Gulo, Rezeki Putra
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kontekstualisasi Filsafat Pendidikan Kristen di Era Digital: Menuju Pembelajaran yang Adaptif dan Relevan Gulo, Rezeki Putra; Zai, Nikarni
SAINT PAUL'S REVIEW Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : STT Saint Paul Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56194/spr.v5i1.99

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan Kristen. Kontekstualisasi filsafat pendidikan Kristen menjadi penting untuk memastikan bahwa pembelajaran tetap adaptif dan relevan. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai filosofis pendidikan Kristen dapat diintegrasikan dengan teknologi digital tanpa mengorbankan prinsip-prinsip moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode riset pustaka, menganalisis berbagai literatur yang relevan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam kontekstualisasi ini. Masalah penelitian yang diangkat adalah, bagaimana mempertahankan nilai-nilai inti pendidikan Kristen dalam konteks pembelajaran digital yang terus berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang interaktif dan personal, namun juga menimbulkan risiko seperti disinformasi dan ketergantungan. Novelty penelitian ini terletak pada pendekatannya yang menggabungkan perspektif filosofis dan teknologi secara komprehensif, memberikan wawasan baru dalam pengembangan pendidikan Kristen yang modern dan kontekstual. Oleh sebab itu, integrasi nilai-nilai filosofis dan teknologi dapat menciptakan pendidikan Kristen yang adaptif dan relevan di era digital.
Integration of Christian Values with Local Wisdom in Digital Learning Media: Literature Review Rangga, Oktavianus; Gulo, Rezeki Putra
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 5 No 1 (2025): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v5i1.843

Abstract

This research aims to examine the integration of Christian values with local wisdom through digital learning media within the context of Christian Religious Education (CRE). The problem addressed is the lack of learning media that contextually and relevantly accommodates Christian values and local culture in line with the development of digital technology. This research employs a descriptive qualitative method with a library research approach through a systematic review of relevant academic literature. The novelty of this research lies in the design of a conceptual model for digital media that combines Christian faith values such as love, justice, and service with local cultural elements like folklore, regional songs, and traditional symbols. The research findings indicate that this integration can enhance the relevance, participation, and understanding of Christian teachings among students, while simultaneously strengthening their cultural identity. These findings offer a theoretical contribution to the development of inculturation-based CRE literature and a practical contribution for Christian educators in the digital age.
Integrasi Logika Kritis dalam Pendidikan Agama Kristen: Membangun Iman yang Rasional di Era Digital Gulo, Rezeki Putra; Zai, Nikarni; Balukh, Semy Djulandy
SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2025): SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/sophia.v6i1.291

Abstract

This paper examines the integration of critical logic in Christian Religious Education (CRE) within the digital era, emphasizing the importance of developing a rational understanding of faith amidst the complexity of digital information. The research employs a qualitative approach using hermeneutic phenomenology, enabling an in-depth exploration of the meaning of critical logic integration within the CRE context through a systematic literature review. The primary issue addressed is the lack of a comprehensive approach that combines rational and spiritual aspects in religious education, particularly in responding to challenges in the digital era. The study’s novelty lies in the development of the innovative DIGITAL-CRITICAL model, integrating elements of critical logic, Christian values, and digital literacy through seven core components (Dialog, Interpretation, Geometry, Integration, Transformation, Analysis, and Logic) tailored to the CRE context. The findings show that this model effectively enhances students' analytical abilities, strengthens their spiritual foundations, and equips them with essential digital competencies to sustain a rational and relevant Christian faith in the modern era.Paper ini bertujuan untuk mengkaji integrasi logika kritis dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) di era digital, dengan menyoroti pentingnya pengembangan pemahaman iman yang rasional di tengah kompleksitas informasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi hermeneutik, memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap makna integrasi logika kritis dalam konteks PAK melalui kajian literatur sistematis. Masalah utama penelitian adalah kurangnya pendekatan komprehensif yang menggabungkan aspek rasional dan spiritual dalam pembelajaran agama, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. Novelty penelitian terletak pada pengembangan model DIGITAL-KRITIS yang inovatif, mengintegrasikan komponen logika kritis, nilai Kristen, dan literasi digital melalui tujuh elemen utama (Dialog, Interpretasi, Geometri, Integrasi, Transformasi, Analisis, dan Logika) yang disesuaikan dengan konteks PAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini efektif meningkatkan kemampuan analitis peserta didik, memperkuat dasar spiritual, dan membekali mereka dengan kompetensi digital yang esensial dalam mempertahankan iman Kristen yang rasional dan relevan di era modern.
Pendidikan Agama Kristen dan Realitas Virtual: Membangun Pengalaman Pembelajaran Iman yang Imersif di Dunia Digital Gulo, Rezeki Putra; Mbelanggedo, Nelci; Rangga, Oktavianus
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi teknologi Realitas Virtual (VR) dalam Pendidikan Agama Kristen untuk memperkaya pengalaman spiritual peserta didik melalui pembelajaran imersif. Melalui metode library research, penelitian menganalisis literatur tentang peran teknologi realitas virtual dalam Pendidikan Agama Kristen untuk mengidentifikasi pendekatan pedagogis yang tepat dalam menghadapi tantangan teknologi digital. Novelty penelitian terletak pada fokus penggunaan realitas virtual untuk menciptakan simulasi tiga dimensi dari narasi Alkitab dan lingkungan spiritual yang memberikan kedalaman pengalaman iman yang sulit dicapai melalui media konvensional. Hasil penelitian menunjukkan realitas virtual dapat menjadi mediator efektif bagi Pendidikan Agama Kristen di era digital, meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pengalaman visual interaktif yang memvisualisasikan peristiwa-peristiwa Alkitab dan konsep teologis kompleks. Kesimpulannya, teknologi realitas virtual berpotensi memperkaya pembelajaran iman, namun penting diimbangi dengan praktik spiritual tradisional seperti doa, refleksi, dan keterlibatan komunitas agar nilai-nilai dasar Pendidikan Agama Kristen tetap terpelihara dalam proses pembelajaran.
Revolusi Pembelajaran Kristen: Menyelaraskan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dengan Potensi Kecerdasan Buatan Gulo, Rezeki Putra; Nenabu, Gihon; Kelin, Klemens
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.75

Abstract

Transformasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) di era digital menuntut pendekatan yang lebih adaptif dan inovatif. Artikel ini mengkaji penyelarasan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dengan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis iman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis fenomenologi dan kajian pustaka untuk menganalisis implementasi AI dalam PAK. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam penerapan AI untuk mendukung kurikulum OBE, termasuk dalam aspek personalisasi pembelajaran, asesmen berbasis data, dan penguatan strategi pedagogis. Novelty penelitian yang ditawarkan terletak pada eksplorasi integratif antara AI dan OBE dalam konteks pembelajaran PAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berpotensi meningkatkan efektivitas pencapaian kompetensi spiritual, intelektual, dan karakter Kristen, tetapi tetap membutuhkan keseimbangan dengan bimbingan guru sebagai mentor spiritual. Dengan perancangan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang mendukung pembelajaran PAK tanpa menghilangkan esensi transendentalnya.
SIGNIFIKANSI KEPEMIMPINAN MUSA TERHADAP GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGAJAR Gulo, Rezeki Putra
Edukasi : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 13 No 1 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Bethel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47562/edk.v13i1.236

Abstract

The leadership of Moses has given many examples that today's believers should emulate, especially teachers of Christian education. His loyal attitude in leading God's sheep out of Egypt to the promised land has marked him that he deserves to be a role model. Thus Christian teachers are encouraged to be able to have a soul that is so loyal in teaching students to know the truth. The method used by the author in writing this article is a qualitative method, namely library research. The author's conclusion about the significance of Moses' leadership on Christian religious education teachers in teaching is that today's Christian teachers want to have an attitude of loyalty, obedience, honesty, and intimacy to God in teaching and patience with the various pressures they face, just like Moses when he led God's people came out of Egypt to the promised land.
Eksplorasi Teologi Interkoneksi: Mengintegrasikan Iman dan Ilmu Pengetahuan dalam Diskursus Kristen Kontemporer Gulo, Rezeki Putra; Zai, Nikarni
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.815

Abstract

Penelitian ini menyoroti teologi interkoneksi sebagai respon atas tantangan epistemologis dalam integrasi iman Kristen dan ilmu pengetahuan; sebagai upaya mengatasi konflik dikotomis tradisional. Berfokus pada paradigma yang lebih dialogis, penelitian ini menggali bagaimana iman dan sains dapat saling memperkaya, dengan latar belakang perubahan historis dari pandangan konfrontatif menuju kolaboratif dalam ranah keilmuan dan spiritual. Dengan metode kualitatif berbasis tematik, penelitian ini menganalisis literatur terkait integrasi teologis dan ilmiah, mengeksplorasi pola utama yang menggambarkan relasi dinamis antara wahyu Alkitab dan temuan ilmiah. Studi ini memperkenalkan konsep baru dalam diskursus Kristen yang memungkinkan iman dan sains bekerja sama tanpa mengabaikan batas epistemologis masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi interkoneksi membuka ruang dialog yang lebih harmonis, menawarkan landasan apologetis yang kokoh untuk menghadapi tantangan modern serta memperkuat pemahaman Kristen tentang peran ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk memahami kebesaran Tuhan dalam ciptaan-Nya.
Logika Relevans dan Apologetika Kristen: Membangun Argumen yang Logis dan Pasti Gulo, Rezeki Putra; Hia, Yeremia
Media: Jurnal Filsafat dan Teologi Vol. 5 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53396/media.v5i2.325

Abstract

This research discusses the importance of relevance logic in Christian apologetics for constructing logical and certain arguments. The background of the study is based on the challenges in the field of Christian apologetics in formulating a logical and certain system of arguments. The purpose of this research is to examine how relevance logic can be applied in Christian apologetics to build strong and effective arguments. The research findings were obtained through a literature review using a qualitative method, covering several related sources such as the Bible, articles, and books. The significant finding (novelty) offered by this research is that relevance logic can serve as an alternative in formulating valid and logical theological arguments in the field of Christian apologetics. Moreover, the presence of relevance logic in Christian apologetics can facilitate others in understanding the principles of the Christian faith presented through apologetic activities. Finally, relevance logic is an essential tool in Christian apologetics that can help Christians (apologists) defend their faith in a more rational and effective manner.
Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk:: Mencerminkan Hidup Humanis di tengah-tengah Pluralisme Gulo, Rezeki Putra; Zai, Erwin; Harefa, Agusmawarni
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2023): PAK dan Teologi 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v2i2.32

Abstract

Abstract: The life of religious communities today has been faced with a situation that is quite astonishing and crucial. This condition is often caused by the failure of some religious people to create a humanist civilization in the midst of pluralism. In addition, this tension is often caused by the fanaticism of religious people who are too radical so that it raises intolerant attitudes between religious people. The position of Christian education as a minority in the midst of the majority has new challenges and demands. Indeed, every Christian can be a humanist figure in the midst of pluralism. Intolerant attitude is a lifestyle that needs to be avoided by every Christian. This research uses a qualitative method with a literature approach. This effort aims to offer ideas on the rise of religious fanaticism today. The author's final conclusion about PAK in a pluralistic society is that Humanist Christian education is needed by every Christian today in the face of religious fanaticism.Abstrak: Kehidupan umat beragama dewasa ini telah diperhadapkan dengan situasi yang cukup mencengangkan dan krusial. Kondisi ini tidak jarang diakibatkan oleh gagalnya sebagian umat beragama menciptakan peradaban humanis di tengah-tengah pluralisme. Selain itu, ketegangan ini kerapkali diakibatkan oleh fanatisme umat beragama yang terlalu radikal sehingga memunculkan sikap intoleran antara umat beragama. Kedudukan pendidikan Agama Kristen sebagai minoritas di tengah-tengah mayoritas mendapat tantangan dan tuntutan baru. Sejatinya setiap orang Kristen dapat menjadi figur humanis di tengah-tengah pluralisme. Sikap intoleran merupakan pola hidup yang perlu dihindari oleh setiap orang Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Usaha ini bertujuan untuk menawarkan gagasan terhadap maraknya fanatisme umat beragama dewasa ini. Kesimpulan akhir dari penulis tentang PAK dalam masyarakat majemuk adalah pendidikan Agama Kristen Humanis sangat diperlukan oleh setiap orang Kristen masa kini dalam menghadapi fanatisme terhadap agama.
Revitalisasi Pendidikan Kristen di Anticipating Era: Studi Eksposisi Efesus 5:15-16 Gulo, Rezeki Putra; Salurante, Tony
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/teleios.v3i2.74

Abstract

Abstract: This study uses a qualitative method; Conduct literature reviews on various literature such as the Bible, articles, books and other references. This article presents ideas about the urgency of revitalizing Christian education in the anticipating era as an offer of thought for church members and students in using digital technology. Seeing the current digital space which is full of challenges and crucial problems such as misuse of technology, God's people are expected to have a deep, contextual and biblical perspective and biblical principles. By exposing the narrative of Ephesians 5:15-16, this research produces several theological principles that can be used as a guide in revitalizing Christian education in the anticipating era, namely: Be thorough and critical, be wise, and use your time well. These three principles contain deep theological meaning and are relevant if used as a thinking paradigm by church members and students in harmonizing Christian religious values in the anticipating era.Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif; Melakukan kajian pustaka diberbagai literatur seperti Alkitab, artikel, buku, dan referensi lainnya. Artikel ini menyajikan gagasan tentang urgensi revitalisasi pendidikan Kristen di era anticipating sebagai sebuah tawaran pemikiran bagi warga gereja dan peserta didik dalam menggunakan teknologi digital. Melihat ruang digital saat ini yang penuh dengan tantangan dan masalah krusial seperti penyalahgunaan teknologi, umat Allah diharapkan memiliki cara pandang serta prinsip alkitabiah yang mendalam, kontekstual, dan biblikal. Dengan mengeksposisi narasi Efesus 5:15-16, penelitian ini menghasilkan beberapa prinsip teologis yang bisa dijadikan sebagai panduan dalam merevitalisasi pendidikan Kristen di era anticipating, yakni: Teliti dan kritis, bijaksana, dan menggunakan waktu dengan baik. Ketiga prinsip ini mengandung makna teologi yang mendalam serta relevan apabila dijadikan sebagai paradigma berpikir oleh warga gereja dan peserta didik dalam menyelaraskan nilai-nilai agama Kristen di era anticipating.