Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendampingan Tahfiz Menggunakan Metode Tasmi’ Melalui Program Ekstrakulikuler di SMA 2 Padang Anita Sarmila; Martin Kustanti; Rezki Amelia; Gusmirawati Gusmirawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i2.2665

Abstract

This mentoring aims to help students memorize and maintain memorization of the verses of the Qur'an in the Tahfidz extracurricular program at SMA 2 Padang using the tasmi' method. The tasmi' method is a method of memorizing the Qur'an by the teacher listening to the reading of the verses of the Qur'an from students, so that with this tasmi' a memorizer of the Qur'an will be known his shortcomings when submitting memorization, because students can make mistakes in pronouncing letters or harakat. With tasmi' students will be more concentrated in memorizing. This mentoring is carried out using the PAR (Participatory Action Research) method with stages of mentoring, namely the first preparation, the second implementation stage, the third evaluation stage, which later the results of the participants' memorization will be tested and when the results of the exam are sufficient, the students will graduate. The success of the tahfiz mentoring using the TASMI' method is marked by the increasing quality of memorization and reading of students where they graduated above 1 juz, 10 juz and there were even students who graduated 22 juz.
The Role of Educators in the Formation of Students' Leadership Character in the Leadership Material of Khulafaur Rasyidin: Peran Pendidik dalam Pembentukan Karakter Kepemimpinan Peserta Didik Pada Materi Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin Dikriati Kamalasari; Martin Kustati; Rezki Amelia; Gusmirawati Gusmirawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i4.219

Abstract

This study aims to find out the role of educators in implementing leadership characters in the subject of Islamic Cultural History in grade VII MTsN 7 Agam in the material of Khulafaur Rasyidin Leadership.  This type of research is qualitative research with the subject of this research being Islamic Cultural History educators and students of grade VII MTsN 7 Agam. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Then this study uses data analysis through data reduction, data display, and conclusion drawn. The results of this study show that the role of educators is as partners, resource persons, and companions. Educators play the role of partners, namely cooperation between educators and other educators, parents or other parties who are tasked with paying attention to the development of students. Educators act as resource persons tasked with providing information to students about many things related to learning and so on. Meanwhile, educators as companions are in charge of providing direction and advice related to the field or discussion being pursued.
Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Devi Elsi Susanti; Martin Kustati; Gusmirawati Gusmirawati; Rezki Amelia
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning Berbantuan Media Mind Mapping dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Populasi terdiri dari seluruh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 5 Kota Solok. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Kelas yang dilih sebagai kelas eksperimen adalah VIII.3 dan kelas kontrol VIII.4. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan teknik tes berupa soal pilihan ganda. Data dianalisis dengan uji statistik, Uji Paired Sample t-Test, dengan menggunakan software SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z sebesar -9.266  dengan p value (Asymp. Sig. 2 tailed) sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 dengan keputusan Ho ditolak sehingga terdapat perbedaan signifikan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidika Agama Islam dan Budi Pekerti antara sebelum dan sesudah diterapkannya model problem based learning berbantuan media mind mapping. Dengan demikian model pembelajaran problem based learning berbantuan media mind mapping yang diterapkan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Pembinaan Didikan Subuh Untuk Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Anak Usia Dini Wiji Fitri Yanti; Gusmirawati Gusmirawati; Martin Kustati
Menara Pengabdian Vol 6, No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v6i1.8122

Abstract

Tujuan dari pembinaan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, membentuk akhlak mulia, serta menumbuhkan kebiasaan ibadah pada anak melalui kegiatan didikan subuh. Pembinaan didikan subuh merupakan salah satu bentuk kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Islami sejak usia dini. program ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan karakter Islami anak di lingkungan masyarakat. Metode yang dilakukan dalam pembinaan ini ialah model Service Learning (SL) yang terdiri atas pra-implementasi yaitu sebagai  perencanaan, implementasi  sebagai pelaksanaan, dan pasca-implementasi sebagai evaluasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam kedisiplinan anak, kemampuan membaca alquran serta perubahan perilaku yang lebih baik sesuai dengan nilai nilai Islami. selain itu kegiatan ini juga mampu mempererat hubungan social antar masyarakat. Dengan demikian .didikan subuh dapat menjadi salah satu alternatif efektif dalam pembinaan karakter islami anak di lingkungan masyarakat.
Pendampingan Membaca Al-Qur’an melalui Metode Iqra’ dalam Meningkatkan Akurasi Tajwid Remaja di Lingkungan Masjid Asra Al-Bakrie Olo Ladang Muhammad Roihan; Martin Kustati; Gusmirawati Gusmirawati
Menara Pengabdian Vol 6, No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v6i1.8116

Abstract

Pendampingan ini bertujuan membantu remaja agar meningkatkan kemampuan bacaan Al-Qur’an dengan kaidah tajwid yang benar, meliputi pengenalan huruf hijaiyah, penggunaan harakat, serta pelafalan yang benar sesuai makharijul huruf. Permasalahan yang melatarbelakangi pendampingan ini yaitu, masih ditemukan kemampuan bacaan Al-Qur’an sebagian remaja, seperti kurang tepat dalam mengenali huruf hijaiyah, kesulitan membedakan panjang dan pendek, serta kurang lancarnya membaca sesuai tajwid. Metode yang dipakai yaitu, Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Tahap persiapan diawali dengan perkenalan antara pendamping dan remaja untuk membangun kedekatan, rasa nyaman, serta motivasi ketika belajar membaca Al-Qur’an. Tahap pelaksanaan berlangsung selama 45 hari dengan menggunakan metode Iqra’ yang disesuaikan dari kemampuan setiap individu remaja. Evaluasi dilakukan melalui tes bacaan untuk melihat perkembangan kelancaran membaca. Hasil pendampingan memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an pada sebagian remaja, ditandai dengan meningkatnya kelancaran membaca ayat-ayat Al-Qur’an, ketepatan mengenali huruf hijaiyah, serta penerapan kaidah tajwid yang lebih baik
THE URGENCY OF FARDHU PRAYERS IN FORMING DISCIPLINE CHARACTER IN PRIMARY SCHOOL STUDENTS Cisia Padila; Martin Kustati; Gusmirawati Gusmirawati
Rihlah Review: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 01 (2023): Rihlah Review: Jurnal Pendidikan Islam 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/rihlah.v1i02.592

Abstract

This article discusses the crucial role of prayer (shalat) in shaping the discipline of elementary school students. Discipline is highly essential in molding the personalities of children from an early age. Prayer, as one of the religious practices in Islam, not only holds a religious dimension but also brings positive impacts in developing various aspects of character, especially discipline. Through literature review and empirical research, this article elaborates on how regular prayer implementation can serve as a means of shaping discipline in elementary school students. Prayer imparts values such as obedience, responsibility, and perseverance, all of which are key elements in forming discipline. Furthermore, the article explores the positive effects of prayer on the mental well-being of students. The concentration, tranquility of the mind, and self-control taught through prayer can directly contribute to the improvement of discipline in the school environment. The research includes interviews with teachers, parents, and elementary school students, as well as direct observations of prayer practices in their daily lives. The results indicate that students actively involved in prayer demonstrate higher levels of discipline compared to those who do not engage in religious activities. Thus, this article contributes to a deeper understanding of the urgency of prayer in the context of shaping discipline in elementary school students. The implications of these findings can serve as a foundation for the development of a more holistic character education program at the elementary school level, integrating religious values such as prayer as an integral part of the learning process.