Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

An Assistance in the Use of Goat Manure Waste as Liquid Organic Fertilizer in Nagari Palaluar to Support Environmentally Friendly Agriculture Maiyontoni Maiyontoni; Santi Diana Putri; Resti Fevria; Andi Alatas; Hermansah Hermansah; Agustian Agustian; Nurmiati Nurmiati
Pelita Eksakta Vol 9 No 1 (2026): Pelita Eksakta, Vol. 9, No. 1
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol9-iss1/299

Abstract

Small-scale goat farmers in Nagari Palaluar, Koto VII District, Sijunjung Regency have a dual challenge in the form of low profitability of goat farming and degradation of agricultural land due to excessive use of inorganic fertilizers and conversion of former mining land. This community service initiative aims to increase farmers' income by converting goat manure waste by processing goat manure waste into Liquid Organic Fertilizer, while supporting sustainable agricultural practices. Using a participatory rural appraisal (PRA) approach, the program combines theoretical education, LOF (Liquid Organic Fertilizer) making practice training, technical mentoring, and laboratory-based evaluation. The results showed a very significant increase in knowledge (p < 0.001) with an average gain score of 39.00 (from 48.33 to 87.33). Laboratory analysis confirmed the quality of POC with macronutrient concentrations of Nitrogen (235.5 ppm), Phosphorus (299.7 ppm), and Potassium (714.7 ppm) at Level 1 (Very High), as well as an optimal pH of 6.8. The participants managed to produce 160 liters of LOF per month, creating a new source of income through local sales while reducing dependence on chemical fertilizers. This integrated approach not only increases the income of goat farmers but also promotes a circular economy, reduces environmental impact, and contributes to SDGs 12 and 15
EVALUASI KEMAMPUAN DASAR BETERNAK PESERTA PELATIHAN PEMBIBITAN DAN PEMBASARAN SAPI Rini Elisia; Fadilla Meidita; Resti Fevria; Maiyontoni Maiyontoni; Refika Komala; Malikil Kudususalam; Annisa Annisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38255

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor peternakan, khususnya pembibitan dan pembesaran sapi, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani serta peningkatan ekonomi pedesaan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan dasar beternak di kalangan pemuda, yang berdampak pada kurang optimalnya pengelolaan usaha peternakan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan dasar beternak peserta pelatihan, mencakup aspek pengetahuan tentang ternak ruminansia, peluang usaha, tantangan dan solusi, dampak ekonomi, passion, keterampilan, keinginan belajar, resiko dan manfaat, serta visi dan misi. Metode evaluasi melibatkan wawancara awal, kuesioner tertulis, dan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan variasi pemahaman peserta, dengan sebagian besar berada pada kategori "Paham" untuk aspek keinginan belajar (44%) dan dampak ekonomi (25%). Namun, pada aspek strategis seperti visi dan misi, tantangan, serta solusi, mayoritas peserta masih berada pada kategori "Tidak Paham" (43%). Hal ini mengindikasikan perlunya pendekatan pelatihan yang lebih interaktif, berbasis praktik, dan adaptif untuk meningkatkan pemahaman peserta. Dengan menyempurnakan materi dan metode pelatihan, diharapkan peserta lebih siap untuk mengelola usaha peternakan yang berkelanjutan, produktif, dan kompetitif di masa depan. Evaluasi ini juga memberikan acuan dalam merancang pelatihan yang lebih efektif untuk mendukung pemberdayaan generasi muda di sektor peternakan.