Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru Generasi Z Melalui Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Oktarina Tissia Kristi; Maisyaroh Maisyaroh; Sunarni Sunarni; Ahmad Nurabadi; Aan Fardani Ubaidillah; Bambang Budi Wiyono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of school leadership style and organizational culture on the performance of Generation Z teachers at SD Kalam Kudus Indonesia, utilizing organizational commitment as an intervening variable. In the rapidly changing educational landscape, understanding the specific factors that motivate Generation Z teachers is critical, given their distinct characteristics in learning and workplace interaction. The research employed a quantitative methodology using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) analyzed via SmartPLS software. Data were gathered through Likert-scale questionnaires distributed to Generation Z teachers using purposive sampling techniques. The findings reveal that organizational culture exerts a highly significant and positive direct influence on teacher performance (p-value 0.000; path coefficient 0.931). Interestingly, the leadership style of the school principal was found to have no statistically significant direct impact on teacher performance (p-value 0.419). Instead, leadership style possesses a notable indirect effect through the mediation of organizational commitment. Additionally, organizational culture significantly enhances teachers' commitment to the school. These results highlight that organizational commitment functions as a vital intervening variable that bridges the gap between the organizational environment and individual performance. The study concludes that to optimize the performance of Generation Z teachers, school leaders must prioritize cultivating a supportive culture that values collaboration, transparency, and innovation. Strategic recommendations include increasing teacher involvement in decision-making and providing robust professional development support to strengthen emotional bonds and professional engagement. This research provides valuable insights for educational administration, particularly in managing the unique dynamics of younger teacher cohorts within primary education in Indonesia. Keywords: leadership style, organizational culture, organizational commitment, teacher performance, Generation Z. Abstrak: Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, kinerja guru menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Generasi Z di SD Kalam Kudus Indonesia, dengan menempatkan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Fenomena ini menjadi sangat krusial untuk diteliti karena karakteristik unik guru Generasi Z dalam berinteraksi dan bekerja menuntut penyesuaian gaya kepemimpinan serta budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada guru Generasi Z menggunakan teknik purposive sampling yang mencakup wilayah kota metropolitan, kota menengah, hingga kota kecil. Instrumen penelitian dirancang untuk mengukur lima variabel utama, termasuk gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan komitmen organisasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan yang sangat kuat terhadap kinerja guru (path coefficient 0,931; p-value 0,000). Sebaliknya, gaya kepemimpinan kepala sekolah ditemukan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja guru (p-value 0,419), namun memiliki pengaruh yang kuat dalam membangun komitmen organisasi guru (path coefficient 0,593). Temuan ini menegaskan bahwa komitmen organisasi berperan sebagai mediator penting yang memperkuat hubungan antara faktor organisasi dengan efektivitas kerja individu. Simpulan penelitian menekankan bahwa untuk mengoptimalkan kinerja guru Generasi Z, kepala sekolah harus memprioritaskan pengembangan budaya sekolah yang inklusif, kolaboratif, dan transparan. Saran strategis mencakup peningkatan keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan serta pemberian dukungan bagi pengembangan profesional berkelanjutan guna memperkuat ikatan emosional guru dengan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah bagi manajemen pendidikan dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya manusia lintas generasi di Indonesia. Kata kunci: gaya kepemimpinan, budaya organisasi, komitmen organisasi, kinerja guru, Generasi Z.
BullyGuard: pelatihan sinemaedukasi untuk memperkuat kompetensi komunitas teman cermad dalam pencegahan bullying di MTs se-kota Malang Setyorini Setyorini; Khairul Bariyyah; Laily Tiarani Soejanto; Restu Dwi Ariyanto; Santy Andrianie; Aan Fardani Ubaidillah
Lentera Negeri Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991150

Abstract

Program BullyGuard dirancang untuk memperkuat kompetensi Komunitas Teman Cermad dalam mencegah dan menangani kasus bullying di MTs se-Kota Malang melalui pendekatan sinemaedukasi. Pelatihan ini dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning). Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta untuk mengidentifikasi, mengintervensi, dan mencegah bullying. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa 71% peserta memahami materi yang disampaikan, dengan tingkat kepuasan mencapai 73,37% dan keefektifan pelatihan sebesar 90%. Pendekatan Project-Based Learning  terbukti efektif dalam menyampaikan pesan-pesan penting terkait bullying dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa anggota Komunitas Teman Cermad. Program ini juga memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan inklusif. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar program ini diperluas ke sekolah-sekolah lain dan dilengkapi dengan pelatihan lanjutan untuk memperdalam strategi intervensi dan mendukung keberlanjutan dampak positif dari program ini
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru Generasi Z Melalui Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Oktarina Tissia Kristi; Maisyaroh Maisyaroh; Sunarni Sunarni; Ahmad Nurabadi; Aan Fardani Ubaidillah; Bambang Budi Wiyono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of school leadership style and organizational culture on the performance of Generation Z teachers at SD Kalam Kudus Indonesia, utilizing organizational commitment as an intervening variable. In the rapidly changing educational landscape, understanding the specific factors that motivate Generation Z teachers is critical, given their distinct characteristics in learning and workplace interaction. The research employed a quantitative methodology using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) analyzed via SmartPLS software. Data were gathered through Likert-scale questionnaires distributed to Generation Z teachers using purposive sampling techniques. The findings reveal that organizational culture exerts a highly significant and positive direct influence on teacher performance (p-value 0.000; path coefficient 0.931). Interestingly, the leadership style of the school principal was found to have no statistically significant direct impact on teacher performance (p-value 0.419). Instead, leadership style possesses a notable indirect effect through the mediation of organizational commitment. Additionally, organizational culture significantly enhances teachers' commitment to the school. These results highlight that organizational commitment functions as a vital intervening variable that bridges the gap between the organizational environment and individual performance. The study concludes that to optimize the performance of Generation Z teachers, school leaders must prioritize cultivating a supportive culture that values collaboration, transparency, and innovation. Strategic recommendations include increasing teacher involvement in decision-making and providing robust professional development support to strengthen emotional bonds and professional engagement. This research provides valuable insights for educational administration, particularly in managing the unique dynamics of younger teacher cohorts within primary education in Indonesia. Keywords: leadership style, organizational culture, organizational commitment, teacher performance, Generation Z. Abstrak: Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, kinerja guru menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Generasi Z di SD Kalam Kudus Indonesia, dengan menempatkan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Fenomena ini menjadi sangat krusial untuk diteliti karena karakteristik unik guru Generasi Z dalam berinteraksi dan bekerja menuntut penyesuaian gaya kepemimpinan serta budaya kerja yang lebih adaptif dan inovatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada guru Generasi Z menggunakan teknik purposive sampling yang mencakup wilayah kota metropolitan, kota menengah, hingga kota kecil. Instrumen penelitian dirancang untuk mengukur lima variabel utama, termasuk gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan komitmen organisasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan yang sangat kuat terhadap kinerja guru (path coefficient 0,931; p-value 0,000). Sebaliknya, gaya kepemimpinan kepala sekolah ditemukan tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja guru (p-value 0,419), namun memiliki pengaruh yang kuat dalam membangun komitmen organisasi guru (path coefficient 0,593). Temuan ini menegaskan bahwa komitmen organisasi berperan sebagai mediator penting yang memperkuat hubungan antara faktor organisasi dengan efektivitas kerja individu. Simpulan penelitian menekankan bahwa untuk mengoptimalkan kinerja guru Generasi Z, kepala sekolah harus memprioritaskan pengembangan budaya sekolah yang inklusif, kolaboratif, dan transparan. Saran strategis mencakup peningkatan keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan serta pemberian dukungan bagi pengembangan profesional berkelanjutan guna memperkuat ikatan emosional guru dengan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah bagi manajemen pendidikan dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya manusia lintas generasi di Indonesia. Kata kunci: gaya kepemimpinan, budaya organisasi, komitmen organisasi, kinerja guru, Generasi Z.
Analysis of the 2024 accreditation assessment instrument on school performance based on national education standards Hironimus Tangi; Agus Timan; Aan Fardani Ubaidillah
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Directorate of Research and Community ServiceUniversitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v10i1.85671

Abstract

This study evaluates the alignment of the 2024 accreditation instrument by the National Accreditation Board for Primary and Secondary Education (BAN-PDM) with the National Education Standards mandated in Government Regulation No. 4 of 2022. Utilising a qualitative library research methodology, data were systematically gathered through comprehensive literature reviews of relevant electronic media, academic publications, and official documents. The analysis assessed ten fundamental indicators derived from the National Education Standards against the new accreditation framework. The findings reveal a significant disparity in standard fulfilment. Specifically, only two of the evaluated aspects—the Learning Process Standards and the Facilities and Infrastructure Standards—are adequately met by the 2024 BAN-PDM instrument. Conversely, the remaining eight critical areas are not fully met. These inadequately addressed areas encompass Graduate Competency, Content, Educational Assessment, Educators and Education Personnel, Management, and Financing Standards. Furthermore, the essential mandate for a comprehensive school-based quality assurance process, which involves continuous development, monitoring, and reporting by education units, remains unfulfilled in the current instrument. In conclusion, the 2024 accreditation instrument is predominantly out of alignment with the broader National Education Standards, underscoring a critical need for structural revisions to ensure holistic educational quality improvement across primary and secondary education levels.
Harmoni Di PAUD Nur Madinah : Menguak Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Merajut Kolaborasi dan Meresolusi Konflik Shabrina Adilah Rafaiyah; Bambang Budi Wiyono; Aan Fardani Ubaidillah
Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2024): Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v6i1.36923

Abstract

Konflik dan kerja sama merupakan aspek penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun kerja sama dan menyelesaikan konflik di PAUD Nur Madinah, Malang. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sentral dalam menyelesaikan konflik melalui strategi tabayyun, mediasi, komunikasi terbuka, dan reorganisasi tugas. Sementara itu, kerja sama dibangun melalui komunikasi berjenjang, pertemuan rutin, dan kemitraan dengan orang tua. Temuan juga mengungkap bahwa konflik yang dikelola secara reflektif dapat mendorong kolaborasi yang lebih kuat. Penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang partisipatif, adaptif, dan reflektif dalam menciptakan lingkungan PAUD yang harmonis dan produktif.
Analysis of Parents’ Level of Trust in School Financial Transparency Wita Wahyu Mardiningrum; Juharyanto Juharyanto; Aan Fardani Ubaidillah
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 9, No 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um025v9i22054p175

Abstract

Abstract: The era of globalisation has changed various aspects of human life, including education, which is the main foundation of human resource development in Indonesia. In an effort to improve and equalise education, the government has designed education policies, as stipulated in the 1945 Constitution and Government Regulation No 47/2008 on the 12-year compulsory education programme. The implementation of this policy in Pasuruan City since 2012 involves the management of funds from the government through the BOS programme, BPOPP, and parent participation funds, which are contained in various regulations. However, the management of these funds is often a polemic in the community, especially regarding school financial transparency. This study aims to analyse the effect of financial transparency on the level of parental trust. Using the Systematic Literature Review (SLR) method. The study found that financial transparency significantly contributes to the level of parental trust and school productivity. While parental participation is important, the research shows that it does not always have a significant effect on the accountability and effectiveness of fund management. The findings emphasise the need for improvements in transparency and management of education funds to increase stakeholder trust and support sustainable development. Recommendations for improving school fund management are expected to contribute positively to the quality of education. Keywords: parents' level of trust; school financial transparency
Digital Public Relations Strategy in Building Public Trust in Madrasah in the Era of Information Disruption Syivani Illus Shoha; Raden Bambang Sumarsono; Aan Fardani Ubaidillah
Education and Sociedad Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/edsojou.v4i1.2354

Abstract

The massive development of information technology has ushered in an era of information disruption, presenting complex challenges for Islamic educational institutions in managing their institutional image and maintaining public trust. Objective: This study aims to analyze digital communication-based Public Relations (PR) strategies in building public trust (digital trust) in madrasahs, encompassing participatory planning processes, the implementation of integrated programs, as well as evaluation and mitigation of obstacles. Method: The research approach used is qualitative with a multi-site case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews, field observations, and documentation at two sites, namely MTs Ahmad Yani Jabung and MTs NU Pakis. Data analysis was conducted interactively, encompassing data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Results: The results of the study indicate that both madrasahs successfully carried out a fundamental reconstruction of the public relations role, shifting from traditional technical-administrative functions to becoming a managerial strategic instrument. Trust within the digital community was fostered through a combination of adaptive strategies, including the participatory and inclusive formulation of communication directions, the internalization of humanistic values through a structural-cultural approach, the synchronization of social media content based on learning realities and local religious culture, and the implementation of a continuous quality improvement (CQI) based on local wisdom and the use of AI. Conclusion: The success of digital PR strategies in Islamic educational institutions depends heavily on the originality of the organizational culture, where a strong communication identity serves as a solid foundation for reputation in countering misinformation in this era of disruption.