Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal InterAct

Digital Communication in Organization for Millennial Employees: Need for Guidance from Direct Supervisors Dahesihsari, Rayini; Kartikawangi, Dorien
Jurnal InterAct Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v9i2.2239

Abstract

Salah satu ciri generasi milenial adalah penggunaan teknologi ekstensif dalam kehidupan mereka, karena sejak lahir mereka sudah mengenal teknologi. Di dunia kerja, banyak perusahaan berupaya menyediakan sistem teknologi canggih, termasuk dalam komunikasi organisasi, untuk membuat karyawan milenial mereka lebih produktif dan loyal terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan karyawan milenial tentang bagaimana komunikasi digital bagi mereka serta kebutuhan komunikasi mereka di tempat kerja. Data penelitian diperoleh melalui dua sesi diskusi kelompok terarah dengan delapan belas karyawan milenial di salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Analisis tema digunakan untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang menonjol dalam diskusi kelompok terarah tersebut, berdasar pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan karyawan milenial berpandangan jumlah program aplikasi digital yang diberikan oleh perusahaan terlalu banyak, karena mereka hanya menggunakan satu hingga dua program yang dibutuhkan saja. Program lain yang disediakan hanya dimiliki untuk memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh manajemen tanpa pernah dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain karyawan milenial berpandangan mereka minim mendapatkan arahan dari atasan langsungnya. Mereka mengharapkan informasi yang tersedia secara digital dapat didiskusikan bersama dengan atasannya sehingga mereka mendapatkan arahan yang membantu mereka bekerja secara lebih efektif dan produktif. Mereka juga mengharapkan arahan dari atasannya terkait bagaimana mereka dapat meningkatkan kinerja dan arah pengembangan karirnya. Hasil penelitian ini menunjukkan peran penting komunikasi dari atasan dalam mengarahkan dan memotivasi karyawannya, melengkapi media komunikasi digital yang tersedia, Bentuk dan dinamika komunikasi dengan atasan yang sesuai dengan karakteristik kedua pihak dan bisa melengkapi komunikasi digital yang ada perlu digali lebih lanjut dalam penelitian berikutnya.
The Influence of Preventive Sexual Harassment Campaign No!Go!Tell! The Body Shop Indonesia On Atma Jaya Female Student’s Behavior Tjhintia, Veronica; Kartikawangi, Dorien
Jurnal InterAct Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v11i2.3760

Abstract

Kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Indonesia sedang meningkat, di mana pada tahun 2021 terdapat 7.191 kasus. Sementara undang-undang kekerasan seksual belum juga disahkan hingga April 2022. Menyikapi situasi ini, The Body Shop (TBS) Indonesia yang juga dikenal sebagai perusahaan yang sering menyuarakan keseteraan gender, meluncurkan kampanye pencegahan kekerasan seksual. Pada tahun sebelumnya, yakni 2020, TBS Indonesia menjalankan Kampanye Stop Sexual Violence (SSV). Setelah itu, muncul urgensi untuk mencegah kekerasan seksual sehingga dibuat kampanye lanjutan bernama No!Go!Tell!. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari kampanye tersebut pada perilaku pencegahan kekerasan seksual mahasiswi. Penelitian ini menggunakan teori Kampanye Public Relations, 7C’s Communication, dan Tripartite Model. Sementara itu metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner tertutup. Dalam penelitian ini mahasiswi Unika Atma Jaya ditetapkan sebagai populasi karena sesuai target audiens kampanye TBS, dengan jumlah sample 98. Hasilnya diketahui terdapat korelasi sebesar 0.794 dan pengaruh sebesar 0,369. Dengan demikian dinyatakan terdapat pengaruh yang signifikan dan positif atas Kampanye No!Go!Tell! terhadap perilaku pencegahan kekerasan seksual mahasiswi. Hal ini juga menunjukkan bahwa perilaku merupakan konstruk skematis yang terpisah dari komponen kognitif dan afektif. Hal ini ditunjukkan dari perbedaan respons dari tiap responden, apabila responden memiliki kognitif yang tinggi belum tentu komponen afektif dan perilakunya pun tinggi. Disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian campuran untuk memperdalam respons responden, memperluas populasi dan mengkaji teori perilaku lainnya.
THE ANALYSIS OF THE USE OF COMMUNICATION TECHNOLOGY TO THE EFFECTIVENESS OF INTERNAL COMMUNICATION Adam , Evants; Kartikawangi, Dorien
Jurnal InterAct Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v7i1.4039

Abstract

In this digital era, the development of Information and Communication Technology has changed the way people communicate. Marked by the booming of smartphone in previous years, ICT quickly becomes a trend is both daily and work life. It is also created a new way for organization to convey it messages. This study discusses about that matter. Based on qualitative methods, this research covering about the utilization of Instant Messenger and Video Conference in Internal Communication at SIBBC Consulting Organization, a Swiss-based consulting organization. The aim of this research to look and gain a deeper insight about the uses of ICT. The theories used as a basis are organizational communication, internal communication, information and communication technology, and the effectiveness of communication. The data collected by doing an in-depth interview to five (5) subjects and observation results by the writer. The study finds that the use of Instant Messenger and Video Conference for internal communication were assessed positively and able to facilitate the needs of communication in the organization. The challenges in this study was the difficulties to reach the manager-level to get their in-depth feedback for the use of the ICT.
THE USE OF CORPORATE COMMUNICATION EFFORT TO MAINTAIN A GOOD CORPORATE BRAND, BRAND IDENTITY, AND CORPORATE REPUTATION IN RESTAURANT OUTLETS H. Pand, Regina Pinasthika; Kartikawangi, Dorien
Jurnal InterAct Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v7i2.4068

Abstract

This study examines about corporate brand and corporate identity that will succeed if the company does branding along with corporate communication effort of the company. This company is a F&B business that has been running in the past few years in several cities and already has four outlets; located at Jakarta, Bali, and Yogyakarta. The first restaurant has been running for three years; began the business with ‘degustation’ private dining restaurant which is already expanded to casual dining restaurant in late 2015. This company already has brand identity and reputation in Jakarta and wants to maintain the brand identity and reputation in the other outlet of this company in Yogyakarta. The target market of the company is middle up to level A+, because this company wants to maintain regular clients that this company already have in all outlets. Moreover, brand identity of the restaurant is classy, elegant, Spanish authentic restaurant, and has a grade A quality. This study used literature review as a research method. With the tools of corporate communication by Hatch, Schultz, and Larsen (2001); brand identity and reputation of the restaurant in Jakarta will be implemented in Yogyakarta’s branch; which is already open for public last July. Given the difference of culture and region with Jakarta, it’s seen that some differences may apply to standard and perception to brand identity and reputation in Yogyakarta. Therefore, this research will discuss how to make these four things applicable in Yogyakarta by not reducing information and/or standard in Jakarta, by corporate communication effort.
Influencers as Policy Intermediaries: A Framing Analysis of Kompas.com and Tempo.co Pattiasina, Mutiara Kartini; Kartikawangi, Dorien
Jurnal InterAct Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v14i1.7501

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemberitaan media tentang Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang membutuhkan dukungan publik, sehingga pemerintah melibatkan influencer media sosial sebagai bagian dari strategi komunikasi kebijakannya. Peran media daring menjadi penting dalam membingkai keterlibatan influencer tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian media daring Kompas.com dan Tempo.co terhadap peran influencer dalam pembangunan IKN Nusantara periode Juli–Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis melalui analisis framing model Pan dan Kosicki yang mencakup struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan Kompas.com membingkai keterlibatan influencer sebagai dukungan patriotik terhadap pembangunan nasional, sementara Tempo.co menyoroti secara kritis praktik pemerintahan yang bersifat performatif dan pencitraan publik. Penelitian ini menegaskan peran framing media dalam membentuk persepsi publik serta menggambarkan posisi influencer sebagai perantara komunikasi kebijakan publik.