Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Sistem Deteksi Mata Kantuk Pada Pengendara Mobil Dengan Metode Eye Aspect Ratio Dan Facial Landmarks Berbasis Raspberry Pi 4B Dimas Maulana; Deden Wahiddin; Santi Lestari
Scientific Student Journal for Information, Technology and Science Vol. 5 No. 2 (2024): Scientific Student Journal for Information, Technology and Science
Publisher : Scientific Student Journal for Information, Technology and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Kondisi pengemudi yang mengantuk merupakan faktor penting dalam terjadinya kecelakaan. Untuk menyelesaikan masalah ini, diperlukan sebuah alat yang secara otomatis bisa mendeteksi apakah pengemudi mobil sedang dalam keadaan mengantuk atau sadar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kantuk pada pengemudi mobil menggunakan metode Facial Landmarks dan Eye Aspect Ratio (EAR). Proses yang dilakukan melibatkan beberapa tahapan diantaranya, pengumpulan data, deteksi wajah Facial Landmarks, perhitungan Eye Aspect Ratio (EAR), deteksi kantuk, dan pengujian. Proses dimulai dengan pengambilan gambar menggunakan kamera, selanjutnya melibatkan pemrosesan gambar menggunakan Raspberry Pi 4b untuk mengenali wilayah wajah. Setelah berhasil diidentifikasi, selanjutnya menerapkan metode eye aspect ratio untuk memeriksa kondisi mata. Sistem membaca jika mata terbuka, maka pengemudi dalam kondisi sadar dan tidak mengantuk. Jika mata tertutup dalam jangka waktu yang ditentukan, sistem mengenali bahwa pengemudi mengalami kantuk dan akan memberikan peringatan suara. Penelitian ini dilakukan 40 kali pengujian pada siang hari dan pada malam hari, 20 kali pengujian pada siang hari dan 20 kali pengujian pada malam hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada siang hari, akurasi mencapai 70%, sementara pada malam hari akurasi sebesar 35%.
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE JOB ORDER COSTING UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA SHAREEN BAKERY Indiastuti Nur Aini; Thalia Revandisa; Dimas Maulana; Halleina Rejeki Putri Hartono
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 11 No. 4 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v11i4.7934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi (HPP) pada Shareen Bakery menggunakan metode Job Order Costing sebagai dasar penentuan harga jual. Shareen Bakery, sebuah UMKM yang bergerak di bidang produksi roti dan kue, menghadapi kendala dalam perhitungan HPP akibat metode sederhana yang hanya mempertimbangkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung, tanpa memperhitungkan biaya overhead pabrik secara menyeluruh. Untuk itu, metode Job Order Costing diterapkan guna menghasilkan perhitungan HPP yang lebih akurat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data biaya produksi untuk dua skenario pesanan, yaitu 100 pcs dan 500 pcs roti krumpul. Komponen biaya yang dianalisis meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik yang dialokasikan berdasarkan tarif yang ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Job Order Costing menghasilkan HPP yang lebih akurat dibandingkan metode perhitungan sebelumnya. Pada pesanan 100 pcs, HPP yang dihitung dengan metode Job Order Costing adalah Rp1.446.000, sedangkan untuk pesanan 500 pcs sebesar Rp5.786.250. Selisih HPP dibandingkan dengan metode sebelumnya menunjukkan efisiensi dalam alokasi biaya overhead pabrik. Selain itu, metode ini memungkinkan Shareen Bakery menetapkan harga jual yang lebih kompetitif, dengan tingkat keuntungan yang terukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode Job Order Costing dapat meningkatkan akurasi perhitungan HPP, mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat, serta memperkuat daya saing usaha. Rekomendasi diberikan kepada Shareen Bakery untuk secara konsisten menerapkan metode ini dalam perhitungan HPP guna menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan efisiensi operasional.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM Dimas Maulana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh Motivasi Kerja (X1) dan Kepemimpinan (X2) secara terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Abdi Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan berupa kuantitatif dengan pendekatan karakteristik deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Abdi Kerta Raharja di wilayah Kabupaten Tangerang sebanyak 69 responden. Analisis data penelitian dengan uji reliabilitas, uji normalitas data, dan uji hipotesis (uji f). Hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi Kerja (X1) dan Kepemimpinan (X2) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Abdi Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, dengan menyatakan bahwa nilai fhitung (68,785) > ftabel (3,136).
REKONSILIASI SAINS ISLAM : KONSEP, PRINSIP, DAN IMPELENTASI HUMANISASI ILMU ISLAM Wazirotun Mila’il Ulya; Dimas Maulana; Ahmad Sabila Rosada; Arditya Prayogi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sains modern yang cenderung netral-nilai sering menciptakan jarak antara ilmu dan kebutuhan manusia. Dalam perspektif Islam, ilmu tidak hanya dipahami sebagai hasil rasionalitas, tetapi juga sebagai amanah yang harus membawa kemaslahatan. Artikel ini mendiskusikan tentang humanisasi ilmu sebagai pendekatan yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai dasar pengembangan pengetahuan dalam tradisi Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menelaah karya Miftahuddin, Sholehan, serta sejumlah pemikir lain yang menyoroti hubungan antara ilmu, nilai moral, dan orientasi kemanusiaan. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan konsep dasar humanisasi ilmu, prinsip-prinsip yang melandasinya, dan bentuk implementasinya dalam pendidikan, penelitian, teknologi, kebijakan publik, serta budaya sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa humanisasi ilmu menjadi kunci dalam mengarahkan sains agar tetap berakar pada nilai etika dan mampu menjawab persoalan manusia secara lebih utuh. Dengan pendekatan ini, ilmu tidak hanya berfungsi memproduksi pengetahuan baru, tetapi juga menjaga martabat, keadilan, dan keberlanjutan kehidupan manusia
ETIKA KOMUNIKASI DIGITAL SEBAGAI CERMINAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KOMENTAR WARGANET PADA AKUN INSTAGRAM @NARASINEWSROOM Dimas Maulana; Karim Suryadi; Asep Mahfudz
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57386

Abstract

This study aims to analyze the practices of digital communication ethics as a reflection of character education in netizen comments regarding freedom of speech on the Instagram account @narasinewsroom. This research employs a qualitative approach using thematic content analysis on comments found in the account's posts. The analytical framework is based on Habermas' communicative action theory and the dimensions of digital communication ethics. The results indicate that digital communication ethics practices in the @narasinewsroom comment section are still uneven; although freedom of speech is actively practiced, the dimensions of digital empathy, responsibility, and civility in communication still require greater attention. Character education values have not been fully integrated into netizens' daily digital behaviors, as evidenced by a substantial number of aggressive or non-objective responses. Strengthening digital literacy based on ethical and civic values is the main recommendation to promote a healthier and more responsible digital communication culture.