Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penerapan Peningkatan dan Pemahaman Postur Kerja Ergonomi bagi Pekerja Pengukuran dalam Mengatasi Keluhan MSD di UMKM SA2RIRI Nelfiyanti, N; Almanda, Deni; Ariasih, RR Arum; Ahyadi, Harwan; Setiawan, Andry; Robbani, Muhamad Itsbat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyrakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.6.1.1-7

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan aktifitas yang dilakukan dengan tujuan dapat membantu masyarakat tertentu dalam melakukan kegiatan tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. UMKM SA2RIRI merupakan salah satu jenis usaha dibidang furnitur pembuatan meja belajar lipat anak yang berada di daerah bangkinang, Kampar - Riau. Proses kerja dilakukan dengan cara manual dengan bantuan alat sederhana seperti penggaris untuk mengukur, mesin poton untuk memotong kayu dan lainnya. Pekerja merupakan sumber tenaga utama dalam kelancaran proses produksi pembuatan meja belajar. Proses kerja dilakukan dengan menggunakan beberapa anggota tubuh dengan cara jongkok, membungkuk, kaki bertekuk, leher bertekuk dan lainnya. Proses kerja seperti ini memberikan dampak keluhan MSD bagi pekerja. Sehingga kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap sistem kerja yang ergomonis, sehingga pekerja dapat meminimalisir keluhan MSDs dan dapat meningkatkan produktivitas kerja. Adapun target luaran yang ingin dicapai adalah Pekerja dan pemilik memahami akan konsep postur kerja ergonomi sehingga dapat menerapkannya. Sehingga keluhan MSD yang dirasakan dapat teratasi untk jangka Panjang kedepannya bagi pekerja dan pemiliknya.
Penerapan Metode AHP dalam Pemilihan Material Pembuatan Alat Bantu Kerja Proses Pengukuran Nelfiyanti, N; Yudistirani, Sri Anastasia; Bakar, Yusrizal; Setiawan, Andry; Pangestu, Rayhan
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 11, No 1 (2024): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.11.1.77-86

Abstract

Industri UMKM memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Proses produksi pada industri UMKM ini merupakan hal yang penting dikarenakan pada proses ini terjadi perubahan dari material bahan baku menjadi produk jadi. Proses produksi pada bagian pengukuran di industri UMKM ini dilakukan bukan di meja melainkan dilakukan dilantai, hal ini sangat berbahaya jika dilakukan secara terus – menerus. Diperlukan alat bantu untuk membatu proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memprioritaskan alternatif material yang akan digunakan dalam membuat alat bantu kerja. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk proses pengambilan keputusan. Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan didapatkan prioritas pertama pemilihan material alat bantu pembuatan meja ini yaitu dengan menggunakan besi hollow dengan nilai bobot 0.449. alternatif material ke dua yaitu kayu degan nilai bobot sebesar 0.284 dan prioritas terakhir adalah aluminium dengan nilai bobot sebesar 0.267. Dapat disimpulkan bahwa material hollow merupakan material terpilih yang dapat digunakan dalam pembuatan alat bantu kerja.
Perancangan Meja Kerja Pada Area Dismantle Dalam Meminimalisir Keluhan MsDs Di PT. XYZ Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment (EFD) Wicaksono, Bagus Wahyu; Puteri, Renty Anugerah; Nelfiyanti, N; Setiawan, Andry
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 11, No 2 (2024): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.11.2.271-280

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, PT. XYZ melakukan pekerjaannya menggunakan alat yang beragam seperti alat manual, dan mesin yang masih semi otomatis, sehingga postur kerja operator juga beragam seperti membungkuk, memuntir, berdiri, dan duduk. Area dismantle merupakan salah satu area yang masih menggunakan alat manual dengan postur kerja yang membungkuk, setelah dilakukan pengukuran postur kerja menggunakan skor REBA, operator dismantle mendapatkan skor REBA 9 yang berarti perlu tindakan segera untuk meminimalisir keluhan MsDs. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki postur kerja dengan merancang meja kerja menggunakan metode EFD. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu desain alat bantu berupa meja kerja dismantle dan setelah dilakukan perhitungan skor REBA akhir mendapatkan skor 4 yang berarti tingkat risiko sedang dan perlu tindakan namun tidak segera dan dengan skor tersebut mengalami penurunan dari skor awal.
ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PENGIRIMAN PRODUK KE KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA PT.MRP Nelfiyanti, Nelfiyanti; Setiawan, Bayu; Setiawan, Andry
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. MRP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi manufaktur seperti : Dies Product, Mold Product, Checking Fixture, Machine Product, dan standar part product, tetapi produk – produk komersil tersebut bersifat job order. Berdasarkan hasil pengamatan yang di lakukan pada perusahaan tersebut didapatkan tidak tercapainya target delivery per bulan yang dimana perusahaan mempunyai target sebesar 80 %. Aktualnya dalam waktu 6 bulan target rata - rata pengiriman hanya sampai 70 %. Dengan ini mengakibatkan beberapa pengiriman produk menjadi terlambat tidak sesuai dengan jadwal dan membuat pelanggan jadi mulai kehilangan kepercayaan serta bisa membuat pemasukan perusahaan menjadi menurun di kemudian hari. Maka dari itu perlu dilakukan analisis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis,Failure Mode and Effect digunakan untuk mengindetifikasi bagaimana suatu proses pengiriman mengalami keterlambatan, tidak tercapainya target delivery sehingga menyebabkan terlambatnya barang sampai ke konsumen atau subcont. Setelah dilakukan identifikasi dengan metode Failure Mode and Effect Analysis nantinya akan menghasilkan Nilai Risk Priority Number. melakukan perhitungan RPN untuk mengetahui dan menentukan angka prioritas risiko yang didapatkan dari perkalian Severty, Occurance, Detection dari beberapa penyebab, sehingga ditemukan 3 nilai RPN tertinggi yaitu kurangnya SDM dengan nilai RPN 392, sering terjadinya repair barang setelah selesai produksi dengan nilai RPN 210, dan kurang control setiap operator dengan nilai RPN 175.Kata Kunci : Failure Mode and Effect Analysis,Failure Mode and Effect (FMEA), Keterlambatan Delivery Ontime, Risk Priority Number (RPN)
Implementasi Ergonomi Kognitif Pada Home Industry Puteri, Renty Anugerah Mahaji; Prasetyawati, Meri; Sriwarna, Iphov Kumala; Setiawan, Andry; Sobariah, Sebriana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Printrend merupakan industri konveksi rumahan yang berlokasi di Jakarta Timur.Adapun berbagai jenis pakaian yang dapat dipesan adalah baju, celana, tas, topi, jaket,setelan baju olah raga, dan masih banyak lagi jenis pakaian yang dapat dipesan sesuaidengan metode pemesanan Make to Order (MTO) dan biasanya berasal dari instansipendidikan sekolah ataupun perusahaan sipil ataupun swasta sebagai konsumennya.Gulungan kain yang harus diangkat adalah sekitar 25 kg, dengan hasil pakaian yang dapatdihasilkan per hari bervariasi bergantung dengan jenis pakaian dan detail jahitannya.Kondisi stasiun kerja yang terpisah-pisah membuat pekerja mengalami kelelahan dan jugafactor suhu lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasiperbaikan sistem kerja pada CV. Kajian didasarkan pada unsur-unsur permasalahan yangmeliputi faktor lingkungan fisik, faktor peralatan/mesin, faktor kondisi kerja, dan aspekmanajemen organisasi. Printrend, menggunakan teknik Macro Ergonomic Analysis andDesign (MEAD) sebagai bagian dari proses penelitian mereka untuk meningkatkan kinerjapekerja. Mengurangi kelelahan pekerja merupakan salah satu cara untuk memperbaikisistem kerja. Karena persentase Cardiovaskular Load atau CVL sebesar 40,51%, makasistem tergolong memiliki beban kerja sedang dan memerlukan perbaikan. Hasilnyakaryawan mendapat waktu istirahat 81 menit setiap hari kerja. Peningkatan produktivitaskerja pada bagian produksi jahit dapat dilihat dari semakin efektifnya kerja berdasarkanpenambahan waktu istirahat.Kata kunci: Konveksi, Macroergonomic Analysis and Design, Make to Order.
Penyuluhan Ergonomi Kognitif: Pengenalan Beban Kerja Mental dan Produktivitas Pada Siswa SMK 3 Yapercik Jakarta Selatan Rizani, Nataya; Kristia, Elisabet; Setiawan, Andry; Aprilia, Devi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.7.2.85-90

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Pengenalan Beban Kerja Mental dan Kaitannya dengan Produktivitas” merupakan kontribusi Program Studi Teknik Industri ISTN dalam bentuk penyuluhan dan edukasi kepada siswa SMK. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja, terutama bagi generasi muda yang akan segera lulus dan terjun ke dunia industri. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar beban kerja mental dan fisik dalam ergonomi, dengan penekanan khusus pada beban kerja mental dan produktivitas. Materi tambahan seperti Growth Mindset, Tantangan Dunia Kerja, dan Menjadi Kreatif disampaikan untuk meningkatkan kapasitas berpikir dan kesiapan psikologis siswa. Dalam pelaksanaan kegiatan, siswa diminta melakukan penilaian terhadap produktivitas pribadi mereka dengan skor 1–10. Hasilnya menunjukkan 37% siswa menilai produktivitas mereka di atas 8, 60% pada rentang 6–7, dan 3% memberikan nilai 5. Berdasarkan tipe kepribadian, 80% siswa menunjukkan kombinasi tipe A dan B, sementara 7% bertipe A dominan dan 13% tipe B dominan. Hasil kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) menunjukkan 83% siswa berada dalam kondisi stres sedang, 10% stres ringan, dan 7% stres berat. Sebanyak 83,3% siswa menyatakan keinginan untuk segera bekerja setelah lulus, dan 90% merasa kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata. Oleh karena itu, kegiatan ini dinilai relevan dan penting untuk terus dilaksanakan sebagai bentuk edukasi keilmuan teknik industri yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat dan sekolah.
Perancangan Ulang Meja Kerja Pengukiran Guna Meminimasi Musculosketal Disorders Pekerja di CV Jati Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment (EFD) Zaky, Hikmal Sadi; Puteri, Renty Anugerah Mahaji; Setiawan, Andry
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri mebel sering menghadapi masalah ergonomi, terutama pada stasiun pengukiran manual yang melibatkan postur tubuh yang tidak ergonomis yang menyebabkan risiko gangguan muskuloskeletal (MSD) pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang meja kerja pengukiran di CV Jati Jaya menggunakan metode Ergonomic Function Deployment (EFD) untuk meminimalkan keluhan MSD dan meningkatkan kenyamanan serta efisiensi kerja. Hasil analisis menunjukkan skor Nordic Body Map (NBM) dari dua pekerja berada pada tingkat risiko tinggi, yaitu masing-masing 76 dan 72. Selain itu, penilaian postur menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) menghasilkan skor awal sebesar 6, yang berarti perubahan harus dilakukan segera untuk mengurangi risiko ergonomis. Simulasi ini menggunakan perangkat lunak CATIA dan Solidworks. Pada uji kekuatan dengan tekanan sebesar 147,1 N, menunjukkan dominasi warna biru, yang mengindikasikan kemampuannya menahan beban tanpa risiko kegagalan. Uji displacement menunjukkan perpindahan maksimum sebesar 1,5 mm, yang tergolong kecil, menandakan bahwa meja memiliki kekakuan yang baik. Selain itu, hasil uji strain menunjukkan dominasi warna biru regangan rendah dan sebagian kecil warna hijau regangan sedang, tetapi nilai regangan tetap sangat kecil dan tidak berbahaya. Desain meja baru ini mampu menurunkan skor akhir RULA menjadi 4, yang mengindikasikan perlunya Investigasi lebih lanjut dan kemungkinan diperlukan perubahan. Dengan desain ini, risiko kesehatan jangka panjang pekerja dapat dikurangi, produktivitas meningkat, dan kebutuhan ergonomi terpenuhi
Penyuluhan Ergonomi: Pencegahan Gangguan Otot Rangka (Gotrak) untuk Meningkatkan Produktivitas Ibu Rumah Tangga Rizani , Nataya Charoonsri; Setiawan, Andry; Setianto , Muhammad Gaviandra
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18947

Abstract

Pendahuluan: Gangguan otot rangka (GOTRAK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh ibu rumah tangga akibat aktivitas fisik berulang serta postur kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini dapat menyebabkan keluhan nyeri dan kelelahan yang berdampak pada penurunan produktivitas sehari-hari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan edukatif melalui sesi penyuluhan mengenai teknik ergonomis saat melakukan pekerjaan rumah tangga dan latihan pencegahan Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSD). Metode yang digunakan meliputi presentasi, diskusi, dan praktik edukatif. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bagian tubuh yang paling berisiko tinggi mengalami keluhan adalah tangan/lengan, punggung atas, punggung bawah, dan kaki. Sebanyak 95% ibu rumah tangga yang mengikuti penyuluhan mengalami peningkatan pemahaman dan perubahan kebiasaan positif. Keluhan muskuloskeletal menurun, dan produktivitas meningkat. Kesimpulan: Penyuluhan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran, mencegah gangguan otot rangka, serta menunjang produktivitas ibu rumah tangga melalui penerapan prinsip ergonomi dalam aktivitas harian.
Optimalisasi Waktu Tunggu Antrian Bongkar Palm Kernel di Kernel Crushing Plant dengan Pendekatan Promodel Sihotang, Helena; Dahlia, Savanna; Narendra, Sendi A; Setiawan, Andry
Greeners: Journal of Green Engineering for Sustainability Vol 3 No 01 (2025): Journal of Green Engineering for Sustainability
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Universal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63643/jges.v3i1.307

Abstract

Optimization is an effort to improve process outcomes in an ideal and effective manner. One approach to solving queuing system problems is through simulation. The Kernel Crushing Plant faces queuing issues due to uneven workload distribution among the sampling tower, laboratory, and weighbridge. This condition requires improvements to the queuing system model to achieve a more efficient process flow. Using Promodel software, the queuing system at the Kernel Crushing Plant can be virtually visualized by developing a new model. The proposed model includes separating palm kernel analysis from production analysis, implementing a robotic system for palm kernel sampling, and adding Foss NIRS equipment. The implementation of this model has been proven to reduce laboratory workload (percentage of operation) by nearly 23%, resulting in a more balanced productivity across all locations.