Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PROSES MANUFAKTUR DAN ESTIMASI BIAYA PRODUKSI UNTUK PRODUK KELOS Agri Suwandi; Adik Hermanto; Dede Lia Zariatin; Bambang Sulaksono; Estu Prayogi
Jurnal Teknologi Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.11.2.127-138

Abstract

Alat bantu penangkapan ikan adalah alat yang digunakan sebagai pendukung kegiatan penangkapan ikan para nelayan dan kelos adalah salah satunya. Kelos berfungsi sebagai alat bantu penggulung jaring dengan bentuk seperti tabung yang mengecil pada bagian tengah serta memiliki lubang poros untuk berputar. Dalam mendukung program pemerintah khususunya Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menyediakan alat bantu tangkap bagi nelayan menengah ke bawah, maka diperlukan penelitian tentang alat bantu penangkapan. Tulisan ini menyajikan tentang penelitian lanjutan untuk mendapatkan proses pengecoran yang optimal serta estimasi biaya produksi yang minimum. Metode manufaktur yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode design for manufacturing. Berdasarkan hasil yang didapatkan, bahwa masih terdapat cacat pada produk kelos yang dihasilkan, yaitu cacat porositas dan inklusi. Cacat porositas disebabkan oleh runtuhnya pasir pada saat proses pengecoran, sehingga ada bagian yang tidak terbentuk. Solusinya adalah dengan menambahkan komposisi cairan penguat pasir. Sedangkan cacat inkusi terjadi akibat adanya renggangan pada bagian sambungan antara cope dan drag, maka solusinya adalah dengan menambahkan bagian pengunci pada area yang mudah renggang. Perkiraan harga biaya produksi untuk 1 unit produk kelos berdasarkan hasil analisis biaya produksi, yaitu ± Rp. 7.537.530 (tujuh juta lima ratus tiga puluh tujuh ribu lima ratus tiga puluh rupiah) dengan kapasistas produksi 3-4 unit kelos siap pakai per hari.
PERANCANGAN MESIN PEMBUKA KALENG AEROSOL UNTUK KATEGORI LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) Agri Suwandi; Azid Rizqi Al Afghani; Dede Lia Zariatin; Rosidi Rosidi
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.115-128

Abstract

Limbah adalah sisa produksi skala industri dan rumah tangga.  Salah satu contoh limbah adalah limbah bahan berbahaya dan beracun. Limbah ini adalah sisa dari usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang sifatnya, konsentrasinya, dan jumlahnya dapat mencemarkan lingkungan hidup serta makhluk hidup lain, kaleng aerosol termasuk ke dalam kategori limbah B3 ini. Kaleng aerosol jika dibuang begitu saja dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, sehingga dibutuhkan teknik pengelolaan khusus untuk mengatasinya. Salah satu solusi penanganan limbah kaleng aerosol adalah membuat teknologi atau mesin yang dapat membuka kaleng tersebut agar aman untuk dimanfaatkan kembali. Metode perancangan yang digunakan adalah metode Pahl & Beitz dalam melakukan perancangan mesin pembuka kaleng limbah bahan berbahaya dan beracun. Tahap awal merancang adalah dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada, kemudian melakukan pengembangan dan merencanakan beberapa konsep sampai terpilih satu konsep yang tepat dan sesuai kebutuhan. Berdasarkan hasil perancangan dan perhitungan, spesifikasi mesin ini menggunakan motor listrik 1,5 HP dengan kecepatan putar 1000 RPM yang telah direduksi oleh gearbox 1:20 untuk menggerakkan batang engkol yang mendorong kaleng aerosol tersebut ke arah pisau pemotong untuk membuka bagian atas dan bawah kaleng, sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM PENGEPAKAN PRODUK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL D. L. Zariatin
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otomasi adalah teknologi yang terkait dengan aplikasi mesin, elektronik, sistem control dan komputer untuk dapat mengoperasikan dan mengendalikan proses produksi. Pada penerapannya, otomasi digunakan untuk mengurangi waktu proses manufaktur, kesalahan akibat operator dan penyimpanan. Salah satu bagian dari proses produksi adalah proses pengepakan yang merupakan rangkaian proses agar produk tersimpan dalam sebuah kemasan. Tulisan ini membahas rancang bangun simulator sistem pengepakan produk pada jalur produksi. Metode perancangan yang digunakan dalam rancang bangun ini adalah metode French. Perbandingan hasil waktu desain proses dan aktual proses, yaitu: 16,69 detik dan 18,01 detik. Terdapat perbedaan waktu sebesar 1,32 detik antara waktu desain proses dan waktu aktual proses. Perbedaan waktu tersebut dibandingkan terhadap delay yang ditetapkan pada program PLC, yaitu sebesar 1,5 detik. Tingkat keakurasian delay pada program sebesar 88% dan masih dalam kategori baik, sehingga bisa diaplikasikan pada simulator pengepakan ini.
The Improvement Of Electrical Power Generated By Pump As Turbine Using Guide Vane Dede Lia Zariatin; Taruna Taruna; Danies Seda; Agri Suwandi; Ismail Ismail
Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Vol 3, No 1 (2020): Journal of Applied Sciences and Advanced Technology
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jasat.3.1.17-20

Abstract

One of the problems faced by micro hydropower plant, including Pump as Turbine is low efficiency. Pump as Turbine (PAT) is one of micro-hydro power plant that uses a centrifugal pump as the turbine and modifies the pump motor to become a generator. Researches tried to improve the PAT efficiency by modifying the impeller and pump housing in order to optimize the flow that rotates the generator shaft. However, there is still another possibility of modifying and improving the water flow by using a regulating or guide vane. This research aims to improve PAT efficiency by conditioning the water inlet using a guide vane in a vertical direction. The regulating vane with a diameter of 56 mm has four vanes made of stainless steel. The vane is adjustable so that the vane opening can be regulated. In this research, the vane opening was setting at 0°, 30°, 45°, and 65°. The experimental test was performed at a PAT power plant's laboratory scale with a head of 3.7 m above the ground. The regulating vane was placed on 260 and 400 mm above the PAT. It showed that the power increased 7% when the guide vane placed 400 mm above the pump shaft with a 45° of vane opening.
Studi Eksperimental Efisiensi Peleburan Aluminium pada Tungku Crucible Furnaces Dede Lia Zariatin; Ismail Ismail; Misra Jaya
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 4, No 2: December 2019
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v4.i2.2019.209-218

Abstract

Letak dan jenis burner yang tepat dapat meningkatkan efisiensi peleburan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh letak dan jenis burner yang digunakan dalam proses peleburan aluminium pada tungku crucible. Dua posisi (di atas dan di samping) dan dua tipe burner (burner jenis 1 dan burner jenis 2) digunakan pada pengujian eksperimental. Langkah proses eksperimen meliputi pengujian peleburan aluminium dengan memvariasikan letak dan jenis burner yang digunakan, dilanjutkan penuangan logam cairan ke dalam cetakan, dan diteruskan pengujian kualitas produk. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa letak burner di samping dan burner jenis 1 paling optimal dapat meleburkan aluminium dalam waktu 1,4 jam dimana aluminium mencair secara sempurna. Letak burner di atas dan burner jenis 2 alumnium tidak mencair sempurna sehingga tidak dapat dilakukan penuangan ke dalam cetakan. Kebutuhan energi peleburan aluminium yaitu sebesar 551,25 kJ dengan efisiensi tungku 39,4%. Hasil uji kualitas produk menunjukkan komposisi kimia 98,2 % unsur aluminium dan 0,434% unsur seng (Zn) serta nilai kekerasan 33,4 HB dan nilai impak 0,21 J/mm2.
Pengembangan Alat Penanggulangan Air Lindi Melalui Reaktor Biofilter Jemi Jamhur; Dede Lia Zariatin; Agri Suwandi
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.41-52

Abstract

Surat kabar Suara Pembaruan yang berafiliasi dengan beritasatu.com mengabarkan bahwa pada tanggal 8 Juni 2012 Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang telah melakukan uji laboratorium sampel air sungai yang menjadi muara pembuangan air lindi TPSA Cilowong. Hasil uji menyatakan bahwa air sungai tidak memenuhi baku mutu yang ditentukan dimana kadar BOD sebesar 297,6 mg/L melebihi ambang batas yang di persyaratkan yakni 150 mg/L, begitupun dengan kadar COD sebesar 688,05 mg/L melebihi ambang batas yang diijinkan sebesar 300 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe instalasi peralatan pengolah air lindi dalam skala laboratorium yang dilakukan dengan metode eksperimental sebagai upaya mencari alternatif solusi permasalahan tersebut. Hasil penelitian ini menghasilkan prototipe instalasi pengolahan air lindi berupa reaktor biofilter yang ditambahkan filter canister dengan sistem operasi batch. Instalasi ini bukan hanya mampu menghasilkan air lindi hasil olahan yang memenuhi baku mutu akan tetapi juga bisa mengurangi kadar polutan air lindi secara signifikan sebesar 89%. Dengan menggunakan zat koagulan berupa tawas (alumunium sulfat) sebesar 2 gr/L, kadar BOD pada air lindi dapat diturunkan dari 417,5 mg/L menjadi 45,5 mg/L. Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) air lindi yang sebelumnya sebesar 912,86 mg/L mampu diturunkan menjadi 95,68 mg/L.
Potential of Bamboo as Car Roof Material D. L. Zariatin; Josep Krisdiandi Sibarani; Dahmir Dahlan; Ralf Förster; Ziani Adriant
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v4i1.3644

Abstract

An effort to achieve SDGs 12# responsible for consumption and production is by optimizing the application of natural recycled materials, such as bamboo, in the automotive industry. Bamboo is a potential insulating material because it has low thermal conductivity. This study used Gigantochloa Atroviolacea as a thermal insulator projected as a car roof. Experiments were performed to identify the effective thermal conductivity. There were two shapes tested: slab and box. The first specimen is a laminated bamboo slab, and the second is a combined slab of laminated bamboo, glass wool, and aluminum foil. Based on the heat transfer calculation, the effective thermal conductivity is 0.21 W/mK and 0.14 W/mK for the laminated bamboo slab and combined slab, respectively. The thermal flow characteristic was analyzed in two box models with different material arrangements. The first box is laminated bamboo and fiber, and the second is laminated bamboo and glass wool. The results show that the first box can insulate heat better than the second. It was concluded that laminated bamboo and bamboo fiber can be used as a substitute for glass wool material. The bending test of laminated bamboo with three different layers was performed according to ASTM D 790. The maximum load was 616 kg for five layers. The bending test showed that laminated bamboo is insufficient as a car roof. Steel plates are still necessary to comply with the requirements of the FMVSS 216 standard.
Effect of gasoline vaporizer tube (GVT) with magnetic field on spark-ignition engine: Investigation, discussion, and opinion Rani Anggrainy; Wegie Ruslan; Dede L. Zariatin; Ramón A. Gilart; Thaer Syam
Mechanical Engineering for Society and Industry Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/mesi.7075

Abstract

Applying magnetic fields to improve the arrangement of hydrocarbon molecules in fuel lines have been continuously studied in recent decades. However, scientific reports regarding the application of a magnetic field integrated with a gasoline vaporizer tube (GVT) on engine performance have not been widely discussed. Therefore, this article presents an investigation of the application of GVT with magnetic field on a single cylinder gasoline engine with three different fuel qualities, including RON88, RON92, and RON98. Torque, power, emissions and fuel consumption have been tested for scientific opinion. The results of our present investigation seem to confirm the claims of GVT inventors, where GVT increases engine torque and power, reduces CO and HC content in exhaust gases, and reduces fuel consumption. However, without considering the supply of gasoline and air from the GVT to the engine is an unfair analysis. In fact, although the established theories reveal the benefits of applying a magnetic field to the fuel line, in this case, only a small part of the fuel is induced by the magnetic field, outside the main line from the tank to the injectors. Finally, the results of this investigation provide new insights for potential users of GVT, which is currently commercially available.
Evaluasi Ergonomi pada Kursi Roda untuk Anak Cerebral Palsy Menggunakan Digital Human Modeling Dwi Rahmalina; Desinta Rahayu Ningtyas; Nur Yulianti Hidayah; Agri Suwandi; Dede Lia Zariatin; I Gede Eka Lesmana Lesmana; Dhidik Mahandika; Susanto Sudiro
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa dan Inovasi Volume 5 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v5i1.4369

Abstract

Cerebral palsy is caused by brain damage that manifests as motor dysfunction. The most prevalent form of cerebral palsy is spastic diplegia, which causes walking difficulties. People with cerebral palsy, particularly children, require mobility aids, such as wheelchairs, to perform daily tasks. When designing wheelchairs for children with cerebral palsy, ergonomic evaluation is required to ensure that the resulting wheelchair is safe and will not pose a risk in the future. This paper investigates the use of digital human modeling to evaluate the ergonomics of wheelchairs for children with cerebral palsy. The method is used to collect samples from 5 to 18-year-old children with cerebral palsy. Digital human modeling is used to simulate and evaluate ergonomics using anthropometric data. The results obtained for the wheelchair dimensions are suitable for the 95th percentile value, while the seat length exceeds the popliteal length for the 50th percentile value. The ergonomic evaluation yielded satisfactory results for the lower back analysis parameter, and the comfort evaluation yielded satisfactory results for the 95th percentile value. In contrast, the 5th percentile value indicates knee discomfort in both the right and left knee.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGGI AUTOMATIC TIGHT-LOCK COUPLER KERETA MRT JAKARTA BERBASIS ARDUINO Faisal Azhari; Dede Lia Zariatin
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 3 (2021)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.211 KB)

Abstract

Alat ukur tinggi coupler merupakan sebuah modifikasi alat ukur tinggi yang biasa digunakan salah satunya untuk mengukur tinggi badan. Dimana alat ukur ini dilengkapi dengan sensor HCSR-04 yang menggunakan prinsip pemantulan gelombang suara yang dapat dipakai menafsirkan jarak suatu benda dengan frekuensi tertentu. Dari frekuensi pantulan yang diterima diubah kedalam bentuk tegangan yang terhubung pada Liquid Crystal Display (LCD) yang berfungsi menampilkan hasil jarak yang telah di program pada Arduino dengan sumber tegangan dari baterai litium 9V.Dalam perancangan alat ukur ini menggunakan metode Pahl Beitz dan proses manufaktur menggunakan  metode DFMA. Dalam penelitian ini alat ukur diuji akurasinya dengan membandingkan hasil pengukuran dengan alat ukur manual seperti mistar, meteran gulung dsb. Perbandingan pengukuran yang dilakukan dengan membandingkan antara pengukuran dengan mistar dan pengukuran dengan alat ukur digital. Setelah dilakukan penelitian, di dapatkan bahwa persentase kesalahan adalah 0,30%. Maka ketelitian alat ukur ini adalah 99,70%. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor seperti jenis sensor ultrasonik yang digunakan, adanya penghalang (obstacle) dari rel sehingga proses pantulan bunyi untuk menafsirkan eksistensi jarak kurang tepat. Dengan nilai ketelitian alat ukur tinggi coupler diatas masih dalam jangkauan standar manufaktur sehingga hasil pengukuran dalam kategori baik dan anjlokan kereta (Derailment) dapat dihindari.