This study aims to analyze the English language needs of nursing students during their clinical practice in hospitals. English proficiency, particularly in medical and professional contexts, plays a crucial role for nursing students in facing global communication challenges and understanding international nursing literature. This research employs a descriptive qualitative method, using questionnaires, interviews, and observations involving final-year nursing students undergoing clinical practice. The findings indicate that the most essential language skills in clinical settings are speaking and listening, especially for communicating with foreign patients, explaining nursing procedures, and understanding doctors' instructions. Additionally, the study reveals that the English materials taught in class are not fully aligned with real-world needs, particularly in medical terminology and clinical communication. The study recommends that the ESP curriculum for nursing programs be revised to better reflect the authentic language demands faced by students in clinical environments, thus making English learning more contextual and applicable.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan Bahasa Inggris yang dihadapi oleh mahasiswa keperawatan dalam konteks praktik klinis di rumah sakit. Kemampuan Bahasa Inggris, khususnya dalam konteks profesional medis, menjadi aspek penting bagi mahasiswa keperawatan dalam menghadapi tantangan komunikasi global dan memahami literatur keperawatan internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap mahasiswa keperawatan Universitas Sindang Kasih Majalengka tingkat akhir yang sedang menjalani praktik klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbahasa yang paling dibutuhkan di lapangan adalah berbicara dan mendengarkan, khususnya untuk komunikasi dengan pasien asing, menjelaskan prosedur keperawatan, serta memahami instruksi dokter. Selain itu, ditemukan bahwa materi Bahasa Inggris yang diajarkan di kelas belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan di lapangan, terutama dalam hal penggunaan istilah medis dan komunikasi klinis. Penelitian ini merekomendasikan agar kurikulum ESP di program studi keperawatan disesuaikan dengan kebutuhan autentik mahasiswa selama praktik klinis, agar pembelajaran lebih kontekstual dan aplikatif.