Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PROGRAM PEMERIKSAAN STUNTING PADA ANAK SD IT AL-AUFA KOTA BENGKULU Putri Widelia; Halimatussa'diah Halimatussa'diah; Tedy Febriyanto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4181

Abstract

Pelaksanaan program kemitraan masyarakat (PKM) merupakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh pihak terkait. Salah satu topik yang banyak dialami di Indonesia adalah stunting.Stunting atau pendek merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari – 2 Standart Deviasi (SD) berdasarkan World Health Organization. Stunting pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar (catch up growth), defisiensi zat gizi dalam jangka waktu yang lama, serta adanya penyakit infeksi. Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pentingnya mengenali siapa yang berisiko stunting serta masih kurangnya  kerja sama lintas sektor di masyarakat dalam hal pemeriksaan dan pencegahan stunting pada anak di Kota Bengkulu. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu yang diakses lewat mediaindonesia.com pada tahun 2020 terdata 4,7 % pada tahun 2019 masih jauh dibawah standar yang ditetapkan Kementrian Kesehatan yakni 20% dalam angka normal. Belum adanya program kontrol awal tentang pemeriksaan penunjang seperti berat badan , tinggi badan, kadar Hb maupun rangkaian tes IMT bagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah dan remaja yang mempunyai riwayat keluarga stunting. Sehingga sangat perlu diadakannya sosialisasi serta pemeriksaan lebih lanjut bagi siswa SD di Kota Bengkulu. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan berat baadan, tinggi badan, dan pemeriksaan hemoglobin dapat digunakan untuk mendeteksi adanya stunting pada murid di  Sd IT Al-Aufa.
DESCRIPTION OF URIC ACID LEVELS PRE AND POST WARM COMPRESS OF MORINGA LEAF (Moringa oleifera Lam) IN PATIENTS WITH JOINT PAIN IN ULOK KUPAI DISTRICT, BENGKULU UTARA DISTRICT, 2023 Delta Nosi Wulandari; Putri Widelia Welkriana; Halimah Halimah
Proceeding B-ICON Vol. 2 No. 1 (2023): Proceeding of The 3rd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v2i1.129

Abstract

Uric acid is the final metabolic product of purines, which is a component of nucleic acids found in the nucleus of body cells. Moringa plant (Moringa oleif-era) is a local food ingredient that has the potential to cure gout naturally, because Moringa leaves contain active compounds, namely flavonoids and alkoloids which can prevent the formation of uric acid, besides that Moringa leaves can also be used as an anti-inflammatory. inflammatory (inflammation) and analgesic (pain relief). The purpose of this study was to find out the levels of uric acid before and after warm compresses of Moringa leaves in sufferers of joint pain in the Ulok Kupai sub-district, North Bengkulu Regency in 2023. The type of research conducted was descriptive research with a quasi-experimental design, namely describing and describing the effects before and after applying warm compresses to Moringa leaves to see differences in uric acid levels. From the results of a study conducted on 20 respondents, it was found that the average uric acid level before applying warm compresses was 7.89 and after applying warm compresses it was 7.22. The results of the pain scale were also obtained, namely, moderate pain before applying warm compresses for 1 person (5%), after applying warm compresses it became mild pain. Severe pain before applying warm compresses as many as 13 people (65%), after applying warm compresses to moderate pain. Unbearable pain in 6 people (30%) after applying warm compresses became severe pain. From the variable uric acid levels, the average value of uric acid levels before warm compresses is 7.89 and after warm compresses is 7.22. It can be seen that 100% of respondents experienced joint pain with pain levels divided into 4 levels. Moderate pain before applying warm compresses in 1 person (5%), after applying warm compresses becomes mild pain. Severe pain before applying warm compresses as many as 13 people (65%), after applying warm compresses to moderate pain. Unbearable pain in 6 people (30%) after applying warm compresses became severe pain. It is hoped that it can provide information and the alternate to use this moringa to the public regarding the benefits of using Moringa leaves as a lowering of uric acid levels in sufferers of joint pain.
PROGRAM PEMERIKSAAN STUNTING PADA ANAK SD IT AL-AUFA KOTA BENGKULU Putri Widelia; Halimatussa'diah Halimatussa'diah; Tedy Febriyanto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4181

Abstract

Pelaksanaan program kemitraan masyarakat (PKM) merupakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh pihak terkait. Salah satu topik yang banyak dialami di Indonesia adalah stunting.Stunting atau pendek merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari – 2 Standart Deviasi (SD) berdasarkan World Health Organization. Stunting pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar (catch up growth), defisiensi zat gizi dalam jangka waktu yang lama, serta adanya penyakit infeksi. Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pentingnya mengenali siapa yang berisiko stunting serta masih kurangnya  kerja sama lintas sektor di masyarakat dalam hal pemeriksaan dan pencegahan stunting pada anak di Kota Bengkulu. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu yang diakses lewat mediaindonesia.com pada tahun 2020 terdata 4,7 % pada tahun 2019 masih jauh dibawah standar yang ditetapkan Kementrian Kesehatan yakni 20% dalam angka normal. Belum adanya program kontrol awal tentang pemeriksaan penunjang seperti berat badan , tinggi badan, kadar Hb maupun rangkaian tes IMT bagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah dan remaja yang mempunyai riwayat keluarga stunting. Sehingga sangat perlu diadakannya sosialisasi serta pemeriksaan lebih lanjut bagi siswa SD di Kota Bengkulu. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan berat baadan, tinggi badan, dan pemeriksaan hemoglobin dapat digunakan untuk mendeteksi adanya stunting pada murid di  Sd IT Al-Aufa.
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI KOPI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Helandu, Dwi Cahya; Laksono, Heru; Welkriana, Putri Widelia
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 3 No 1 (2023): Pemeriksaan Laboratorium Medis
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v3i1.404

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gukosa darah (Hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresiinsulin,kerja insulin atau keduanya. Adapun factor risiko terkatit dengan diabetes mellitus salah satunya yaitu mengkonsumsi kopi. Salah satu senyawa kopi yang dapat menurunkan kadar glukosa darah yaitu asam kloregenat. Tujuan : Untuk mengetahui kadar glukosa darah sebelum dan sesudah megkonsumsi kopi pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian deskriptif degan analisis data univariat. Sampel pada penelitian ini sebanyak 32 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan dengan metode strip test. Hasil : Hasil penelitian kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 menunjukkan terjadi penurunan kadar glukosa darah yang memiliki nilai mean sebelum mengkonsumsi kopi sebesar 203,06 mg/dl dan sesudah mengkonsumsi kopi sebesar 201,65 mg/dl. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang “ Gambaran Kadar Glukosa Darah Sebelum Dan Sesudah Mengkonsumsi Kopi Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu”, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi kopi pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan nilai mean sebelum mengkonsumsi kopi yaitu 203,06 mg/dl dan sesudah mengkonsumsi kopi sebsar 201,65 mg/dl.
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RSUD DR M YUNUS BENGKULU TAHUN 2023 Laksono, Heru; Pintari, Hafifah; Welkriana, Putri Widelia
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 3 No 2 (2023): Pemeriksaan Laboratorium Medis Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v3i2.564

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolisme secara genetik dan klinis yang ditandai dengan hiperglekimia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya. Hiperglekimia kronis pada diabetes melitus akan disertai dengan kerusakan, gangguan fungsi pada organ tubuh khususnya mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Kelainan metabolisme yang paling utama ialah kelainan metabolisme karbohidrat. Teknik pengumpulan sempel yang digunakan adalah accidental sampling dan sampel yang digunakan adalah sampel darah penderita diabetes melitus sebanyak 34 sampel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa sebagian besar pasien penderita diabetes melitus di RSUD Dr M Yunus Bengkulu mempunyai jumlah trombosit yang rendah dan sebagian kecil memiliki jumlah trombosit yang normal dan tinggi. Serta diharapkan pada pasien diabetes melitus selalu menjaga pola hidup dan mengkonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter serta melakukan pemeriksaan gula darah,hematologi,dan urin rutin.
EDUKASI RISIKO STUNTING MELALUI PEMERIKSAAN KADAR HB CALON PENGANTIN DI KUA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Welkriana, Putri Widelia; Farizal, Jon; Laksono, Heru
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3398

Abstract

Women of childbearing age are susceptible to anemia due to several factors such as the menstrual cycle, lack of nutritional and iron intake, and pregnancy. Anemia in pregnant women increases the risk of premature birth, maternal and child death, infection, and stunting in toddlers. It is important to carry out initial screening of hemoglobin levels in women of childbearing age before marriage who will be facing pregnancy as an initial diagnosis of pregnancy anemia to prevent anemia in pregnant women. Results of the 2010 Riskesdas, the prevalence of stunting in Indonesia is still high, namely 36.5%. The five provinces with the highest prevalence of stunting in Indonesia are East Nusa Tenggara (58.4%), West Papua (49.2%), West Nusa Tenggara (48.2%), North Sumatra (42.3%), and West Sulawesi (41.6%). In Aceh Province, a fairly high prevalence was also found, namely 39%. Meanwhile, in the 2013 Riskesdas results, the national prevalence of stunting among school-age children was 30.7% (12.3% were very stunted and 18.4% were stunted). This community service is carried out to provide insight and knowledge to the community, especially teenagers, in recognizing the risk factors for stunting and the benefits of supporting examinations in detecting stunting conditions from an early age, so that it is hoped that every community can carry out prevention, especially for teenagers who have a lot of activities
Aktivitas E.coli dan Stapphylococcus terhadap Penambahan Lactobacillus dari Rebung Asam Welkriana, Putri Widelia; Halimatussa'diah, Halimatussa'diah
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i4.16508

Abstract

Lactic acid bacteria produce antimicrobial protein compounds. This compound can inhibit the development of gram-positive and negative bacteria. However, this compound is not harmful to intestinal microflora and is easily digested by enzymes in the digestive tract. This protein compound comes from fermented food products and other processed food products, one of which is sour bamboo shoots with a fermentation time of 7 days. In sour bamboo shoots, Lactobacillus sp. was found. with pure strains of FNCC 0027 and C410LI genes. This is the result of previous research. Tamarind bamboo shoots are one of the processed products found in Bengkulu province. This research aims to determine the optimal conditions for the compounds produced by these bacteria. The methods used include: BAL cultured, BAL confirmed, antibacterial BAL isolated, E. coli and Staphylococcus activity test, antibacterial test for proteolytic enzymes, and temperature and pH measurements. The results of the research showed that the effectiveness of E. coli activity was 65.5% and S. aureus was 21% after the two bacteria were given the addition of Lactobacillus brevis strain 2096 16S ribosomal RNA gene.  At varying temperatures, the inhibition zone activity of the two bacteria was highest at 1000C, while the activity of the inhibition zone was highest at pH 6.
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH LATIHAN TENIS LAPANGAN PADA PETENIS DI DREZA TENNIS SCHOOL KOTA BENGKULU SEPTRIAN DANI, EGU TEGUH; FARIZAL, JON; WELKRIANA, PUTRI WIDELIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Olahraga Tenis Lapangan menjadi salah satu aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah, mengakibatkan sensitivitas dari reseptor insulin meningkat sehingga glukosa darah yang dipakai untuk metabolisme energi semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan Guyton, glukosa masuk ke dalam otot kemudian glukosa dalam otot dibakar dengan aktivitas fisik untuk energi sehingga glukosa darah menurun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one-group pre test dan post test. Sampel penelitian berjumlah 31 responden dengan teknik total sampling. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan. Uji yang digunakan yaitu t-test dependent. Hasil : Hasil analisis menggunakan t-test dependent menunjukkan bahwa perbedaan rerata kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan 0,097+18,611 dengan ρ Value=0,977 (0,977≥0,05) maka disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Kesimpulan : Adanya perbedaan rerata namun tidak signifikan terhadap kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan tenis lapangan pada petenis di dReza Tennis School Kota Bengkulu. Memberikan informasi kepada Masyarakat atau petenis mengenai kadar glukosa darah dalam tubuh sebelum dan setelah melakukan latihan tenis lapangan diperlukan asupan air gula yang cukup.
GAMBARAN KRISTAL URIN PADA MASYARAKAT DENGAN KEBIASAAN MENGONSUMSI SAYUR HIJAU DI KELURAHAN PAGAR DEWA TAHUN 2024 Nurrisyah Asri, Gita; Laksono, Heru; Widelia Welkriana, Putri
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 2 (2024): Pentingnya pemeriksaan diri
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i2.918

Abstract

yang baik untuk tubuh, namun ada beberapa sayur yang bersifat toksik jika dikonsumsi secara berlebihan sehingga dapat membahayakan tubuh, salah satunya seperti sayur bayam yang mengandung oksalat. Sayuran yang mengandung tinggi oksalat dapat membahayakan, karena bersifat toksik bagi tubuh manusia yang dapat mengganggu fungsi ginjal. Oksalat akan bersenyawa dengan kalsium sehingga menyebabkan kristal kalsium oksalat, ketika mengalami peningkatan jumlah kristal kalsium oksalat dapat berisiko terjadinya proses pembentukan batu saluran kemih. Batu Saluran Kemih sangat berisiko terjadi pada laki-laki dengan rentang usia 40 hingga 65 tahun. Peneliti bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kristal Urin Pada Pengonsumsi Sayur Hijau Di Kelurahan Pagar Dewa tahun 2024. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu mengamati kristal urin pada pengonsumsi sayur hijau di Kelurahan Pagar Dewa dengan teknik total sampling. Pemeriksaan kristal urin dilakukan dengan metode mikroskopis urin. Analisis data yang digunakan analisa univariat. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hampir seluruh 89% responden berusia dewasa dengan konsumsi sayur yang Hampir sebagiaan besar 76% responden kurang mengonsumsi sayur hijau dan Hampir keseluruhan 79% responden tidak ditemukan kristal urin. Kesimpulan : Diperoleh dari konsumsi sayur yang kurang terdapat 14% positif dan 86% negatif sedangkan dari konsumsi sayur yang cukup terdapat 44% positif dan 56% negatif dengan frekuensi usia hampir seluruh 86% dewasa.
Gambaran Kadar Glukosa Darah Berdasarkan Kebiasaan Mengonsumsi Jus Jambu Biji Merah Pada Penderita DMT2 Welkriana, Putri Widelia; Rahayu, Tri
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 2 No. 1 (2022): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v2i1.11893

Abstract

High glucose levels in people with diabetes/DM cause various changes in the body. One of the detrimental processes is called oxidation reaction which causes an increase in the formation of harmful substances called active radials. Red guava fruit (Psidium guajava L) is a tropical fruit, this fruit has been used for the treatment of Diabetes and other chronic diseases in traditional Chinese medicine for a long time. Guava fruit is free from saturated fatty acids and sodium, low in fat and energy, but high in dietary fiber, in guava there are also alkaloids and flavonoids compounds that can reduce blood glucose levels by increasing insulin secretion and increasing cell sensitivity to insulin. To find out the description of blood glucose levels based on the habit of consuming red guava juice in DMT2 patients at the Basuki Rahmad Health Center, Bengkulu City in 2021. This study is a descriptive study. The total sample is 34, taken by simple random sampling from capillary blood of DMT2 patients in the working area of the Basuki Rahmad Health Center, Bengkulu City. The examination was carried out using the POCT method. it was found that most of the average blood glucose levels in respondents who had the habit of consuming red guava juice had high blood glucose levels. abnormal glucose levels were 8 respondents (333.2 ± 129.10) and a small proportion had normal glucose levels as many as 5 respondents (100.2 ± 5.1), while most of the blood glucose levels were in respondents who did not have the habit of consuming guava juice. red blood glucose levels have abnormal as many as 21 respondents (292 ± 120.9).AbstrakKadar glukosa tinggi pada penderita kencing manis/DM menyebabkan berbagai perubahan di dalam tubuh. Salah satu proses merugikan dinamakan reaksi oksidasi yang menyebabkan peningkatan pembentukan zat berbahaya yang disebut radial aktif. Buah jambu biji merah (Psidium guajava L) merupakan buah tropis, buah ini telah digunakan untuk pengobatan Diabetes dan penyakit kronis lainnya dalam pengobatan tradisional tiongkok sejak lama. Buah jambu biji bebas dari asam lemak jenuh dan sodium, rendah lemak dan energi, tetapi tinggi akan serat pangan, di dalam jambu biji juga terdapat senyawa alkaloid dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar kadar glukosa darah dengan meningkatkan sekresi insulin dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah berdasarkan kebiasaan mengonsumsi jus jambu biji merah pada Penderita DMT2 di Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu Tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Total sampel sebanyak 34, diambil secara simple random sampling dari darah kapiler Penderita DMT2 di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode POCT. Didapakan bahwa sebagian besar rata-rata kadar glukosa darah pada responden yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi jus jambu biji merah memiliki kadar glukosa abnormal sebanyak 8 responden (333,2 ± 129,10) dan sebagian kecil mempunyai kadar glukosa normal sebanyak 5 responden (100,2 ± 5,1), sedangkan sebagian besar kadar glukosa darah pada responden yang tidak mempunyai kebiasaan mengonsumsi jus jambu biji merah mempunyai kadar glukosa darah abnormal sebanyak 21 responden (292 ± 120,9)