan : Gangguan Integritas Kulit Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Menjalani Terapi Hemodialisa Cita, Errick Endra; Ka’arayeno, Arie Jefry; Tumiani, Tumiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i3.3191

Abstract

Gangguan integritas kulit dialami pasien gagal ginjal kronik berdampak pada kualitas hidup dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengidentifikasi tanda gejala dan faktor berhubungan  gangguan integritas kulit pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, deskriptif, dan eksploratif. Populasi dan sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik menjalani hemodialisis berjumlah 52 sampel yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi pemeriksaan fisik pada kulit dan skin detector untuk mengukur kelembaban kulit. Data dianalisis berdasarkan nomenklatur Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia(SDKI). Penelitian ini disetujui oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Hasil menunjukkan gangguan integritas kulit pada pasien gagal ginjal kronik didukung oleh adanya data kerusakan lapisan kulit seperti kulit kering, kulit kasar, ekskoriasi, kulit bersisik berpola, purpura, hiperpigmentasi, gatal, berhubungan dengan perubahan sirkulasi, kelebihan volume cairan dan perubahan status nutrisi. Penentuan diagnosis keperawatan gangguan integritas kulit ditentukan tanda mayor yang lebih spesifik untuk menggambarkan kerusakan lapisan kulit pada tanda mayor terdapat pada SDKI
The Effect Of Mind-Body-Spirit Therapy On Mood Score In Patients With Chronic Renal Failure With Hemodialysis Cita, Errick Endra; Mizan, Dian Miftahul
Journal Of Nursing Practice Vol. 2 No. 1 (2018): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v2i1.42

Abstract

Background: The number of new chronic renal failure patients with hemodialysis therapy continues to increase from year to year in Indonesia. When people learn they need to begin dialysis, they typically experience a flurry of emotions. The stress is caused by chronic illness accounts for a wide range of feelings and moods. This includes general irritability, anger and frustration over the problems caused by the illness, and feelings of being hopeless and helpless when faced with a life-threatening disease. Mind-body-spirit therapy (Concepts of Islam) focuses on the ability to manage the mindset and psychic that will affect the physical, attitudes and behavior of individuals in addressing their lives. Purpose : Giving mind-body-spirit therapy to hemodialysis patients to improve quality of life, given for 4 weeks with the frequency twice a week. Methods : Pre-experimental study with one group pre-test post-test. The sample of 23 patients with hemodialysis therapy taken by purposive sampling. The FACES test is a visual analog scale representation of mood was used in this study. Early screening on mood was taken in 23 patients (13 men and 10 women, mean age 51.5 years). Mind-body-spirit therapy (Islamic concept) consisted of Tausiyah (cognitive reconstruction), prayer, dhikr and drinking zam-zam water. The mood score was evaluated at week 4 after 4 weeks of treatments. Wilcoxon test results, obtained a significance value of 0,000 (p <0,05). This suggests "there are significant differences in mood conditions before and after the Mind Body Spirit therapy intervention (Islamic Concept). Result : After the treatments, there is an increase in the mood score of hemodialysis patients. Conclusion : A mind-body-spirit therapy of 4 weeks is effective for improving the mood of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy
Analisis senyawa ekstrak rebung sebagai agen nutraceutical dan implikasi terhadap pertumbuhan sel colorectal cancer Arie Jefry Ka'arayeno; Errick Endra Cita; Ika Cahyaningrum
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.1763

Abstract

Background: Colorectal cancer (CRC) is one of the most common and deadly cancers worldwide, ranking third in global incidence and second in cancer-related mortality. Conventional therapies such as chemotherapy and radiotherapy often cause severe systemic side effects and drug resistance; therefore, safer strategies are needed for prevention and supportive therapy. Purpose: To identify bamboo shoot extract compounds as nutraceutical agents for colorectal cancer and its implications for colorectal cancer cell growth. Method: An exploratory laboratory study was conducted at Universitas Brawijaya (March-July 2025). Fresh bamboo shoots were extracted using 70% ethanol. Phytochemical screening, total phenolic and flavonoid quantification (Folin-Ciocalteu and AlCl₃ assays), and antioxidant testing (DPPH method) were performed. UHPLC quantified gallic acid, quercetin, and vitamin C. In silico molecular docking (AutoDock Vina 1.2.0) assessed interactions between bioactive compounds and COX-2 and β-catenin. Results: The extract contained flavonoids, phenolics, alkaloids, saponins, and phytosterols, with high phenolic (268.4 ± 5.2 mg GAE/100 g) and flavonoid (112.7 ± 3.9 mg QE/100 g) contents. Strong antioxidant activity was observed (IC₅₀ = 48.9 µg/mL), comparable to vitamin C. Molecular docking results showed strong interactions of quercetin and gallic acid with COX-2 (−8.1 kcal/mol) and β-catenin (−7.6 kcal/mol). Conclusion: The extract of Bambusa vulgaris bamboo shoots possesses a rich phytochemical composition, strong antioxidant activity, and in silico evidence of COX-2 and β-catenin inhibition, supporting its potential as a chemopreventive agent against colorectal cancer.   Keywords: Antioxidant; Bambusa Vulgaris; Colorectal Cancer; COX-2; Nutraceutical.   Pendahuluan: Kanker kolorektal (CRC) merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dan mematikan di dunia, menempati peringkat ketiga dalam insidensi global dan kedua dalam angka kematian terkait kanker. Terapi konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi sering menimbulkan efek samping sistemik yang berat serta resistansi obat, sehingga diperlukan strategi yang lebih aman untuk pencegahan dan terapi pendukung. Tujuan: Untuk mengidentifikasi senyawa ekstrak rebung sebagai agen nutraceutical bagi kanker kolorektal dan implikasi terhadap pertumbuhan sel colorectal cancer. Metode: Penelitian laboratorium eksploratif, dilakukan di Universitas Brawijaya pada Maret-Juli 2025. Rebung segar diekstraksi menggunakan etanol 70%. Dilakukan uji skrining fitokimia, penetapan kadar fenolik dan flavonoid total (metode Folin-Ciocalteu dan AlCl₃), serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Analisis UHPLC digunakan untuk mengukur kadar asam galat, kuersetin, dan vitamin C. Uji molecular docking (AutoDock Vina 1.2.0) dilakukan untuk menilai interaksi antara senyawa bioaktif dengan protein target COX-2 dan β-catenin. Hasil: Ekstrak mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, dan fitosterol, dengan kadar fenolik (268.4 ± 5.2 mg GAE/100 g) dan flavonoid (112.7 ± 3.9 mg QE/100 g) yang tinggi. Aktivitas antioksidan kuat (IC₅₀ = 48.9 µg/mL) setara dengan vitamin C. Hasil molecular docking menunjukkan interaksi kuat kuersetin dan asam galat dengan COX-2 (−8.1 kcal/mol) dan β-catenin (−7.6 kcal/mol). Simpulan: Ekstrak rebung (Bambusa vulgaris) memiliki komposisi fitokimia yang kaya, aktivitas antioksidan yang kuat, serta bukti in silico penghambatan COX-2 dan β-catenin, yang mendukung potensinya sebagai agen kemopreventif terhadap kanker kolorektal.   Kata Kunci: Antioksidan; COX-2; Kanker Kolorektal; Nutrasetikal; Rebung (Bambusa Vulgaris).
Comparation Effectiveness Of Skin And Dragon Fruit On Hemoglobin In Young Adults Novita Dewi; Errick Endra Cita; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 3 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i3.3773

Abstract

Kadar hemoglobin yang optimal merupakan indikator penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi fisiologis, khususnya pada wanita dewasa muda yang rentan mengalami penurunan hemoglobin akibat kebutuhan nutrisi dan aktivitas metabolik yang tinggi. Pencarian alternatif peningkatan kadar hemoglobin berbasis bahan alam, seperti kulit dan buah naga yang kaya antioksidan, menjadi semakin relevan, seiring meningkatnya minat terhadap intervensi nutrisi yang mudah diperoleh dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komparasi efektivitas jus kulit buah naga dan buah naga terhadap kadar hemoglobin pada wanita dewasa muda. Desain pre-eksperimental two group pretest–posttest design pada 34 sampel yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu  kelompok  perlakuan pemberian kulit buah naga /p1 (17 orang), kelompok  perlakuan pemberian buah naga p2 (17 orang). Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Intervensi berupa 200 gram jus diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan pengukuran kadar hemoglobin melalui pemeriksaan fisiologis. Uji statistik menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beda antara pemberian jus kulit buah naga dan buah naga terhadap kadar hemoglobin pada wanita dewasa muda (p value 0.004). Direkomendasikan penelitian selanjutnya membuat olahan kulit buah naga yang kekinian seperti berbagai jus dengan toping berbahan dasar kulit buah naga, sehingga akan diminati oleh responden.
Pengaruh Pemberian Terapi TENS Terhadap Skala Nyeri Pasien Low Back Pain di Poli Rehabilitasi Medik RSI Aisiyah Malang R. Syiffa Ulinnas; Errick Endra Cita; Arie Jefry Ka’arayeno
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 10, No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v10i1.3338

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah merupakan masalah kesehatan yang sering dianggap sepele namun sangat berpengaruh bagi penderitanya.  Peran perawat dalam manajemen nyeri pada pasien low back pain salah satunya dengan menggunakan terapi non-farmakologi. Terapi non-farmakologi yang bisa jadi pilihan yaitu dengan terapi modalitas TENS. TENS menstimulasi dengan listrik tegangan rendah yang akan menghasilkan efek analgesik, terutama melalui proses pengaktifan serabut A Beta yang berfungsi menghambat neuron nociceptor di kornudorsalis medulaspinalis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh terapi TENS terhadap skala nyeri pada pasien low back pain di Poli Rehabilitasi Medik RSI Aisiyah Malang. Merupakan penelitian eksperimental dengan one group pre-post test design. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Uji analisa data menggunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemberian terapi TENS terhadap skala nyeri pada pasien low back pain (p-value =0,000). Rerata skala nyeri sebelum diberikan terapi TENS sebesar 6,91 sedangkan skala nyeri setelah terapi TENS adalah 2,95. Sehingga terapi TENS berpengaruh terhadap skala nyeri pada pasien low back pain. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti riwayat penyakit terdahulu pada pasien low back pain
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kadar Hemoglobin pada Mahasiswa Novita Dewi; Errick Endra Cita
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.967

Abstract

Anemia remains a common health problem and can be influenced by various physiological factors and lifestyle behaviors. This study aimed to analyze factors associated with hemoglobin (Hb) level among respondents. This research used a quantitative approach with bivariate and multivariate analyses. The Chi-square test was applied to analyze categorical variables, while the Independent Samples T-Test was used for numerical variables. Furthermore, logistic regression analysis was conducted to determine the simultaneous effect of independent variables on Hb status. The variables examined included sex, age, portion and frequency of meals, peripheral oxygen saturation (SpO₂), and exercise duration. The results of the bivariate analysis showed that none of the variables had a significant relationship with Hb status (p > 0.05). However, the multivariate analysis indicated that age (p = 0.021) had a significant association with Hb status, while the other variables did not show a significant relationship. Future studies are recommended to involve a larger sample size, include additional variables such as iron intake, nutritional status, and physical activity patterns, and apply a longitudinal research design to better explain causal relationships