Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Metode Rule-Based Reasoning untuk Memprediksi Waktu Pelaksanaan Kegiatan Pertanian dan Melaut Berdasarkan Sistem Penanggalan Wariga Putradi, Angga; Hidjah, Khasnur; Sulistianingsih, Neny
CORISINDO 2025 Vol. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional CORISINDO 2025
Publisher : CORISINDO 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/corisindo.v1.5529

Abstract

Wariga merupakan sistem penanggalan tradisional masyarakat Suku Sasak yang digunakan untuk menentukan hari baik dalam berbagai aspek kehidupan seperti bertani, melaut, membangun rumah, dan melaksanakan ritual adat. Pengetahuan ini bersifat lokal dan umumnya hanya dikuasai oleh Maestro Wariga. Namun, keberadaan Maestro semakin langka, sehingga dibutuhkan inovasi digital untuk melestarikan dan mendokumentasikan pengetahuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pakar berbasis aturan (Rule-Based System) guna merepresentasikan logika penentuan hari baik secara digital, sebagaimana dilakukan Maestro Wariga. Sistem dirancang menggunakan metode IF–AND–AND–THEN berdasarkan kombinasi tanggal adat, naptu hari, dan zona wilayah. Fokus penelitian berada di wilayah Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pengujian dilakukan melalui perbandingan hasil sistem dengan perhitungan manual Maestro dan uji Black-Box untuk memastikan fungsionalitas sistem. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat kesesuaian tinggi dan berjalan sesuai logika yang dirancang. Diharapkan, sistem ini menjadi media aksesibel bagi generasi muda untuk memahami Wariga sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi. 
Implementasi Arsitektur Deep Convolutional Neural Network (CNN) dengan Transfer Learning untuk Klasifikasi Penyakit Kulit I Putu Agus; Khasnur Hidjah; Neny Sulistianingsih; Galih Hendro; Syahrir Syahrir
Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Vol. 7 No. 3 (2025): August
Publisher : Sekawan Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jtim.v7i3.734

Abstract

Skin diseases are common health problems that require early diagnosis to prevent serious complications. This study aims to develop an automatic skin disease image classification system using a transfer learning approach based on Convolutional Neural Networks (CNN). Image datasets were obtained from Kaggle and underwent preprocessing stages including resizing, normalization, and augmentation. Four CNN architectures were evaluated: VGG16, ResNet50, MobileNetV2, and InceptionV3, implemented using Python and the Keras library on the Google Colab platform. The dataset was split into three training and testing ratios (90:10, 80:20, and 70:30) to assess the impact of data proportion on model performance. Models were trained by modifying the output layer to match the number of classes, and evaluated using accuracy, precision, recall, F1-score, confusion matrix, and ROC curve metrics. The results show that a 70:30 ratio yielded the most optimal training performance. InceptionV3 achieved the highest validation accuracy at 80.04%, but experienced overfitting, while VGG16 demonstrated better generalization to test data. This study proves that transfer learning with CNN is effective in improving the accuracy of automatic skin disease diagnosis and has the potential to become an efficient diagnostic solution, especially in areas with limited medical infrastructure.
SISTEM INFORMASI PEMANTAUAN STATUS GIZI BALITA Khasnur Hidjah; Helna Wardhana; Heroe Santoso; Anthony Anggrawan
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v15i2.35

Abstract

Based on interviews with staff nutrition Health Offce (Dikes) West Lombok, that is not currently available information systems that can be used to input data monitoring nutritional status of children. So it still takes a very long time to get the right information related to monitoring the nutritional status of children and families aware of nutrition per each district. The primary data sourced directly from the community gathered by Puskesmas offcers. Analysis of the data needed to meet the needs of data input, process and report to the monitoring system of nutritional status include: site identifcation, the identity of the household, the habit of weighing the family members, the question for pregnant or postpartum mothers, the nutritional intake of the family, the identity of a toddler, a child’s weight. The expected benefts of the outcomes defned as follows: enhance the ability to analyze the situation of food and nutrition in every region, able to set the priority handling of food and nutrition, able to monitor and evaluate the development of food and nutrition, improve community health status is marked as well as out of the category of problematic areas of health, especially malnutrition and less.
Implementasi Konsultasi Stunting Balita Menggunakan Large Language Models (LLMs) Tanwir Tanwir; Khasnur Hidjah; Dyah Susilowati
Reputasi: Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 6 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/reputasi.v6i1.8961

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan kritis di Indonesia yang memerlukan intervensi berbasis teknologi untuk meningkatkan akses informasi nutrisi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan chatbot konsultasi stunting berbasis Large Language Models (LLMs) guna menyediakan rekomendasi kesehatan yang akurat dan mudah diakses. Metode yang digunakan berupa Model LLaMA 3 di-fine-tuning menggunakan dataset Q&A spesifik stunting berisi 7.642 entri, kemudian dievaluasi dengan matrik ROUGE untuk mengukur kesesuaian semantik respons. Hasil menunjukkan model Stunting mencapai skor ROUGE-1 (72,24%), ROUGE-2 (64,54%), ROUGE-L (70,42%), dan ROUGE-Lsum (70,96%), secara signifikan melampaui model baseline seperti LLaMA3, Deepseek-R1, dan Mistral. Chatbot diimplementasikan dalam aplikasi web berbasis cloud dengan arsitektur terdistribusi, dilengkapi enkripsi SSL dan HTTPS untuk menjamin keamanan data. Sistem ini memungkinkan interaksi real-time antara pengguna dan model LLMs melalui antarmuka berbasis Gradio. Temuan penelitian mengonfirmasi potensi LLMs dalam menyederhanakan layanan kesehatan preventif, khususnya di daerah dengan sumber daya terbatas
PELATIHAN PROMOSI DAN PENJUALAN PADA REMAJA KOTA MATARAM DALAM RANGKA PENINGKATAN PARTISIPASI DAN MINAT REMAJA TERHADAP BATIK MOTIF WAYANG Rini Anggriani; Dian Syafitri Chani Saputri; Khasnur Hidjah; Irwan Cahyadi; Raden Bagus Faisal Irani; Bq. Candra Herawati
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39886

Abstract

ABSTRAKBatik bermotif wayang merupakan salah satu warisan budaya lokal Nusa Tenggara Barat yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi, namun pemanfaatannya sebagai produk komersial oleh generasi muda masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan remaja Kota Mataram dalam mempromosikan dan menjual batik motif wayang melalui pelatihan berbasis digital marketing dan kewirausahaan dalam rangka meningkatkan partisipasi dan minat remaja terhadap batik motif wayang di Wilayah Mataram. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan praktik langsung, meliputi pengenalan nilai budaya motif wayang, teknik fotografi produk, pembuatan konten promosi di media sosial (Instagram dan TikTok), pemanfaatan marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop), serta strategi penjualan. Peserta kegiatan adalah 30 remaja Kota Mataram berusia 16-25 tahun yang tergabung dalam komunitas pemuda setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang batik wayang, kemampuan membuat konten promosi digital, kepemilikan akun marketplace aktif, serta kepercayaan diri dalam berjualan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan ekonomi generasi muda melalui pendekatan kewirausahaan digital.Kata kunci: Batik Motif Wayang; Digital Marketing; Kewirausahaan Remaja; Pelatihan Penjualan; Promosi Produk Lokal. ABSTRACTWayang-motif batik is one of the local cultural heritages of West Nusa Tenggara with high artistic and economic value, yet its commercial utilization by young people remains very limited. This community service activity aims to improve the ability of youth in Mataram City to promote and sell wayang-motif batik through digital marketing and entrepreneurship-based training in order to increase the participation and interest of teenagers in wayang motif batik in the Mataram region. The methods used include participatory training with a hands-on approach, covering the introduction of wayang motif cultural values, product photography techniques, creation of promotional content on social media (Instagram and TikTok), use of marketplaces (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop), and sales strategies. Participants were 30 youth aged 16-25 years from local youth communities in Mataram. The results showed significant improvements in participants' knowledge of wayang batik, ability to create digital promotional content, ownership of active marketplace accounts, and confidence in selling. This activity makes a real contribution to local cultural preservation while empowering youth economically through a digital entrepreneurship approach.Keywords: Digital Marketing; Local Product Promotion; Sales Training; Wayang Motif Batik; Youth Entrepreneurship.
A Locally Grounded Retrieval-Augmented LLM-Based Chatbot for Bilingual Stunting Prevention Consultation among Health Cadres in Indonesia Tanwir, Tanwir; Hidjah, Khasnur; Susilowati, Dyah; Anggrawan, Anthony; Sulistianingsih, Neny
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 7 No. 2 (2026): JUTIF Volume 7, Number 2, April 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2026.7.2.5459

Abstract

Stunting remains a major public health challenge in Indonesia, affecting 21.6% of children under five nationally and 18.34% in Nusa Tenggara Barat (NTB), which strains the capacity of health cadres to deliver timely and accurate nutrition education. This study aims to develop a consultation chatbot by integrating Large Language Models (LLMs) with Retrieval-Augmented Generation (RAG) to provide context-aware stunting prevention guidance. A total of 45 journal articles and 7 books were curated to construct 7,642 question–answer pairs using a RAG-based pipeline. Text preprocessing involved segmentation, embedding, and Byte Pair Encoding tokenization, followed by fine-tuning a LLaMA 3 model on an NVIDIA L4 GPU. Model performance was evaluated using ROUGE and BERTScore metrics, complemented by a small pilot usability assessment. The RAG-integrated model achieved a ROUGE-1 score of 81.03% and a BERTScore F1 of 93.48%, consistently outperforming baseline models. These findings demonstrate the potential of RAG-enhanced LLMs to support scalable and accessible health informatics solutions for empowering health cadres in resource-limited and rural settings.