Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Media Digital Canva dalam Menopang Digitalisasi Manajemen Pancasila pada OSIS SMA YPPK Teruna Bakti Ade Sopyan Hadi; Maya Mashita; Ricky Engel Mawara; Petrus Irianto; Willius Kogoya; Muhammad Aqil
J-Abdimas Cenderawasih Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jabdimascenderawasih.v4i1.5631

Abstract

The development of digital technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 requires student organizations to be able to adapt to digital transformation in managing organizational activities. However, the OSIS management of YPPK Teruna Bakti High School still faces limitations in creating publication media, documenting activities, and managing organizational information digitally. This community service activity aims to improve the digital literacy of OSIS administrators through the use of Canva digital media while supporting the digitalization of Pancasila Management in student organizations. The method used in this community service is the Participatory Training and Mentoring approach (participatory training and mentoring) which involves OSIS administrators as active participants in the training, practice, and evaluation process. The results of this community service are activities carried out for 15 OSIS administrators through training in creating various digital media, especially Canva-based OSIS chairperson candidate campaign posters that integrate Pancasila democratic values. The results of this community service activity show that participants are able to develop more creative, attractive, and communicative digital publication media, and understand the use of technology as a means of strengthening Pancasila values. The conclusion of this community service activity is that the use of Canva has proven effective in supporting the digitalization of school organizational management while supporting the formation of student character that is creative, democratic, responsible, and adaptive to technological developments.
Kajian Kinerja Guru Dalam Mendukung Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Turina Wenda; Robert Masreng; Urip Wahyudin; Petrus Irianto; Mingsep Rante Sampebua; Ida Mariati Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2478

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dalam merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih siswa, melaksanakan tugas tambahan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah informan sebanyak 4 orang terdiri dari kepala sekolah, 1 orang guru mata pelajaran, 1 orang guru bimbingan konseling dan 1 orang siswa. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data menggunakan kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh kinerja guru 1) Perencanaan pembelajaran atau pembimbingan berpedoman pada kurikulum merdeka dalam menyusun RPP atau modul ajar berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kondisi nyata lingkungan sekolah. 2) Pelaksanaan pembelajaran telah berjalan dengan baik dan selaras dengan perencanaan pembelajaran sistematis, menggunakan metode yang bervariasi, mengelola kelas secara kondusif, serta memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia. 3) Penilaian hasil pembelajaran dilaksanakan secara berkelanjutan, objektif, dan mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 4) Pembimbingan dan pelatihan siswa telah dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, baik pada aspek akademik maupun nonakademik. 5) Pelaksanaan tugas tambahan guru dilaksanakan berdasarkan kebijakan sekolah yang mengacu pada peraturan yang berlaku dan mempertimbangkan kompetensi serta beban kerja guru. 6) Faktor pendukung kinerja guru meliputi kebijakan perencanaan pembelajaran yang sistematis, supervisi akademik, variasi metode dan media pembelajaran, pemberian umpan balik serta remedial dan pengayaan, koordinasi antar guru, serta pelaksanaan tugas tambahan guru yang mendukung pembinaan siswa. Faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa, keterbatasan waktu guru, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, beban administrasi, kurangnya dukungan orang tua, serta kondisi geografis sekolah yang menantang.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Berbasis Literasi Dasar Pada Program Sekolah Sepanjang Hari Di SD YPPK ST. Michael Hepuba Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Yunus Yikwa; Urip Wahyudin; Petrus Irianto; C. Tanta; Yulius Mataputun; Monika Gultom
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2362

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen pembelajaran berbasis literasi dasar dalam program sekolah sepanjang hari di SD YPPK St. Michael Hepuba, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Tujuannya adalah menganalisis aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sembilan informan, yaitu kepala sekolah, guru, komite, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi kemampuan membaca siswa, disusun secara kolaboratif, dan terintegrasi dalam kurikulum serta dokumen resmi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembentukan tim literasi dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Pelaksanaan program diwujudkan melalui pembiasaan membaca, integrasi literasi dalam pembelajaran, serta pemanfaatan fasilitas baca. Evaluasi dilakukan melalui supervisi dan refleksi, meskipun belum menggunakan instrumen baku. Faktor pendukung meliputi komitmen dan kolaborasi, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana dan kondisi sosial ekonomi. Program ini berdampak positif terhadap kemampuan membaca, pemahaman, dan partisipasi belajar siswa.
Kajian Kinerja Guru Dalam Mendukung Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Turina Wenda; Robert Masreng; Urip Wahyudin; Petrus Irianto; Mingsep Rante Sampebua; Ida Mariati Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2478

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis kinerja guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dalam merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih siswa, melaksanakan tugas tambahan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah informan sebanyak 4 orang terdiri dari kepala sekolah, 1 orang guru mata pelajaran, 1 orang guru bimbingan konseling dan 1 orang siswa. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Keabsahan data menggunakan kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh kinerja guru 1) Perencanaan pembelajaran atau pembimbingan berpedoman pada kurikulum merdeka dalam menyusun RPP atau modul ajar berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kondisi nyata lingkungan sekolah. 2) Pelaksanaan pembelajaran telah berjalan dengan baik dan selaras dengan perencanaan pembelajaran sistematis, menggunakan metode yang bervariasi, mengelola kelas secara kondusif, serta memanfaatkan media pembelajaran yang tersedia. 3) Penilaian hasil pembelajaran dilaksanakan secara berkelanjutan, objektif, dan mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 4) Pembimbingan dan pelatihan siswa telah dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, baik pada aspek akademik maupun nonakademik. 5) Pelaksanaan tugas tambahan guru dilaksanakan berdasarkan kebijakan sekolah yang mengacu pada peraturan yang berlaku dan mempertimbangkan kompetensi serta beban kerja guru. 6) Faktor pendukung kinerja guru meliputi kebijakan perencanaan pembelajaran yang sistematis, supervisi akademik, variasi metode dan media pembelajaran, pemberian umpan balik serta remedial dan pengayaan, koordinasi antar guru, serta pelaksanaan tugas tambahan guru yang mendukung pembinaan siswa. Faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa, keterbatasan waktu guru, keterbatasan sarana dan media pembelajaran, beban administrasi, kurangnya dukungan orang tua, serta kondisi geografis sekolah yang menantang.
KERJASAMA SEKOLAH DAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Tiwena Wenda; Petrus Irianto; Mingsep Rante Sampebua; Robert Masreng; Monika Gultom; Ewendi W. Mangolo
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10499

Abstract

The implementation of education policies in underdeveloped regions of Papua faces geographical barriers, digital limitations, and highly complex sociocultural dynamics. This study aims to analyze in-depth the collaboration mechanisms between schools and parents at SMP Negeri 1 Tiom, Lanny Jaya, to improve student achievement. Using a qualitative approach with a case study design, data was collected from eleven key informants through purposive sampling and validated using a triangulation strategy and sources. The research steps included participant observation at committee meetings, in-depth interviews regarding parenting patterns, and an analysis of the achievement information system. The research findings revealed that integrating WhatsApp communication with traditional methods such as home visits and contact books was highly effective in breaking down distance barriers and strengthening student discipline. Furthermore, family education through religious forums was proven to increase parents' understanding of the importance of daily learning support. The implementation of an informal talent mapping strategy also stimulated the intrinsic motivation of indigenous Papuan students. Quantitative results showed a tangible impact in the form of an increase in students' average academic scores from 70 to 78 and a significant decrease in absenteeism. The main conclusion confirms that a flexible, transparent partnership model based on the local wisdom of the Lani community is a strategic key in maintaining the sustainability of education services while breaking the chain of poverty in the interior of the Papua Highlands. ABSTRAK Penerapan kebijakan pendidikan di wilayah tertinggal Papua menghadapi hambatan geografis, keterbatasan digital, serta dinamika sosiokultural yang sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam mekanisme kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua di SMP Negeri 1 Tiom, Lanny Jaya, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dihimpun dari sebelas informan kunci melalui teknik purposive sampling dan divalidasi menggunakan strategi triangulasi teknik serta sumber. Langkah penelitian mencakup observasi partisipatif pada rapat komite, wawancara mendalam terkait pola asuh, dan analisis sistem informasi prestasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa integrasi komunikasi media WhatsApp dengan metode tradisional seperti kunjungan rumah dan buku penghubung sangat efektif meruntuhkan kendala jarak serta memperkuat disiplin siswa. Selain itu, edukasi keluarga melalui forum keagamaan terbukti meningkatkan pemahaman wali murid mengenai pentingnya pendampingan belajar harian. Penerapan strategi pemetaan bakat secara informal juga mampu membangkitkan motivasi intrinsik siswa asli Papua. Hasil kuantitatif menunjukkan dampak nyata berupa kenaikan rata-rata nilai akademik siswa dari skor 70 menjadi 78 serta penurunan angka absensi secara signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa model kemitraan yang fleksibel, transparan, dan berbasis kearifan lokal masyarakat Lani merupakan kunci strategis dalam menjaga keberlanjutan layanan pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan di pedalaman Papua Pegunungan.  
PENERAPAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERWAWASAN MULTIKULTURAL DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SISWA Syahril Rizal S; Petrus Irianto; Diki Kurniawan; Kusdianto Kusdianto; Tanta Tanta; Robert Masreng; Yulius Mataputun
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10797

Abstract

Complex sociocultural challenges and ethnic heterogeneity in the vocational high school environment in Papua often trigger the emergence of violence between students. This study aims to analyze in depth the implementation of multicultural leadership of the principal to prevent violence at SMKS YPK TIK Serui, Yapen Islands Regency. The focus of the study includes the development of democratic attitudes, internalization of the diversity paradigm, enforcement of anti-discrimination principles, and development of gender sensitivity. The research method used is a mixed method explanatory sequential design through the distribution of questionnaires to fifty student respondents and interviews with nine key informants. Quantitative findings show that multicultural leadership indicators are in the moderate category, with an anti-discrimination score of 66.91%, diversity paradigm 63.20%, gender sensitivity 62.80%, and democratic attitudes 58.60%. The novelty of this study lies in the integration of Papuan local wisdom, namely Three Stones One Furnace, into the school managerial system. Supporting factors include foundation support, while obstacles include the influence of alcohol. As a result, physical violence was successfully reduced by 62.7%, but a new challenge emerged in the form of digital violence, which increased by 67%. The study's conclusions confirm that multicultural leadership based on restorative justice is highly effective in significantly reducing physical aggression. However, educational institutions need to strengthen systemic multicultural digital literacy strategies to address the increasingly complex dynamics of violence in the digital era and to create sustainable school harmony. ABSTRAK Tantangan sosiokultural dan heterogenitas etnis yang kompleks di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan wilayah Papua sering kali memicu munculnya fenomena kekerasan antarsiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural guna mencegah kekerasan di SMKS YPK TIK Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Fokus kajian meliputi pembangunan sikap demokratis, internalisasi paradigma keragaman, penegakan prinsip anti-diskriminasi, serta pengembangan sensitivitas gender. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran desain sekuensial eksplanatori melalui penyebaran angket kepada lima puluh responden siswa dan wawancara sembilan informan kunci. Temuan kuantitatif menunjukkan indikator kepemimpinan multikultural berada pada kategori sedang, dengan skor anti-diskriminasi 66,91%, paradigma keragaman 63,20%, sensitivitas gender 62,80%, serta sikap demokratis 58,60%. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal Papua yakni Tiga Batu Satu Tungku ke dalam sistem manajerial sekolah. Faktor pendukung melibatkan dukungan yayasan, sementara hambatan mencakup pengaruh minuman keras. Dampaknya, kekerasan fisik berhasil ditekan hingga tingkat 62,7%, namun muncul tantangan baru berupa kekerasan digital sebesar 67%. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan multikultural berbasis keadilan restoratif sangat efektif dalam mereduksi agresi fisik secara signifikan, akan tetapi institusi pendidikan memerlukan penguatan strategi literasi digital multikultural yang sistemik untuk menghadapi dinamika kekerasan di era digital yang semakin kompleks demi terciptanya harmonisasi sekolah secara berkesinambungan.