Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEMIOTIKA KUASA DAN GENDER: PERLAWANAN TANDA-TANDA PATRIARKI DALAM DRAMA KOREA WHEN LIFE GIVES YOU TANGERINES Rizky Amalia Syahrani
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.691

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam ruang domestik keluarga Korea pada drama When Life Gives You Tangerines melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Patriarki sebagai sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai otoritas utama dan mendomestikasi perempuan masih menjadi problem sosial yang kerap direproduksi dalam budaya populer, termasuk drama Korea. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan paradigma interpretif, penelitian ini menganalisis elemen-elemen visual, verbal, dan naratif dari 16 episode tersebut, khususnya pada tiga karakter utama: Oh Ae Sun, Yang Gwan Sik, dan Yang Geum Myeong. Temuan penelitian menunjukkan bahwa drama ini secara konsisten menyisipkan simbol, dialog, dan adegan yang menantang mitos patriarkal, seperti dominasi laki-laki dalam rumah tangga, pelabelan gender, serta konstruksi perempuan sebagai subordinat dalam keluarga. Melalui pembalikan peran domestik, afirmasi terhadap otonomi perempuan, dan dukungan laki-laki terhadap emansipasi perempuan, drama ini merefleksikan bentuk-bentuk resistensi halus maupun eksplisit terhadap norma gender konservatif di Korea Selatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media populer memiliki potensi besar dalam mendekonstruksi ideologi patriarki dan mendorong wacana kesetaraan gender secara lebih progresif.
Representasi Konten Facebook sebagai Strategi Pembentukan Personal Branding Ibu Rumah Tangga Anggi Syahpitri; Rizky Amalia Syahrani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengetahui tanda visual dan verbal pada konten berkebunan berperan dalam membentuk citra diri Elok Arumsari yang merupakan influencer ibu rumah tangga sebagai praktisi perkebunan organik skala rumahan sesuai dengan konsep strategi personal branding Peter Montoya. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian adalah observasi non partisipan, dokumentasi dan analisis semiotika Roland Barthes terhadap unggahan konten dimedia sosial Facebook Elok Arumsari. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa Elok Arumsari memenuhi tujuh dari delapan konsep strategi personal branding Peter Montoya dalam membentuk citra dirinya sebagai praktisi perkebunan organik skala rumahan. Konsep yang paling menonjol adalah keahlian (The Law of Specialization), kepribadian yang baik (The Law of Personality), kesatuan (The Law of Unity) dan terlihat (The Law of Visibility). Dimana menunjukan Fokusnya pada bidang atau kemampuannya berkebun organik, membangun kedekatan dengan audiens dengan menunjukan sikap jujur, mandiri, produktif sederhana atau apa adanya.
Digital Literacy Gamification: The Effectiveness of Crossword Puzzles (TTS) in Improving Students' Digital Security Understanding Rizky Amalia Syahrani; Futri Syam; Dony Arung Triantoro; Ashabul Yamin Asgha; Raudhatun Nafisah; Aulia Risky; Fathayatul Husna; Mirza Adia Nova; Ainal Fitri; Ismu Ridha
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital age demands digital literacy skills that include the ability to access, evaluate and utilise information critically and responsibly. However, the rise of misinformation and students' lack of understanding of digital safety (such as privacy settings and handling cyberbullying) are major challenges. This study aims to improve the digital literacy of MAN 1 Aceh Barat students through a digital literacy content-based crossword puzzle (TTS). The method used was participatory-educative with stages: identification of student needs, preparation of TTS containing digital literacy terms, implementation of activities, and evaluation. Participants consisted of 40 students divided into two groups. The results showed that the TTS proved effective in improving students' understanding of digital literacy technical terms, encouraging collaboration and discussion among students, training critical thinking through clue analysis and searching for answers, and creating interactive and fun learning