Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN BOARD GAMES PUNAKAWAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Danang Wahyu Widiyono; Risma Syafira Eka Wati; Rheyn Wahyu Pinasti Putri; Tiyas Suci Ika Mawarni; Restu Dwi Ariyanto
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 4, No 1 (2021): Maret
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/alisyraq.v4i1.52

Abstract

This study aims to increase student learning motivation by using the Punakawan board games. The scope is based on the findings of preliminary studies related to student motivation to decline during the COVID-19 pandemic, students show a lazy attitude by not following lessons, rerely appear when Google Meet, always late because they are tight by signal, cannot understand and understand the material. Overall, the value decreases, the enthusiasm for learning drops dramatically, there is a sense of boredom because the learning delivered is monotonous, wasting games and resulting in decereased learning outcomes for some students. So, it is necessary to make innovative media board games to increase student motivation. The method used is Reseach and Development (Borg & Gall 1983). This research only reached the fifth stage of testing, namely expert testing. In this article, we come to br conclusion of the result from expert test and 1 user test for Guidance and Counseling teacher test, it shows a score of 81% which is in the percentage range or the categories suitable for use so that the development of the Punakawan board games is suitable to br used to increase student learning motivation.
Pengabdian Masyarakat Penerapan Dukungan Psikologis untuk Meningkatkan Perubahan Positif Pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring Hanggara Budi Utomo; Vivi Ratnawati; Nora Yuniar Setyaputri; Restu Dwi Ariyanto; Widi Wulansari
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Dharma Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v2i1.481

Abstract

Mayoritas mahasiswa ketika dalam pembelajaran daring mengalami masalah psikologis, antara lain: stres karena banyaknya tugas, adanya penyesuaian diri yang kurang, beban pikiran yang besar, dan adanya ketidakberdayaan dalam diri mahasiswa. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan psikologis agar mahasiswa dapat optimis, realistis, berpengharapan, dan mencapai target yang diinginkan selama proses pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberi informasi langkah-langkah dukungan psikologis kepada mahasiswa supaya mahasiswa dapat menjalani pembelajaran daring dengan baik. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah mahasiswa sebanyak 92 peserta, menggunakan metode ceramah, tanya jawab, serta diskusi yang dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa hampir 50 persen mahasiswa memahami konsep informasi dukungan psikologis selama pembelajaran dengan baik. Materi tentang “HORE” yang dikenal dengan konsep modal psikologis sebagai dukungan psikologis sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk melakukan perubahan positif dalam melaksanakan pembelajaran.
Identifikasi Karakter Ideal Konseli Menurut Teks Kepribadian Founding Fathers Indonesia : Kajian Dalam Perspektif Fromm Restu Dwi Ariyanto; Andi Mappiare-AT; Moh. Irtadji
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p174-182

Abstract

 AbstrakKarakter adalah gambaran diri manusia secara bulat dan utuh yang membuat unik dari manusia lain. Penelitian ini dilaksanakan untuk pemaknaan teks kepribadian Founding Fathers Indonesia (FFI) sebagai karakter ideal konseli. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan hidup produktif menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 2) mendeskripsikan perilaku kerjasama menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 3) mendeskripsikan sikap menghargai menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 4) mendeskripsikan nilai kepribadian lain menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe hermeneutik Gadamerian. Hermeneutik merupakan metode menafsirkan makna teks dengan pola part dan whole. Data penelitian ini bersumber dari lima buku primer Sukarno dan Suharto. Teknik mengumpulkan data dilakukan melalui dokumentasi pemaknaan teks. Analisis data menggunakan teknik part-whole. Keabsahan data penelitian ini, dilakukan melalui triangulasi sumber data, teori, dan metodologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter ideal konseli menurut FFI terdiri dari hidup produktif, perilaku kerjasama, menghargai, nilai karakter lain yang mencakup religius dan nasionalis. Setiap karakter terbagi dalam beberapa aspek 1) hidup produktif: pola hidup sederhana, kontrol diri, dinamis, tidak bergantung pada bangsa lain, cinta produk dalam negeri, normatif, inovatif, rela berkorban, dan kebebasan; 2) perilaku kerjasama: rasa setiakawan, kesesuaian pedoman, dan nasionalisme-internasionalisme; 3) menghargai: musyawarah dan mufakat, bijaksana, dan toleransi; 4) nilai kepribadian lain meliputi 4.1) religius: keyakinan, pancasila sebagai pedoman dan rasional; 4.2) nasionalis: humanis, persatuan, dan cinta-damai. Sedangkan implikasi dalam bimbingan dan konseling sesuai dengan Standar Kompentensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD).Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah konselor seyogyanya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan identifikasi karakter ideal konseli. Peneliti yang berminat mengadaptasi hasil temuan ini hendaknya menggunakan subjek yang lebih luas, menggunakan varian metode hermeneutik, menggunakan varian teori konseling khususnya rumpun humanisme atau teori konseling lain dari barat maupun Indonesia, dan menggunakan buku teks bermuatan karakter yang lebih variatif. AbstractCharacter is whole picture of human and fully unique of others. This research been conducted for meaning the text of Indonesian Founding Fathers (IFF) as counselees ideal character. The purpose of the research are: 1) describing productivity life according to IFF can be considered to be counselees ideal character; 2) describing cooperative behavior according to IFF can be considered to be counselees ideal character. 3) describing respecting attitude according to FFI can be considered to be counselees ideal character. 4) describing other value of personality according to IFF can be considered to be counselees ideal character. This research using qualitative approach by Gadamerian hermeneutic type. Hermeneutic is interpreting teks valued methode by part and whole form. The research data based on the five Sukarno and Suhartos primer books. Collecting data technique by meaning text documentation. The data analysis is using part-whole technique The validity of research data, been done by triangulation data course, theory, and metohology. Result of the reseach show that counselees ideal character according to IFF including productivity life, cooperative attitude, respecting, other character value which including religious and nationalis. Each character divided into four aspect: 1) productivity life, simplicity life form, self control, dinamic, not depending on anothers nation, love domestic product, normative, inovative, sucrificion, and freedom; 2) cooperative attitude, solidarity, according to the rule, nationalism-internationalism 3) Respecting, disccussing and making decision, and tolerance; 4) other Personality value including: 4.1.Religion, belief, pancasila as rule and rational; 4.2. nationalism, humanism, unity, and love peace. Next, the implication for the guidance and counseling according to the standard compentency otonomy of student. The recomendation which is recommending on this reserch, counselor should be using the result of this research as course of counselees ideal character identification. The next researcher, whom interest adopting this result should using the large subject, using variaty hermeneituc methode, using variaty counseling theory, specialy in humanism area or other counseling theory form west or Indonesia, and using text book, which content variatif character.
SINEMA EDUKASI GANDRUNG UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PADA SISWA Ashar Syah Putra; Alex Iskandar; Ahmad Maulana Jefri Rozaq; Restu Dwi Ariyanto
HELPER Vol 39 No 1 (2022): HELPER: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/helper.vol39.no1.a5109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri siswa melalui penggunaan media berupa sinema edukasi Gandrung. Ruang lingkup penelitian ini dibuat berdasarkan hasil dari penelitian awal terkait rasa percaya diri siswa yang menurun saat mengikuti pembelajaran daring. Hal ini ditandai dengan siswa tidak berinisiatif mengungkapkan pendapat saat sesi tanya jawab, siswa tidak berinisiatif mengungkapkan pendapat saat sesi tanya jawab dan siswa tidak percaya dengan kemampuan akademik yang dimiliki. Permasalahan lain yang dihadapi adalah kurangnya menghargai budaya lokal dan siswa lebih menyukai budaya barat. Hal ini tentu menjadi masalah serius bagi siswa dan Guru BK perlu membuat inovasi media. Peneliti berupaya membuat media sinema edukasi dalam rangka meningkatkan percaya diri siswa. Tahap pengembangan media pada penelitian hanya menggunakan lima tahap saja yaitu hanya sampai pada pengujian uji ahli materi, media dan uji pengguna 2 Guru BK. Hasil dari keduanya yaitu uji ahli materi BK, media BK dan uji pengguna BK menghasilkan skor sebesar 89%. Dengan skor tersebut, persentasi rentang kategorinya adalah layak digunakan. Dapat diartikan bahwa pengembangan media edukasi Gandrung layak digunakan sebagai media yang aplikatif.
Peningkatan Keterampilan ICT untuk Guru BK melalui Pelatihan Konten Layanan Digital Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal Nora Yuniar Setyaputri; Restu Dwi Ariyanto; Guruh Sukma Hanggara; Setya Adi Sancaya; Putri Ayuningtyas
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v2i2.86

Abstract

Pemanfaatan dan pengembangan pemberian layanan materi secara digital adalah kebutuhan yang harus dikuasai oleh guru BK/konselor) di masa pandemi Covid 19. Tentu kondisi tersebut akan mendorong konselor semakin terpacu untuk memberikan layanan yang profesional. Pada perkembangan selanjutnya membuat konselor harus cepat adaptif dan inovatif merubah kegiatan layanan BK yang berbasis offline face to face menjadi online menggunakan virtual class. Salah satu dampak yang dialami oleh mitra MGBK SMK Kota Kediri saat menggunakan pembelajaran virtual adalah kurangnya penguasaan literasi budaya dan teknologi. Berdasarkan analisis situasi dengan wawancara mitra dapat ditemukan berbagai permasalahan yang menjadi fokus kegiatan pengabdian yang akan dilakukan. Permasalahan terdiri dari dua aspek yaitu pada sisi pemahaman nilai-nilai kearifan lokal dan kemampuan menggunakan media layanan online. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan mengadakan pelatihan. Tujuannya adalah untuk dapat melatih Guru BK SMK agar mahir membuat media BK berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pelatihan menggunanakan kuesioner evaluasi pelatihan ICT dapat diketahui bahwa 67% respon sangat setuju, 26% setuju, 7% tidak setuju, dan 1% respon sangat tidak setuju. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan Guru BK SMK dalam pembuatan media BK berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN EMPATI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PAKET BIMBINGAN PENINGKATAN EMPATI Santy Andrianie; Restu Dwi Ariyanto; Rosalia Dewi Nawantara
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 1 No. 2 (2017): Volume 1 Nomer 2, November 2017
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v1n2.p66-72

Abstract

The results of a survey by Plan International and International Center for Research on Women (ICRW) survey released in early March 2015 show that 84% of children in Indonesia are experiencing violence in schools. Handling bullying behavior will not be effective if not accompanied by a prefentive effort. The lack of efforts and media prevention of bullying behavior becomes a problem that needs to get a settlement in order to realize the ideals of a character that can be realized. Individual abusers who refer to bullying have low empathy skills and high aggressiveness, so training empathy can be used as an effort to prevent aggressive behavior that refers to bullying.This study aims to determine the effectiveness of empathy based guidance package based on experiential learning in improving the empathy skills of elementary school students. This research is a type of quasi experiment in which there are experimental groups that will be given treatments in the form of application of empathy based guidance counseling based on experiential learning and control group which will be given empathy material expository. The research was conducted at SDN Bulu Purwoasr. The subjects used were class V students according to the characteristics of the empathy improvement guidance package, which amounted to 32 students and then grouped randomly into the experimental group and the control group. The control group will receive empathic treatments using classical methods while the experimental group will get treatments using empathy based empathy guidance package based on experiential learning. Each will get four treatments with a duration of 35 minutes each session. Empathic skills are measured using the empathy scale developed by M.H Davis, the Interpersonal Reactivity Index (IRI) that has been adapted to Indonesian children's language and has been through expert test, validity test, and reliability.Based on the results of data analysis, based on Independent T test scores, there are differences in empathy skills possessed by both groups both before and after treatment. It is shown from the score of the independent T test both before and after treatment, has a score of 0.37 and 0.02 or less than 0.05 which is the threshold of the significance score of the T test. In the postest activity, the control group has a mean more score high compared with the experimental group, ie 64.1: 62.9. However, after the treatment was given, the mean score of the control group was lower than the experimental group of 76.5: 79.1. The difference in percentage increase from pretest to posttest was also greater in the experimental group with 16.2% than in the control group with 12.4%. The effective contribution of the use of empathy based experiential learning guidance package is 25.8% -19.5% = 6.3%. It can be concluded that This means that the guidance package of empathy improvement based on experiential learning is effective to be applied to grade V elementary school students. Keywords: Empathy Improvement, Elementary School Students, Empathy Improvement Guidance Package
Identifikasi Karakter Ideal Konseli Menurut Teks Kepribadian Founding Fathers Indonesia : Kajian Dalam Perspektif Fromm Restu Dwi Ariyanto; Andi Mappiare-AT; Moh. Irtadji
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 1 No 2 (2016): Volume 1, Nomor 2, September 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.298 KB) | DOI: 10.26740/jp.v1n2.p174-182

Abstract

 AbstrakKarakter adalah gambaran diri manusia secara bulat dan utuh yang membuat unik dari manusia lain. Penelitian ini dilaksanakan untuk pemaknaan teks kepribadian Founding Fathers Indonesia (FFI) sebagai karakter ideal konseli. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan hidup produktif menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 2) mendeskripsikan perilaku kerjasama menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 3) mendeskripsikan sikap menghargai menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli; 4) mendeskripsikan nilai kepribadian lain menurut FFI yang dapat diserap menjadi karakter ideal konseli.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe hermeneutik Gadamerian. Hermeneutik merupakan metode menafsirkan makna teks dengan pola part dan whole. Data penelitian ini bersumber dari lima buku primer Sukarno dan Suharto. Teknik mengumpulkan data dilakukan melalui dokumentasi pemaknaan teks. Analisis data menggunakan teknik part-whole. Keabsahan data penelitian ini, dilakukan melalui triangulasi sumber data, teori, dan metodologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter ideal konseli menurut FFI terdiri dari hidup produktif, perilaku kerjasama, menghargai, nilai karakter lain yang mencakup religius dan nasionalis. Setiap karakter terbagi dalam beberapa aspek 1) hidup produktif: pola hidup sederhana, kontrol diri, dinamis, tidak bergantung pada bangsa lain, cinta produk dalam negeri, normatif, inovatif, rela berkorban, dan kebebasan; 2) perilaku kerjasama: rasa setiakawan, kesesuaian pedoman, dan nasionalisme-internasionalisme; 3) menghargai: musyawarah dan mufakat, bijaksana, dan toleransi; 4) nilai kepribadian lain meliputi 4.1) religius: keyakinan, pancasila sebagai pedoman dan rasional; 4.2) nasionalis: humanis, persatuan, dan cinta-damai. Sedangkan implikasi dalam bimbingan dan konseling sesuai dengan Standar Kompentensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD).Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah konselor seyogyanya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan identifikasi karakter ideal konseli. Peneliti yang berminat mengadaptasi hasil temuan ini hendaknya menggunakan subjek yang lebih luas, menggunakan varian metode hermeneutik, menggunakan varian teori konseling khususnya rumpun humanisme atau teori konseling lain dari barat maupun Indonesia, dan menggunakan buku teks bermuatan karakter yang lebih variatif. AbstractCharacter is whole picture of human and fully unique of others. This research been conducted for meaning the text of Indonesian Founding Fathers (IFF) as counselees ideal character. The purpose of the research are: 1) describing productivity life according to IFF can be considered to be counselees ideal character; 2) describing cooperative behavior according to IFF can be considered to be counselees ideal character. 3) describing respecting attitude according to FFI can be considered to be counselees ideal character. 4) describing other value of personality according to IFF can be considered to be counselees ideal character. This research using qualitative approach by Gadamerian hermeneutic type. Hermeneutic is interpreting teks valued methode by part and whole form. The research data based on the five Sukarno and Suhartos primer books. Collecting data technique by meaning text documentation. The data analysis is using part-whole technique The validity of research data, been done by triangulation data course, theory, and metohology. Result of the reseach show that counselees ideal character according to IFF including productivity life, cooperative attitude, respecting, other character value which including religious and nationalis. Each character divided into four aspect: 1) productivity life, simplicity life form, self control, dinamic, not depending on anothers nation, love domestic product, normative, inovative, sucrificion, and freedom; 2) cooperative attitude, solidarity, according to the rule, nationalism-internationalism 3) Respecting, disccussing and making decision, and tolerance; 4) other Personality value including: 4.1.Religion, belief, pancasila as rule and rational; 4.2. nationalism, humanism, unity, and love peace. Next, the implication for the guidance and counseling according to the standard compentency otonomy of student. The recomendation which is recommending on this reserch, counselor should be using the result of this research as course of counselees ideal character identification. The next researcher, whom interest adopting this result should using the large subject, using variaty hermeneituc methode, using variaty counseling theory, specialy in humanism area or other counseling theory form west or Indonesia, and using text book, which content variatif character.
Masalah Psikososial pada Mahasiswa/I di Era Pandemi Covid-19 Henry Wiyono; Restu Dwi Ariyanto; Nikodemus Sili Beda; Muhammad Saleh Nuwa; I Gede Juanamasta
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.155-162

Abstract

Banyak negara memutuskan untuk mengalihkan Kegiatan Belajar Mengajar dengan metode pembelajaran daring untuk mencegah peningkatan penyebaran COVID-19. Akibat dari kurangnya kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran daring dengan berbagai alasan, secara tidak langsung berdampak pada kondisi kesehatan, baik fisik maupun psikis. Masalah kesehatan mental yang sering terjadi seperti kecemasan, ketakutan, depresi dan bahkan insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran masalah psikososial seperti depresi, kecemasan dan stres pada mahasiswa/i di beberapa kota yang ada di wilayah Negara Indonesia yang melaksanakan  pembelajaran daring/online pada saat pandemi COVID19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan penelitian secara survey online. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 400 responden berdasarkan kriteria insklusi yang ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan intrumen Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan koefisien Cronbach alpha dengan skor 0,85, 0,84, dan 0,84. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan 157 mahasiswa (66%) dari 238 mengalami kecemasan kategori sedang, 81 mahasiswa (75%) dari 108 mengalami depresi kategori ringan dan 44 mahasiswa (81%) dari 54 mengalami stres kategori ringan. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan meningkatnya masalah psikososial khususnya kecemasan  pada mahasiswa selama pembelajaran daring.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS SKALA KEAKTIFAN BELAJAR PADA SISWA KELAS XI DI SMK PGRI 4 KEDIRI Ayu Syafira Pramudya; Ikke Yuliani Dhian Puspitarini; Restu Dwi Ariyanto
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v5i2.219

Abstract

Active learning is needed for every student. Because low learning activity will affect students' learning disorders. One of the things experienced by class XI students at SMK PGRI 4 Kediri in online learning is the lack of student activity in learning. This research aims to determine the validity and reliability of the learning activeness scale. active learning of students at SMK PGRI 4 Kediri class XI. Based on the results of instrument analysis using six steps in preparing the Riduwan instrument, which was adapted to the validity and reliability test using moment of product correlation and Cronbach's alpha, resulting in 41 valid statement entries with a fidelity r of 0.907, which means it is included in the high category, meaning the activity scale learning can be used by BK teachers to map the learning activities of students at SMK PGRI 4 Kediri.
Pelatihan Asesmen Prokastinasi untuk Guru BK SMK Kota Kediri Yuanita Dwi Krisphianti; Guruh Sukma Hanggra; Setya Adi Sancaya; Khususiyah Khususiyah; Vivi Ratnawati; Restu Dwi Ariyanto; Santy Andrianie
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v2i2.58

Abstract

Prokrastinasi adalah kegiatan menunda-nunda pekerjaan atau aktivitas tertentu atau tugas yang sudah diketahui dari awal. Guru BK di SMK menghadapi beberapa permasalahan terkait Prokrastinasi peserta didik, termasuk kurangnya pemahaman tentang pengalaman siswa, kesulitan dalam memberikan penanganan yang tepat, dan kekurangan alat ukur yang sesuai. Pengabdian ini bertujuan agar guru BK yang tergabung di MGBK SMK Kota Kediri mendapatkan keterampilan yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat Prokrastinasi peserta didiknya. Dalam mencapai tujuan, tim pengabdian masyarakat menerapkan metode ABCD (Asset-Based Community Development) . dalam aplikasinya, metode tersebut dilakukan mulai dari menentukan kekuatan, memetakan, mengidentifikasi dan analisis, memobilisasi, serta memonitoring dan evaluasi. Hasilnya adalah pelatihan instumen non kognitif Prokrastinasi Tuckman bermanfaat diberikan kepada guru BK yang tergabung dalam komunitas MGBK SMK Kota Kediri.