Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Media Digital Canva dalam Menopang Digitalisasi Manajemen Pancasila pada OSIS SMA YPPK Teruna Bakti Ade Sopyan Hadi; Maya Mashita; Ricky Engel Mawara; Petrus Irianto; Willius Kogoya; Muhammad Aqil
J-Abdimas Cenderawasih Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jabdimascenderawasih.v4i1.5631

Abstract

The development of digital technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 requires student organizations to be able to adapt to digital transformation in managing organizational activities. However, the OSIS management of YPPK Teruna Bakti High School still faces limitations in creating publication media, documenting activities, and managing organizational information digitally. This community service activity aims to improve the digital literacy of OSIS administrators through the use of Canva digital media while supporting the digitalization of Pancasila Management in student organizations. The method used in this community service is the Participatory Training and Mentoring approach (participatory training and mentoring) which involves OSIS administrators as active participants in the training, practice, and evaluation process. The results of this community service are activities carried out for 15 OSIS administrators through training in creating various digital media, especially Canva-based OSIS chairperson candidate campaign posters that integrate Pancasila democratic values. The results of this community service activity show that participants are able to develop more creative, attractive, and communicative digital publication media, and understand the use of technology as a means of strengthening Pancasila values. The conclusion of this community service activity is that the use of Canva has proven effective in supporting the digitalization of school organizational management while supporting the formation of student character that is creative, democratic, responsible, and adaptive to technological developments.
The Role of the Muslim Community in the Establishment of the Jayapura’s Jami Mosque during the Dutch East Indies Era in 1943 Muhammad Aqil; Ade Sopyan Hadi Hadi; Kulyasin yasin; Akbar Guntoro Praseto akbar
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 11 No 2 (2026): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/5m0ey925

Abstract

This study examines the role of the Muslim community in the establishment of the Jayapura Jami Mosque in 1943 and its significance in the socio-religious life of the Muslim community in Jayapura during the Dutch East Indies era. This  study uses a qualitative approach with historical methods through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results show that the existence of the Muslim community in Jayapura is related to the migration process from Eastern Indonesia regions such as Buton, Ternate, Tidore, Halmahera, Waigeo, and Salawati, which was influenced by Jayapura's development as a colonial center and port. The Muslim community then built social solidarity in maintaining religious identity amidst colonial domination and Christian missions. This was manifested through the independent establishment of the Jayapura Jami Mosquein 1943. The mosque serves not only as a place of worship, but also as a center for education, preaching, and social activities, and has important historical value in the development of Islam in Papua, including the period of Papua's integration into Indonesia. This study confirms the significant contribution of the Muslim community in shaping socio- religious life in Jayapura and enriches the historiography of Islam in Papua.
Pemanfaatan Museum Loka Budaya Sebagai Sumber Belajar Kontekstual pada Mata Kuliah Sejarah dan Usaha Pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Cenderawasih Megiridha Loppies; Muhammad Aqil
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3591

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya inovasi dalam pembelajaran di perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada teks tetapi juga dapat memanfaatkan sumber belajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Museum sebagai lembaga pelestari warisan budaya sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar yang dapat mendukung capaian pembelajaran pada mata kuliah sejarah dan usaha pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Cenderawasih. Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (UNCEN) merupakah salah satu museum pendidikan tertua di Tanah Papua yang menyimpan koleksi benda-benda Etnografi dan Sejarah Lokal yang merepresentasikan keragaman budaya serta dinamika masyarakat Papua. Namun demikian, pemanfaatannya sebagai sumber belajar di lingkungan akademik masih belum optimal atau cenderung sporadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan budaya lokal Papua pada museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih sebagai sumber belajar mata kuliah Sejarah dan Usaha Pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Cenderawasih. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung ke museum, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran di museum. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan triangulasi sumber untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemanfaatan situs budaya lokal Papua pada Museum Loka Budaya UNCEN telah dilakukan melalui kegiatan kunjungan lapangan, observasi koleksi, penyusunan laporan dan pembuatan video wisata edukatif berbasis budaya lokal. Koleksi museum yang mencakup artefak arkeologi, benda-benda upacara tradisional, alat-alat musik, mas kawin serta benda-benda peralatan hidup masyarakat Papua terbukti relevan dengan kompetensi mata kuliah sejarah dan usaha pariwisata yang menekankan keterpaduan antara aspek historis dan potensi wisata budaya Papua. Pembelajaran di museum memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa, menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya lokal, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam merancang produk-produk wisata berbasis sejarah budaya lokal. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan akses ke sumber referensi lokal yang memadai, namun dapat diatasi dengan penggunaan sumber-sumber sekunder dari buku maupun jurnal ilmiah yang relevan dengan materi pada pembelajaran tersebut.