Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelayanan Sosial Pada Anak Terlantar Di Yayasan Ma’panundu Kabupaten Tana Toraja Sarpin; Suharty Roslan; Ratna Supiyah; Siska Pabalik
Jurnal Kesejahteraan dan Pelayanan Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi November
Publisher : Laboratorium Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UHO Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jkps.v4i2.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pelayanan sosial pada anak-anak terlantar di Yayasan Ma’panundu Kabupaten Tana Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk menentukan informan, digunakan metode purposive sampling, yang mencakup pemilik yayasan yang juga pengasuh anak-anak, anak-anak terlantar yang diasuh oleh yayasan, dan orang tua anak-anak terlantar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan sosial kepada anak-anak terlantar di Yayasan Ma’panundu terdiri dari lima aspek, yakni pelayanan pendidikan melalui penyiapan fasilitas pendidikan untuk anak-anak agar dapat melanjutkan pendidikan mereka. Selain itu, terdapat pelayanan kesehatan yang mencakup pemberian obat-obatan dan akses ke layanan kesehatan. Fasilitas tempat tinggal juga disediakan dengan sarana yang aman dan nyaman. Pemenuhan kebutuhan pangan juga menjadi fokus dengan menyediakan makanan bergizi dan sehat. Terakhir, pelayanan keterampilan bertujuan untuk mengembangkan potensi seni budaya daerah pada anak-anak terlantar. Terdapat faktor-faktor pendukung dalam pelayanan sosial ini, seperti ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta partisipasi masyarakat dalam mendonasikan dana dan harta untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di yayasan. Namun, ada juga faktor penghambat, seperti ketiadaan pengurus yayasan yang mengurus administrasi yayasan dan kurangnya kerja sama dengan Dinas Sosial.
Transformasi Peran Gender dan Reorganisasi Struktur Sosial: Studi tentang Perempuan Tani dalam Sektor Informal Syaifudin Suhri Kasim; Juhaepa; Sarpin; Aryuni Salpiana Jabar; Sarmadan
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i3.116

Abstract

This study aims to analyze how the transformation of female farmers' roles in the informal sector impacts social structure and gender relations within agrarian communities in Konda District, South Konawe Regency. Women who were previously confined to domestic roles are now increasingly active as economic agents in informal sectors, including subsistence agriculture, local trade, and home-based agro-enterprises. Using a descriptive qualitative approach and in-depth interviews with 15 key informants, the study finds that this role transformation has stimulated a reorganization of social structures, particularly through the growing recognition of women’s productive contributions in public community spaces. Findings indicate that despite facing structural barriers such as limited access to resources and double workload burdens, female farmers are developing adaptive strategies based on social networks, symbolic capital, and local cultural values. This process signifies a significant shift in power relations between men and women at both household and community levels. Therefore, inclusive and gender-responsive policies are needed to strengthen the position of female farmers as agents of social transformation and sustainable rural developmen
Gender, Kekuasaan, dan Resistensi: Praktik Perlawanan Perempuan terhadap Dominasi Ekonomi Ekstraktif di Daerah Pertambangan Syaifudin Suhri Kasim; Sarpin; Suharty Roslan; Lutfiana Nur Azizah; Asrani; Dian Puspita Rizki
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik resistensi perempuan petani terhadap dominasi ekonomi ekstraktif di wilayah pertambangan dengan menggunakan perspektif Feminist Political Ecology (FPE) dan teori kekuasaan. Melalui pendekatan kualitatif yang memadukan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap dinamika perlawanan yang kompleks di tingkat lokal. Hasil temuan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berposisi sebagai korban dari pembangunan ekstraktif yang menyingkirkan mereka dari akses terhadap sumber daya alam, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan sosial yang membangun wacana alternatif mengenai keadilan sosial, ekologis, dan gender. Bentuk resistensi perempuan mencakup aksi kolektif terbuka, seperti protes dan advokasi lingkungan, serta praktik keseharian yang subtil, seperti pengelolaan sumber daya rumah tangga dan pertanian berkelanjutan yang menegosiasikan kekuasaan dalam ruang domestik dan publik. Melalui solidaritas komunitas, jaringan sosial, dan kearifan lokal, perempuan membentuk politik lingkungan baru yang menantang dominasi patriarki dan logika kapitalistik yang eksploitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa resistensi perempuan tidak hanya berdampak pada perubahan relasi kekuasaan di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan tata kelola sumber daya alam yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya kajian ekologi politik feminis di konteks global Selatan.
Transformasi Peran Gender dan Reorganisasi Struktur Sosial: Studi tentang Perempuan Tani dalam Sektor Informal Syaifudin Suhri Kasim; Juhaepa; Sarpin; Aryuni Salpiana Jabar; Sarmadan
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 3 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i3.116

Abstract

This study aims to analyze how the transformation of female farmers' roles in the informal sector impacts social structure and gender relations within agrarian communities in Konda District, South Konawe Regency. Women who were previously confined to domestic roles are now increasingly active as economic agents in informal sectors, including subsistence agriculture, local trade, and home-based agro-enterprises. Using a descriptive qualitative approach and in-depth interviews with 15 key informants, the study finds that this role transformation has stimulated a reorganization of social structures, particularly through the growing recognition of women’s productive contributions in public community spaces. Findings indicate that despite facing structural barriers such as limited access to resources and double workload burdens, female farmers are developing adaptive strategies based on social networks, symbolic capital, and local cultural values. This process signifies a significant shift in power relations between men and women at both household and community levels. Therefore, inclusive and gender-responsive policies are needed to strengthen the position of female farmers as agents of social transformation and sustainable rural developmen
Gender, Kekuasaan, dan Resistensi: Praktik Perlawanan Perempuan terhadap Dominasi Ekonomi Ekstraktif di Daerah Pertambangan Syaifudin Suhri Kasim; Sarpin; Suharty Roslan; Lutfiana Nur Azizah; Asrani; Dian Puspita Rizki
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik resistensi perempuan petani terhadap dominasi ekonomi ekstraktif di wilayah pertambangan dengan menggunakan perspektif Feminist Political Ecology (FPE) dan teori kekuasaan. Melalui pendekatan kualitatif yang memadukan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkap dinamika perlawanan yang kompleks di tingkat lokal. Hasil temuan menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berposisi sebagai korban dari pembangunan ekstraktif yang menyingkirkan mereka dari akses terhadap sumber daya alam, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan sosial yang membangun wacana alternatif mengenai keadilan sosial, ekologis, dan gender. Bentuk resistensi perempuan mencakup aksi kolektif terbuka, seperti protes dan advokasi lingkungan, serta praktik keseharian yang subtil, seperti pengelolaan sumber daya rumah tangga dan pertanian berkelanjutan yang menegosiasikan kekuasaan dalam ruang domestik dan publik. Melalui solidaritas komunitas, jaringan sosial, dan kearifan lokal, perempuan membentuk politik lingkungan baru yang menantang dominasi patriarki dan logika kapitalistik yang eksploitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa resistensi perempuan tidak hanya berdampak pada perubahan relasi kekuasaan di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan tata kelola sumber daya alam yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya kajian ekologi politik feminis di konteks global Selatan.