Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemanfaatan Media Digital Canva dalam Menopang Digitalisasi Manajemen Pancasila pada OSIS SMA YPPK Teruna Bakti Ade Sopyan Hadi; Maya Mashita; Ricky Engel Mawara; Petrus Irianto; Willius Kogoya; Muhammad Aqil
J-Abdimas Cenderawasih Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jabdimascenderawasih.v4i1.5631

Abstract

The development of digital technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 requires student organizations to be able to adapt to digital transformation in managing organizational activities. However, the OSIS management of YPPK Teruna Bakti High School still faces limitations in creating publication media, documenting activities, and managing organizational information digitally. This community service activity aims to improve the digital literacy of OSIS administrators through the use of Canva digital media while supporting the digitalization of Pancasila Management in student organizations. The method used in this community service is the Participatory Training and Mentoring approach (participatory training and mentoring) which involves OSIS administrators as active participants in the training, practice, and evaluation process. The results of this community service are activities carried out for 15 OSIS administrators through training in creating various digital media, especially Canva-based OSIS chairperson candidate campaign posters that integrate Pancasila democratic values. The results of this community service activity show that participants are able to develop more creative, attractive, and communicative digital publication media, and understand the use of technology as a means of strengthening Pancasila values. The conclusion of this community service activity is that the use of Canva has proven effective in supporting the digitalization of school organizational management while supporting the formation of student character that is creative, democratic, responsible, and adaptive to technological developments.
Kewirausahaan Pancasila Berbasis Program Kreatifitas Mahasiswa Ade Sopyan Hadi; Joseph Rahail
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11759

Abstract

Adanya kasus wirausaha yang dapat merugikan masyarakat Indonesia seperti usaha kosmetik illegal dan adanya angka pengangguran yang tinggi di kalangan anak muda, serta dengan adanya pasar bebas tentu mengingatkan kita untuk terus berhati-hati dalam berinteraksi maupun dalam menjalankan kegiatan wirausaha. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaiman kewirausahaan Pancasila Berbasis Program Kreatifutas Mahasiswa. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan data bahwa Kewirausahaan Pancasila berbasis program kreatifitas mahasiswa telah dilakukan oleh mahasiswa Univeristas Gadjah mada pada saat mengikuti pekan ilmiah mahasiswa nasional ke-37 dengan judul EcoPrime Feed dan meraih dua medali perunggu selain itu mahasiswa dari Universitas Negeri Jember yang tergabung pada tim program kreatifitas mahasiswa Segaisy juga telah melakukan kewirausahaan Pancasila berbasis program kreatifitas mahasiswa dan berhasil meraih  Juara Favorit pada pekan ilmiah mahasiswa nasional ke-37. Simpulan penelitian ini yaitu sebagai mahasiswa dapat menajalankan project program kreatifitas mahasiswa bidang kewirausahaan yang berdasarkan pada Pancasila dan permasalahan bangsa.
SYNERGY OF PANCASILA AND POLITICS ON ECOLOGICAL CIVIC EDUCATION IN PUAY VILLAGE, PAPUA PROVINCE Ode Jamal; Ade Sopyan Hadi; Maya Mashita; Nesliani Paotonan; Grand Barrang; Melianan Refasi Refas
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.2392

Abstract

In Indonesia, various disasters frequently occur, and in many cases, they are not solely caused by natural factors, but also by irresponsible human behavior and activities regarding the environment. These disasters include floods caused by illegal logging and indiscriminate waste disposal that clog waterways; forest fires often caused by land clearing by burning; and river pollution caused by untreated household and industrial waste. These conditions demonstrate that human behavior plays a significant role in exacerbating environmental damage and increasing the risk of disasters in various regions of Indonesia. The purpose of this study is to show data regarding the Synergy of Pancasila and Politics on Ecological Citizenship Education in Puay Village, Papua Province. The research method used in this study is a qualitative approach, while the type of research used is a case study. The results of this study show data that efforts to protect the environment which is part of the ecological citizenship carried out by the Puay Village community are by planting trees, cleaning the banks of Lake Sentani in Puay Village when commemorating the entry of the Gospel in Puay Village, and introducing the nature around Lake Sentani to students of SDN 5 Puay Village. The conclusion of this study is that the Puay Village community has contributed to protecting nature, especially the environment around Lake Sentani, which is the lifeblood of the Puay Village community.
Implementation of Pancasila Management Principles in Junior High Schools in Indonesia Ade Sopyan Hadi; Joseph Andhika Leonardo Rahail
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v6i1.4246

Abstract

Indonesia is a country that adheres to the Pancasila ideology, starting from the importance of implementing Pancasila values in state life including in the field of education. However, in practice, school management is often still oriented solely to administrative aspects without being balanced by the application of Pancasila values in school management. The approach used in this study is a qualitative approach. In this study the type of research applied is a literature study. The results of this study show data that the meeting to design the Pancasila Student Profile Strengthening Project activities at MTsN 7 Jakarta is part of the planning, the Pancasila Student Profile Strengthening training by the Bireun Regency Education and Culture Office is part of the organization, the celebration of the Pancasila Student Profile Strengthening Project by students of SMPN 1 Purwakarta is part of the implementation of management. The discussion of this study, namely planning, organizing, and implementation in the Pancasila Student Profile Strengthening Project Program, shows a systematic effort in internalizing Pancasila values. Thus, in practice, these three management aspects still require strengthening in terms of substance, sustainability, and critical evaluation to truly produce an authentic Pancasila Student Profile, not simply an administrative achievement within the Merdeka Curriculum framework. Based on the research results, it can be concluded that the implementation of Pancasila management principles has been systematically implemented.
Dampak Diskriminasi terhadap Kesehatan Mental: Refleksi terkait Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan terhadap Penghayat Ade Sopyan Hadi; Zulkifli Alamsah Sutanto; Ahmad Ridwan; Suyato Suyato
Jurnal Kawistara Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.105173

Abstract

Pada penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia, diskriminasi seringkali menimpa. Meski berbagai program pemerintah telah dilakukan untuk melindungi penghayat kepercayaan, namun celah diskriminasi masih terjadi. Hingga sekarang masih ditemukan pola intoleransi terhadap kelompok agama minoritas melalui mobilisasi kelompok intoleran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan secara rinci Diskriminasi terhadap Penghayat Kepercayaan di Indonesia sebagai Cerminan Ketidaksinkronan Nilai Pancasila dan Hak Asasi Manusia serta Dampaknya terhadap Kesehatan Mental. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data sekunder seperti buku catatan, artikel jurnal, serta data dari internet seperti situs website resmi. Hasil penelitian ini yaitu diskriminasi yang dilakukan seperti pembakaran sarana ibadah penghayat kepercayaan Kejawen Urip Sejati dan pengucilan terhadap penghayat kepercayaan Kaharingan di Kalimantan merupakan sesuatu yang tidak dibenarkan oleh Pancasila dan prinsip hak asasi manusia, hal tersbut juga dapat menganggu kesehatan mental para penghayat yang mnenjadi korban. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya diskriminasi yang terjadi  mengingatkan kita kembali kepada Pancasila untuk diamalkan lebih kuat agar hal serupa tidak terjadi lagi sehingga hak asasi manusia bisa ditegakkan untuk kesehatan mental bangsa  Indonesia.
Dampak Diskriminasi terhadap Kesehatan Mental: Refleksi terkait Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan terhadap Penghayat Ade Sopyan Hadi; Zulkifli Alamsah Sutanto; Ahmad Ridwan; Suyato Suyato
Jurnal Kawistara Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.105173

Abstract

Pada penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia, diskriminasi seringkali menimpa. Meski berbagai program pemerintah telah dilakukan untuk melindungi penghayat kepercayaan, namun celah diskriminasi masih terjadi. Hingga sekarang masih ditemukan pola intoleransi terhadap kelompok agama minoritas melalui mobilisasi kelompok intoleran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan secara rinci Diskriminasi terhadap Penghayat Kepercayaan di Indonesia sebagai Cerminan Ketidaksinkronan Nilai Pancasila dan Hak Asasi Manusia serta Dampaknya terhadap Kesehatan Mental. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data sekunder seperti buku catatan, artikel jurnal, serta data dari internet seperti situs website resmi. Hasil penelitian ini yaitu diskriminasi yang dilakukan seperti pembakaran sarana ibadah penghayat kepercayaan Kejawen Urip Sejati dan pengucilan terhadap penghayat kepercayaan Kaharingan di Kalimantan merupakan sesuatu yang tidak dibenarkan oleh Pancasila dan prinsip hak asasi manusia, hal tersbut juga dapat menganggu kesehatan mental para penghayat yang mnenjadi korban. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya diskriminasi yang terjadi  mengingatkan kita kembali kepada Pancasila untuk diamalkan lebih kuat agar hal serupa tidak terjadi lagi sehingga hak asasi manusia bisa ditegakkan untuk kesehatan mental bangsa  Indonesia.
Pelatihan Pemanfaatan Google Sites Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Untuk Meningkatkan Efektivitas Tata Kelola OSIS di SMA YPPK Teruna Bakti, Waena, Kota Jayapura Ade Sopyan Hadi; Maya Mashita; Erna Herman; Immanuel Firdaus Kombari; Ode Jamal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 5 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i5.3192

Abstract

ABSTRACTAdvancements in digital technology require student organizations to manage information and administration effectively, transparently, and participatorily. However, the utilization of digital technology by the Intra-School Student Organization (OSIS) board remains suboptimal, particularly regarding the management of organizational information integrated with national character values. Pancasila serves as the Indonesian nation's philosophy of life and the source of values for state governance. This community service initiative aimed to enhance the digital competence of OSIS board members and integrate Pancasila values into student organization management through digital media. The study employed a qualitative approach and technical triangulation, utilizing observation, interviews, and documentation. Participants received training on using Google Sites, managing digital content, and applying Pancasila values to organizational governance. Subsequently, participants were guided in developing an OSIS website featuring various organizational functions and services. The results demonstrated that participants successfully developed an OSIS website containing comprehensive organizational information—including digital posters for the student council president election, a board member directory with photographs, an OSIS YouTube channel, and an integrated school map via Google Maps. Furthermore, Pancasila values—such as deliberation for consensus, unity, responsibility, democracy, and respect for diversity—were implemented throughout the website's development and management. In conclusion, the training on utilizing Google Sites, grounded in Pancasila values, proved effective in enhancing the digital competence of OSIS board members while simultaneously strengthening organizational governance at SMA YPPK Teruna Bakti Waena, Jayapura City.  ABSTRAKPerkembangan teknologi digital menuntut organisasi siswa untuk mampu mengelola informasi dan administrasi organisasi secara efektif, transparan, dan partisipatif. Namun, pemanfaatan teknologi digital oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) masih belum optimal, terutama dalam pengelolaan informasi organisasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter kebangsaan. Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia yang menjadi sumber nilai dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital pengurus OSIS serta mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengelolaan organisasi siswa melalui media digital. Metode yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif dan triangulasi teknik menggunakan observasi, wawanacra, dan dokumentasi. Peserta diberikan materi mengenai pemanfaatan Google Sites, pengelolaan konten digital, serta penerapan nilai-nilai Pancasila dalam tata kelola organisasi. Selanjutnya, peserta didampingi dalam mengembangkan website OSIS yang memuat berbagai fitur dan layanan organisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengembangkan website OSIS yang memuat berbagai informasi organisasi, termasuk pembuatan poster digital pemilihan calon ketua OSIS, submenu daftar pengurus OSIS beserta fotonya, kanal YouTube OSIS, serta integrasi Google Maps sekolah. Selain itu, nilai-nilai Pancasila seperti musyawarah mufakat, persatuan, tanggung jawab, demokrasi, dan penghormatan terhadap keberagaman juga terimplementasi dalam proses pengembangan dan pengelolaan website OSIS. Simpulan pengabdian pelatihan pemanfaatan Google Sites berbasis nilai-nilai Pancasila efektif dalam meningkatkan kompetensi digital pengurus OSIS sekaligus memperkuat tata kelola organisasi OSIS di SMA YPPK Teruna Bakti Waena, Kota Jayapura.
Limitasi dan Peluang Pertahanan Negara Berbasis Pancasila: Studi Pada Masyarakat Skouw di Perbatasan Indonesia–Papua New Guinea Ade Sopyan Hadi; Joseph Rahail
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 2 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i2.3220

Abstract

ABSTRACTBorder areas play a strategic role in safeguarding national sovereignty and defense; however, the high mobility of indigenous communities and the socio-cultural dynamics in border regions present various challenges as well as opportunities for strengthening national defense based on the values of Pancasila. This study aims to analyze the limitations and opportunities in strengthening national defense based on Pancasila among the Skouw ethnic group at the Skouw International Border Crossing Point (PLBN), Indonesia–Papua New Guinea. The study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with Skouw PLBN officials, documentation, and a literature review, and were then analyzed using qualitative data analysis techniques with triangulation of sources and methods to ensure data validity. The results of the study indicate that the high mobility of the community during traditional activities—particularly marriages between the Skouw and Wutung communities—poses a limitation to the strengthening of national defense, as it increases the complexity of border crossing surveillance and has the potential to be exploited for cross-border administrative violations. On the other hand, cross-border kinship ties, the continuity of traditional customs, community compliance with the Border Crossing Permit (PLB) mechanism, and the internalization of Pancasila values serve as social capital that strengthens non-military defense in the border region. The conclusion of this study is that strengthening national defense in border areas requires synergy among the government, security forces, border crossing point (PLBN) administrators, customary institutions, educational institutions, and the community in integrating the preservation of local culture with the implementation of the values of Pancasila to achieve national resilience. ABSTRAKKawasan perbatasan memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara, namun tingginya mobilitas masyarakat adat serta dinamika sosial budaya di wilayah perbatasan menghadirkan berbagai tantangan sekaligus peluang dalam memperkuat pertahanan negara berbasis nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis limitasi dan peluang dalam memperkuat pertahanan negara berbasis Pancasila pada masyarakat Suku Skouw di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Indonesia–Papua New Guinea. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan petugas PLBN Skouw, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat pada kegiatan adat, khususnya pernikahan antara masyarakat Skouw dan Wutung menjadi limitasi dalam penguatan pertahanan negara karena meningkatkan kompleksitas pengawasan perlintasan serta berpotensi dimanfaatkan untuk pelanggaran administrasi lintas batas. Di sisi lain, hubungan kekerabatan lintas batas, keberlangsungan tradisi adat, kepatuhan masyarakat terhadap mekanisme Pas Lintas Batas (PLB), serta internalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi modal sosial yang memperkuat pertahanan nirmiliter di kawasan perbatasan. Kesimpulan penelitian ini yaitu penguatan pertahanan negara di wilayah perbatasan memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pengelola PLBN, lembaga adat, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan implementasi nilai-nilai Pancasila guna mewujudkan ketahanan nasional.