Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Gambaran Perilaku Konsumtif Mahasiswa Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan STIKes Santa Elisabeth Medan Simbolon, Pomarida; Zebua, Bernad Julvian
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14149

Abstract

Dalam situasi era globalisasi saat ini Perilaku mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang memiliki pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Selain itu, sering juga didapati mahasiswa melakukan perilaku belanja berlebihan. Kebiasaan ini sering disebut perilaku konsumtif.Tujuan Penelitian untuk melihat tingkat ketinggian dan berkurangnya perlaku konsumtis kepada mahasiswa stikes santa elisabeth medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di STIKes Santa Elisabeth Medan pada bulan Juli. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Manajemen Informasi Kesehatan STIKes Santa Elisabeth Medan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total sampling test, atau pengambilan sampel total, yaitu seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Stefany Puspita (2020) Perilaku Konsumtif Merupakan kecenderungan membeli atau mengkonsumsi barangbarang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan serta tidak didasarkan atas pertimbangan yang rasional dimana karena individu lebih mementingkan faktor keinginan daripada kebutuhan. Berdasarkan survei awal tentang perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa Prodi MIK STIKes Santa Elisabeth Medan. Dari 10 partisipan terdiri dari 60% perempuan dan 40% laki-laki. Sebagian besar partisipan (70%) berusia antara 18-34 tahun, bahwa Dalam satu bulan terakhir, 55% partisipan mengaku berbelanja di luar kebutuhan pokok sebanyak 3-5 kali, sementara 30% lainnya melakukannya lebih dari 5 kali.
Analisis Morfologi Mycobacterium Leprae dan Pendekatan Daya Kasih Kristus pada Penderita Morbus Hansen di Panti Rehabilitasi Kusta Gemakasih Galang Desa Jaharun Bangun, Seri Rayani; Hutabarat, Putri Bonita Appriyanti; Napitupulu, David Sumanto; Simbolon, Pomarida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.961 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10269

Abstract

ABSTRACT Morbus hansen is an infectious disease that attacks the skin, mucous membranes, respiratory tract and is caused by the acid-fast bacterium Mycobacterium leprae. The Christ's Power of Love approach is everyone's ability to radiate Love in everyday life, especially for lepers. To analyze the morphology of Mycobacterium leprae and the Christ's love approach to Morbus hansen sufferers at the Gema Kasih Galang leprosy rehabilitation center. The research design is descriptive with a cross sectional approach. The research was conducted in April-May with a total sample of 19 with total sampling technique. Data analysis used Univariate analysis. The results of the study found that 9 positive samples (47.4%) contained Mycobacterium leprae with bacilli-shaped morphology, were gram positive and had a bacterial index +1 in 5 samples (26.3%), a bacterial index +3 in 4 samples (21.1%). %). Meanwhile, for the other 10 samples (52.6%), Mycobacterium leprae was not found. The Christ's Compassion Approach felt by 19 respondents at the Gema Kasih Galang Leprosy Rehabilitation Center was in the good category. The morphology of Mycobacterium leprae in Morbus hansen sufferers is in the form of bacilli, is gram positive and has a bacterial index of 0, +1 and +3. And Morbus hansen sufferers have felt the power of Christ's love in everyday life. Keywords: Mycobacterium Leprae, Morbus Hansen, DKK  ABSTRAK Morbus hansen merupakan penyakit menular yang  menyerang kulit, selaput lendir, saluran pernafasan dan disebabkan oleh bakteri tahan asam Mycobacterium leprae.  Pendekatan Daya Kasih Kristus merupakan kemampuan setiap orang untuk memancarkan Kasih dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi penderita kusta. Untuk menganalisis morfologi dari Mycobacterium leprae dan pendekatan daya kasih Kristus pada penderita  Morbus hansen di Panti Rehabilitasi kusta Gema Kasih Galang.  Rancangan  penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April- Mei dengan jumlah sampel 19 dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisa data yang digunakan analisa Univariat. Hasil penelitian ditemukan 9 sampel positif (47,4%) terdapat Mycobacterium leprae dengan morfologi berbentuk basil, bersifat gram positif dan memiliki indeks bakteri+1 sebanyak 5 sampel (26,3%), indeks bakteri +3 sebanyak 4 sampel (21,1%). Sedangkan 10 sampel lain nya (52,6%), tidak ditemukan adanya Mycobacterium leprae. Pendekatan Daya Kasih kristus yang dirasakan 19 responden di Panti Rehabilitasi kusta Gema Kasih Galang berada dalam kategori baik. Morfologi dari Mycobacterium leprae pada penderita Morbus hansen berbentuk basil, bersifat gram positif dan memiliki indeks bakteri 0, +1 dan +3 Serta penderita Morbus hansen sudah merasakan daya kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Mycobacterium Leprae, Morbus Hansen, DKK.  
Efficiency of Bed Utilization at Medan Adventist Hospital in 2025 Julvian Zebua, Bernard; Simbolon, Pomarida; Ginting, Arjuna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.2802

Abstract

Hospitals are health care institutions that provide comprehensive individual health services that provide inpatient, outpatient, and emergency services. Hospitals are also places to organize health efforts, namely every activity to maintain and improve health and aim to realize optimal health levels for the community. The efficiency of bed use is an indicator that underlies the performance of all hospitals. Efficiency can be used to allocate existing resources to achieve targets more quickly and optimally. BOR is the utilization of beds in a certain time unit. This indicator provides an overview of the high and low levels of bed utilization in hospitals. To Identify the Efficiency of Bed Use in Adventist Hospital. The results of the study on BOR, the BOR value is not ideal as much as 7 (10.7%), the ideal value of BOR obtained a value of 51 (60.75%), the value above the ideal number of BOR obtained a value of 24 (28.6). AVLOS is not ideal 100%, TOI is not ideal 100%. The BTO value shows a value above the ideal number. The value above the ideal number of BTO is 84%. The instrument used in this study uses an observation sheet. The data analysis used in this study was univariate. It is hoped that Medan Advent Hospital will further improve the efficiency of bed utilization in 2025 to ensure proper patient care.
Relationship between Service Quality and BOR (Bed Occupancy Ratio) Value at Medan Adventist Hospital 2025 Mendrofa, Wetty Mayanora; Simbolon, Pomarida; Saragih, Pestaria; Ginting, Nasipta
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3061

Abstract

Background: The creation of service quality will certainly create satisfaction for service users. Service quality is important in health service organizations because it can make the quality of health services efficient. The quality of this service can ultimately provide benefits such as the Bed Occupancy Rate (BOR) value which is very important in assessing the quality of hospital services. Regarding the quality of service carried out using a questionnaire sheet that is categorized as less and good shows the results that the quality of service is in the Good category as many as 21 (60.0%) because patients felt that the service provided by Medan Adventist Hospital was good. The purpose of the study is to identify the Relationship between Service Quality and BOR Value at Medan Adventist Hospital 2025. The sample of this study are 35 respondents with a sampling technique of Quota sampling. The instruments used are questionnaires and Observation sheets. Data analysis with Chi-Square test. The results of this study obtain a good category of service quality for 21 people (60.0%), BOR value above the ideal number of 18 (51.4%). The results of the Chi-Square test obtain a p-value of 0.023 (p <0.05) indicating that there is a relationship between service quality and BOR value at Medan Adventist Hospital in 2025. It is expected that Medan Adventist Hospital will improve the quality of service with BOR value and control and evaluate in order to maintain service quality.
Hubungan pengetahuan dengan kelengkapan rekam medis di rumah sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2022 Boris, Jev; Simbolon, Pomarida; Patrisia, Sanri Debia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i1.7466

Abstract

Rekam medis yang baik berisikan data yang lengkap dan dapat diolah menjadi informasi sehingga memungkinkan dilakukan evaluasi objektif terhadap kinerja pelayanan kesehatan dan berbasis pendidikan, penelitian dan pengembangan. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis menggambarkan pelayanan kesehatan yang diberikan dan mutu pelayanan rekam medis. Kelengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2022  memiliki kelengkapan rekam medis yang tinggi. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis adalah pengetahuan. Pengetahuan yang tinggi terhadap kegunaan rekam medis akan membuat petugas lebih memperhatikan kelengkapan rekam medis. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan kelengkapan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2022. Rancangan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 57 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk pengetahuan dan lembar ceklis untuk kelengkapan rekam medis. Analisa data uji Chi-square. Hasil penelitian ini diperoleh pengetahuan kategori tinggi 35 orang (61.4%), kelengkapan rekam medis  kategori lengkap 50 rekam medis (87.7%). Hhasil uji Chi-square diperoleh p-value 0.002  (p<0.05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuandengan kelengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2022. Diharapkan kepada perawat agar mampu  mempertahankan pengetahuan tentang rekam medis, sehingga berkas rekam medis bisa lengkap 100%.
The Relationship Between Nurse’s Motivation with Completeness of Medical Record Files Simbolon, Pomarida; Simbolon, Nagoklan; Saragih, Pestaria
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 10 No 02 (2022): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i2.1797

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan yang telah diberikan kepada pasien. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis menggambarkan pelayanan kesehatan yang diberikan dan mutu pelayanan rekam medis. Kelengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2022 memiliki kelengkapan rekam medis yang tinggi. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis adalah motivasi. Kaitan motivasi dengan kelengkapan rekam medis sangat berpengaruh terhadap pencapaian hasil kerja atau sering disebut dengan kinerja. Semakin tinggi motivasi seorang perawat maka akan semakin tinggi juga kelengkapan rekam medis. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan motivasi dengan kelengkapan rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2022. Metode: Rancangan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 57 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk pengetahuan dan lembar ceklis untuk kelengkapan rekam medis. Analisa data uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar motivasi kategori rendah 43 orang (75,4%), kelengkapan rekam medis kategori lengkap 50 rekam medis (87.7%). Hasil uji Chi-square diperoleh p-value 0.001 (p<0.05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kelengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2022. Kesimpulan: Diharapkan kepada perawat agar mampu meningkatkan motivasi tentang rekam medis, sehingga berkas rekam medis bisa lengkap 100%.
KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSA KASUS NEOPLASMA MENGGUNAKAN ICD-10 DI RS SANTA ELISABETH MEDAN Simbolon, Pomarida
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1918

Abstract

Medical record is a file that contains notes and documents about patient identity, examination, treatment, actions and other services that have been provided to patients and documented in the disease classification coding system. One of the disease codifications is neoplasm, which is a grouping of diseases into a group of similar disease code numbers according to ICD-10. Neoplasm cases are one of the most common diagnoses at Santa Elisabeth Hospital, Medan. The aim of the study was to determine the diagnosis coding for neoplasms at Santa Elisabeth Hospital, Medan. Descriptive research design. Data collection is done by observation. The number of samples used were 34 documents with simple random sampling technique. The research was carried out in July 2021. Data analysis was carried out descriptively. The results obtained that the completeness of the morphological code for the diagnosis of neoplasms in the inpatient medical record documents carried out at the Santa Elisabeth Hospital, namely 28 documents (82.4%) were complete, and 4 documents (17.6%) were incomplete. The accuracy of the topographic code for the diagnosis of neoplasms was complete with 31 documents (73.5%) and 3 documents incomplete (14.7%). The factor that causes the inaccuracy of coding is that it is difficult for the coding officer to read the doctor's writing, so it is necessary to train coding officers.
Kepuasan Pasien Imobilisasi dalam Pemenuhan Personal Hygiene Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Simbolon, Pomarida; Siringo-ringo, Magda
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 2, No 2 (2017): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.30335

Abstract

Latar belakang: Personal hygiene merupakan perawatan diri manusia dalam memelihara kesehatannya untuk meningkatkan kenyamanan, kesehatan dan keamanan demi kesejahteraan fisik dan psikis terutama pada pasien imobilisasi. Setiap tindakan keperawatan, yang diberikan perawat harus memperhatikan kepuasan pasien karena merupakan salah satu indikator bagi pasien untuk mengetahui kualitas pelayanan melalui tingkat kepuasan.Tujuan: Untuk mengetahui kepuasan pasien imobilisasi dalam pemenuhan personal hygiene yang dilakukan oleh perawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan.Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif, dengan metode penilaian menggunakan dimensi kepuasan. Populasi dalam penelitian berjumlah 120 orang dengan jumlah sampel penelitian 30 orang dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.Hasil: Hasil penelitian menunjukan tingkat kepuasan pasien pada dimensi tangible (kenyataan) 63,3%, emphaty (empati) 46,7%, reliability (keandalan) 50,0%, responsivenness (daya tanggap) 53,3%, sedangkan dimensi assurance (jaminan) berada pada kategori puas yaitu 43,3%.Kesimpulan: Pasien sangat puas terhadap pelayanan personal hygiene, terlihat dari perhitungan setiap dimensi. Diharapkan kepada perawat agar memberikan pelayanan yang lebih baik lagi terutama kesan pertama masuk pasien terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan sehingga hasil kepuasan lebih meningkat lagi.