Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Preserving Identity in a Globalized World: Strategies for Maintaining the Bugis-Makassar Language Based on Seminar Participants’ Perspectives Kembong Daeng; Ilma Rahim; Fatimah Yunus; Ita Rosvita; Bungatang Bungatang
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1328

Abstract

The rapid advancement of globalization has significanty impacted the sustainability of regional languages, including the Bugis-Makassar language, leading to a decline in its use among younger generations. This study aimed to examine strategies for maintaining the Bugis-Makassar language as a mother tongue in the context of globalization, focusing on participants’ perceptions of the International Mother Tongue Seminar. The study employed a descriptive quantitative approach supported by qualitative analysis to provide a comprehensive understanding of language awareness, attitudes, and preservation strategies. The study involved 120 respondents from diverse backgrounds, including students, academics, teachers, and the general public, selected through purposive sampling. The data were collected using a structured questionnaire based on a 5-point Likert scale, complemented by open-ended questions to capture deeper insights. The research instrument was tested for validity using Pearson Product Moment correlation and for reliability using Cronbach’s Alpha, yielding a coefficient of 0.87, indicating high internal consistency. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, including mean, percentage, and standard deviation, while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings revealed a high level of awareness among respondents regarding the importance of the Bugis-Makassar language as a cultural identity. However, a gap existed between awareness and actual language use, particularly in formal and digital contexts. The seminar was positively evaluated as an effective platform for raising awareness. Key strategies identified include integrating regional languages into formal education, strengthening intergenerational transmission, and utilizing digital media for language revitalization. In conclusion, although awereness of the importance of Bugis-Makassar language is relatively high, practical usage remains limited, indicating the need for more structured and sustainable preservation stategies supported by educational institutions and digital innovation.
Pelatihan Penguatan Nilai dan Karakter Budaya Lokal pada Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Ridwan Ridwan; Bungatang Bungatang; Ita Rosvita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.515

Abstract

Pelatihan Penguatan Nilai dan Karakter Budaya Lokal pada Anak Melalui Buku Cerita Bergambar yang dilaksanakan di Kampus Lorong Komunitas Anak Pelangi (K-apel) Makassar dihadirkan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak usia dini melalui media yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai dan karakter berbasis kearifan lokal kepada anak-anak sejak dini melalui media buku cerita bergambar yang menarik dan mudah dipahami, meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap budaya lokal, mengembangkan literasi budaya dan literasi visual melalui kegiatan membaca, mendengar, serta menafsirkan pesan moral yang terkandung dalam cerita bergambar, membentuk karakter positif anak seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, serta rasa hormat terhadap orang lain, yang direfleksikan dalam tokoh dan alur cerita, dan menyediakan alternatif metode pembelajaran kreatif bagi pendidik dan komunitas dalam mengajarkan nilai budaya dan karakter melalui pendekatan literasi berbasis budaya. Metode pelaksanaan kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan diikuti 50 peserta yang merupakan anak yang aktif belajar di K-apel. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman anak terhadap cerita rakyat dan kebudayaan lokal yang dimanifestasikan melalui buku cerita bergambar.
Pemanfaatan Folklor (Cerita Rakyat) Sulawesi Selatan dalam Bentuk Cipta Tari dan Musik: Revitalisasi Tradisi dan Optimalisasi Inovasi Ekspresi Seni Nusantara Berbasis Digital di Kabupaten Soppeng Ita Rosvita; Bungatang Bungatang; Ilma Rahim; Zamrud Whidas Pratama
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.553

Abstract

Pemanfaatan folklor (cerita rakyat) Sulawesi Selatan dalam bentuk cipta tari dan musik: revitalisasi tradisi  dan optimalisasi inovasi ekspresi seni nusantara berbasis digital di kabupaten soppeng dilaksanakan dalam kegiatan PKM yang  bertujuan merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal melalui pelatihan digitalisasi folklor Soppeng berbasis seni tari dan musik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui ceramah interaktif, lokakarya, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 8–9 November 2025 di Sanggar Seni Naurah, Kabupaten Soppeng, dengan melibatkan 36 peserta yang terdiri dari pelatih tari, guru seni, dan peserta didik. Materi pelatihan meliputi pengenalan folklor sebagai sumber inspirasi cipta tari dan musik, pemanfaatan teknologi digital sederhana untuk dokumentasi, serta praktik eksplorasi gerak dan musik berdasarkan cerita rakyat lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengadaptasi folklor menjadi karya tari dan musik yang kreatif serta siap dipublikasikan melalui platform digital. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Bugis Soppeng sekaligus mendorong inovasi seni tradisional di era globalisasi.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Deep Learning dan NLP dalam Penguatan Nilai dan Karakter Anak melalui Buku Cerita Bergambar yang Interaktif di Komunitas Anak Pelangi Kelurahan Parangtambung Makassar Ridwan Ridwan; Bungatang Bungatang; Ita Rosvita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.570

Abstract

Kemajuan teknologi di bidang Artificial Intelligence (AI) telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada relawan-relawan pada komunitas Anak Pelangi terkait Pengenalan dasar tentang Natural Language Processing (NLP) dan Deep Learning dalam pengembangan konten interaktif. Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan para pengajar dalam memanfaatkan teknologi AI yang berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran dan pembuatan buku cerita bergambar yang interaktif dan efektif serta penerapan pembelajaran deep learning secara mendalam dalam kegiatan pembelajaran yang berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi pengenalan konsep dasar AI, aplikasi AI seperti aplikasi Canva, Adobe Premier, Text-to-Speech (TTS), animasi ringan, dan alat pembuat buku digital interaktif (misalnya Book Creator atau dan penggunaan tools dan aplikasi pendukung seperti: Text-to-Speech (TTS), animasi ringan, dan alat pembuat buku digital interaktif (misalnya Book Creator atau Story Jumper).peserta diberikan praktik langsung dalam penggunaan platform dan perangkat lunak berbasis AI. Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan di komunitas Anak Pelangi. Selain itu, relawan komunitas diberikan pemahaman mengenai penerapan pembeleajran Deep Learning yang bertujuan membantu siswa dalam memahami materi secara mendalam, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di era digital. Tahap sosialisasi dilakukan kepada 22 relawan atau pengajar di komunitas Anak Pelangi selama satu hari yang mencakup Pengenalan dasar tentang Natural Language Processing (NLP) dan Deep Learning . Evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru serta keterampilan praktis bagi relawan dalam mengembangkan buku cerita bergambar yang interaktif berbasis budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi implementasi Ai dan pembelajaran deep learning di komunitas Anak Pelangi dalam membentuk nilai dan karakter anak menuju pendidikan bermutu.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KOSAKATA BAHASA INDONESIA DI KALANGAN GENERASI MUDA: SEBUAH STUDI LITERATUR Moh. Anugrah Pakaya; Yusniati N. Sabata; Ita Rosvita; Sitti Hardianti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2506

Abstract

Social media has become a massive communication space for young people, significantly influencing the development of Indonesian vocabulary. This study examines the impact of social media on Indonesian vocabulary, particularly the rise of slang, loanwords, and the decline of standard language use. Using a literature review method, this research analyzed scholarly articles, books, and official documents relevant to the topic. The findings show that social media accelerates the spread of new vocabulary, both slang and borrowed words, which on one hand reflects the creativity and adaptability of the Indonesian language, but on the other hand poses challenges to the preservation of standard usage. This phenomenon also has the potential to weaken formal academic competence, particularly scientific writing skills among younger generations. The study highlights the importance of digital literacy as a strategy to balance linguistic creativity with adherence to language norms.