Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Relevansi Pelayanan Bank Bjb Syariah Dengan Keputusan Menjadi Nasabah Pada Bank BJB Syariah KCP Indramayu Suryani; Ibnudin; Muhammad Ali
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v4i1.49

Abstract

Keberadaan perbankan syariah yang semakin tersebar luas di seluruh Indonesia disebabkan oleh adanya keinginan masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan berbasis syariah, Salah satu fungsi utama bank syariah adalah sebagai lembaga intermediasi yang bertugas menghimpun uang masyarakat dan mengembalikannya dalam bentuk pembiayaan kepada pihak yang memerlukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah Bank BJB Syariah KCP Indramayu, peneliti dapat merumuskan masalah yang akan dikaji dalam penyusunan skripsi ini. Pertama, apakah terdapat hubungan antara pelayanaan terhadap keputusan menjadi nasabah? Kedua, Bagaimana tingkat hubungan antara pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah Bank BJB Syariah KCP Indramayu? Penyusunan skripsi ini dibuat untuk mengetahui tentang Relevansi Pelayanan Bank BJB Syariah dengan keputusan menjadi nasabah pada Bank BJB Syariah KCP Indramayu. sekaligus mengetahui seberapa besar hubungan antara pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah. Adapun metode yang digunakan oleh penulis yaitu jenis metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi dan wawancara, kemudian sumber datanya menggunakan data primer dan data sekunder. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pertama Terdapat empat faktor yang berhubungan dengan keputusan nasabah antara lain faktor layanan atau kenyamanan, faktor promosi, faktor lokasi, dan faktor pengetahuan. Keempat faktor tersebut memiliki hubungan yang sangat positif terhadap keputusan nasabah. Dan ketika empat faktor tersebut naik satu satuan maka keputusan nasabah pun ikut meningkat begitu pun sebaliknya. Kedua, bagaimana tingkat pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah karena dengan pelayanan yang maksimal nasabah akan semakin nyaman dengan menggunakan Produk/jasa Bank BJB Syariah KCP Indramayu. Kemudian Bank BJB Syariah KCP Indramayu juga menggunakan pelayanan prima yang dapat diartikan sebagai suatu pelayanan terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan nasabah.
Analisis Akad Murabahah di Bank BJB Syariah KCP Indramayu pada Produk Pembiayaan Kesejahteraan Pegawai Aden Bagas Gumelar; Ibnudin; Ahmad Syathori
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v4i2.67

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pentingnya akad murabahah sebagai instrumen utama dalam pembiayaan syariah, khususnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pegawai yang memiliki penghasilan tetap melalui skema pembiayaan yang sesuai syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad murabahah pada produk pembiayaan kesejahteraan pegawai di Bank BJB Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Indramayu serta kesesuaiannya dengan ketentuan Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembiayaan kesejahteraan pegawai di Bank BJB Syariah KCP Indramayu dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari perjanjian kerja sama antara bank dan instansi nasabah dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU), diikuti dengan proses pengajuan, verifikasi, dan penentuan plafon pembiayaan yang disesuaikan dengan penghasilan nasabah. Penerapan akad murabahah pada pembiayaan ini telah belum sesuai dengan ketentuan Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000, yang mensyaratkan adanya kepemilikan barang oleh bank sebelum akad dilakukan dan transparansi dalam penyebutan harga pokok dan margin. Namun demikian, hasil kajian juga menemukan bahwa dalam pelaksanaan akad, masih terdapat ruang perbaikan, terutama dalam memastikan ketersediaan barang saat akad berlangsung untuk menghindari praktik jual beli barang yang belum dimiliki.
Pemahaman Mahasiswa Terhadap Teori-Teori Dasar Transaksi Perbankan Syariah: Studi Kasus Mahasiswa Perbankan Syariah Universitas Wiralodra Indramayu Laelatur Rizan; Muhamad Ali; Ibnudin
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v4i2.74

Abstract

Dalam sistem perbankan syariah, transparansi, keadilan, dan keamanan menjadi pilar utama dalam setiap transaksi keuangan. Prinsip-prinsip syariah yang mengedepankan kejujuran dan keterbukaan harus diimbangi dengan mekanisme keamanan yang kokoh agar data dan hak-hak para pihak tetap terlindungi. Oleh karena itu, pemahaman mahasiswa sebagai generasi penerus sangat penting dalam meningkatkan literasi keuangan syariah serta mendukung pertumbuhan industri perbankan syariah di masa depan. Namun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap prinsip-prinsip dasar terutama pada Teori- teori transaksi perbankan syariah masih tergolong rendah. Berdasarkan realitas tersebut, peneliti berusaha menggali lebih dalam pemahaman mahasiswa mengenai teori- teori dasar transaksi perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Universitas Wiralodra terhadap teori-teori dasar transaksi Perbankan Syariah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam memahami Teori-teori dasar transaksi Perbankan Syariah masih perlu ditingkatkan, khususnya pada aspek analitis dan aplikatif. Faktor-faktor yang memengaruhi di antaranya adalah keterbatasan fasilitas pembelajaran, metode pengajaran yang kurang efektif, rendahnya literasi tentang akad-akad operasional, serta kurang optimalnya pemanfaatan seminar dan pelatihan.
Analisis Etika Perbankan Syariah Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu Dewi Kumalasari; Ibnudin; Ahmad Syathori
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v5i1.70

Abstract

Etika merupakan bagian penting dalam sistem perbankan syariah karena menjadi landasan moral dalam menjalankan operasional lembaga keuangan. Namun dalam praktiknya, penerapan etika syariah di perbankan seringkali menghadapi tantangan internal maupun eksternal yang berdampak pada kualitas kinerja karyawan. Berdasarkan realitas tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana tantangan yang dihadapi karyawan dalam menerapkan etika perbankan syariah serta hubungan antara pemahaman etika syariah dengan kepuasan kerja karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu. Sehingga penulis dapat merumuskan masalah yang dikaji dalam penyusunan ini. Pertama, bagaimana tantang yang dihadapi oleh karyaawan dalam menerapkan etika perbankan syariah di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu? Kedua, bagaimana hubungan antara pemahaman antara pemahaman etika perbankan syariah dan kepuasan kerja karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu? Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penerapan etika syariah berasal dari ketidakseimbangan antara tuntutan target kerja dan komitmen etis individu. Di samping itu, masih adanya persepsi masyarakat yang menyamakan bank syariah dengan bank konvensional turut memperberat tugas karyawan dalam menjaga citra dan integritas lembaga. Namun demikian, ditemukan bahwa pemahaman yang baik terhadap etika perbankan syariah berdampak positif terhadap kepuasan kerja karyawan. Mereka merasa lebih nyaman, aman, dan memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah yang bermakna spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan etika syariah bukan hanya berperan sebagai panduan perilaku kerja, tetapi juga sebagai faktor utama pembentuk kepuasan kerja, loyalitas, dan motivasi karyawan dalam sistem perbankan syariah. Oleh karena itu, penguatan pelatihan etika, pembinaan spiritual, serta sosialisasi publik tentang nilai-nilai perbankan syariah sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas implementasi etika secara menyeluruh.
Analisis Terhadap Tantangan dan Peluang Fintech Syariah Nisaul Isti'ani; Ahmad Syathori; Ibnudin
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v5i1.73

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam sektor keuangan global, termasuk di Indonesia. Digitalisasi tidak hanya memudahkan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga menciptakan model bisnis baru seperti financial technology (fintech) yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dalam konteks keuangan Islam, fintech syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan umat Muslim terhadap layanan keuangan yang tidak hanya efisien dan inovatif, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Sehubungan dengan hal itu, penelitian ini dirumuskan ke dalam dua fokus utama, yaitu mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi fintech syariah di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) sebagai pendekatan utama dalam menggali dan menganalisis tantangan serta peluang fintech syariah di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech syariah merupakan inovasi keuangan berbasis teknologi yang berlandaskan prinsip syariah, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti regulasi yang belum optimal, rendahnya literasi, keterbatasan SDM, serta adanya pelanggaran hak konsumen dan indikasi riba pada beberapa platform. Meski demikian, fintech syariah memiliki peluang besar dalam mendorong inklusi keuangan dan menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat, serta penguatan regulasi, edukasi, dan kapasitas SDM agar fintech syariah dapat berkembang secara berkelanjutan dan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Service Standards for Physical Conditions of Islamic Banking Offices to Increase Customer Satisfaction and Trust ibnudin; Indra Sudrajat; Abdul Aziz Romdhoni
Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/values.v3i1.168

Abstract

Islamic banking has experienced rapid growth in recent years, both in Muslim-majority and non-Muslim countries. As financial institutions operating based on Sharia principles, Islamic banks are required to provide services that not only meet customer needs but also align with Islamic values. One important aspect of these service standards is the physical condition of the office, which includes interior design, cleanliness, comfort of the service area, security, and accessibility. Good physical office conditions play a role in creating a sense of security and comfort, as well as increasing customer trust and satisfaction. Furthermore, an office environment that reflects the values of simplicity, professionalism, and cleanliness demonstrates the Islamic bank's commitment to implementing Sharia principles comprehensively. In the increasingly competitive Islamic banking industry, high service standards, including the quality of the physical condition of the office, are a crucial differentiating factor. Therefore, the development and implementation of service standards and physical office conditions that comply with Sharia principles are essential to support service quality, strengthen the bank's positive image, and increase customer satisfaction and loyalty.