Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) PADA EKSPRESI INSULIN DAN INSULITIS TIKUS DIABETES MELITUS Sulistyorini, Ratna; Sarjadi, -; Johan, Andrew; Djamiatun, Kis
Majalah Kedokteran Bandung Vol 47, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.161 KB)

Abstract

Kandungan quercetin pada Moringa oleifera secara ilmiah memiliki potensi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi dengan menghambat aktivitas NF-?B, serta triterpenoid menstimulasi regenerasi sel ? pankreas dan meningkatkan sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pemberian ekstrak etanol daun Moringa oleifera terhadap insulitis dan ekspresi insulin pankreas tikus Sprague-Dawley jantan. Penelitian dilakukan di laboratorium Unit Pangan dan Gizi, Pusat Antar Universitas Universitas Gadjah Mada serta Laboratorium Histologi dan Biologi Sel Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, periode Mei?Juli 2013. Penelitian ini menggunakan desain randomized post test only controlled group. Hewan coba sebanyak 24 ekor tikus, diperiksa kadar gula darahnya pada hari ketiga setelah induksi streptozotosin, untuk melihat tikus sudah dalam keadaan hiperglikemik. Tikus kemudian  dibagi dalam tiga kelompok: satu kelompok kontrol dan  dua kelompok perlakuan yang  diberi ekstrak etanol daun Moringa oleifera dosis 250 dan 500 mg/kg/hari selama 21 hari. Gambaran histopatologik dinilai  derajat insulitis pada pulau Langerhans dan dinilai ekspresi insulin dengan skor Allred. Uji statistik yang digunakan adalah Kruskal Wallis dilanjutkan Mann-Whitney dengan taraf kemaknaan p<0,05 karena data tidak berdistribusi normal. Derajat insulitis dan ekspresi insulin pankreas tikus pada kedua kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan bermakna dibanding dengan kelompok kontrol (p<0,005). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Moringa oleifera dosis 250 dan 500 mg/kg menyebabkan ekspresi insulin lebih tinggi dan derajat insulitis lebih rendah dibanding dengan kelompok kontrol.[MKB. 2015;47(2):69?76]Kata kunci: Ekspresi insulin, insulitis, Moringa oleifera, streptozotosinEffect of Ethanol Extract of Moringa oleifera Leaves on Insulin Expression and Insulitis in Diabetes Mellitus RatsAbstractQuercetin content in Moringa oleifera has scientific potential antioxidant and anti-inflammation effects by inhibiting the activity of NF-?B. In addition, triterpenoids stimulate pancreatic ? cell regeneration and increases insulin secretion. This study aimed to discover the effect of  Moringa oleifera extract on insulitis and insulin expression in pancreas of  Sprague-Dawley male rats. The study was performed at the laboratory of Food and Nutrition Unit of The Inter University Center of Gadjah Mada University and the laboratory of Histology and Cell Biology Faculty of Medicine  Gadjah Mada University during May?July 2013. This was a randomized post test only controlled group study. Twenty four rats were included. Blood glucose test was performed on the third day after streptozotocin induction to ensure that all rats were in hyperglycemic condition. The rats were then divided into three groups: one control group and two treatment groups receiving Moringa oleifera ethanolic leaves extract for 21 days in doses of 250 and 500 mg/kg/day, respectively. Histopathological analysis of pancreas were performed by evaluating insulitis  based on the infiltration of mononuclear inflammatory cells to the Langerhans islets. Insulin expression was evaluated using Allred score. Statistical analysis used was Kruskal-Wallis test, followed by  Mann-Whitney  with a level of significance of p<0.05. The insulitis degree and insulin expression of the two treatment groups were significantly  different compared to the control group (p<0.005). It can be concluded that Moringa oleifera ethanolic leaf extract doses of 250 and 500 mg/kg/day cause higher insulin expression and lower  insulitis degree than in the control group. [MKB. 2015;47(2):69?76]Key words: Insulin expression, insulitis, Moringa oleifera, streptozotocin DOI: 10.15395/mkb.v47n2.456
Peningkatan Literasi Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Melalui Cerita dan Pengajaran Cara Menyikat Gigi Yulia Mutmainnah; Diana Hardiyanti; Ratna Sulistyorini; Rakindra Cahya Satwika; Arkhamatul wafiroh; Annindya May Annur; Hety Rahmawati; Selma Islamiyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i3.9261

Abstract

Guru merupakan sosok yang penting dalam pendidikan anak terutama di lingkungan sekolah. Guru diharapkan bisa bersinergi dan mengambil peran sebagai fasilitator utama dalam pendidikan bagi anak-anak, terutama pendidikan tentang literasi dan kesehatan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh Tim Pengabdi, ada permasalahan mendasar yang dihadapi oleh mitra, yaitu para guru TK ABA 04 Wonodri, belum memahami pentingnya metode bercerita untuk anak-anak dan penggunaan metode ini untuk edukasi pada anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. Selan itu, didapatkan banyak pula anak didik di TK ABA 04 Semarang yang belum mengetahui bagaimana cara menggosok gigi dengan benar. Tim Pengabdi dengan mitra menentukan prioritas utama yang harus segera ditangani dalam pengabdian ini, yaitu: (1) transfer ilmu kemampuan literasi bahasa dari tim pengabdi yang dibutuhkan oleh mitra; (2) Penguasaan teknik bercerita bagi mitra; (3) Pemahaman pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut oleh guru (4) Mengedukasi anak untuk dapat praktik cara menggosok gigi yang benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode brainstorming, cerita, dan praktik. Capaian yang didapatkan dari program ini adalah peningkatan level keberdayaan mitra secara kuantitatif dan kualitatif, yaitu meningkatnya kemampuan literasi dan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut oleh para guru dan dan murid.
EFFICACY OF BASIL LEAF EXTRACT (OCIMUM Spp.) AGAINST MICROBES THAT CAUSES DENTAL AND ORAL DISEASES: A LITERATURE REVIEW Nusantara, Muhammad Vegisa; Sulistyorini, Ratna; Rakhmawatie, Maya Dian
Indonesian Journal of Dentistry Vol 4, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/ijd.v4i1.13414

Abstract

Background: Infection is one of the most common dental and oral health problems experienced by the community. Most infections in the oral cavity are caused by Candida albicans and bacteria such as Streptococcus mutans. Currently, there is a tendency to use natural ingredients that are believed to be antifungal and antibacterial as a substitute for chemicals. One of the natural ingredients that have the potential as antifungal and antibacterial that is easily obtained by the community is basil leaves (Ocimum spp.). Objective: This study aims to determine the efficacy of basil leaf extract (Ocimum spp.) on the growth of C. albicans and S. mutans in vitro. Methods: A systematic literature review study using the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) method was conducted to find scientific evidence of the efficacy of basil leaves (Ocimum spp). Result: Extracts from the majority of basil leaf species (Ocimum spp.) contain flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, steroids, triterpenoids, which are expected to have activity as antifungal and antibacterial agents. The minimum inhibitory concentration (MIC) of basil leaf extract from various species, solvents and extraction methods varied with a range of 0.0025 – 25% w/v. Conclusion: The most effective basil leaf species in inhibiting the growth of C. albicans was Ocimum basilicum which was extracted using maceration method with methanol solvent (MIC 0.01%). Meanwhile, the most effective basil leaf species in inhibiting the growth of S. mutans was Ocimum sanctum L. which was extracted using the soxhletation method with 96% ethanol solvent (MIC 0.0025%).
Potensi Ekstrak Etanol Biji Melon (Cucumis melo L.) sebagai Antibakteri terhadap Streptococcus mutans Penyebab Karies Gigi Adisty Yasmin, Kamila Zalfa; Sulistyorini, Ratna; Rakhmawatie, Maya Dian
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.1.2024.19-26

Abstract

Latar Belakang: Karies disebabkan oleh demineralisasi pada jaringan gigi yang mempermudah invasi mikroorganisme seperti Streptococcus mutans. Karies dapat dikontrol dengan obat kumur. Untuk meningkatkan keamanan, dapat digunakan bahan alam sebagai zat untuk obat kumur, seperti melon yang telah diteliti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji melon (Cucumis melo L.) dalam menghambat S. mutans.Metode: Biji melon dipersiapkan untuk ekstraksi dengan pelarut etanol meng-gunakan metode maserasi. Uji kualitatif fitokimia dilakukan untuk me-ngetahui kandungan senyawa aktif antibakteri. Uji daya hambat antibakteri dari ekstrak biji melon dilakukan dengan metode difusi cakram, dan untuk penentukan kadar hambat minimal dilakukan dengan metode mikrodilusi. Konsentrasi ekstrak etanol biji melon yang digunakan adalah 100; 50; 25; 12,5  dan 6,25 µg/mL. Ampisilin digunakan sebagai kontrol obat dan aquades sebagai kontrol negatif.Hasil: Hasil pemeriksaan fitokimia mendeteksi adanya senyawa flavonoid, saponin, dan alkaloid dari ekstrak etanol biji melon. Ekstrak etanol biji melon konsentrasi 100 dan 50 µg/mL dapat menghambat pertumbuhan S. mutans dengan kategori hambatan sedang (zona hambat secara berurutan 19,9 mm, 16,7 mm). Hambatan dari ekstrak lebih kecil dibandingkan kontrol positif ampisilin yang mencapai 21,2 mm (kategori kuat). Untuk nilai kadar hambat minimal ekstrak etanol biji melon dapat ditentukan sebesar 12,5 µg/mL. Kesimpulan: Aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji melon dapat dipengaruhi adanya senyawa aktif dari golongan flavonoid, saponin, dan alkaloid. Ekstrak etanol biji melon (Cucumis melo L.) memiliki potensi dikembangkan sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab karies gigi S. mutans. 
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAN N-HEKSAN KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans Sulistyorini, Ratna; Tripermata, Anita Novia; Anwar, Risyandi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2760

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan permasalahan dalam bidang kesehatan gigi dan mulut yang sering kali dihadapi masyarakat Indonesia. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi adalah Streptococcus mutans Pada tanaman matoa ditemukan senyawa tanin, flavonoid, tapenoid, saponin, alkaloid dan glikosida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak metanol dan n-heksan kulit buah Pometia pinnata sebagai antibakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100%. Metode: Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium. Ekstrak metanol kulit buah matoa dibuat dengan metode maserasi kemudian dilakukan partisi untuk mendapat ekstrak n-heksan kulit buah matoa. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Brain Heart Infusion Agar (BHIA) dengan 4 kali pengulangan sampel. Pepsodent herbal mouthwash digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 2% digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata zona hambat ekstrak metanol masing-masing 1,625 mm, 0,8625 mm, 0 mm, dan 0 mm, kontrol positif 3,375 mm dan kontrol negatif 0 mm, sedangkan ekstrak n-heksan pada semua konsentrasi memiliki rerata zona hambat 0 mm. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit buah Pometia pinnata konsentrasi 100% dan 75% berpotensi sebagai antibakteri Streptococcus mutans dengan rerata zona hambat masing-masing 1,625 mm dan 0,8625 mm dengan kategori lemah, sedangkan ekstrak n-heksan kulit buah Pometia pinnata tidak berpotensi antibakteri Streptococcus mutans.
Pelatihan Pengenalan Penyakit Gigi dan Mulut Bagi Kader Kesehatan Gigi di Desa Kwadungan Gunung Temanggung, Jawa Tengah Kusniati, Retno; Sulistyorini, Ratna; Purbomurti, Yasinia Annisa
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.728

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tinggi, dengan prevalensi karies mencapai 88,80%. Kader kesehatan gigi memiliki peran penting dalam edukasi masyarakat, namun masih banyak yang belum memiliki pemahaman cukup mengenai penyakit gigi dan mulut. Pelatihan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi kader dalam mengenali dan menangani penyakit gigi. Kegiatan ini merupakan pelatihan bagi kader kesehatan gigi di Desa Kwadungan Gunung, Temanggung. Sebanyak 33 kader mengikuti pelatihan yang meliputi pemberian materi menggunakan media presentasi dan buku panduan, serta praktik pemeriksaan penyakit gigi dan mulut. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader terhadap penyakit gigi dan mulut. Sebelum pelatihan, rata-rata skor pengetahuan peserta adalah 66, yang meningkat menjadi 93,9 setelah pelatihan, dengan kenaikan sebesar 27,3 poin. Kader juga berhasil menguasai teknik dasar deteksi dini penyakit gigi dan mulut melalui pemeriksaan visual. Peserta memberikan tanggapan positif terhadap metode pelatihan yang digunakan. Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman kader kesehatan gigi tentang penyakit gigi dan mulut serta keterampilan deteksi dini. Dengan peningkatan kompetensi kader, diharapkan angka prevalensi penyakit gigi dan mulut di desa dapat berkurang, sehingga derajat kesehatan masyarakat meningkat.
Pemberdayaan Pada Kader Kesehatan tentang Metode Kontrol Infeksi Simak dalam Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Sholekhah, Nur Khamilatusy; Sukmawati, Ayuda Nur; Sulistyorini, Ratna; Sugiarto, Rhima Shilki; Bilqis, Tsuraya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22774

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan gigi dan mulut di masyarakat saat ini prevalensinya masih tinggi. Untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut diperlukan upaya promotif, termasuk pada kader kesehatan. Kader memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk dapat mejangkau masyarakat, menjadi fasilitator dan pelopor pencegahan penyakit termasuk penyakit gigi dan mulut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan kelurahan Sendangmulyo terkait upaya pencegahan infeksi yang dapat terjadi selama perawatan gigi dan mulut. Dengan melibatkan kader dalam pelatihan yang mendalam, diharapkan akan tercipta kader yang lebih kompeten dan terampil dalam melakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan ceramah, pelatihan, simulasi, praktik mandiri serta pengambilan data awal (pretest) dan akhir (posttest) menggunakan kuesioner. Peserta dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang. Dilakukan analisis deksriptif untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah. Program pengabdian masyarakat kepada kader kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader. Terdapat peningkatan pengethuan kader kesehatan tentang upaya pencegahan infeksi melaluio metode SIMAK dan adanya keberdayaan kader kesehatan dalam melakukan praktik mandiri deteksi dini karies gigi, radang gusi dan manifestasi HIV/AIDS di rongga mulut. Pemberdayaan memberikan penyuluhan dan pelatihan pada kader, dapat menciptakan kader yang lebih kompeten dan mampu memberikan edukasi kesehatan gigi kepada masyarakat. Sehingga prevalensi penyakit gigi dan mulut bisa menurun dan derajat kesehatan gigi masyarakat bisa menjadi lebih baik. Kata Kunci: Pemberdayaan Kesehatan, Kader Kesehatan, Kesehatan Gigi dan Mulut, Metode Kontrol Infeksi  ABSTRACT Dental and oral health problems are still prevalent in society today. Promotional efforts are needed to improve dental and oral health, including among health cadres. Cadres play an important role as an extension of the government in reaching out to the community, acting as facilitators and pioneers in disease prevention, including dental and oral diseases. This community service program aims to increase the knowledge of health cadres in the Sendangmulyo sub-district regarding efforts to prevent infections that can occur during dental and oral care. By involving cadres in in-depth training, it is hoped that more competent and skilled cadres will be created to educate all levels of society. This community service was carried out through counseling and training. The methods used in this community service included lectures, training, simulations, independent practice, and initial (pre-test) and final (post-test) data collection using questionnaires. The participants in this activity were health cadres from the Sendangmulyo sub-district, Semarang City. Descriptive analysis was performed to determine the effect before and after. The community service program for health cadres proved effective in increasing the cadres' knowledge. There was an increase in the health cadres' knowledge about infection prevention efforts through the SIMAK method and the empowerment of health cadres in conducting independent practices for early detection of dental caries, gingivitis, and manifestations of HIV/AIDS in the oral cavity. Empowerment by providing counseling and training to cadres can create more competent cadres who are able to provide dental health education to the community. This can reduce the prevalence of dental and oral diseases and improve the dental health of the community. Keywords: Health Empowerment, Health Cadres, Dental and Oral Health, Infection Control Methods
Mouthwash With A Combination Extract Of Butterfly Pea Flower And Mint Leaves As Anti-Inflammatory In Traumatic Ulcer Sufferers At RSGM Unimus Ayu Puspaning Tyas, Dyah; Megawati, Ani; Kamaruddin, Mudyawati; Sulistyorini, Ratna
Jurnal Kesehatan Gigi Vol. 12 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v12i1.11687

Abstract

Traumatic ulcers are mucosal injuries that trigger inflammation, requiring safe and effective alternative therapies. Butterfly Pea flowers and Mint leaves contain bioactive compounds with potential anti inflammatory effects. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Telang flower and Mint leaf mouthwash as an anti-inflammatory in patients with traumatic ulcers. The research method used was laboratory experimental with pre-post study design was conducted on 28 respondents using three formulation concentrations (10%, 30% and 50%). The results showed that the mouthwash with Telang flower and Mint leaf extracts had good organoleptic test results, a normal pH test and a good viscosity test. In the Wilcoxon test results, it was found that there were differences before and after the use of Telang flower and Mint leaf extract mouthwash at concentrations of 10%, 30% and 50% with a p-value<α (0.05). This study concludes that the mouthwash combination of Telang flower and Mint leaf extracts at a concentration of 10%, 30%, and 50% effective for anti-inflammatory.
KONDISI EDENTULOUS DAN HIPERTENSI WARGA SENDANGMULYO TEMBALANG SEMARANG Harniati, Etny Dyah; Sulistyorini, Ratna; Kusniati, Retno; Purbomurti, Yasinia Annisa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2989

Abstract

Hipertensi, penyakit kronis dengan prevalensi global tinggi, memiliki hubungan erat dengan kesehatan mulut. Kehilangan gigi dapat memengaruhi pola makan dan meningkatkan risiko hipertensi melalui inflamasi kronis. Kehilangan gigi juga sebagai faktor risiko yang memengaruhi asupan nutrisi dan kontrol tekanan darah. Tujuan program ini adalah mengidentifikasi kondisi kesehatan warga, memberikan edukasi, dan meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara hipertensi dan kesehatan mulut. Metode: Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yaitu berupa anamnesis, pemeriksaan klinis, dan intervensi promotif dengan edukasi menggunakan media poster. Edukasi mencakup pola hidup sehat, pentingnya menjaga kebersihan gigi, dan perawatan gigi tiruan. Hasil: Sebagian besar responden lansia memiliki hipertensi dan kondisi edentulous. Intervensi edukasi meningkatkan pemahaman tentang hubungan gaya hidup sehat, kebersihan mulut, dan kontrol hipertensi. Kesadaran warga meningkat terhadap kesehatan gigi dan hipertensi setelah diberikan edukasi, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan fasilitas, pelatihan tim, dan evaluasi berkala.