Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Alpukat dan Petai pada Areal Rehabilitasi di Desa Cipicung, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang Wahyuni, Dwi; Hidayat, Arifin; Wilujeng, Sri; Kusumawardhani, Dina Tiara; Silaban, Rosalia
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.25912

Abstract

Kerusakan lahan merupakan permasalahan serius akibat ketidakseimbangan pengelolaan hutan antar aspek ekologi dan sosial – ekonomi. Lahan yang teridentifikasi sebagai lahan rusak dikenal dengan lahan kritis. Upaya pengendalian lahan kritis dapat dilakukan melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dengan penanaman jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis, seperti alpukat (Persea americana) dan petai (Parkia speciosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan bagi pengembangan alpukat dan petai di Desa Cipicung, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan purposive sampling dengan intensitas sampling 5% pada lima plot untuk masing-masing jenis tanaman. Analisis kesesuaian lahan dilakukan menggunakan metode matching dan scoring terhadap delapan parameter, yaitu temperatur, curah hujan, kelembapan, tekstur tanah, permeabilitas tanah, pH tanah, kemiringan lereng, dan bahaya erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman alpukat dan petai pada lahan RHL Desa Cipicung termasuk dalam kategori cukup sesuai (S2) dengan nilai rata-rata skor masing-masing 21,8 dan 24,2. Faktor pembatas utama meliputi temperatur, curah hujan, permeabilitas tanah, kemiringan lereng, dan bahaya erosi. Upaya peningkatan kesesuaian lahan secara potensial dapat dilakukan melalui penerapan teknik konservasi tanah dan air secara mekanik dan vegetatif yang tepat untuk mendukung keberhasilan rehabilitasi hutan secara berkelanjutan.